Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 328. Ras Siluman Pohon


__ADS_3

Bing Feng dalam wujud burung kecil terbang melesat keluar. Dia bahkan naik tinggi, dan memperbesar kesadaran spiritual seluas lima ratus tombak.


Tapi, dalam jarak tersebut, Bing Feng tidak menemukan apapun yang mencurigakan. “Apa hanya firasatku saja yang terasa seperti ada yang memata-matai?”


“Mungkin iya, hanya firasatku saja.” Bing Feng bergumam apa yang ada dalam pikirannya.


Saat ia melesat terbang kembali masuk ke dalam toko, ia melihat Gou Long telah duduk bersila menyerap Kaisar Qi dari kristal kaisar yang telah dipecahkan oleh si pemuda.


Hawa tekanan yang menyesakkan terasa, Bing Feng bahkan tidak sanggup bertahan dari kepadatan Hawa Kaisar Qi di dalam toko. “Bocah gila, entah berapa ribu kristal kaisar yang ia pecahkan tadi.”


***


Nasib yang sedikit tidak menguntungkan di terima Ding Jia Li. Saat ia keluar dari portal teleportasi, Putri kedua ini malah terjebak ke dalam Domain Ras Siluman, Beast dan Iblis.


Pertama kali keluar dan turun dari langit tinggi, Ding Jia Li hanya melihat hutan yang sangat luas, bahkan itu hampir tidak tampak batas akhir dalam jarak pandang mata.


Dasar pribadinya juga orang yang tenang dan berpikir jauh, walau tidak setenang Hua Mei. Namun, istri Gou Long ini tetap saja murid tertua dari Sekte Teratai Biru. Ia sudah terbiasa memimpin adik-adik perguruan, hal yang ketenangan dan jiwa kepemimpinan telah terdidik dalam kepribadiannya.


Begitu turun ia langsung hinggap di salah satu puncak pohon besar. “Siauw Xiezy, keluarlah!” Ding Jia Li memanggil Siauw Xiezy.


Merasa terpanggil Siauw Xiezy langsung keluar. “Nyonya! kita sudah keluar dan berada di alam lain?” Memang Siauw Xiezy lebih sopan dan takut pada Gou Long jika dibandingkan dengan Eira ataupun Bing Feng. Sehingga ia menjadi lebih sopan pada kedua istri Gou Long, baik itu dalam percakapan atau tindakan sehari-hari.

__ADS_1


“Iya! kita memang sudah di Alam lain, tapi sejak dari langit tadi, yang aku lihat hanya hutan belantara, dan ini benar-benar tidak berujung. Coba kau sebarkan kesadaran spiritual, aku tahu tingkat kultivasimu pasti mengikuti Ranah Kultivasi Long Gege.” Ding Jia Li meminta Siauw Xiezy, dia sendiri kemudian menarik nafas dalam.


Ding Jia Li selalu ingat nasihat Gou Long. “Saat pertama tiba di alam lain, baik itu yang besar atau kecil. Jangan lupa untuk menghirup nafas yang dalam. Rasakan hawa yang ada di alam itu, baru kemudian bergerak sesuai keadaan.”


Hawa di dunia ini sangat berbeda dan terasa sedikit menyesakkan. “Ini terasa seperti sangat menggangu kenyamanan saat bernafas dan bergerak.” tanpa sadar ia bergumam.


“Nyonya, di sini lebih terasa hawa siluman dan iblis dari pada hawa ras manusia.” Siauw Xiezy menjelaskan secara singkat. Setelah tadi ia menyebarkan kesadaran spiritual dalam jarak yang sangat luas.


Ding Jia Li menoleh ke arah Siauw Xiezy. “Benarkah? Kalau begitu kita harus mencari area yang bisa ditinggali untuk sementara.” Sebelum benar-benar mengambil keputusan, Ding Jia Li mengurutkan kening, baru kemudian ia berkata, “Terkait dengan Aura siluman kau lebih peka. Maka, kau saja yang cari tempat cocok untuk kita tinggal di hutan ini sementara waktu.”


“Baik Nyonya!” Siauw Xiezy kemudian berubah bentuk menjadi kalajengking besar, wujud dasarnya. “Nyonya naiklah ke atas punggungku.”


Sementara itu tidak tidak jauh dari tempat mereka berdua, hanya membutuhkan waktu semalam perjalanan, masih di hutan yang sama domain siluman. Menara suci kuil siluman yang ditutupi kabut tebal dan pola Array kamuflase, sehingga menara itu tidak terlihat walau dari ketinggian.


Di sana, di puncak menara tepatnya. Bola kristal yang bersinar terang Hawa Siluman, memperlihatkan retakan kecil. Tiga Ras Siluman pohon penjaga Domain, terkejut melihat retakan tersebut.


“Shu Zhang, kau kembali dan laporkan pada Patriark, bahwa ada ras manusia yang telah menerobos ke domain siluman.” Salah satu dari tiga siluman pohon memberi perintah pada kawannya. Sedangkan ia sendiri terus memantau retakan pada kristal yang bergeser.


Retakan itu adalah posisi dari Ding Jia Li dan Siauw Xiezy.


Sedangkan tempat mereka masuki ialah domain iblis, di sinilah ras siluman pohon atau Klan Shu bertempat tinggal. Memang tidak semua dari pohon di hutan ini sudah memiliki kesadaran spiritual, bahkan sebagian besar hanyalah pohon biasa. Namun, di antara ribuan mereka berbaur ratusan Klan Shu.

__ADS_1


Penjaga kristal di menara suci tertinggi tadi adalah Shu Zhang, Shu Yun, dan Shu Tian.


Tidak terlalu, Shu Zhang telah kembali. “Bagaimana? Apa kau telah melaporkannya?” Shu Yun bertanya sambil terus memperhatikan retakan kristal.


“Kakak Yun! Apa Patriark akan tahu posisi manusia yang berani menerobos domain? Patriark kan tidak melihat posisi retakan yang terus bergerak.” Shu Tian yang terlihat paling tidak berguna diantara mereka bertiga melihat ke arah Shu Yun. Shu Tian belum bisa berpikir jauh seperti pola pikir Shu Yun dan Shu Zhang.


Shu Zhang mengetuk keras kepala Shu Tian. “Aku belum sempat menjawab pertanyaan dari Kakak Yun, kau sudah bertanya pada Kakak Yun pertanyaan lain.”


“Aku sudah melapor pada Patriark, Kak!” Shu Zhang tidak hanya menjawab pertanyaan Kakak tertua mereka, dia minta izin menjelaskan pada adik termuda dan bodoh. “Patriark pasti tahu posisi anak manusia yang menerobos Domain. Dengan mengandalkan kesadaran spiritual kaisar siluman seluruh belantara ini juga bisa divisualisasikan oleh Patriark.”


Memeng benar apa yang dijelaskan Shu Zhang pada Shu Tian, Patriark siluman pohon, Klan Shu. Begitu ia memperoleh laporan terkait anak manusia yang melanggar batas Domain, ia menjadi sangat marah. “Manusia keparat, kalian berani memicu konflik antar Domain.”


Setelah menggeram dengan keras, ia memvisualkan seluruh hutan belantara itu dengan kesadaran spiritual. Retakan yang bergerak seperti pola pada kristal di kuil suci terpampang. Patriark Shu/Shu Qin memerintahkan, “Tetua Shu Cang, kau bergerak ke tempat itu, lalu bunuh anak manusia tersebut di tempat.”


“Baik Patriark!” Shu Cang merendahkan diri sedikit. Kemudian melesat cepat ke arah Ding Jia Li dan Siauw Xiezy.


Saat kedua makhluk yang disebut terakhir terus menelusuri hutan, hawa tekanan yang sangat berat telah dirasakan keduanya. Hawa tekanan yang hampir setara dengan Raja Siluman Roh Suci.


“Nyonya! Pegang yang kuat, aku akan berlari sekuat mungkin. Aku dapat merasakan, hawa tekanan ini membawa niat membunuh yang besar.”


Ding Jia Li sudah tidak bisa berkata-kata, tekanan itu terlalu berat, keringat sebesar kacang dengan cepat membahasi pakaiannya. Ding Jia Li hanya bisa mengeratkan pegangan pada ruas-ruas badan Siauw Xiezy.

__ADS_1


__ADS_2