
Nona Xue Yue mengingat kembali bahan-bahan yang telah dimurnikan Gou Long selama satu pekan berlalu. “Ah, iya ... ini sangat aneh.”
Tapi kepada Mo Xiaohu, Nona Xue Yue berkata, “Iya, bibi mengingat semuanya, Xiaohu ‘er. Tenang saja Long Gege mu pasti akan berhasil meracik pil paling baik diantara semua peserta.”
Masih belum menghilang dari ingatan Nona Xue Yue, kepercayaan diri tinggi yang diperlihatkan Gou Long pada saat ia membongkar kecurangan yang dilakukan Gou Long dengan menggelapkan hampir dari setengah pil hasil racikan pesanan orang lain di Kota Enghiong.
Mo Xiaohu melihat bibinya dengan wajah yang tidak percaya. Belum bisa menenangkan ke khawatiran, dia mendekati Hua Mei. “Cici ... Bagaimana pendapat Cici?”
“Tidak ada yang perlu diberikan pendapat, Long Gege adalah kategori manusia yang selalu berada pada posisi terjepit, tapi kemudian membalikkan keadaan dengan cara yang tidak kita pikirkan. Baik itu cara dia menaikkan ranah kultivasi, cara dia meracik pil, atau cara apapun lainnya yang dia kerjakan.” Hua Mei tersenyum lembut pada Mo Xiaohu.
Sorot mata Hua Mei memancarkan kekaguman, kebanggaan, kepercayaan tinggi serta kepatuhan mutlak terhadap apapun yang dilakukan suaminya. Sorot mata itu adalah ketulusan yang tidak terbantahkan, juga memberikan keyakinan lain bagi orang yang melihat itu.
Mendapatkan jawaban serta sikap luar biasa dari Hua Mei, Mo Xiaohu tidak bertanya lagi. Hati gadis muda itu benar-benar berbunga-bunga.
Semua orang di sana juga terpukau sesaat setelah mereka mendengar dan melihat sorot mata Hua Mei. Tidak perlu mereka mencari kepastian dari Eira lagi, siluman dalam wujud manusia itu juga memperlihatkan sorot mata kekaguman tersendiri pada Gou Long dalam gerak-gerik cueknya.
Sementara di atas platform utama, Gou Long telah melanjutkan proses peracikan pil pada tahap terakhir yaitu teknik pemadatan pil. Sekali lagi pemuda itu menjadi panutan semua alkemis yang menjadi penonton di platform-platform lain.
Hari itu adalah harinya Gou Long, dialah bintang utama di sana. Semua mata tertuju pada cara ia memadatkan pil. Gou Long secara tidak sadar telah berhasil melangkah pada tingkatan selanjutnya dalam Alkimia.
Teknik Alkimia dua puluh dua seri diperlihatkan Gou Long, kemudian terus berlanjut pada saat ia mulai membuat pola-pola segel tertentu dan didorong pola segel yang mengambang itu ke arah pot alkimia.
Semua orang menjadi tertarik dengan apa yang dilakukan Gou Long itu, mereka berharap agar si pemuda mengulang kembali cara ia menggambar segel aneh tadi. Itu hal yang luar biasa dalam pandang mata para alkemis.
__ADS_1
Belum pernah ada seorang alkemis yang menggambar pola segel kosong di udara dan mendorong ke arah pot alkimia. Namun, harapan mereka tidak pernah kembali kesampaian. Hanya beberapa orang saja yang beruntung telah melihat itu, lalu terpekur lama memikirkan kembali bagaimana cara tangan pemuda itu memulai gerakan gambaran pola-pola tersebut.
“Ini Teknik Pemadatan Pil jenis apa? Kenapa sangat aneh?”
“Hei, kenapa pula dia membuat segel-segel rumit dan mendorong pola segel itu ke dalam pot alkimia?”
“Iya ... ini sangat aneh, dan aku baru kali ini melihat cara ia melakukan teknik alkimia yang seperti ini.”
“Hei! Apa aku melewatkan sesuatu? Bukankah bahan yang dia murnikan sebelumnya hanyalah bahan-bahan dengan kualitas rendah?”
“Siapa yang peduli. Toh penampilan ia saat memurnikan kotoran saja terlihat sangat keren, dan sekarang dia malah membuat gerakan penggambaran pola-pola segel unik dengan sangat cepat.”
“Kita tunggu saja. Mungkin itu cara dia mensiasati bahan-bahan kualitas rendah agar menjadi pil terbaik.”
Api meluap di tempat Gou Long, percikan kilatan kecil tiada henti terlihat di sekitar pot alkimia si pemuda.
Setelah menciptakan kekaguman di mata setiap alkemis lain. Gou Long membiarkan pot itu berdering keras dan bergetar tiada henti, sedangkan dia sendiri duduk bersila cuek terhadap kondisi pot alkimia miliknya. Ini juga keanehan lain yang diperlihatkan Gou Long.
Padahal, para kontestan lain masih terus fokus menstabilkan pergolakan api dengan gerak tangan agar tidak terjadi kesalahan pada saat terakhir, yaitu tahapan pemadatan pil.
Sebagian kontestan lain mencuri-curi lirik akan kondisi Gou Long, mereka sejak awal sudah terlalu fokus pada peracikan pil masing-masing. Kekaguman pada Gou Long yang muncul dari para penonton juga dan bisik-bisik setiap penoton tentu saja mereka dengar.
Ketika Gou Long duduk santai bermeditasi, serta tidak peduli pada pot alkimia miliknya. Tentu saja gejolak keterkejutan lebih hebat terjadi di antara para penonton.
__ADS_1
“Hai! Apa yang terjadi? Kenapa dia hanya duduk dan bermeditasi seperti orang yang sedang tidak melakukan apa-apa. Bukankah dia belum menyelesaikan peracikan pilnya?”
Begitu mudahnya para penonton terombang-ambing dalam kebimbangan, segala tindak tanduk Gou Long benar-benar tidak terbayangkan sama sekali dalam pikiran mereka.
Hal itu pola yang membuat para penonton kembali mencemooh si pemuda. “Huft! Sia-sia saja kekaguman yang aku perlihatkan pada pemuda itu selama satu pekan ini. Akhirnya dia hanya orang yang tidak kompeten dari Kota Enghiong. Bahkan ia telah menyatakan kekalahan sendiri sebelum kontes berakhir.”
“Pilnya saja belum selesai diracik, tapi dia sudah duduk istirahat dengan tenang. Bukankah ini hanya lelucon?”
Para kontestan lain juga ikut mencemooh dengan keras dan itu terdengar jelas di telinga Gou Long. “Huft! Hanya manusia tidak kompeten dan berlagak layaknya alkemis hebat. Engkau sangat cocok menjadi bahan tertawaan kami.”
“Tapi, pada sisi lain kami juga bersyukur. Kehadiranmu juga telah membangkitkan sesuatu yang luar biasa bagi kami.”
Gou Long hanya sedikit memonyongkan bibir, dia tidak terlihat marah. Bahkan dengan santai sambil tetap duduk bersila membuka sebelah matanya. “Apa yang sulit bagi kalian bukan berarti sulit bagi orang lain. Ilmu alkimia sedalam lautan. Orang yang terbiasa menyelam sedalam tiga tombak dalam jangka waktu yang lama, pasti akan lebih mudah kalau hanya diminta untuk berenang.”
Jawaban simple Gou Long itu memang bukanlah sebentuk ejekan. Tapi, telinga orang lain yang mendengar akan memerah panas. Bagaimana tidak? Secara tidak langsung Gou Long telah menyindir ilmu alkimia mereka masih sangat dangkal, dan menyanjung diri sendiri terhadap pemahaman Alkimia.
“Ah, ada beberapa telinga yang terlihat memerah di sini.” Gou Long perlahan bangkit dari duduk bersila. Pot Alkimia masih dibiarkan seperti saat ia duduk bersila. Dia memperhatikan ke sekitar, termasuk itu ke platform penonton. “Apa kalian masih ingin bertaruh setelah kekalahan sebelumnya?”
Itu benarlah sikap provokatif yang mendatangkan amarah bagi semua orang.
“Aihh ...” Bibi Xue Yue menggelengkan kepala melihat tingkah Gou Long. “Bocah gila itu benar-benar telah membuat semua orang berada pada posisi terjepit. Ingin kembali bertaruh, mereka ragu-ragu karena kekalahan sebelumnya. Tidak berani bertaruh, mereka sama saja telah mengakui pengetahuan diri sendiri yang masih dangkal dalam hal alkimia.”
“Tapi, bukankah ini semakin menarik saja.” Master Tian Long ikut menyambung perkataan Bibi Xue Yue, mata dari Kaisar Agung Kota Enghiong itu memperlihatkan sinar kegembiraan tersendiri.
__ADS_1