Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 216. Array Yang Kuat


__ADS_3

Sepuluh kali memukul juga tidak membuahkah hasil, tenaga dalam mereka terasa terbuang percuma. 


Tong Kak San sedikit kesal, “Apa yang kalian tunggu? Hanya menonton sampai kami berhasil menjebol Array ini saja? Dasar lalat yang hanya bisa mengambil manfaat dari jerih payah orang lain!” teriaknya, memaki para Tetua lain dari Sekte Phoenix Suci dan Tetua Klan Ouyang.


Mendapat makian itu, para Penatua tersebut hanya bisa nyengir kuda, kemudian ikut menyerang Array pertahanan Gunung Teratai, “Banggkk!” lagi, bunyi dan getaran yang sama terdengar, namun Array pertahanan Gunung Teratai tetap alot, kuat, dan tidak bergeming.


Walaupun demikian, getaran yang keras terus dirasakan penghuni Gunung Teratai, tidak bisa bersabar mereka beranjak turun ke Kaki Gunung. Leng Kun, Yu Yihua, Feng Yueyin, Duan Hong Ya, dan beberapa orang pekerja yang pernah dilatih Gou Long. 


Tiba di kaki Gunung, keterkejutan terlihat di wajah Yu Yihua dan Duan Hong Ya, mereka kenal dengan para Penatua yang mendatangi itu.


Duan Hong Ya berjalan mendekati Leng Kun, boleh dikatakan, empat hari tinggal di Gunung Teratai ia mengetahui, Leng Kun inilah pemimpin kedua Gunung Teratai, kalau diurutkan berdasarkan jabatan, maka Feng Yueyin sebagai tangan kiri, sedangkan Leng Kun tangan kanannya Gou Long.


“Master Array Leng! Mereka adalah orang-orang yang mengikat dendam dengan Master Paviliun, si Kate kecil itu dan beberapa orang kate yang dia bawa, dia Patriark Sekte Awan Berkabut beserta Penatua mereka!” bisik Duan Hong Ya, menunjuk kelompok orang-orang kate yang terlihat geram.


Sekian lama menyerang, Array itu tidak terlihat bergeming apalagi tanda-tanda kerusakan.


“Master Array Leng! Sedangkan yang lainnya, kulihat dari bentuk setelan pakaian, itu para Penatua Sekte Phoenix Suci dan Para Penatua Klan Ouyang.” Lanjut Duan Hong Ya, lirih ia menjelaskan apa yang ia tahu.


“Tepat mereka memang orang-orang yang Senior sebutkan tadi.” Yu Yihua ikut menimpali dengan suara yang lirih.


Gadis ini sekarang benar-benar menyadari kebenaran dari ucapan Gou Long, “Master Array Leng, patutlah menyombongkan diri, hampir dua puluh orang coba menghancurkan Array pertahanan ini, tapi hasil yang mereka peroleh masih nihil.” Batin Yu Yihua.


Leng Kun menatap orang-orang tersebut sejenak, tatapan penuh dengan ejekan.

__ADS_1


“Patriark Sekte Lembah Awan Berkabut dan beberapa utusan dari Sekte Phoenix Suci, serta Klan Ouyang, berkunjung kemari. Dari cara para tamu datang aku tidak mencium bau adanya persahabatan sama sekali! Apa memang begini cara berkunjung orang-orang dari Enam Sekte Utama dan Tujuh Klan Besar?” ejek Leng Kun, sudut bibirnya sengaja diruncingkan.


Gerak cara Leng Kun menyapa ini terlihat oleh semua orang, termasuk orang-orang yang datang bersamanya, ejekan yang lucu dari gerak tubuh dan perkataannya sontak membuat mereka tertawa.


“Hi hi hi! Leng Twako sangat pandai menyapa, lihat mereka yang marah sekarang jadi malu gara-gara perkataanmu Leng Twako!” Feng Yueyin ikut menimpali, tertawa mengikik dan mengejek mereka.


Dia tahu, wajah para tamu tak diundang itu semakin memerah bukan karena malu, tapi karena marah sekian lama, coba membobol Array belum berhasil, sekarang mendapatkan ejekan dari Tuan Rumah.


Memang saat itu para tamu tak diundang itu sedang dalam suasana hati yang tidak baik, segala usaha mereka untuk menghancurkan Gou Long dalam dua minggu ini tidak ada yang berhasil.


Mengabaikan ejekan tadi, Tong Kak San kembali menginstruksikan orang-orang yang memiliki niat yang sama dengannya untuk kembali melancarkan serangan-serangan keras dan kuat.


Di bawah tontonan penuh ejekan dari Leng Kun dan para penghuni Gunung Teratai, akhirnya mereka berhenti menyerang, Array yang dipasang Leng Kun terlalu kuat.


Leng Kun tersenyum penuh kemenangan, “Nikmatilah cuaca dingin salju di Kaki Gunung ini, kalian boleh terus coba menghancurkan Array pertahanan ini! Aku masih berbaik hati, kuberitahukan pada kalian, Array yang aku atur ini juga berfungsi sebagai Array penyerangan, berhati-hatilah!” ujarnya dingin, sedingin hembusan udara musim salju.


“Ha ha ha!...” tertawa puas, “Mari kita kembali ke Puncak!” Leng Kun mengajak orang-orang penghuni Gunung Teratai kembali naik ke Puncak.


Melihat kepergian Leng Kun dan Tuan Rumah lainnya, Tong Kak San mengeluarkan merpati pembawa pesan, “Lima orang Penatua lain dari Sekte Awan Berkabut susul aku di Gunung Teratai, Patriark menunggu kalian dalam lima hari perjalanan.” Bunyi pesan yang ia kirimkan.


Dua kubu lainnya juga melakukan hal yang sama, namun mereka lebih meminta agar Patriark mengirim seorang ahli Array agar dapat membongkar Array pertahanan Gunung Teratai.


Selesai mendirikan tenda, Tong Kak memerintahkan mereka semua untuk berkultivasi serta memulihkan fondasi tenaga dalam yang terbuang percuma tadi.

__ADS_1


Dia juga ikut duduk bersila, menghirup hawa Langit dan Bumi, baru berkultivasi selama sepuluh tarikan nafas, Tong Kak San membuka mata yang sempat ia pejamkan.


“Kenapa aura Langit dan Bumi di sini sangat melimpah? Bahkan ini lebih melimpah dari tempat Sekte Awan Berkabut bertempat.” Pikir Tong Kak San.


Tanpa berkata-kata, ia bangkit melesat ke beberapa sudut lain Gunung Teratai, di setiap sudut ia berhenti, Tong Kak San selalu menghirup udara dalam dan lama, ia coba memastikan apa yang ia rasakan saat tadi berkultivasi.


“Tidak ada yang salah, aura Langit dan Bumi di Gunung ini memang lebih banyak dari tempat berdirinya Sekte Awan Berkabut.”


Coba memastikan lebih lanjut, “Rekan seniman bela diri dari Sekte Phoenix Suci dan Klan Ouyang!” sapa Tong Kak San, “Apa kalian juga merasakan keanehan dari Gunung Teratai? Maksud Patriark ini adalah aura Langit dan Bumi yang ada di sini.” Tong Kak San menekankan.


“Si Kate keparat itu rupanya juga sudah menyadari keanehan di sini.” Batin salah satu Penatua Klan Ouyang. 


Dia adalah Penatua yang menjadi pemimpin dari lima orang rekannya yang lain, Orang ini dari semenjak muda terkenal dengan Ahli Kipas, sehingga memperoleh julukan si Kipas Maut Ouyang Fan.


Bersama Ouyang Fan, Penatua Klan Ouyang yang lain adalah Ouyang Thole, Ouyang Yingzi, Ouyang Bohu, dan Ouyang Jizong. Semua Penatua Klan Ouyang ini memiliki keahlian tersendiri, namun yang paling menonjol adalah Ouyang Fan.


“Rupanya aura Langit dan Bumi yang melimpah ini juga dapat dirasakan oleh Patriark Sekte Awan Berkabut,” Jawab Ouyang Fan, coba menampilkan raut wajah yang bersahabat.


“Aku yakin Patriark Sekte Awan Berkabut telah memiliki niat lain di dalam hati, saat ini dapat kupastikan niat untuk meratakan Gunung ini telah hilang!” lanjut Ouyang Fan, sekarang ucapannya bernada menyindir.


“He he he!...” Tong Kak San terkekeh senang, “Kau memang rubah tua, tidak ada niat hati yang tidak bisa ditebak si Kipas Maut dari Klan Ouyang.” Tong Kak San tidak mengelak sama sekali.


“Hei! Yang datang ke sini bukan kalian saja! Kami Sekte Phoenix Suci juga, setidaknya apa-apa yang bisa kita peroleh dari Paviliun ini kelak harus dibagi rata.” Salah satu Penatua dari Sekte Phoenix Suci menimpali.

__ADS_1


__ADS_2