Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 236. Transfer Energi Murni


__ADS_3

“...” Gou Long berpikir keras, tawaran ini memang sangat menggiurkan, tapi kebijaksanaan yang harus diutamakan, “Apakah pantas aku menerima ilmu dari orang-orang golongan hitam?” batinnya.


“Bocah!” Kakek Kwee menyapa, setelah sekian lama belum memperoleh jawaban dari Gou Long, “Aku tahu, kau tidak ingin berguru padaku, karena aku merupakan tokoh dari golongan hitam…”


“Namun demikian, aku berharap kau tetap menerima tawaranku,” wajah Kakek Kwee memperlihatkan senyuman, ia melanjutkan, “Ingat! Bukan ilmu yang sesat, tapi cara orang menggunakan ilmu itu yang sesat, walau aku dari golongan hitam, bukan berarti ilmu yang akan kuajarkan juga akan merubah sikapmu seperti orang-orang golongan hitam.”


Sekian lama bertarung dengan pola pikirnya sendiri, Gou Long bertanya, “Kakek! Apa benar tidak ada jalan keluar dari lubang ini dalam waktu dekat?”


“Benar! He he he…” Jawab Kakek Kwee penuh penekanan, “Namun, itu juga tergantung bagaimana kau mengambil keputusan, alasannya sangat mudah, jalan keluar akan terbuka setelah kamu mempelajari apa yang Kakek ilhami puluhan tahun ini.” Lanjutnya.


“Baiklah Kek! Aku akan belajar sesuai dengan keinginan Kakek, tapi…” Gou Long coba bernegosiasi, “Tapi, aku tidak bisa mengangkatmu sebagai guru, aku juga tidak akan tamak pada ilmu yang Kakek ajarkan, itu hanya sebatas bagaimana aku bisa keluar dari sini.”


“Sangat baik!” Puji Kakek Kwee, “Aku jadi sangat cemburu pada si Tua Song, dia mendapatkan murid yang sangat berbakti…”


“Bocah! Kau tidak harus mengangkatku sebagai Guru, aku hanya berharap kau menghafal semua pemahaman Ilmu Silat yang aku miliki, saat kau keluar dari sini, tulis semua pemahaman itu dalam sejilid Kitab, dan kau boleh memberikan Kitab itu pada siapapun yang menurutmu cocok.” Kakek Kwee menyampaikan maksud hatinya.


Gou Long setuju, “Pilihan ini rasanya lebih baik bagiku Kek!”


“Terima kasih Bocah! Aku tahu vitalitas daya hidupku hanya tersisa tiga atau empat hari saja, kau mau menuruti kehendak orang tua yang sedang menanti ajal ini saja sudah sangat menggembirakan hatiku.” Kakek Kwee senang dan juga terharu, tetesan bulir kecil air muncul dari rongga mata yang kosong itu.


Entah dari mana munculnya air mata itu, padahal bola matanya sudah tidak ada.


“Beristirahat dan berkultivasilah! Pemahaman baru Ilmu Silat ini akan sangat menguras tenaga dan pikiran.” Kakek Kwee tersenyum misterius, “Ini akan sangat berbeda dengan jenis apa pun Ilmu Silat dan Teknik Kultivasi yang pernah kau pelajari.”

__ADS_1


“Baik Kek!” Gou Long tidak membantah, dalam hati ia berkata, “Ingin coba kurasakan lebih lelah memahami Kitab Kultivasi Ras Peri, ataukah Teknik yang Kakek Kwee maksud.”


Suasana di lubang sumur itu menjadi sepi dan hening, Eira terus bergerak di dalam sana mencari-cari lubang yang bisa ia tembusi, namun tepat seperti yang dipikirkan Gou Long, mereka telah terlebih dahulu memasang Array sehingga lubang tersebut benar-benar telah terisolasi.


Gou Long terus berkultivasi, ia tidak peduli dengan apa yang terjadi di sekitarnya, kewaspadaannya pada Kakek Kwee juga menghilang, “Apa yang bisa dilakukan Orang Tua cacat dari golongan hitam ini terhadapku!” pikiran ini telah terlebih dahulu menguasai Gou Long.


Karena pola pikir inilah, gerakan Kakek Kwee menjadi lebih leluasa, orang tua cacat itu setelah mendengar nafas Gou Long yang teratur pertanda pemuda itu telah tenggelam dalam kultivasi, ia bergeser sedikit, lalu menempelkan punggungnya dengan punggung Gou Long.


“Jangan melawan! Kalau kau melawan kau akan mati!” dengung suara Kakek Kwee lembut terdengar di telinga Gou Long.


Lalu seberkas energi murni yang sangat melimpah mengalir masuk ke dalam tubuh Gou Long.


Telinganya terus mendapatkan bimbingan berupa bisikan-bisikan halus, cara agar ia dapat mengalirkan energi murni yang melimpah itu keseluruhan tubuh.


Gou Long patuh dan mengikuti setiap instruksi dari Kakek Kwee, transfer energi murni itu berlangsung selama lima jam. Saat Gou Long itu telah berakhir, ia melihat Kakek Kwee terlihat lebih tua dari saat pertama Gou Long bertemu.


Walau tidak sekuat sebelumnya, Kakek Kwee berkata, “Bocah! Saat aku melakukan transfer energi murni ke dalam tubuhmu aku dapat merasakan adanya elemen es dan petir dalam tubuhmu…” 


“Iya Kek! Keberuntunganku sangat besar dalam jalan kultivasi, termasuk bisa menggunakan dua elemen yang berbeda.” Potong Gou Long cepat, ia sadar ucapan Kakek Kwee walaupun lemah tapi agak tergesa-gesa, seakan ia sedang mengejar penjelasan yang lebih cepat.


“Bagus sekali!” puji Kakek Kwee, ia melanjutkan, “Maka sekarang kau harus mengulangi kultivasi, dan buka indra pendengaran mu sebaik mungkin, ini sangat tergesa-gesa, karena dengan banyaknya energi murni milikku dalam tubuhmu, kau pasti akan menembus Puncak Ranah Surgawi sesaat lagi…”


“...” Gou Long tidak membantah ia dapat merasakan kebenaran dari ucapan Kakek Kwee.

__ADS_1


“Akan lebih baik kalau proses saat kau menembus Puncak Ranah Surgawi itu terjadi di ruang hampa…”


“Apa maksud Kakek?” Gou Long tidak dapat menahan diri bertanya, ia tidak mengerti maksud ucapan dari Kakek Kwee.


“Jangan bertanya! Dengarkan saja! Kau mau keluar dari lubang ini kan? Waktumu tidak banyak. Segera berkultivasilah! Aku akan membisikimu teknik tersebut, ini adalah intisari dari jerih payahku selama seratus tahun lebih.” perintah Kakek Kwee.


Gou Long patuh, ia segera duduk bersila.


Kemudian bisikan Kakek Kwee mulai didengar Gou Long, “Yin dan Yang…”


“Yin negative dan Yang positive, Yin dingin dan Yang panas… keduanya saling tolak menolak, keduanya saling terpisah, keduanya saling membutuhkan, keduanya saling berpasangan…”


“Perpaduan keduanya menciptakan kekacauan… dari kekacauan muncul ketiadaan dan kehampaan.. dari kekacauan juga muncul penciptaan…”


Gou Long berkonsentrasi penuh terhadap bisikan itu, apa yang ia cari selama ini tiba-tiba saja datang dan disajikan padanya, cara menggabungkan elemen panas dan dingin.


Dia membutuhkan hampir tiga puluh menit untuk mencerna maksud dari ‘perpaduan keduanya menciptakan kekacauan’ itu sangat rumit, setelah beberapa kali mencoba, dalam dantian Gou Long muncul sebentuk energi murni yang sangat kacau balau.


Gara-gara energi murni yang penuh dengan kekacauan tersebut, energi elemen petir dan elemen es yang ada dalam tubuh Gou Long juga membuyar dan menghilang, bahkan itu ikut menghancurkan beberapa jalur meridian penting yang sangat sulit dibuka Gou Long.


Selama seperempat jam kemudian Gou Long sudah berada pada posisi orang yang tidak berlatih silat dan tidak bisa berkultivasi. Energi murni kekacauan itu bahkan hampir merusak dantian besar Gou Long.


“Apa ini? Apa usahaku selama ini akan buyar disini begitu saja?” batin Gou Long.

__ADS_1


Namun, Kakek Kwee seperti telah memprediksikan akan muncul perasaan tersebut di hati Gou Long.


Saat itulah dia mengingatkan dengan bisikan, “Jangan berputus asa! Ingat dari kekacauan muncul ketiadaan dan kehampaan, dari kehampaan juga muncul penciptaan…”


__ADS_2