Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 249. Tidak Sempat Bernegosiasi


__ADS_3

Saat keributan itu terjadi, Gou Long dengan polosnya tidak merasa bersalah serta tidak khawatir sama sekali.


Satu jam yang lalu dia telah bangun, lalu berkultivasi, keributan itu sedikit banyak membuat ia terganggu sehingga dia bangkit berjalan keluar. Kepungan ketat terlihat di sana.


Patriark Pan, lima orang Penatua yang kemarin ada di dalam jurang, dan satu orang Penatua lainnya yang belum dikenali Gou Long. 


“Pendekar Gou! Penghormatan dan jamuan besar kami sediakan untukmu, namun sikapmu kali ini benar-benar tidak bisa kami tolerir sedikitpun.” Patriark Pan menggelengkan kepalanya, ia seperti menyayangkan hubungan baik yang mereka ikat dengan Gou Long sebelumnya harus berakhir sekarang juga.


Heran dengan kepungan ketat serta perkataan dari Patriark Pan, “Apa yang telah terjadi, Patriark Pan? Bukankah permasalahan diantara kita telah selesai?” Gou Long bertanya, ia juga tidak ingin bermusuhan dengan orang-orang gagah.


Salah seorang Penatua berangasan langsung membentak Gou Long, “Tidak perlu berpura-pura lagi! Kau telah melepaskan Phoenix Es Suci milik kami,” senyuman penuh hinaan diperlihatkan Sang Penatua, “Menurutmu! Hukuman apa yang cocok diberikan kepada orang yang telah melakukan perbuatan hina tersebut?”


“...” Gou Long mengabaikan si Penatua, “Jadi Phoenix Es Suci itu milik Sekte ini! Tapi mereka terlalu menyiksa makhluk itu, terikat sepanjang hidupnya, kemudian mati, terlahir kembali masih dalam keadaan terikat seperti semula, dan hal itu terus berulang. Bukankah perbuatan seperti ini terlalu kejam?” pikir Gou Long.


Memperlihatkan tampang bodoh, pemuda tersebut malah berlagak pura-pura tidak tahu, “Aku!” Gou Long menunjuk hidungnya sendiri, “Melihat dan mengetahui bagaimana makhluk yang kalian sebutkan tadi saja aku belum pernah, bagaimana bisa aku melepaskan makhluk itu?”


“Omong kosong!” Guru Qian menjawab cepat, dia menimpali ucapan dari Penatua sebelumnya, “Enam puluh pasang mata lebih melihat kamu keluar dari tempat Array dimana kami menyekap makhluk unik tersebut, alasan apa yang paling tepat untuk membersihkan namamu? Kau terlalu besar kepala dan percaya diri.”


Masih dengan tampang bodohnya, “Apa yang bisa kukatakan, sudah aku katakan semuanya, kalian mau percaya atau tidak itu urusan kalian!” Gou Long tersenyum kecil, “Bagiku untuk lari dari kepungan ini sama mudahnya seperti membalikkan telapak tangan. Kalian boleh mencobanya.”


Perkataan Gou Long sangat benar, tapi orang-orang dari Sekte Lembah Es Utara telah terlebih dahulu gelap hati karena kehilangan makhluk yang menjadi ladang kultivasi bagi mereka. Sehingga apapun yang diucapkan Gou Long saat ini, hanyalah angin lewat saja di telinga mereka.


Qian Liyu mengerahkan semua Penatua lain, “Jangan dengarkan dia! Kita semua telah melihat kehebatannya, Mari kita gasak saja beramai-ramai!” tidak menunggu sahutan, orang tua itu langsung menyerang dengan salah satu pukulan telapak yang telah diyakininya selama bertahun-tahun.


“Whossh!” Hawa dingin merebak, mengiringi pukulan yang dilepaskan si orang tua, saat satu orang telah memulai, maka para Penatua lainnya juga ikut membombardir Gou Long dengan pukulan yang sama.

__ADS_1


Enam bayangan telapak berwarna putih pucat melesat, siap menghantam si pemuda dengan telak. Pukulan yang dilepaskan oleh enam orang Puncak Ranah Surgawi di saat bersamaan, akan sangat berbeda dengan pukulan yang dilepaskan oleh satu orang. 


Hawa dingin yang menyesakkan nafas, tidak hanya menekan Gou Long, itu juga menekan murid-murid Sekte Lembah Es Utara yang berdiri di sisi kediaman Gou Long.


“Ha ha ha!” Mendapatkan serangan, anak muda itu malah tertawa, “Bagus! Aku masih belum puas dengan pertarungan kemarin, pertarungan ini akan lebih melenturkan otot-otot yang kaku.”


“Transformasi Roh!” teriak Gou Long.


“Whuusshh!” 


Perubahan bentuk Gou Long mengeluarkan suara keras! Itu karena dia menerima begitu saja serangan enam hawa pukulan telapak dingin, dan itu beradu dengan petir hitam panas Gou Long. 


Karena saat ini dia menggunakan Roh Kedua.


Menggunakan elemen petir hitam saat berada pada puncak tenaga dalam memang sangat berbeda dengan saat yang biasa dilakukan Gou Long.


“Jeddarr!”


“Jeddarr!”


Retakan ruang hampa terlihat dimana-mana. Sayang! Anak muda ini belum terlalu memahami Teknik Kultivasi Ruang Angkasa, padahal kalau ia memahaminya dengan sempurna, maka jelas pertarungan ini akan terlalu berat sebelah. Gou Long bisa keluar masuk ruang hampa, dan bisa melepaskan bilah-bilah pedang dari ruang hampa, sehingga setiap serangan dan pukulan tidak bisa ditebak oleh lawan-lawannya.


Terlepas dari mudah atau tidaknya, kehebatan Gou Long tetap terasa bagi mereka, panas yang ditimbulkan Energi Murni petir hitam, menyeimbangkan suhu udara di sekitarnya.


Namun itu jelas sangat merugikan bagi orang-orang dari Sekte Lembah Es Utara, suhu yang seimbang atau suhu yang panas akan membuat daya tahan, serta kelelahan lebih cepat menyerang mereka semua. 

__ADS_1


Tongkat emas yang diputar Gou Long meletup-letup, mengaum keras. Juga menambah panas hawa di gelanggang pertempuran.


Kemudian, dalam hal teknik meringankan tubuh, boleh dikatakan mereka berimbang, yang membuat Gou Long lebih unggul hanya karena teknik tersebut dipadukan dengan tenaga dalam elemen petir.


Pukulan-pukulan Telapak Es berhamparan di udara, setiap telapak yang datang, selalu dapat dibuyarkan Gou Long, enam orang Penatua menyerang Gou Long sendirian, tapi Gou Long memang terlalu digdaya bagi mereka, pertarungan itu hanya berjalan seratus lima puluh jurus.


Pada gerakan ke seratus lima puluh satu, tangan kiri Gou Long yang kosong, berhasil menghadiahkan setiap Penatua Sekte Lembah Es Utara bingkisan kecil darinya.


“Sudah saatnya kalian beristirahat sejenak,” ujar Gou Long. Sangat cepat tangan golong bergerak membagi-bagi enam Pukulan Telapak Arhat pada keenam orang tua yang sudah ngos-ngosan kelelahan itu.


“Whoosshh!”


“Jeddarrr!”


Ledakan keras terjadi mereka tidak dapat mengelak, pukulan yang dilepaskan Gou Long terlalu cepat, setelah keenamnya berusaha menangkis sebisa mungkin.


Masing-masing mereka terlempar dua tombak ke belakang, “Khuk! Khuk! Khuk!”


Setelah terbatuk-batuk, mereka meludahkan segumpal darah, ingin bergerak kembali, namun, Patriark Pan melarang, “Bersilalah! Pulihkan diri kalian! Dari sini aku yang akan kembali mengambil alih...” 


“...” Tidak bisa berkata-kata, patuh, para Penatua itu langsung menjeplok, duduk bersila melakukan kultivasi di atas tanah lembab bersalju.


Patriark Pan menatap Gou Long tajam, “Terima kasih, Pendekar Gou! Aku tahu kau telah menahan pukulanmu, andai engkau tidak menahannya, maka Patriark ini yakin, semua Penatua Sekte Lembah Es Utara akan mati.”


“Pendekar Gou! Patriark ini akan menyerang berhati-hatilah,” ujarnya, memperingatkan Gou Long. Wajah Patriark Pan terlihat menyunggingkan senyum misterius.

__ADS_1


Dalam hati Patriark Pan berkata, “Kekalahan yang aku terima sebelumnya, bukan karena aku benar-benar kalah, aku hanya memberi muka padamu, karena kau merupakan generasi muda. Kau menolak keringanan tiga jurus yang kuberikan, aku terpaksa membalas sikapmu itu dengan cara berpura-pura kalah.”


__ADS_2