
He Fei berjalan mendatangi kekasih hatinya, ia menepuk ringan bahu si Gadis. “Tenangkan hatimu, ini semua telah berakhir.”
Murong Qiu tersadar, ia melihat banyak pasang mata menatap pilu padanya. Tersenyum indah, gadis itu menggandeng tangan He Fei dan bergabung dengan barisan yang mengelilingi Sepasang Iblis Hitam dan Putih beserta Nyonya Gila Berwajah Malaikat.
Mayat bergelimpangan di mana-mana, murid Sekte Lembah Tengkorak semuanya mati tidak ada yang tersisa.
Pihak lawan yang masih hidup hanya ketiga iblis tersebut, serta Jin Tengsin dan Zhang Chen.
Sekarang pertarungan terakhir harus segera dimulai ….
“Ha ha ha …” Gou Long tertawa keras, mengetarkan Lembah Tengkorak. Tawa itu membuat ketiga iblis bangkit dari duduk bersila, hampir satu jam lebih mereka menyerap hawa murni dan memulihkan diri. “Baik, sekarang giliran kalian bertiga untuk menghadap Giam Lo Ong,” ujar Gou Long, sorot matanya berkilat tajam.
Tiga iblis puncak pimpinan Organisasi Ordo Setan Hitam, melihat ke sekeliling. Tidak ada satupun dari murid-murid Sekte Lembah Tengkorak yang hidup. Semua menjadi jasad tak bernyawa.
Nyonya Gila Berwajah Malaikat meraung keras. Ia sangat marah, jerih payah selama bertahun-tahun berakhir hari ini. Memulai kembali dari awal, rasanya hanya akan membuang usia yang tersisa.
“Keparat, kau harus menanggung akibat dari perbuatanmu ini!” Mengeluarkan ancaman, Nyonya Dong menyerang. “Kau berani!” teriak Gou Long, ia sangat marah karena Nyonya Dong menyerang Hua Mei.
Serangan Nyonya Dong memang cepat dan gesit, tapi gerakan Gou Long lebih cepat. Hanya sekali kepakan bulu mata, Gou Long sudah berada di depan Hua Mei, menangkis serang telapak berhawa lembut dari Nyonya Dong.
“Pomp!”
“Dhuuaaarr!”
Ledakan keras terjadi pasca adu tenaga dalam, Nyonya Dong terlempar tiga tombak ke belakang. Dia melakukan tendangan salto tiga kali beruntun di udara. Wajah yang pucat pasi, sangat kentara bahwa Nyonya Dong kalah adu tenaga dalam dengan Gou Long.
Dari gebrakan awal ini, terlihat jelas sifat licik dari Nyonya Dong. Orang gila ini yakin, bahwa di Lembah Tengkorak sekarang, tidak ada yang bisa bersaing dengannya pada tenaga dalam jenis lembut. Hanya Gou Long satu-satunya yang ia takuti, itupun setelah beberapa kali adu pukulan saat pertarungan sebelumnya terjadi.
Gou Long sangat marah, nyonya gila itu berani berniat jahat pada istrinya. “Keparat gila, dengan kelakuanmu tadi, maka di antara kalian bertiga kaulah yang pertama sekali mati.”
“Transformasi Roh!”
__ADS_1
Gou Long mengganti bentuk transformasi roh pada roh ketiga; Peranakan Roh Suci Naga Hitam.
Momentum lonjakan tenaga dalam Gou Long meningkat drastis, di punggung muncul sayap dari energi murni berwarna keemasan. Begitu juga dengan seluruh tubuhnya yang dilapisi cahaya emas pucat.
Pupil mata Gou Long yang seperti ular menatap tajam pada Nyonya Dong.
“Tidak baik!” Nyonya Dong berteriak, ia melambai pada kedua rekannya. “Kalian berdua, bentuk formasi penyerangan tenaga dalam tiga serangkai.”
Berpindah sedikit lebih maju dari hadapan orang-orang yang mengelilingi Lembah Tengkorak, Gou Long berkata, “Tidak masalah, bahkan aku bersedia memberikan kalian waktu untuk membentuk formasi penyerangan.”
Mengingat intisari dari ajaran Kakek Kwee, lebih ia pahami jika dibandingkan tiga orang lawannya, Gou Long sangat percaya diri. Cahaya emas pucat yang mengelilingi tubuh perlahan-lahan tergantikan dengan lapisan gelap pekat. Termasuk sayap energi murni yang muncul di punggung Gou Long telah berwarna hitam pekat.
Tidak ada bunyi letupan atau cicit guntur seperti sebelumnya. Itu hanya gelap, bagi yang melihat akan merasakan kedalaman tidak berdasar, tanpa hujung, kekosongan yang tidak terukur.
Orang-orang yang melihat perubahan Gou Long, bergidik ngeri. Bahkan Sepasang Iblis Hitam dan Putih serta Nyonya Dong yang sedang membentuk formasi, dapat merasakan bahaya yang tidak bisa mereka pikirkan dari lapisan gelap yang menyelimuti tubuh Gou Long.
“Dia telah berhasil menyelami intisari dari Kitab Kian Kun Bu Kek Kang …” lirih, si Iblis Hitam bergumam, seraya terus merangkai formasi penyerangan.
Sekalipun keduanya juga mengetahui akan fakta yang terlihat di depan mata, tapi dua orang ini tetap diam dan fokus pada formasi penyerangan.
Lalu saat si Iblis Hitam bergumam, fokus mereka menjadi pecah, rasa takut dan seram menyerang perlahan dari relung hati terdalam. Padahal mereka sudah coba mengusir rasa takut itu, akan tetapi semakin diusir, semakin besar pula rasa takut yang melanda.
“Huft! Sangat menyebalkan.” Iblis Putih masih coba menghalau perasaan tersebut dengan cara menghembus nafas berat. Nyonya Dong juga melakukan hal yang sama.
Saat itu, ia merasa formasi penyerangan telah sempurna. “Mampuslah kau, keparat!” setelah terlebih dahulu memberi aba-aba pada kedua rekannya, Nyonya Dong memimpin penyerangan pada Gou Long.
Ini adalah formasi pedang tiga elemen.
“Swoosshh!”
Tiga bayangan pedang berwarna hitam, putih dan perak melesat cepat ke arah Gou Long. Hawa menyeramkan terasa dari tiga bayangan pedang tersebut.
__ADS_1
Gou Long tidak mengelak ataupun menghindar, ia melayang tenang di tempat sebelumnya ia berdiri. Palu hitam berat telah dipegang kembali. Energi hitam kekosongan dipadatkan sebanyak delapan puluh persen. Sebagian ia salurkan ke dalam palu hitam di lengan kanan.
“Pomp!”
“Sstt!”
Bayangan Gou Long menghilang dari tempat semula, ia kini telah berada tepat di depan tiga bayangan pedang besar. Sekali ayunan palu hitam, dan satu Pukulan Telapak Hitam Kekosongan dilepaskan Gou Long.
“Kraakkk!” bayangan pedang retak, dan perlahan hancur berkeping-keping.
Sementara, begitu Pukulan Telapak Hitam Kekosongan melesat.
“Boomm!”
Ruang hampa terbuka lebar membentuk hisapan spiral dan menghisap dua bayangan pedang lain ke dalam kehampaan itu.
Jangan dikatakan orang lain yang melihat efek dari pukulan tadi. Gou Long sendiri menjulurkan lidahnya. Takjub, kagum dan ngeri bercampur menjadi satu, ia tidak pernah membayangkan elemen kegelapan ini memiliki efek magis seperti ini.
Begitu juga orang lain yang melihat pertarungan itu, kristal bening muncul dengan sendirinya di dahi mereka semua, kaki terasa bergetar keras. Tidak sanggup membayangkan, andai mereka yang bertarung dengan pemuda itu, sudah pasti sejak tadi nyawa mereka melayang.
Di depan sana, Gou Long melihat tiga orang musuh bebuyutannya itu, berdiri gontai dan hendak memuntahkan darah. Pemuda itu tidak memberi kesempatan lagi, sudah terlalu banyak kesempatan yang ia berikan pada mereka bertiga.
“Pomp!”
Detak jantung semua orang terasa berhenti sejenak, siluet bayangan Gou Long tiga kali terlihat muncul. Satu ayunan palu yang menghamburkan kepala dari si Iblis Hitam. Satu Pukulan Telapak Hitam Kekosongan lainnya, yang menghilangkan setengah dari Iblis Putih, mulai dari kepala sampai ke pinggang tertelan kegelapan.
Kemudian, sapuan kaki kiri Gou Long, merobohkan Nyonya Dong.
Tangan Gou Long dibalikkan, dia juga melepaskan totokan hawa murni yang melubangi kepala Nyonya Dong di tengah-tengah dahi.
Tidak ada dari mereka yang sempat mengelak atau menghindar. Gerakan Gou Long terlalu cepat bagi mereka yang sedang gontai.
__ADS_1
Begitulah akhir dari kehidupan Murid-murid durhaka, legenda Dunia Persilatan golongan hitam.