Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 261. Patriark Pan, Bergerak


__ADS_3

Sementara itu, Patriark Pan yang menyerang dari sisi berlawanan, menjadi sangat terkejut dengan teriakan yang ia dengar, ini begitu menyeramkan dan sangat menekan.


Dia jelas tidak tahu, yang berteriak tersebut adalah Gou Long, padahal saat ia melesat ke Pulau tersebut, si pemuda jelas ada dibelakangnya, namun saat tiba di sana dan mencari lokasi pasti dari Sekte Racun Utara, baik para penjaga gerbang dan para penjaga benteng telah tewas.


Dalam hal ilmu meringankan tubuh, Patriark Pan memang hebat, namun jika dibandingkan dengan kecepatan Gou Long, ia jelas kalah jauh. Kecepatan dari pemuda itu diluar nalar seniman bela diri Puncak Ranah Surgawi biasa.


“Apa yang terjadi? Apa ada pihak lain yang juga ikut menyerang Sekte Racun Utara?” pikir Patriark Pan.


Secara sembunyi-sembunyi, ia memilih melihat dulu kondisi secara keseluruhan dan menganalisa kembali apa yang terjadi saat ini.


Sekian lama berdiam diri, akhirnya ia mengenali suara yang mengancam dan bernyanyi itu adalah Pendekar Gou. Tersenyum, Patriark Pan berpikir, “Entah akal apa yang dimainkan anak muda itu, biarlah ia terus berbuat begitu, dan aku akan ikut rencana awal kami…”


Gerak tubuh masih berpikir keras, “Hemm, daya tempur yang diperlihatkannya kali ini sangat berbeda, mungkin rencana awal kami juga harus sedikit diberi improvisasi.”


Patriark Pan melesat ke beberapa bangunan, yang ia cari terlebih dahulu adalah bangunan ruang penyimpanan harta dan ransum makanan, di saat orang-orang Sekte Racun Utara yang sibuk dengan Gou Long di depan, sangat mudah bagi Patriark Pan membereskan penjaga bangunan tersebut.


Ia menguras harta, dan Artefak yang ada di Sekte Racun Utara, lalu menghancurkan bahan-bahan makanan mereka.


Tidak berhenti begitu saja, Patriark Pan mulai melancarkan aksinya. Pembantaian dua sisi terjadi di Sekte Racun Utara. Keributan yang ditimbulkan oleh Patriark Pan sebentar saja diketahui oleh para Penatua dan Patriark Sekte Racun Utara yang sedang disibukkan oleh Gou Long.


“Patriark! Di sisi ujung timur ada orang lain yang juga membuat keributan.” Salah satu dari Penatua Sekte berteriak menyampaikan kabar tersebut pada Patriark yang sedang bertarung dengan Gou Long. Padahal Sang Patriark jelas telah mengetahui keributan itu.


“Apa kau tolol? Tidakkah kau melihat aku sudah sangat sibuk dengan pertarungan ini? Apa kau tidak bisa mengambil keputusan sendiri? Jabatanmu sebagai Penatua bukan hanya sebagai pajangan saja!” damprat Sang Patriark, ia sendiri sangat kesusahan melawan Gou Long, bahkan dampratan yang tadi ia lakukan sangat merugikannya.

__ADS_1


Tidak bisa berkata-kata, si Penatua mengajak beberapa orang murid Puncak Ranah Langit dan melesat ke arah ujung sisi Timur yang terjadi kekacauan. Kehilangan orang ini, secara tidak langsung juga mengurangi daya magis dari Array Pertahanan Formasi Racun.


Sekian lama memasang formasi ini, perasaan keheranan juga mulai timbul di hati mereka, bagaimana tidak? Biasanya saat formasi racun diaktifkan, racun akan menyebar dan menyerang orang yang mengacau di sana. Rumor yang dikatakan oleh Pek Cie Lam sebelumnya formasi inilah adanya.


Namun, kali ini orang yang melayang, melepaskan pukulan-pukulan ganas, bertarung dengan Patriark Sekte Racun Utara dan bernyanyi, tidak merasakan efek keracunan sama sekali.


Begitu Sang Patriark melesat terbang dan mulai menyerangnya dengan jurus-jurus Telapak Es Racun Dingin, Gou Long segera menyambut serangan dingin dengan Pukulan Telapak Arhat berhawa dingin juga, sementara tangannya yang lain tetap melepaskan pukulan berhawa panas ke arah bawah. 


“Whosshh!”


“Whosshh!”


“Booomm!”


Apa yang dilakukan Gou Long sangat cepat dan hampir tidak ada jeda waktu, mendatangkan rasa ngeri tersendiri bagi orang-orang yang diserang Gou Long.


Beberapa jeritan kematian kembali terdengar di bawah sana.


Adu pukulan itu memberikan efek nyata bagi Patriark Sekte Racun Utara, ia terdorong sampai dua tombak di udara, namun masih tetap bisa menyeimbangkan diri.


“Apa keparat ini, Iblis yang sebenarnya? Bagaimana ia masih bisa bernyanyi kecil, menyambut pukulanku bahkan melepaskan pukulan lain ke arah bawah?” Rasa kejut dan khawatir mulai muncul di hati Patriark Sekte Racun Utara.


Gou Long menghentikan segala keributan yang ia ciptakan, “Ha ha ha…” tertawa keras sehingga menusuk-nusuk gendang telinga orang-orang yang mendengarnya, dengan percikan kecil kilatan yang terlihat dari seluruh tubuh, tangan kanan Gou Long diangkat perlahan dan terlihat oleh Patriark Sekte Racun Utara, membuat ia kembali bersiap-siap menerima serangan, ia berpikir Setan hitam itu akan kembali menyerang.

__ADS_1


Rupanya Gou Long hanya menunjuk ke arah Sang Patriark, “Kau kah penguasa dari Sekte ini? Siapa namamu? Akan kami sebarkan namamu setelah kematian, kau orang yang paling berjasa pada kami,” ujar Gou Long, nada dan intonasi sangat dingin, tidak ada ruang untuk membantah sama sekali.


“Aku!... Keparat, datang-datang membantai sekarang malah ingin mengaungkan namaku, baik! Aku, Fang Zhuge! Pantang diancam.” licik, ia menggerakkan tangan melemparkan sesuatu pada Gou Long, itu adalah racun. 


Anak muda tersebut juga tahu, itu racun, menggerakkan tangan seakan-akan menyambut dengan pukulan keras, padahal yang ia lepaskan adalah pukulan hitam kekosongan, racun tersebut hilang tertelan kegelapan.


“Fang Zhuge! Pernahkah kau mendengar dalam satu tahta tidak boleh ada dua penguasa? Nah kekuasaan kami tidak membutuhkan dirimu dan orang-orang licik macam kalian para pengguna racun. Kami penggunaan ilmu bela diri sejati, dan hadiah dari kami untuk kalian hanya kematian.”


Berkata seperti itu, Gou Long mengeluarkan golok berat, tangan kirinya tanpa aba-aba melepaskan pukulan keras ke arah Fang Zhuge, itu hampir menggunakan sembilan puluh persen dari tenaga dalam. Sementara tangan kanannya dengan golok berat diayunkan, Gou Long menggunakan Jurus Pedang Petir Membelah Langit, lima kali berturut-turut ia mengayunkan goloknya. 


Lima energi pedang meluncur dari golok tersebut, membawa gelegar guntur bersama luncuran itu, “Jedddaarr!” formasi racun hancur, para Penatua yang berjumlah tujuh orang di dalam formasi tercerai-berai, wajah memucat putih.


Tubuh mereka jelas bergejolak keras, namun setelah mengedarkan sedikit hawa murni, mereka kembali terlihat normal.


“Ti-tinggalkan formasi bodoh itu, ke-keparat ini kebal terhadap racun, kalian bantu aku menyerang keparat ini bersama-sama.” Patriark Fang memerintahkan para Penatua Sekte membantunya. Kata-kata dan Nafas Sang Patriark tersengal, ia sendiri telah berusaha keras membuyarkan pukulan yang dilepaskan Gou Long tadi, dan berhasil, namun kerugian yang besar tetap ia terima.


Luka dalam jelas telah ia dapatkan setelah menerima pukulan tersebut. Darah kental kehijauan terlihat meleleh dari sela-sela bibirnya. Patriark Fang benarlah seorang ahli racun, bahkan darahnya sendiri, sudah ia suntikan racun, sehingga berwarna merah kehijauan.


Para Penatua mendapatkan perintah, patuh ikut naik melayang, mereka mengelilingi Gou Long, membentuk lingkaran.


“Bagus! Bagus! Dengan begini pertarungan akan lebih cepat berakhir, setelah ularnya dipotong kepala, badan Sang Ular hanya akan menggelepar beberapa kali, dan bahkan lebih mudah untuk dicincang habis…”


“Ha ha ha… Bersiaplah aku akan menyerang!” begitu ucapan Gou Long berakhir, orangnya juga ikut menghilang dari tengah-tengah lingkaran. Entah siapa diantara mereka berdelapan yang menjadi sasaran serangan.

__ADS_1


__ADS_2