Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 290. Rahasia Siu Lan


__ADS_3

Gou Long juga melihat Ekspresi yang berbeda dari Siu Lan, walau itu hanya sesat tadi, tersenyum Gou Long berkata, “Silahkan Nona Lan lanjutkan!”


Siu Lan bukanlah orang yang bodoh, dengan sikap dan kepercayaan diri yang diperlihatkan Gou Long, keberanian Siu Lan meningkat, “Dari gambaran raut wajah Tuan Muda Gou, segala sesuatu menyangkut perkataanku sebelumnya, rasa-rasanya Tuan Muda Gou telah mengetahui seluk beluk kondisi khusus ini lebih jelas dari apa yang ingin aku sampaikan!?” 


“Hmm ….” Gou Long mengangguk kecil, ia kembali meneguk teh, saat cangkir teh masih dalam genggaman tangan, dan benar-benar belum meletakkan cangkir itu Kembali, Gou Long berkata, “Sebagian mungkin saja benar, sebagian lain aku sangat yakin, bahwa aku belum tahu apa yang Nona Lan ingin sampaikan.”


Ucapan dari Gou Long itu tambah melegakan hati Siu Lan, tidak tampak permusuhan dari nada ucapan Gou Long. Begitu pandainya pemuda itu menyembunyikan ekspresi yang sebenarnya.


“Tuan Muda Gou mungkin juga sudah tahu, asal-muasal segala kekacauan di daerah Selatan, itu semua berasal dari Organisasi Ordo Setan Hitam, toko ini dan toko yang ada di daerah Selatan merupakan pusat informasi Organisasi, dan aku juga bagian dari Organisasi .…” nada ucapan Siu Lan terdengar sangat lirih di akhir ucapan.


Ia kembali menunduk dalam, tidak berani menatap wajah Gou Long. Wajah Siu Lan sesaat memucat seputih kertas, perasaan panik dan cemas mulai muncul di hatinya.


Pernyataan yang menjelaskan tentang dirinya merupakan bagian dari organisasi terasa sangat sulit dan membuat ia panik.


Lama … tidak ada yang saling berbicara, Gou Long terus menunggu kelanjutan dari perkataan Siu Lan, tapi perasaan panik dan takut benar-benar telah menyurutkan keberanian Siu Lan. Dia duduk tertunduk dan gemetaran.


“Apakah kau bodoh? Gadis itu, saat ini tidak bermusuhan denganmu, andai ia bermusuhan jelas ia tidak akan menceritakan hal yang paling rumit dalam pikiran padamu secara jujur. Lagipula ada kondisi lain yang belum dijelaskan gadis itu, kau harus berani mengambil sikap lunak…” Eira mentransmisikan suara pada Gou Long.


Gou Long mengangguk ringan, menatap pada rambut yang diikat dengan pita berwarna biru di kepala Siu Lan yang tertunduk dalam. 


“Sssttt!”


Gou Long bergerak halus dan mengelus lembut kepala dari gadis itu, getaran keras dapat dirasakan Gou Long.


Siu Lan telah terisak kecil.

__ADS_1


“Hiks! Hiks!”


Memang kondisi seperti itu, tidak perlu berucap kata-kata, dengan tindakan elusan lembut saja sudah lebih dari cukup untuk menyampaikan maksud hati.


Kembali berlalu beberapa tarikan nafas.


“Tidak apa-apa Nona! Aku tidak memusuhimu, Nona dapat berlega hati,” Gou Long kembali duduk, dan menghentikan elusan lembut itu, ia menarik nafas dalam, melanjutkan ucapannya, “Nona, masih memiliki beberapa kondisi yang ingin Nona sampaikan bukan? Aku akan mendengarnya.”


Gou Long terus menunggu dengan sabar.


Perlahan-lahan Siu Lan mengangkat kepala, ia tidak langsung melanjutkan ucapan, diusapnya air mata, dan sedikit membenahi keadaannya sendiri, “A-aku tidak berniat melakukan itu semua ….”


Siu Lan terlihat seperti sedang mengenang kembali kenangan-kenangan lama yang telah ia lalui, “Maafkan aku Tuan Muda Gou, sejak dulu aku tidak pernah berbicara begitu dekat dengan orang lain selain Sang Nyonya, termasuk setiap pelanggan Toko … a-aku tidak tahu harus minta tolong pada siapa … terlalu lama aku diminta oleh Organisasi memata-matai Tuan Muda, walau yang aku dapatkan sangat sedikit, tapi informasi yang kudapatkan saat Tuan Muda berada di daerah Selatan, sudah lebih dari cukup untuk menguatkan tekad dan keyakinanku pada Tuan Muda.”


“Tenangkah hatimu Nona Lan, berbicaralah yang lebih teratur,” Gou Long menenangkan, memang setiap kata yang keluar dari mulut kecil ceri Nona Lan terasa sangat simpang siur bagi Gou Long.


“Maafkan aku! …” menghela nafas panjang, Siu Lan mulai bercerita, “Enam belas tahun yang lalu di desa terpencil daerah Selatan, sekelompok perampok datang dan membantai seluruh penduduk desa tersebut, anak-anak laki dan perempuan tidak mereka bantai, yang laki-laki mereka jual dan dijadikan budak ….”


“Sedangkan yang perempuan, akan dipelihara oleh mereka, dengan tujuan saat sudah besar dapat dijual sebagai wanita penghibur, kemudian seorang perempuan cantik menyelamatkan gadis-gadis cilik itu dari para perampok … Tapi itu hanya kebohongan saja, itu semua hanya permainan dan skenario yang diatur oleh si perempuan cantik.”


Mata Gou Long dan Eira membelalak lebar karena menyimak cerita itu. “Ini pastilah kisah yang terkait dengan permintaan si Nona Lan kelak,” batin keduanya.


“Perampok-perampok tersebut merupakan bawahan dari Perempuan Cantik itu sendiri yang dia perintahkan untuk mencari gadis-gadis cilik. Dia ingin mendidik beberapa gadis cilik sebagai murid sekaligus bawahan terkuat,” kelanjutan cerita yang keluar dari mulut Siu Lan mengundang rasa antusias Gou Long.


Anak muda itu, bahkan terlalu mendalami kisah tersebut, sehingga ia belum bisa menebak siapa identitas dari si Wanita Cantik. 

__ADS_1


“Skenario dan apa yang diatur oleh si Wanita berhasil, gadis-gadis cilik itu tumbuh dengan ilmu bela diri yang mumpuni hasil didikan Wanita itu, namun, mereka juga tumbuh dengan perangai yang berbeda-beda, ada yang lembut, ada yang kejam, dan ada yang layaknya iblis.” Siu Lan menghela nafas, “Dan aku … aku adalah salah satu dari gadis-gadis cilik tersebut.”


“Ahh!” Gou Long dan Eira serentak terkejut. Kemudian keterkejutan itu bertambah besar saat perkataan Siu Lan kembali terdengar.


“Wanita keparat yang sok mulia itu adalah Si Nyonya Gila Berwajah Malaikat, Pemimpin tertinggi dari Organisasi Ordo Setan Hitam.” Siu Lan mengepalkan tangannya erat, suara klutuk kepalan tersebut bahkan terdengar. Sorot mata yang berapi-api penuh dendam, Siu Lan jelas terlihat sangat marah dan kesal, seakan-akan dendam itu telah sangat lama ditahannya. 


Ia saat ini, tengah membayangkan pembantaian, dan pembunuhan kedua orang tuanya yang dilakukan oleh para perampok, sementara di sisi lain, dalang dari pembantaian kejam itu malah ia puja-puji selama bertahun-tahun sebagai guru yang mulia.


“Lalu! Apakah Nona Lan berniat meminta tolong padaku terkait hal itu?” Gou Long memecah lamunan Siu Lan.


Siu Lan mengangguk kecil, tatapan mata penuh dengan permohonan, “A-aku tidak tahu harus minta tolong pada siapa, aku tidak punya siapa-siapa di Dunia ini, sedangkan kehidupanku selalu terkait dan terikat dengan Iblis Wanita itu, aku juga sangat jelas tentang kekuatan yang ia miliki … sejak empat tahun lalu kebenaran ini telah aku ketahui seluruhnya, namun aku tidak tahu apakah aku sanggup melakukan ini semua sendirian…”


“Terkait bagaimana aku mengetahui semua ini, tidak lain karena tugasku yang bergerak di bagian mata-mata, sehingga informasi lebih mudah kukumpulkan … sedangkan terkait informasi Tuan Muda Gou, aku juga sangat jelas … saat Tuan Muda Gou menghilang selama tiga tahun ini, harapanku pernah pupus, namun kini telah muncul kembali.” Siu Lan mengakhiri keluh-kesahnya. 


Dia seperti telah mendapatkan kembali sandaran yang tepat untuk melepaskan belenggu dendam yang bertahun-tahun telah ia pendam.


________


Flash back…


Chapter. 44 


Saat pertemuan penting Anggota Organisasi Ordo Setan Hitam, telah berakhir.


Dalam beberapa kali tarikan nafas ruang bawah tanah itu sudah kosong, hanya menyisakan wanita yang disapa Lan ‘er.

__ADS_1


Setelah menghela nafas, wanita itu juga berkelebat pergi. Entah apa yang menjadi beban pikiran dari wanita yang disapa Lan 'er ini sehingga dia menghela nafas seperti itu.


__ADS_2