Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Bab. 27. Hutan Seribu Ilusi V


__ADS_3

Tidak dapat dipungkiri, bahwa dari setiap bangkai Siluman, selalu meninggalkan banyak kegunaan bagi para kultivator. Terlebih lagi, dengan jenis Siluman yang berhasil dikalahkan oleh Gou Long ini, Siluman Kobra ini adalah Siluman dengan kategori kelas ketiga.


Perlu diketahui, setiap Ras Monster dan Siluman juga memiliki kelas tersendiri. Monster biasa, yang hidup dalam cakupan usia seratus tahun, dan baru berevolusi menjadi Siluman, berada pada kelas keempat.


Kemudian, ketika monster itu bertapa selama seratus tahun, lalu berhasil membentuk Kristal Esensi Siluman, maka dia telah berhasil menerobos ranah ke Peringkat Kelas Ketiga. Sudah tentu hal-hal yang ada pada Ras Monster ini, menjadi sangat berguna bagi para kultivator, hal itu sudah menjadi pengetahuan umum.


Apalagi, ketika awal terjun ke Dunia Persilatan, hal pertama yang Gou Long pelajari yaitu, Kitab Dewa Obat Tangan Sakti yang berisikan berbagai macam Teknik Alkimia, maka tidak mengherankan, kalau Gou Long akan mengenal berbagai manfaat dari bangkai Siluman Kobra.


“Bangkai ini kalau dibiarkan begini saja, rasanya akan sia-sia. Banyak hal yang bermanfaat bisa kuambil darinya,” gumam Gou Long.


Gou Long membedah bangkai Siluman Kobra tersebut, memilah-milah berbagai item yang dianggapnya berguna, baik itu untuk Alkimia atau barang yang bisa dijual kelak. Dia membedakan beberapa item, seperti kulit dan taring Siluman Kobra, setelah dikelupas dan dicabuti, langsung dimasukkan ke dalam cincin semesta.


Kedua item tersebut, sangat berguna pada pembuatan artefak. Kemudian Gou Long mencari kristal inti siluman. Berdasarkan Kitab Dewa Obat Tangan Sakti, kristal inti siluman merupakan kumpulan dari aura dan hasil kultivasi para monster selama seratus tahun, atau bahkan ratusan tahun, yang kemudian dipadatkan menjadi sebongkah kristal.


Manfaatnya sungguh luar biasa, selain dapat digunakan untuk meracik berbagai jenis pil. Juga dapat dikultivasikan dengan cara menyerapnya, sehingga akan menambah fondasi tenaga dalam secara pesat.


Kristal inti siluman dari cobra itu, terletak di rongga dada bangkai siluman tersebut. Ukurannya sebesar kepalan tangan pria dewasa. Saat Gou Long mencungkil Kristal itu, secara tidak sengaja Gou Long merasakan aura yang berbeda, aura itu berasal dari peti di dalam perut Siluman Kobra.


Gou Long beranjak, mengambil peti tersebut.


Peti itu belum bisa dibuka Gou Long, karena tersegel dengan Array segel yang menggunakan bahasa serta pola segel rumit, sekilas Gou Long melihat pola bahasa yang sedikit mirip dengan pola bahasa yang terdapat pada Jurus Segel Pengunci Jiwa.


“Apa harus menggunakan Jurus Segel Pengunci Jiwa?” batinnya.

__ADS_1


Tidak mau ambil pusing, segera disimpannya juga kristal inti siluman dan peti itu ke dalam cincin penyimpanan.


Hari sudah senja ketika Gou Long telah membereskan tempat itu, kondisi yang tadinya porak-poranda sudah seperti sedia kala. Tidak lupa pula, Gou Long menyiapkan tempat berteduh sederhana di sana.


Walaupun jeda masa pengasingan di Hutan Seribu Ilusi bagi Gou Long telah berakhir, tapi dia memutuskan akan tetap tinggal di Hutan Seribu Ilusi selama empat bulan ke depan. Hal ini disebabkan kondisi fisik Gou Long yang sangat kurus, mungkin saja tidak akan dikenali oleh orang-orang terdekatnya.


“Aku belum benar-benar tinggal di sini, apa salahnya mencoba peruntungan di Hutan ini?”


Merasa belum benar-benar tinggal di Hutan Seribu Ilusi, selama dua bulan lebih telah berlalu malah di habiskan Gou Long dalam keadaan koma. Gou Long ingin merasakan sensasi dari kehidupan di Hutan Seribu Ilusi secara sadar.


Nama dari Hutan Seribu Ilusi ini memanglah bukan nama kosong belaka. Kabut yang sangat pekat serta suara-suara aneh, jeritan-jeritan yang menggetarkan jiwa terdengar samar, saat malam hari merupakan saat yang sangat paling mencekam di hutan itu.


Gou Long yang merasakan gangguan dari suara dan jeritan tersebut, segera menutup indra dan berkultivasi. Hutan ini memang penuh dengan mara bahaya, tapi aura Dunia yang terkandung di sini juga sangat melimpah.


Selama berkultivasi, Gou Long merasa tenaga dalamnya meningkat, pikiran menjadi jernih. Seakan masa terobosan ke Ranah Langit sudah sangat dekat, Gou Long terbayang masa kehidupan yang sangat lama di Dunia Ilusi, sekitar delapan puluh tahun lamanya.


Tapi, rasanya ada yang kurang, dia tidak boleh menerobos ranah saat ini, kembali diingatnya setiap detail hal penting dalam penerobosan ranah. Ya! Itu adalah kondisi fisik Gou Long. Saat ini, fisiknya terlalu lemah untuk melakukan penerobosan.


“Dengan kondisi fisik seperti ini, merupakan hal tabu untuk menerobos ranah.”


“Ah! Hampir saja aku mencelakai diri sendiri.”


Untuk menerobos Ranah Langit sangat membutuhkan kondisi fisik yang prima, Aura alam yang murni, jiwa yang tenang, serta pengalaman hidup dan pertarungan yang banyak. Menerobos Ranah Langit sangat berbeda dengan menerobos Ranah Bumi, Ranah Raja dan Ranah Prajurit.

__ADS_1


Penerobosan Ranah Langit dan Surgawi akan sangat menentang prinsip-prinsip Dunia dan menantang alam. Sehingga Dunia dan alam akan memberi ujian yang sangat menyakitkan bagi para kultivator.


Setiap kegagalan penerobosan akan memberi efek samping, efek paling ringan yaitu penurunan ranah secara drastis, efek yang paling fatal akan menyebabkan kematian.


Menyadari hal itu, Gou Long segera menghentikan niat penerobosan, dan mengganti cara berkultivasi. Dia mengubah cara menyerap aura alam dan hanya menahan aura itu tetap di dantian. Malam itu berhasil dilaluinya dengan tetap berkultivasi.


“Tidak perlu tergesa-gesa, kesempatan akan datang pada saat yang tepat.”


***


Di tempat bekas pertarungan, dalam Hutan Seribu Ilusi itu, saat ini telah berdiri sebuah dangau kecil serta dilengkapi dengan halaman tempat berlatih. Area tersebut menjadi tempat paling terang di dalam hutan itu.


Dangau kecil tersebut, didirikan oleh Gou Long selama seminggu ini, dia tidak perlu mencari kayu atau menebangnya lagi, karena kayu dan pohon besar yang tumbang pasca pertarungannya dengan Siluman Kobra banyak berserakan di situ.


Selama seminggu ini, memanfaatkan tenaga dalam elemen petir, Gou Long telah menjelajahi Hutan Seribu Ilusi dalam radius dua ratus tombak dari dangau tempat tinggalnya. Dalam penjelajahan, Gou Long mendapatkan sumber air serta beberapa binatang yang dapat dijadikan bahan makanan.


“Dengan penemuan binatang-binatang ini aku tidak perlu takut kehabisan makanan di Hutan ini.”


Gou Long mendirikan beberapa tumpukan api unggun, di pojok-pojok tempat tinggalnya guna menambah penerangan di tempat tersebut.


Persiapan untuk hidup selama empat bulan ke depan di tempat tersebut, dirasa Gou Long sudah sangat memadai, lalu Gou Long melihat kembali isi dari cincin semesta-nya.


Hal yang paling menarik yaitu, peti yang masih tersegel.

__ADS_1


Segera dikeluarkan peti itu, Aura dingin yang menyesakkan jiwa terpancar dari peti. Diperhatikannya, peti tersebut terbuat dengan bahan yang sangat alot dan kuat, kulit monster kelas ketiga. Tidaklah mengherankan, peti itu tidak rusak di dalam perut Siluman Kobra.


“Apa isi peti ini? Kenapa auranya sangat dingin?” pikir Gou Long.


__ADS_2