Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Bab. 66. Kultivasi Tranformasi Roh


__ADS_3

Oey Gang yang mendapatkan serangan dadakan seperti itu berkelit indah, teman-temannya yang lain juga tidak diam di tempat mereka bergerak lincah dan berkelit, fokus Oey Gang segera dialihkan ke arah cincin penyimpanan yang dilemparkan oleh Gou Long, dengan sedikit mengempos tenaga dalam, dia melesat dan menangkap cincin itu.


Dia tidak mengejar Gou Long, sekilas dia melihat kawan-kawannya yang lain, setelah memastikan semua kawan-kawannya selamat dia mendarat di sisi mereka.


Kawah luas baru telah muncul di dataran itu, akibat pukulan hebat Gou Long. “Tenaga dalam anak itu sangat hebat.” Semua yang hadir di tempat tersebut pasti berpikir sama.


“Saudara Oey, bagaimana? Apa sudah kau periksa isi cincin tersebut. Jangan-jangan bocah itu menipu kita lagi,” ujar salah seorang dari kawan Oey Gang, mengingatkan.


Oey Gang segera memeriksa cincin penyimpanan yang dilemparkan oleh Gou Long. Setelah beberapa tarikan nafas, raut wajah Oey Gang tampak hitam kelam dan membesi. Dia tidak berkata apa-apa, lalu menyerahkan cincin itu pada kawannya.


Kawannya yang menerima cincin itu tidak memeriksa lagi, dari raut wajah Oey Gang, dia sudah bisa melihat apa yang telah terjadi.


“Keparat! Dia menipu kita lagi, cincin ini kosong tidak ada isi sama sekali.” Lantas, dilemparnya cincin itu untuk melampiaskan amarah.


***


Gou Long yang melesat terbang di kegelapan malam dengan wajah yang pucat serta lelehan darah di sela-sela bibirnya, tampak tersenyum walau dalam keadaan terluka seperti itu.


Dia berhasil kabur dan mempermainkan murid-murid elite tersebut untuk kedua kali, cincin penyimpanan yang dilemparkan tadi, itu adalah cincin kosong yang sebelumnya berisi buku ilmu silat dan kepingan emas yang diperoleh dari Manager Lan.


Karena mengingat cincin tersebut Gou Long kemudian teringat akan cincin penyimpanan lain yang masih bersamanya, dan belum sempat dilihat sama sekali isi di dalam cincin itu, ini adalah cincin milik perampok tunggal yang dibunuhnya di bukit serigala.


Gou Long terus melesat, dan mencari-cari area yang sepi, dia ingin segera memulihkan kondisi fisik dan semangat.


Tak jauh dari sudut pandang, akhirnya terlihat area yang berbentuk ngarai, Gou Long melesat ke dalam ngarai itu, lalu memilih lahan tempat yang menyerupai gua. Setelah memancarkan sedikit hawa tenaga dalam untuk mendeteksi aura dan nafas dari makhluk lain, Gou Long mendapati tempat ini tidak ada tanda-tanda bahaya.

__ADS_1


Masih ada beberapa jam lagi sebelum hari menjelang pagi, Gou Long mengeluarkan beberapa pil penyembuh kemudian dia duduk berkultivasi, memperbaiki meridian yang rusak dan melancarkan kembali arus perputaran hawa murni dalam tubuh.


Dalam empat hari ini Gou Long tidak pernah benar-benar bisa mendapatkan ketenangan, hanya ketegangan dan pertarungan yang terus mengikuti, saat ini merupakan waktu yang sangat tempat untuk memulihkan stamina, mental dan tenaga dalam.


Gou Long hanyut dalam kultivasi seharian penuh di dalam ngarai yang sunyi itu. Dia meneruskan berkultivasi semalaman lagi, yang ini dikhususkan untuk mempelajari Kitab Emas.


Ilmu dalam Kitab, baru berhasil dipelajari Gou Long sangat sedikit, terlebih dalam Ilmu Silat. Dia hanya baru mempelajari satu jurus ilmu pedang dan ilmu segel, saat ini Gou Long memeras tenaga dalam dan konsentrasi secara menyeluruh.


Tinta-tinta berwarna emas kehitam-hitaman secara virtual kembali tertera pada lembaran kosong kitab itu.


Gou Long dapat membaca ilmu yang tertulis. “Kultivasi Tranformasi Roh, yaitu tingkat lanjutan bagi manusia yang telah berhasil menguasai segel pengikat jiwa tingkat lanjut.”


“Dantian utama, yang berfungsi sebagai tempat menampung dan menyalurkan hawa murni akan dikelilingi oleh lingkaran segel yang menyegel satu roh. Andai bisa membuka tiga dantian utama, maka itu bisa membentuk tiga lingkaran penyegelan roh.”


“Mengunakan Kultivasi Tranformasi Roh, seorang kultivator bisa mengambil bentuk tranformasi dari siluman itu, juga memanfaatkan tenaga dalam dari siluman itu dan menggabungkan dengan tenaga dalam asli pengguna teknik.”


“Para kultivator juga bisa mengubah dan mengganti roh yang dimilikinya kelak dengan level ranah roh yang lebih kuat.”


“....”


Teknik ini sangat luar biasa, bisa meningkatkan tenaga dalam dua kali lipat hanya dengan bertranformasi roh. Apalagi kalau siluman yang diekstrak rohnya itu, siluman yang ber-elemen yang sama dengan kultivator pengguna teknik.


Untuk saat ini, Gou Long belum bisa mengekstrak jiwa dari siluman kelas kesatu.


Siluman kelas kedua atau ketiga bisa saja dia mengekstrak, tapi itu hanya bisa dilakukan setelah berhasil melumpuhkannya. Lagipula, Gou Long belum pernah coba mengekstrak siluman. Yang pernah dikeluarkan hanya jiwa ikan emas di Hutan Seribu Ilusi tempo hari.

__ADS_1


Gou Long mengeluarkan jiwa ikan emas yang masih disimpan di dalam botol giok.


Ini adalah jiwa yang pertama sekali ditarik Gou Long dari jasad. Bulatan bening yang berisi ikan berputar-putar di dalamnya, saat ini benda itu dalam telapak tangan Gou Long.


“Kau sangat tidak berguna bagiku, tapi ... kau akan selalu aku simpan sebagai kenang-kenangan hasil dari latihanku,” gumam Gou Long, sambil menunjuk dan menatap bola bening yang berisi jiwa ikan di telapak tangannya.


“Hauri, keluarlah!” Gou Long memanggil si Peri Ilusi.


Bayangan gadis cantik muncul di tempat itu. Hauri yang muncul dan melihat bola jiwa di telapak tangan Gou Long, langsung berkata dengan antusias. “Wow, kau berhasil mempelajari Jurus Segel Pengunci Jiwa Tingkat Lanjut! Ini luar bisa.”


Hauri berhenti sejenak, raut wajahnya mencerminkan kesedihan. “Tapi ... bagiku sama saja, aku masih harus tersegel di dalam pedang, tubuh peri milikku ada di Dunia Peri. Tubuh manusia tidak cocok dengan Jiwa Peri.” Hauri melanjutkan, berkeluh kesah.


“Apa kau mau seperti ini saja? Atau tetap dalam pedang?” Gou Long bertanya, sambil menunjuk bola jiwa ditangannya.


“Dalam pedang saja, setidaknya aku masih bisa muncul dalam wujud seperti ini, kalau di dalam pedang,” jawab Hauri, singkat.


“Sangat baik! Kalau begitu, kau berjaga dan berkultivasi di sini saja, tadi aku berhasil mempelajari Teknik Kultivasi Tranformasi Roh dari kitab emas yang kau berikan, aku akan membuat satu segel di dantian pusar dulu, aku tidak mau terlalu tamak dengan membuat tiga segel sekaligus, nanti hal-hal yang tidak aku mengerti tolong kau jelaskan,” ujar Gou Long, dan dia langsung duduk berkultivasi.


Seperti penjelasan dalam kitab, setelah duduk Gou Long menggerakkan tangan dan membuat beberapa segel di udara, segel dari energi murni terlihat, lalu dia menghisap segel tersebut.


Warna hijau dari segel itu terlihat menyusuri tenggorakan Gou Long, dan terus turun, lalu berhenti di dantian bawah pusar.


Perut Gou Long tampak bercahaya seperti bentuk segel yang berputar-putar, lalu terbentuk ikatan-ikatan indah yang saling menghubungkan dan akhirnya tercetak lah lingkaran perputaran segel yang mengelilingi dantian.


Tahap pertama sukses besar, tanpa ada hambatan.

__ADS_1


__ADS_2