
Bau busuk yang menyebar dari kedua lengan Penatua Mu Yuan bahkan tercium sampai ke tempat para Alkemis yang menonton pertarungan. Tidaklah rugi ketika Suma Xiulan sebagai putri seorang Alkemis, dia langsung bisa menebak dengan tepat jurus yang digunakan oleh Penatua Mu Yuan.
“Orang itu benar-benar tersesat jauh, dia bahkan berlatih ‘Pukulan Telapak Selaksa Racun’. Bahkan pesilat golongan hitam tidak berani berlatih ilmu itu.” Ujar Suma Xiulan lirih, raut wajahnya terlihat khawatir pada Gou Long.
Memang tepat apa yang dikatakan Suma Xiulan, Pukulan Telapak Selaksa Racun sangatlah hebat dan berbahaya, setidaknya Penatua Mu Yuan harus membayar dengan jiwanya yang terkikis sedikit demi sedikit. Rasa kasih dan perasaan welas asihnya akan menghilang total lalu tergantikan dengan perasaan sadis, kejam bahkan yang paling parah adalah kegilaan.
Perkataan Suma Xiulan yang lirih itu terdengar di telinga Han Zhong, dia memang tidak terlalu mengerti Alkimia, namun dari nama jurus pukulan yang diucapkan Suma Xiulan dia mengerti jurus ini sangat beracun dan mematikan.
“Nona Muda tidak perlu khawatir! Saudara Gou juga seorang Alkemis, dia pasti tahu cara mengantisipasi racun itu.” Ujar Han Zhong yang tidak hanya menenangkan dan meringankan perasaan Suma Xiulan tapi berikut juga mereka semua.
Sementara Gou Long yang sedang berhadapan langsung dengan Penatua Mu Yuan dapat merasakan gelagat kurang baik dari kedua lengan Penatua Mu Yuan, dia segera mengeluarkan beberapa pil penahan racun, lalu memasukkannya ke dalam mulut.
“Ha ha ha!... Percayalah! Hal itu tidak akan berguna!” Penatua Mu Yuan berhenti sejenak, “Kejutan utama akan datang saat penghujung pertarungan nanti.” Lanjutnya samar.
Gou Long mengabaikan setiap kata-kata Penatua Mu Yuan, dia mengeluarkan tongkat emasnya dan tanpa aba-aba menyerang Penatua Mu Yuan dengan Jurus Tongkat Penggetar Langit. Gou Long menyerang dengan tongkat agar jarak mereka berdua tidak terlalu dekat.
Uap hitam dan hawa busuk yang keluar dari kedua lengan Penatua Mu Yuan memiliki sifat yang sangat korosif, ini terlihat dari daun-daun dan pohon-pohon yang baru tumbuh di tempat tersebut mulai mati layu dan mengering.
Menyerang berkali-kali dengan Jurus Tongkat Penggetar Langit, namun belum membuahkan hasil, pergerakan menghindar dan balas menyerang yang diperlihatkan Penatua Mu Yuan selalu dapat merepotkan Gou Long.
Deru angin dan kesiur lengan baju mereka berdua yang bergerak sangat cepat menambah rasa asyik dari pertarung mereka berdua bagi orang-orang yang menonton dari jarak tertentu.
__ADS_1
Serangan-serangan dari Penatua Mu Yuan sangat kejam dan tanpa ampun, dia lebih terfokus pada cengkeraman dan pukulan telapak beracun.
Sejauh ini, Gou Long masih bisa terus mengelak dan membalas serangan dari Penatua Mu Yuan. Namun dia sangat sadar, pertarungan ini kalau terus-menerus seperti ini akan sangat merugikan bagi dia sendiri, terlebih uap racun yang di keluarkan dari kedua tangan Penatua Mu Yuan sangat mengganggu pernafasan Gou Long.
Setelah merenteti Penatua Mu Yuan dengan beberapa pukulan tongkat dan melepaskan sebuah Pukulan Telapak Arhat dengan tangan kiri, Gou Long memanfaatkan daya dorong dari Telapak Arhat lalu memindahkan jasadnya beberapa langkah ke belakang.
“Transformasi Roh!” teriak Gou Long.
Penatua Mu Yuan yang mendapatkan rentetan pukulan tongkat mengelak dan menangkis tongkat dengan lengannya, dia juga melepaskan pukulan Telapak Arhat yang berwarna hitam pekat dan berbau busuk yang kemudian meluncur deras menyongsong Pukulan Telapak Arhat yang dilepas Gou Long.
“Boomm!”
Kembali suara dan ledakan dari beradunya dua hawa murni Pukulan Telapak Arhat menggetarkan serta memberi efek yang sangat merusak dan beracun bagi alam sekitarnya.
Beberapa pohon yang terkena hawa telapak menghitam hangus dan mengering seketika itu juga.
Penatua Mu Yuan dapat melihat Gou Long yang melakukan gerak mundur dan menggunakan jurus gaib yang pernah dilihatnya dahulu. Dia segera bergerak cepat dengan cakaran dan cengkeramannya menyerang Gou Long, serta tidak memberi kesempatan pada Gou Long untuk mengambil nafas.
Cengkeraman dan pukulan yang sangat akurat, Gou Long memanfaatkan medan batang pohon yang ada di belakangnya melayang dan menghindar dari serangan Penatua Mu Yuan, pohon yang terkena cengkeraman Penatua Mu Yuan lagi-lagi mengikuti jejak pohon-pohon yang telah terlebih dahulu mati.
Transformasi Roh memang luar biasa, tenaga dalam Gou Long meningkat dua kali lipat dengan jurus itu, dalam per sekian detik tadi Gou Long berhasil mengelak dan bertransformasi roh dengan baik.
__ADS_1
Hawa dingin yang sangat tebal segera saja menambah dingin malam itu, pembawaan Gou Long yang seperti orang tua dan rambut yang memutih semua, memperlihat wibawa tersendiri bagi Penatua Mu Yuan. Mau tidak mau hati kecilnya harus mengakui bahwa lawan mudanya ini memang berbeda dari lawan-lawannya yang lain.
Orang-orang yang menonton pertandingan itu juga terlihat kagum dengan apa yang terjadi di gelanggang pertempuran, Chung Munna dan Chung Bau Im merinding serta kagum pada saat bersamaan, mereka kembali teringat saat awal mula berjumpa Gou Long di Lembah Gunung Petir, seandainya saat itu mereka menyerang Gou Long mungkin hidup mereka sudah hilang sejak hari itu.
Feng Yueyin yang tidak mengerti Alkemis dan memiliki ranah terendah di antara mereka semua tidak bisa melihat jalannya pertempuran selengkap orang-orang di sana, “Apa yang terjadi.. Kenapa aura Long Gege sangat dingin? Dan rambutnya kenapa memutih semua? Apa dia terkena racun?” tanya Feng Yueyin khawatir.
“Iya... Kenapa rambut saudara Gou memutih?” Suma Xiulan ikut bertanya.
Sebenarnya semua yang menonton pertarungan itu, tidak dapat mengikuti pertarungan tersebut dengan lengkap, semua orang melihatnya secara sepotong-sepotong bergantung kepada kecepatan mata dan ranah kultivasi masing-masing.
“Tenang saja, sejauh penglihatan mata tua ini saudara Gou belum terkena serangan dan selalu bisa menghindar dengan tepat, itu mungkin salah satu dari jurus gaib yang dimilikinya, bukankah selama ini juga dia selalu melakukan sesuatu yang di luar nalar kita semua.” Jawab Han Zhong bijak.
Sementara pertarungan terus berlanjut, Gou Long setelah bertransformasi roh segera melapisi tangannya dengan lapisan hawa dingin es setebal 2 inci. Dia balas menyerang dan menekan Penatua Mu Yuan dengan pukulan-pukulan telapak, dengan lapisan es di tangan racun jahat dari hawa murni yang keluar dari lengan Penatua Mu Yuan dapat dinetralkan.
Namun begitu, udara yang beracun masih sangat mengganggu pernafasan Gou Long, semakin kuat saja niat Gou Long untuk mengakhiri pertarungan ini secepatnya.
Gou Long lantas menambahkan beberapa pukulan telapak berhawa sangat dingin yang membuat embun malam di situ ikut membeku, dengan momentum pukulan tersebut dia bergerak menjauh dari gelanggang pertempuran kemudian melesat tinggi melayang di udara.
Penatua Mu Yuan yang mendapatkan pukulan telapak berhawa dingin segera menangkis dan mengelak, dia tidak berani mengadu pukulan langsung karena Gou Long yang dalam pembawaan orang tua dan berambut putih lebih hebat dari pada Gou Long biasa.
Dia dapat melihat Gou Long memanfaatkan momentum dari serangan, dan melayang berjalan di udara. Penatua Mu Yuan kemudian tertawa terbahak-bahak, ujarnya. “Ha ha ha!... Sudah waktunya bagimu untuk melihat kejutan!”
__ADS_1