Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 386. Cara Mencuri Teknik


__ADS_3

Pada saat Hua Mei dan Eira mulai merasakan keringat dingin merembes di tengkuk keduanya.


Sikap yang berbeda ditunjukkan Gou Long di gelanggang pertempuran. Saat pertarungan tingkat tinggi seperti ini, di mana jumlah tenaga dalam yang dikeluarkan sangat sebanding, dan masing-masing dari mereka tidak bisa menekan yang lainnya dengan tenaga dalam.


Pada pertarungan seperti itu, bukan saja keberagaman teknik yang akan menjadi acuan, tapi pengalaman bertarung dan ketenangan level Dewa juga sangat diperlukan.


Baiknya ketiga hal tersebut telah di miliki oleh Gou Long, pengalaman bertarungnya sudah sangat banyak. Keberagaman jurus, hampir semua teknik luar biasa dan tidak terpikirkan oleh orang lain dimiliki pemuda itu. Tapi, saat terdesak seperti itu yang paling penting sudah pasti ketenangan level Dewa.


Tidak boleh putus asa ataupun kehabisan ide sama sekali. Coba menghentikan aliran tenaga dalam, malah semakin cepat dikuras, coba melepaskan tongkat, malah tidak bisa melepaskannya.


Gou Long berteriak keras, “Baik, coba engkau makan tenaga dalam milikku ini sepuas hatimu.”


Perputaran cahaya emas dan merah di sekitar tubuh Gou Long sekarang telah berubah dan bertambah dengan warna hitam pekat. Elemen hitam kekosongan ditampilkan Gou Long.


Kita semua tahu, elemen hitam kekosongan itu berdasarkan pada Qi Kekacauan, atau Qi yang bisa menggerogoti dantian serta menghancurkan meridian di dalam tubuh.


Meresap Qi Kekacauan seperti memelihara parasit dalam tubuh, dan itu bukan sekedar parasit biasa. Melainkan, parasit luar biasa yang dalam sekejap saja akan membinasakan orang yang menyerap jika tidak bisa mengontrolnya.


Gou Long dengan sengaja mempertebal elemen hitam kekosongan itu, agar semakin banyak dihisap oleh lawannya. Hanya sebentar saja, efek nyata dari usaha Gou Long terlihat sudah.


Raut wajah kegembiraan yang diperlihatkan oleh pemilik omongan besar tersebut tergantikan dengan kerutan-kerutan kesakitan yang tak tertahankan. Air muka yang sebelumnya penuh dengan kekuatan, sekarang telah memucat pasi.

__ADS_1


Hisapan pada Gou Long menghilang sudah. Elemen hitam kekosongan benar-benar sangat efektif, itu bisa dengan mudah membuat cacat seniman bela diri hanya dengan sentuhan kecil Gou Long. Sekarang, lawannya tersebut bahkan berani menghisap dalam jumlah besar.


“A-apa y-yang telah e-engkau lakukan?! T-teknik s-setan!” Tidak percaya terhadap apa yang menimpa dirinya, kesombongan dan omongan besarnya menghilang sudah.


Wajah itu, sekarang benar-benar telah pucat putih, tidak berdarah seperti wajah mayat hidup saja.


“Aku ...” Gou Long menunjuk dirinya sendiri, berpura-pura bodoh. “Aku tidak melakukan apapun, engkau sendiri yang mungkin kelebihan dalam menghisap tenaga dalam lawan, sehingga engkau tidak bisa mengontrolnya.”


Gou Long kemudian tidak peduli pada kondisi orang tersebut, dia melambaikan tangan, memanggil Eira dan Hua Mei ke sisinya.


Hua Mei dan Eira melesat ke sisi Gou Long. Hua Mei terlihat sangat khawatir, dia langsung bergerak ke dalam pelukan Gou Long. “Ge ... Mei ‘er sangat khawatir, apa Gege baik-baik saja kah?!”


Gou Long tersenyum lembut, kemudian dia mengangguk kecil. “Tidak apa-apa, semua telah berakhir, penjahat itu hanya tinggal menunggu kematiannya saja,” jawab Gou Long, seraya mencium ubun-ubun kepala istrinya, dan mengelus lembut punggung sang istri.


Sementara, penjahat itu sekarang telah duduk bersila, dan coba bermeditasi seraya menahan rasa sakit tak terhingga akibat pecahnya meridian dan tenaga dalam di tubuh perlahan-lahan menghilang. Dia tidak berani membayangkan akan menjadi manusia yang tidak bisa berkultivasi sama sekali.


“Jika engkau membiarkan ia terus-menerus seperti itu, besar kemungkinan, orang itu akan mati setelah beberapa tarikan nafas lagi.” Eira melanjutkan ucapan. Siluman rubah itu benar-benar ingin agar Gou Long dan Hua Mei ikut mempelajari teknik tersebut. “Bisakah engkau menunda kematian penjahat ini sesaat saja, mungkin kau bisa mencuri teknik itu dari dia secara paksa.”


Eira memperlihatkan senyum jahat setelah berbicara seperti itu.


Gou Long berjalan ke tempat lawannya duduk bermeditasi dan berusaha keras melawan sakitnya Qi Kekacauan di dalam tubuh.

__ADS_1


Tangan Gou Long bergerak cepat menotok beberapa titik di sekitar dantian orang tersebut. Qi Kekacauan tersumbat di dalam meridian, itu bisa menahan kematian sang lawan selama satu dupa kemudian. Tapi, rasa sakit yang dirasakan penjahat tersebut seperti masuknya serangga pemakan Qi di dalam tubuh, atau seperti ribuan semut api sedang menggerogoti pusar.


Namun, hal luar biasa dari orang tersebut adalah, tidak ada teriakan ataupun raungan terhadap rasa sakit yang ia derita. Hanya keringat sebesar kedelai dan wajah yang kian memucat terlihat darinya.


“Nah, aku sudah melakukan permintaanmu. Bagaimana cara engkau mendapatkan teknik miliknya tadi?!” Gou Long tahu, Eira masih meraba-raba dan belum yakin apakah itu akan berhasil atau tidak. Walaupun begitu, rasanya tidak salah untuk mencoba.


“Apakah engkau tidak menyadari hal-hal yang sangat berbeda banyak terjadi di Dunia Kaisar Peri ini?! Terlebih pada penggunaan Kesadaran Spiritual. Itu bisa digunakan sebagai penghalang kedap suara ataupun sebagai cara memvisualkan ingatan.” Saat berbicara Eira tiada henti memperlihatkan senyum indah, dia sangat tergila-gila dengan gagasan yang ada dalam otak liciknya itu.


Gou Long berpikir sejenak, kemudian dia menganggukkan kepala. “Aku setuju dengan pendapatmu yang itu, banyak potensi yang tidak terduga dari Teknik Kesadaran Spiritual. Jadi, kali ini apa ide mu?!”


“Orang ini, jelas tidak akan mengajarkan teknik tersebut pada kita.” Eira menunjuk bekas lawannya yang masih tidak berteriak saat menahan rasa sakit. “Jadi bagaimana kalau kita membuka paksa kesadaran spiritualnya–”


“Ah, aku mengerti, tapi ... bukankah ini terlalu sadis.” Gou Long memotong perkataan Eira, dia telah paham arah pembicaraan dan bagaimana cara kerja yang dimaksudkan Eira.


“Sadis?! Sejak kapan engkau jadi bijak dan punya belas kasihan pada musuh-musuh mu?!” cibir Eira. Rubah itu tertawa lantang. “Sudahlah, tidak perlu engkau menunda waktu lagi, coba gunakan kesadaran spiritual mu dan masuk ke dalam kesadaran spiritual orang ini, kau bisa melihat semua pengalaman hidup dan saat ia mempelajari teknik tersebut, masa hidup orang ini tidak lama lagi.”


Begitu perkataan itu jatuh, Hua Mei segera paham, itu adalah salah satu cara penggunaan Kesadaran Spiritual yang tidak pernah ada kultivator dari Dunia tempat asal mereka dan Dunia Kaisar Peri ini lakukan sebelumnya.


Ini juga tidak pernah terbayangkan oleh Hua Mei dan Gou Long. Sementara, penjahat yang duduk bersila, sejak awal telah mendengar pembicaraan tersebut. Namun, ia yakin mereka tidak akan bisa mencuri tekniknya.


Tapi, saat perkataan wanita cantik itu berakhir, dia menjadi sangat takut, bukan saja karena tekniknya akan dicuri, bahkan rasa sakit berlipat ganda akan ia rasakan jika Kesadaran Spiritual dimasuki paksa oleh Kesadaran Spiritual orang lain.

__ADS_1


“T-tidak ....”


“Ja-jangan ... aarrgghh! J-jangan l-lakukan h-hal itu ... aaarrgghh! ....” Dia memelas dan mengerang di saat bersamaan.


__ADS_2