
Tangan Gou Long tidak berdiam saja ketika dia sedang berkata-kata tadi. Dan terus membentuk segel tangan dengan gerakan cepat. Sementara golok berat itu ditancapkan ke tanah di samping kakinya.
“Transformasi Roh!” lirih Gou Long.
Dengan pembawaan orang tua bijak, wajah seorang pemuda dan rambut memutih seluruhnya, apalagi setelah membunuh dua orang dengan sadis, dalam penglihatan ketiga orang yang tersisa, anak dengan penampilan polos tadi telah berubah menjadi iblis yang nyata.
“Ib-Iblis!...”
Ketiga orang itu berkata serentak, tapi suara mereka lirih dan tersekat di kerongkongan.
“Ha ha ha! Baru hari ini aku mendengar iblis teriak iblis... Kalian meminta dan memaksa barang yang bukan milik kalian, bukankah ini apa yang sering dilakukan kaum iblis!” ejek Gou Long.
Ditengah-tengah bau darah dan suasana yang kian mencekam, “Apa kalian sudah siap untuk segera menyusul mereka berdua?” lanjut Gou Long bertanya sambil menunjuk dua mayat yang tergeletak di sana.
Orang yang menggunakan tombak, dan terlihat lebih berpengalaman di bandingkan dua yang lain telah mendapatkan kembali ketenangannya, “Bocah! Tidak perlu bertindak terlalu sadis, bukankan cara yang kau kerjakan ini lebih sadis dan kejam dari iblis?” dia mencoba cari selamat dengan sindiran tersebut pada Gou Long.
“Ha ha ha!... Telat! Aku berharap kata-kata cerdas ini kau ucapkan beberapa saat yang lalu, baik! Kalian bisa memakai formasi, rasanya tidak salah untuk memberi kalian sedikit kesempatan, agar tidak mati penasaran!” jawab Gou Long dan memberi mereka kesempatan.
Orang ini segera memimpin rekannya berdiri dalam formasi segitiga, dia sendiri kemudian membentuk pola segel tertentu dengan tangannya, sedangkan dua kawannya yang lain menempelkan satu telapak tangan ke punggung si pemakai tombak.
Ketiganya seperti mendapatkan momentum, tenaga dalamnya melonjak secara drastis, inilah formasi Array Panlong(Array serangan Naga) seandainya formasi ini dengan lima orang, maka mereka akan sangat merepotkan bagi Gou Long.
Bayangan naga besar berwarna keemasan terlihat di atas mereka melayang-layang dan berputar, Itu terlihat seperti naga sungguhan.
“Formasi yang sangat kuat, bagusnya dua dari mereka sudah kubunuh.” Batin Gou Long.
Setelah bayangan naga tercipta dengan sempurna, seniman bela diri pengguna tombak, menyalurkan tenaga dalam pada tombaknya, dan melemparkan tombak itu ke atas, bayangan naga segera menelan tombak tersebut.
Tombak itu kemudian terlihat jelas berada dalam bayangan Naga tersebut lalu memanjang serta membentuk tulang belakang Naga.
Dengan Array Panlong yang sudah aktif, kepercayaan diri mereka kembali tebal, “Coba kau rasakan Tombak Naga ini!” tantang si pengguna tombak.
__ADS_1
Salah satu tangannya bersedekap di dada, sedang tangan lainnya terlihat menggerak-gerakkan Tombak Naga, dua orang yang di belakangnya terlihat terus berkonsentrasi dan menyatukan tenaga dalam mereka bertiga.
Gou Long tertawa keras meremehkan, “Ha ha ha!....” dia tahu ini akan percuma saja menyerang mereka bertiga, cukup mengalahkan Tombak Naga, maka orang yang mengontrol dan orang yang ikut menyalurkan tenaga dalam juga terkulai lemas kehabisan tenaga.
Menyerang ketiga pemakai formasi ini sekarang, juga merupakan hal yang mustahil, di sekeliling mereka saat ini muncul penghalang gaib yang tidak bisa ditembus dengan pukulan tenaga dalam.
Gou Long sudah tidak memiliki waktu untuk berbicara atau mengejek, saat ini Tombak Naga tersebut dengan pesat melaju ke arah Gou long di bawah kontrol si pengguna tombak yang terus menggerak-gerakan tangannya.
Dengan cepat Gou Long mengambil golok berat yang ditancapkan tadi, kemudian bergerak dengan ilmu meringankan tubuh Walet Menunggang Angin, dia memapak ke arah Naga jadi-jadian.
Golok berat dilemparkan Gou Long seperti sebuah gasing, dia sendiri kemudian mengembangkan Jurus 18 Telapak Penakluk Naga, hawa panas mencicit serta gulungan udara yang bercampur debu tebal berputar, mengikuti setiap pola gerak telapak Gou Long.
Bayangan 18 telapak berwarna kebiruan terlihat bermain-main lincah di udara, menepuk, menampar dan mengelus. Ini seperti tangan-tangan raksasa yang terus dengan sabar berusaha menaklukkan dan menjinakkan naga.
Bunyi beradu tenaga dalam telapak dengan Tombak Naga tiada henti terdengar.
Gou Long sendiri menghilang dari pandangan mereka bertiga, saat ini dia terus bergerak dan berpindah-pindah tiada henti, membombardir Naga tersebut dengan telapaknya.
Tak hanya begitu saja, golok berat tersebut juga terus diputar dan dilemparkan Gou Long untuk merusak tulang dari naga jadi-jadian ini.
Inilah Jurus Pedang Angin dan Petir, satu gerakan dengan tiga jurus yang digabung saat bersamaan oleh Gou Long, hawa murni yang keluar melalui golok melesat keras dengan ukuran besar.
Biasanya itu berbentuk Naga kecil, karena pedang yang biasa digunakan Gou Long berukuran kecil, sedangkan saat ini yang digunakannya adalah golok besar, sehingga Naga yang keluar darinya juga berukuran besar, namun sudah tentu kalah besar dengan Tombak Naga.
Kedua Naga jadi-jadian itu saling beradu di udara.
“BOOOOOM!”
Ledakan keras terdengar dan menggetarkan gelanggang pertempuran. Debu yang sebelumnya mengepul tinggi karena permainan Jurus 18 Telapak Penakluk Naga yang dimainkan Gou Long sekarang tambah tinggi.
Dalam tiga tarikan nafas Gou Long berkata lirih, “Segel Suci! Domain Petir!” kemudian terus berlanjut, “Segel Suci! Naga Petir Kirin!”
__ADS_1
Naga lain segera terlihat di antara debu yang mengepul tinggi, saat terjadi benturan antara kedua Naga sebelumnya Gou Long yakin, naga dari pelepasan energi hawa golok pasti akan kalah, sehingga ia menambahkan Naga yang kedua.
Sementara itu ketiga lawan Gou Long yang mengontrol formasi dapat melihat apa yang dilakukan bocah itu ketika melawan Tombak Naga, mereka menyesal telah memprovokasi orang yang salah.
Ketika Naga Mini dari pelepasan energi golok saling beradu dengan Tombak Naga, organ dalam mereka sedikit bergejolak, namun dapat ditahan sehingga tidak sampai memuntahkan darah.
Namun saat ini, ketika Naga Petir Kirin muncul, wajah mereka terlihat semakin pucat.
Gou Long segera menggerakkan tangannya membentuk perintah penyerangan, Naga Petir melesat ganas, membelit Tombak Naga, ledakan keras kembali terjadi.
Ini bahkan lebih keras dari sebelumnya.
“BOOOOMMM!”
Tanah bergetar hebat, Tombak Naga jatuh ke atas tanah, patah menjadi tiga bagian, ketiga orang lawan Gou Long di sana terlihat pucat, setelah terbatuk-batuk beberapa kali, ketiganya memuntahkan darah kental.
Tameng gaib yang melindungi formasi pecah, Gou Long tidak menunggu mereka pulih dan mengisi kembali tenaga dalam, dengan golok berat di tangan dia berpindah cepat.
Tiga kali ayunan golok yang menggunakan sisi dalam, serta aliran tenaga dalam elemen petir terus-menerus berputaran di mata golok. Golok yang tumpul dengan sedikit aliran tenaga dalam saja menjadi sangat tajam.
“Crass!”
“Crass!”
“Crass!”
Tiga kali suara terdengar, dan tiga kepala jatuh ke atas tanah, darah dari leher yang putus kembali membasahi bumi, tubuh yang masih berdiri kemudian ikut roboh ke atas tanah menyusul kepala yang sudah terlebih dahulu terjatuh.
_____________
Gak perlu penasaran, Author bukan orang yang suka potong-potong.
__ADS_1
Ramaikan dengan komentar yaa! Terserah deh mau apa saja, mau maki, mau protes, Atau apa saja, pokoknya ramaikan!
Hati-hati typo bertebaran, ngetik sudah berangguk-angguk kepala, ngantuknya!