Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 293. Menjelang Hari Bahagia


__ADS_3

Serentak para murid berkelebat cepat, bubar dan kembali ke bukit tempat Aula berlatih masing-masing. Sekejap saja suasana menjadi sepi di depan gerbang Paviliun Gunung Teratai.


Hanya menyisakan, Gou Long, Eira, Siauw Xiezy, Feng Yueyin, Leng Kung, Yu Yihua, dan Duan Hong Ya. “Mari kita juga masuk ke dalam!” Gou Long berkelebat memimpin mereka semua.


Sambil melesat perlahan. “Aku tahu, kalian ingin bertanya tentang gadis ini,” suara Gou Long terdengar saat ia menutul kaki di atas tanah, dan di sisinya Eira juga melakukan gerakan yang sama.


“Tidakkah kalian bisa menebaknya?” bertanya seperti itu, Gou Long tersenyum senang. “Siauw Xiezy! Aku tahu kau sudah dapat merasakan aura yang sama dengan milikmu darinya, kan!”


Tidak perlu jawaban dari Siauw Xiezy, pernyataan Gou Long tersebut membuka tabir kecil pikiran mereka semua, Feng Yueyin dengan rasa penasaran yang berkali-kali lipat, bergerak melesat lebih cepat, mengimbangi Gou Long dan Eira. 


Dia saat ini, menutul kaki dan melayang di sisi Eira. “Apakah ini Cici Eira?” seraya memperhatikan setiap lekukan tubuh dari perwujudan Eira. Ada kecemburuan besar terpancar di sorot mata Feng Yueyin.


Entah itu karena wajah, postur yang semampai, pembawaan yang anggun dan elegan, gadis ini bagaikan Dewi Kwan Im saja. Bagaimana mungkin ada wanita yang sesempurna ini? Kenapa juga Cici Eira bisa mengambil bentuk perwujudan yang tanpa cela? Tapi kemudian Feng Yueyin tidak mendapat jawaban yang tepat terhadap kecemburuan itu.


“Eum! …” Eira mengangguk kecil, dan terus melesat tanpa berkata-kata.


“Hah! Benaran Cici Eira ...” Feng Yueyin, tanpa sadar berkata, nada suara yang sedikit lebih tinggi. Ia benar-benar kagum, cemburu dan senang, semua perasaan campur aduk menjadi satu pada kesempurnaan sosok Eira.


Ucapan Feng Yueyin, jelas terdengar oleh semua orang yang juga sedang melesat bersama mereka. Sekarang, tidak hanya Feng Yueyin yang melihat sosok sempurna Eira, tidak terkecuali Yu Yihua, gadis dengan tubuh intuisi khusus, Tubuh Tungku Abadi ini juga terlihat cemburu terhadap perwujudan kesempurnaan Siluman rubah itu.


Memang sudah menjadi lumrah wanita yang seperti itu, suka membanding-bandingkan keadaan diri sendiri dengan orang lain, padahal kalau mereka melihat pada diri sendiri dari sudut pandang yang berbeda, mereka berdua juga tidak kalah sempurna seperti Eira, akan sangat mudah bagi orang lain tertarik pada mereka.


Tapi, begitulah kecemburuan dan kekaguman pada sebentuk kesempurnaan, dalam hati kedua gadis ini, tersirat seberkas niat untuk mencari-cari kesempatan lalu bertanya apa rahasia dibalik kesempurnaan yang dimiliki Eira. 

__ADS_1


***


Berita kembalinya Master Paviliun Gunung Teratai menyebar sangat cepat. Seminggu sejak hari kepulangannya, setiap hari kenalan dari pemuda itu silih berganti mulai berdatangan, walaupun orang-orang seperti Patriark dan Matriark dari Tujuh Klan Besar dan Enam Sekte Utama tidak berkunjung sendiri, namun mereka jelas mengirim utusan.


Mengikat hubungan yang baik dengan orang-orang Paviliun Gunung Teratai, menjadi keharusan bagi segenap seniman bela diri Daratan Tengah.


Karena hal tersebut kesibukan di Gunung Teratai menjadi berlipat ganda.


Hal yang sangat menggembirakan hati Gou Long terjadi satu bulan setelahnya, itu tidak lain adalah kedatangan orang-orang Klan Hua; Kakek Zhou, Hua Mei, Murong Qiu dan salah satu sepupunya Hua An, lalu bersama mereka juga muncul He Fei dan Ye Xuan.


Kedua pemuda itu, telah tinggal di Klan Hua selama sebulan lebih setelah menghadiri pelelangan di Paviliun Gunung Teratai tempo hari.


Kemudian berlanjut lagi, kedatangan orang lainnya yang sangat spesial bagi Gou Long, yaitu Ding Jia Li, Bwee Siang dan Na Hong-Hong. Ibu guru mereka bertiga tidak datang, kesibukan di Sekte menahan Sang Ibu Guru.


Waktu kembali berlalu ....


Ya! Itu sudah tiga bulan kembali berlalu sejak Gou Long pulang ke Daratan Tengah. Memasuki bulan keempat ini, Gou Long telah meminta beberapa orang murid paling menonjol untuk pergi ke perbatasan Daratan Tengah dengan daerah Utara. 


Sudah saatnya menjemput Keluarga Besar Klan Gou, ini adalah saat yang paling tepat untuk mengatur jadwal pernikahan besar Gou Long dengan kedua calon istrinya.


Kartu undangan juga telah dicetak, apalagi Gou Long telah menahan orang-orang yang berkaitan dengan agenda pernikahan di Gunung Teratai sejak sebulan yang lalu, baik Hua Mei, Ding Jia Li dan kerabat yang datang bersama mereka saat itu tidak diperbolehkan oleh Gou Long meninggalkan Gunung Teratai.


Orang-orang yang ditahan Gou Long, sudah tentu tidak keberatan untuk tinggal di sana. Aura Langit dan Bumi yang lebih baik jika dibandingkan tempat-tempat lain menjadi alasan yang paling masuk akal bagi mereka untuk tetap tinggal, selain karena keakraban dengan Gou Long.

__ADS_1


Perlahan dan pasti platform-platform megah kembali didirikan di Gunung Teratai.


Feng Yueyin juga sangat sigap, ia telah menyewa beberapa penjahit yang sangat berkelas, hanfu merah pengantin laki-laki dan perempuan ia siapkan sejak awal setelah Gou Long menjelaskan rencana pernikahannya.


Dalam periode ini, Siu Lan juga tidak pernah lupa mengirimkan kabar tentang perkembangan Organisasi Ordo Setan Hitam secara rahasia pada Gou Long, cara Siu Lan mengirim pesan hanya dipahami anak muda itu.


Gou Long memang tidak berniat untuk merepotkan orang lain lagi terkait hal itu, dia telah memperhitungkan dengan sangat baik, kekuatan orang-orang Organisasi Ordo Setan Hitam, bisa ia kalahkan dengan bantuan beberapa orang saja, seperti Ye Xuan dan He Fei.


Sementara, murid-murid Paviliun Gunung Teratai telah dibekali Gou Long dengan latihan khusus dan penyamarataan. Ilmu Meringankan Tubuh, Teknik Pukulan, dan Teknik Penggunaan Artefak.


Ketiganya adalah hasil dari gubahan Gou Long dari pengalaman kultivasi dan bertarung selama ini, dia menjadikan Jurus Walet Menunggang Angin sebagai dasar dari Ilmu Meringankan Tubuh, Teknik Pukulan yaitu penggabungan dari Delapan Belas Telapak Penakluk Naga yang digabungkan dengan Tiga Belas Pukulan Penghancur Tulang.


Dari gabungan kedua jurus itu, Gou Long menciptakan Jurus Sembilan Telapak Penghancur Gunung, dan yang terakhir adalah cara menggunakan Artefak. Gou Long hanya mengajarkan pemahamannya, yang menganggap setiap anggota tubuh sebagai Artefak. 


Artefak yang hidup. Pemahaman seperti ini lebih bermanfaat bagi setiap murid jika dibandingkan harus terikat dengan penggunaan Artefak tentu.


Kemudian, bagi Yu Yihua, Gou Long telah mengajarkan berbagai pemahaman Alkimia yang ia peroleh saat mendengarkan Nada Alkimia Legendaris. Gou Long tidak menahan sedikit pun, apa yang ia pahami, semua ia ajarkan pada Yu Yihua, bahkan termasuk itu Teknik Alkimia Tujuh Belas Seri.


Tidak terasa waktu kembali berlalu, Keluarga Besar Klan Gou beserta murid-murid yang dimintai Gou Long menjemput mereka, Patriark Klan Hua, dan Matriark Sekte Teratai Biru, juga telah tiba di Paviliun Gunung Teratai. 


Saat Itu adalah bulan kelima, dua minggu menjelang hari pernikahan yang telah dijadwalkan Gou Long.


Semua orang benar-benar telah disibukkan dan dihebohkan oleh penantian hari bahagia bagi Master Paviliun Gunung Teratai.

__ADS_1


__ADS_2