Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 388. Kota Yuan Long


__ADS_3

Eira sedikit terkejut pada saat mendengar Gou Long menceritakan asal muasal dari Artefak spiritual pagoda ruang dan waktu dua belas lantai itu adalah pemberian dari pemimpin tertinggi Ras Rubah Ekor Sembilan.


Dia ingin bertanya banyak hal lain pada Gou Long terkait dengan rasnya sendiri. Namun, yang diketahui Gou Long juga sangat lah sedikit.


Setelah seharian berbicara, dan tidak ada kata-kata yang ingin diucapkan lagi, Gou Long mengeluarkan sepuluh ribu kristal kaisar kelas menengah memecahnya begitu saja, ia sangat membutuhkan kultivasi pemulihan meskipun itu hanya sesaat.


“Nah, karena tidak hal yang akan kita bicarakan lagi, aku akan bermeditasi. Engkau bebas melakukan apa saja.” Gou Long duduk bersila dan mulai menyerap Kaisar Qi.


Eira, mengangguk kecil. Dia juga ikut duduk bersila di sisi Gou Long.


Jumlah sepuluh ribu kristal kaisar kelas menengah, bagi kultivator ranah kaisar tahap awal akan terasa banyak dan menciptakan aura Kaisar Qi yang sangat menekan. Tapi, berbeda cerita pada kultivator Puncak Ranah Kaisar Surgawi.


Gou Long sengaja tidak masuk ke dalam pagoda ruang dan waktu. Seperti sudah sangat memahami kebiasaan Eira yang tidak ingin ditinggal sendirian. Terlebih lagi, dengan begini mereka berdua bisa mencegah pagoda tersebut dilihat oleh orang-orang yang bisa saja lewat sewaktu-waktu.


Tiga hari berlalu ... tepat di siang hari ketiga, Hua Mei telah keluar dari Pagoda Ruang dan Waktu Dua Belas Lantai. Nyonya Pertama Gou itu telah berhasil menembus Puncak Ranah Surgawi.


Tersenyum cerah, Hua Mei berkata, “Ge ... Artefak spritual milikmu ini sangatlah luar biasa, tidak heran kenapa kultivasi Gege bisa melesat naik dengan cepat.”


“Ini pemberian wanita misterius yang sempat datang pada saat acara penobatan Penatua Luar Asosiasi Alkemis. Masihkah Mei ‘er mengingatnya?!” Gou Long, melihat mata Hua Mei berbinar dan juga penuh tanda tanya.


“Owh, beliau adalah pemimpin tertinggi dari Ras Eira,” lanjut Gou Long.


“Iya kah?! Cici Eira akan segera berkumpul dengan ras nya juga kah?!” Hua Mei menegaskan, dia seakan enggan berpisah dengan Eira.


“Gadis kecil! Hal itu tidak akan pernah terjadi. Aku telah mengikat kontrak jiwa dengan suamimu, bagaimana mungkin aku akan meninggalkannya.” Eira membantah persepsi yang keluar dari mulut Hua Mei.


“Bagus sekali ... bersama Cici Eira, Mei ‘er sudah merasa sangat nyaman,” jawab Hua Mei.

__ADS_1


Gou Long tidak sempat berkata-kata, dia hanya bisa melihat sesekali ke arah Eira dan sesekali ke arah Hua Mei. Akhirnya Gou Long berjalan mengandeng tangan kedua nya. “Mari kita lanjutkan perjalanan ke Kota Yuan Long.”


Hua Mei dan Eira mengangguk setuju. Karena Hua Mei belum bisa menggunakan Artefak Pedang Terbang. Mereka bergerak dengan teknik terbang dan sesekali turun, melanjutkan berlari dengan teknik meringankan tubuh.


Sebenarnya, jika menggunakan pedang terbang, Kota Yuan Long bisa dicapai dalam jangka waktu tiga hari. Namun, karena tidak menggunakan Artefak tersebut, perjalanan ketiganya menjadi sedikit lebih lama, dan menghabiskan waktu selama empat hari.


Pada saat Gou Long, Hua Mei dan Eira tiba di kota Yuan Long. Kultivator yang berdatangan ke kota tersebut sudah sangat ramai. Hal yang pertama sekali yang dicari Gou Long adalah anggota rombongannya yang terdahulu.


“Ge ... bagaimana engkau akan mencari rombongan yang berpartisipasi di kompetisi Empat Keterampilan dari Kota Enghiong?!” Hua Mei menjadi khawatir, terlalu banyak kultivator di Kota Yuan Long memang sedikit menyusahkan mereka mencari rombongan dari Kota Enghiong.


Gou Long tersenyum lembut. “Tidak perlu khawatir, asal bersama kalian sudah sangat membahagiakan hatiku, tujuan kita ikut kompetisi, nanti di kompetisi pasti akan bertemu dengan mereka.”


Anak muda itu sempat-sempatnya berkelakar dan menggombal Hua Mei di saat bersamaan.


Tapi, jawaban itu juga menyadarkan Hua Mei, bahwa benar seperti apa yang dikatakan Gou Long. “Kalau begitu mari kita cari penginapan,” ujar Hua Mei, dia juga sedikit mengelus perut.


Sangat jarang melihat kecantikan abadi seperti dua wanita itu.


Mengabaikan semua tatapan kagum dan iri, Gou Long berkata dengan nada lirih, “Mari kita berpesta kecil-kecilan dan menikmati hidangan terlezat di kota ini sebelum benar-benar akan mengikuti kompetisi. Lagipula, banyak informasi yang akan kita dapatkan di warung makan dan penginapan.”


Eira dan Hua Mei setuju, keduanya mengikuti Gou Long yang langsung memimpin jalan, mencari penginapan terdekat.


Dengan jumlah kekayaan melimpah, Gou Long tidak ragu untuk memilih penginapan dan warung makan terbesar di kota tersebut.


Seperti sudah menjadi kebiasaan di setiap rumah makan yang ia kunjungi, Gou Long selalu memilih posisi di pojok kiri dekat jendela dan bebas bisa melihat ke arah jalanan.


Saat ketiganya duduk, pelayan rumah makan langsung mendatangi. “Tuan dan kedua nyonya mau memesan apa?!”

__ADS_1


“Bawakan saja, apapun yang kalian miliki. Makanan terlezat di rumah makan ini. Oiya, apa masih tersisa dua kamar kosong yang bisa ditempati, kami akan menyewa selama beberapa malam.” Gou Long memanfaatkan kesempatan itu untuk sekaligus memesan kamar.


“Baik tuan, kami memiliki banyak kamar kosong di sini.” Pelayan itu sedikit menurunkan kepalanya ke telinga Gou Long. “Hal seperti ini sudah biasa tuan, tempat yang mewah dan mahal. Orang-orang akan berpikir sepuluh kali sebelum benar-benar memesan kamar disini.”


“Tidak masalah, siapkan juga dua kamar terbaik yang kalian miliki.” Gou Long menjadi sangat royal.


Sikap itu, juga mendatangkan banyak tatapan mata iri pada dirinya. Hal itu jelas sekali disadari si pemuda, mungkin saja saat ia keluar dari penginapan nanti atau esok akan banyak orang yang berusaha merampas cincin penyimpanannya.


“Baik tuan.” Pelayan itu berlalu dari hadapan Gou Long. Si pemuda melihat sang pelayan menjumpai pelayan lain, berbicara singkat dan menunjukkan ke arah Gou Long. Dia sendiri kemudian segera pergi ke dapur menyiapkan hidangan.


Benarlah seperti yang diinginkan si pemuda, rumah makan memang tempat paling efektif untuk mencari informasi.


Padahal mereka, baru saja duduk sejenak di sana. Tapi, hampir dari setiap mulut para kultivator membicarakan Kompetisi Empat Keterampilan.


Pembicaraan para pengunjung terkait dengan tokoh-tokoh yang menurut mereka akan menjadi pemenang pada kompetisi kali ini. Sayangnya, saat orang-orang berbicara tentang Kota Enghiong, tidak ada dari mereka yang mengunggulkan kota tersebut.


Bahkan kesan mencemooh terlihat dari mereka semua. Sudah bukan rahasia lagi, Kota Enghiong tidak pernah mengukir nama indah di kompetisi tersebut.


Mendengar itu semua Gou Long mencemooh dalam hati. “Kali ini kalian akan menyesal telah merendahkan Kota Enghiong.”


Anak muda itu sudah memikirkan rencana licik yang bisa menguntungkan dia dan orang-orang dari rombongannya kelak. Saat Gou Long sudah bertekad, dia pasti akan melakukan rencana liciknya.


________


Hai hai! Author kembali menyapa. Buat yang kemarin pada tanya, “Thor Legenda Pendekar Harum udah gak di up Lagi ya?!” Nah, kabar baik nih. LPH sudah ana up. Silahkan berkunjung!


__ADS_1


__ADS_2