Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 279. Semua Mati


__ADS_3

“Huh! Sudah mau mati masih mengancam.” Patriark Klan Lau menganggap perkataan Gou Long hanyalah bualan dan gertakan kosong, yang tidak perlu ditakutkan. Dia sangat berani membalas ancaman Gou Long dengan sengit.


Terus menghalau serangan pedang bertubi-tubi yang mendatanginya, Gou Long kembali berkata, “Baik! Buka matamu lebar-lebar!” lalu anak muda itu menarik nafas dalam, “Ini hanya delapan tarikan nafas. Dan mereka semua akan menjadi bangkai.”


“Ha ha ha…” 


Tawa dingin diperdengarkan Gou Long menyertai ucapannya.


Perkataan tersebut terdengar sangat meyakinkan, tegas dan kejam. Itu seperti putusan dari Raja Neraka sendiri yang sedang memilih beberapa orang terlebih dahulu untuk menemaninya kembali ke gerbang neraka.


Mode Transformasi Roh diubah Gou Long, petir kehitaman kembali berubah menjadi warna emas, sayap energi murni berwarna emas juga telah muncul di punggungnya. Pupil yang seperti mata ular menatap tajam setiap anggota Klan Lau, membuat mereka seperti ditarik secara paksa ke dalam neraka.


Rasa kejut lain muncul dari orang-orang Klan Lau maupun Klan Gou, mereka belum pernah melihat seniman bela diri yang bisa melakukan Transformasi wujud seperti itu.


Apalagi momentum ledakan energi yang meluap-luap dari Gou Long sangat menyengat. Saat orang-orang masih terpana dengan lonjakan hawa murni tersebut. Perkataan Gou Long menyadarkan mereka, “Lihat Pukulan!” 


Dia memberikan peringatan, sekejam-kejam dan sadisnya anak muda itu, dia masih tidak pernah lupa bahwa ia seniman bela diri golongan putih yang selalu bertata krama saat akan membunuh lawan.


Tepat setelah ucapan itu jatuh, bayangan Gou Long menghilang dari pandangan, delapan kali kerlipan bayangan sekilas muncul, serta bayangan telapak kehitaman muncul.


“Pomp!”


“Bruukk!”


Enam belas potongan tubuh tanpa badan jatuh ke atas salju, darah membanjir dan menciptakan warna merah muda indah karena bercampur dengan warna putih salju.


Mata setiap mayat tersebut masih terlihat membeliak besar, mereka tidak tahu kapan tubuh bagian dada mereka menghilang.


Gou Long telah berdiri di sisi golok yang ia tancapkan, percikan-percikan darah memenuhi baju yang ia pakai.


Sangat panjang untuk dijelaskan setiap detail gerakan yang dilakukan Gou Long, namun itu semua hanya sekejap saja, bahkan tidak sampai delapan tarikan nafas.

__ADS_1


Rasa takut dan takjub melanda semua orang, kekuatan tempur seperti yang diperlihatkan Gou Long tadi bahkan sangat mudah untuk menghapus satu Klan besar dalam sekejap.


“Apa dia masih seorang manusia? Usia muda, kuat, kejam, sadis dan sangat perkasa.” Spekulasi-spekulasi seperti itu muncul di pikiran semua orang.


Semua spekulasi tersebut kembali terhapuskan, ketika Gou Long berkata-kata datar pada Patriark Klan Lau yang berdiri termangu-mangu menatap delapan Penatua Klan Lau telah mati.


“Ha ha ha… Apa kau puas sekarang?” tatapan dalam dan tajam Gou Long terasa menusuk, “Kalau kau belum puas, aku tidak keberatan menambah beberapa orang lagi untuk menemani para Tetua Klan-mu.”


“Keparat! Kau mampus saja!” Lau Khu Cheng sangat marah, ia telah lupa bahwa kekuatannya sendiri kalah jauh dengan Gou Long, dalam kemarahan yang meluap ia berusaha menyerang Gou Long. 


“Whusshh!” ayunan pedang Patriark Klan Lau ganas dan cepat, tebasan beruntun dan kalap.


Namun seringai kejam terlihat dari sudut bibir Gou Long, “Kau belum pantas!” 


Mengelak beberapa kali, tubuh Gou Long sedikit dicondongkan ke belakang, lalu kaki kirinya dinaikan menendang pergelangan tangan Patriark Klan Lau yang memegang pedang.


“Kraakk!”


“Pomp!”


Tangan Patriark Klan Lau lemas patah tidak bisa digerakkan lagi, lima tulang rusuk hancur pasca tendangan Gou Long tadi.


Ia meraung keras, menerima rasa sakit yang tak tertahankan.


Namun, penderitaan itu berakhir juga, Gou Long tidak berbelas kasihan, ketika ayun golok berat dan cepat darinya menghamburkan dan menghancurkan seluruh kepala Patriark Klan Lau.


Tidak ada yang melihat kapan Gou Long mengambil golok berat yang telah ia tancapkan. 


Perasaan anggota Klan Lau lainnya menjadi campur aduk, hanya dalam lima belas tarikan nafas, Patriark dan Tetua mereka telah mati semua. 


Berdiri gemetaran, orang-orang ini berusaha mencari selamat. Entah siapa diantara mereka yang memulai duluan, ketika salah satu dari anggota Klan Lau bersimpuh di atas lutut, yang lainnya serentak mengikuti.

__ADS_1


Lalu salah satu dari mereka berteriak, “T-tuan m-muda! A-ampuni kami, kami bersumpah akan setia pada Klan Gou, sekalipun kami menjadi budak dari Klan Gou.”


Gou Long mencibir dalam hati, “Saat kalian berkuasa, mau itu para keronco ataupun para pembesar kalian, semua sama saja, hanya pandai menindas.” Namun diluar dia berkata lain, “Ingin selamat! Mudah, tidak perlu menjadi budak Klan Gou…”


Perkataan itu sesaat membawa perasaan semua orang-orang Klan Lau ke Surga, kemudian apa yang mereka dengar selanjutnya persis seperti mereka telah di tarik paksa dari Surga dan terjatuh kembali ke dalam lubang terdalam dari Neraka.


“Cobalah berlari sekuat dan sejauh yang kalian bisa, kuberi kalian sepuluh tarikan nafas, setelah itu, siapapun yang masih berada dalam jarak pandang mata ini… Mati!”


Menahan gemetar dan rasa takut anggota Klan Lau sadar, ucapan pemuda itu tidak akan di ubah. Bagaikan anak ayam yang kehilangan induknya, mereka berlari serabutan ke segala arah, masing-masing mencari selamat.


Gou Long berdiri di tempat, menghitung setiap tarikan nafasnya, selama itu kesadaran spiritual disebarkan dalam jarak dua mil, mengunci pergerakan dari semua anggota Klan Lau yang sedang berlari.


Begitu sepuluh tarikan nafas berakhir, siluet bayangan Gou Long menghilang, teriakan kematian terdengar silih berganti, satu persatu anggota Klan Lau mati, ada yang hancur tak bersisa karena terkena pukulan telapak, ada yang hancur hanya kepalanya saja karena keprukan golok berat.


Dalam jarak satu mil, pembantaian sepihak terlihat.


Para tetua Klan Gou hanya bisa menggelengkan kepala, tidak ada dari mereka yang menyangka bahwa anak Patriark muda mereka begitu perkasa dan kejam, mereka semua tidak membenarkan tindakan pembantaian yang dilakukan Gou Long. 


Walaupun begitu perasaan senang jelas terlihat di wajah mereka. Masa-masa suram dari Klan Gou berakhir sudah, sekarang saatnya menatap masa depan yang lebih cerah.


“Ayah! Andai kau bisa melihat betapa perkasanya anak dari Saudara Tua Han.” Gou Fei, tanpa sadar bergumam.


Bagi Gou Long, pembantaian ini bukannya tidak beralasan, ia jelas tidak mau meninggalkan penyakit di kemudian hari bagi Klan Gou, babat rumput sampai ke akar-akarnya.


Lagi Pula ia sendiri jelas tidak akan menetap di Klan Gou, sekalipun menurut penjelasan Gou Chen dan Gou Ing-ing bahwa ayahnya Gou Han adalah Patriark muda klan Gou.


Dalam sekejap saja, ratusan sisa-sisa Klan Lau habis sudah dibunuh Gou Long.  Ia layaknya hantu saja, darah memenuhi seluruh tubuh dan pakaian. Itu jelas bukan darahnya sendiri. Berdiri sesaat melihat semua mayat yang telah ia bunuh.


Setelah menghela nafas panjang, ia melesat ke depan para Penatua Klan Gou, bersimpuh di atas lutut.


“Junior, Gou Long menghadap para tetua.”

__ADS_1


__ADS_2