
Memalingkan wajahnya, sebisa mungkin ia berkata-kata, “Keparat itu menggunakan racun.” Suara Bok Tong Wa terdengar lirih.
“Makilah sepuasmu! Bok Tong Wa! Kau akan kubiarkan begitu untuk sementara waktu, cobalah bertahan dari racun itu… lalu nikmatilah pemandangan dan jeritan kematian ini, bagai irama nada pengiring kematianmu nanti saat paling akhir…”
Suara yang hanya bisa didengar Bok Tong Wa kembali masuk ke dalam telinganya, merinding! Ini persis seperti iblis kejam yang sedang menyiksa dan menikmati kesengsaraan korbannya.
Bok Tong Wa sedang berusaha keras menghentikan racun yang terus menjalar naik hampir ke setiap meridian. Semakin banyak ia berbicara semakin cepat penyebaran racun itu di dalam tubuhnya.
“...” ia tidak bisa menjawab secara menyeluruh pertanyaan dari Ouyang Sikuan, lalu memperoleh bisikan tersebut dari Gou Long, getaran hebat tak dapat dihentikannya sama sekali, padahal dia telah menotok beberapa meridian agar racun tidak menjalar, aneh racun tetap saja menjalar dengan cepat.
Melihat kondisi Bok Tong Wa, Ouyang Sikuan berkata dingin, “Maaf dalam situasi ini aku tidak bisa menyelamatkanmu, kau harusnya lebih mengetahui kondisi kita sekarang.” Mereka memanglah orang-orang yang memiliki tujuan yang sama, namun keuntungan pribadi lebih diperhatikan daripada keuntungan orang lain.
“Keparat bermarga Gou! Apa kau tidak malu? Golongan putih seperti kita bermain-main dengan racun.” Meninggalkan Bok Tong Wa yang kesusahan di sana, Ouyang Sikuan memaki Gou Long.
“Ha ha ha…” suara tawa yang mengambang seperti terbawa angin kembali diperdengarkan Gou Long. Membuat bulu kuduk para Penatua ketiga kubu tersebut merinding.
Di bawah gelapnya penglihatan mata, kabut tebal yang menyelimuti Gunung Teratai, strategi yang dijalankan Gou Long sukses besar. Suara tawa itu seakan menambah rasa mencekam di sana, Malaikat maut memilih sesuka hati nyawa siapa saja yang ingin diambil terlebih dahulu.
“Apa itu golongan putih? Apa itu golongan hitam? Saat ini semua terlihat samar-samar…” Gou Long menjawab, terdengar ke seluruh Gunung Teratai.
“Semua itu tergantung sudut pandang dan pembenaran diri sendiri… Dalam hal ini Master Paviliun Gunung Teratai ini akan membenarkan apa yang Master ini lakukan, dan kuanggap apa yang kalian kerjakan adalah kejahatan…”
__ADS_1
“Bersiaplah untuk mampus! Tidak ada dari kalian yang akan selamat hari ini… Kalian tiga Patriark dari Enam Sekte Utama dan Tujuh Klan Besar, mayat kalian akan kujamin utuh, ku kirim kembali ke tempat kalian masing-masing, sebagai pembelajaran agar tidak ada yang berani menindas Paviliun Gunung Teratai…”
“Jika hal itu masih belum menjadi pembelajaran, maka Sekte Phoenix Suci, Sekte Awan Berkabut dan Klan Ouyang akan aku ratakan dengan tanah…”
“Aku tahu, salah satu dari kalian juga membayar Organisasi Pembunuh Iblis Emas… Organisasi itu juga akan aku ratakan…”
Suara Gou Long terus mengalun, tidak bisa ditebak, berpindah-pindah ia menggunakan Teknik Memindah Suara Menahan Nafas. Namun, seiring dengan setiap ucapan Gou Long, jerit kematian juga tiada henti terdengar.
Itu tidak kurang dari dua belas teriakan kematian sudah terdengar, sedangkan jumlah mereka semua tiga puluh orang, “Semuanya! Mundur sekarang! Ini bukan kabut yang muncul secara alami, ini adalah kabut ilusi.”
Tong Kak San baru menyadari, kabut itu adalah hasil dari teknik seseorang, namun ia telah kasip, Array pertahanan luar yang sebelumnya pernah mereka buka sudah tertutup seperti sedia kala.
“Ha ha ha… Apa sekarang kalian berniat mundur? Tidak! Sekarang sudah tidak ada jalan mundur!...”
Tong Kak San dan Ouyang Sikuan celingak-celinguk melihat ke segala arah, “Apa keparat bermarga Gou itu memiliki pembantu yang sangat kuat? Tapi siapa?” batin keduanya, masih menebak-nebak siapa yang membantu Gou Long.
Eira dan Siauw Xiezy pada hakikatnya tidak memerlukan perintah lagi dari Gou Long, selama tanya jawab itu, mereka terus bergerak membantai tanpa kenal ampun, target yang mereka pilih selalu orang-orang yang memiliki landasan Kultivasi paling rendah.
Bunyi beradu senjata, dan jeritan kematian semakin inten terdengar.
Mereka yang berniat meratakan Gunung Teratai saat ini malah menjadi santapan empuk penghuni Gunung Teratai, padahal mereka para Patriak dan Penatua Sekte dan Klan Besar, namun benar mereka tidak memperhitungkan secara matang apa yang ada di Gunung Teratai.
__ADS_1
Sumber daya, rasa tamak dan juga dendam telah menyelimuti hati ketiga kubu itu, juga pencapaian serba cepat dari Gou Long, ikut menyamarkan persepsi dari mereka semua, bagaimana mungkin seorang pemuda bisa membangun kekuatan hebat hanya dalam beberapa bulan saja?
Dan faktor paling besar adalah kesalahan mereka yang terlalu meremehkan Array pertahanan serta penyerangan hasil karya Leng Kun.
Leng Kun bukanlah nama yang terkenal, bahkan sebelum bertemu Gou Long dia sempat mengemis ke berbagai Sekte dan Klan, hanya agar diterima sebagai Pengatur Array Sekte.(Ch.117)
Array yang diatur Leng Kun ini adalah Array Naga Dua Belas Sisi dan Array Tempurung Kura-kura Delapan Sisi. Banyak Master Array tidak mengenal Array tersebut, termasuk para Master Array yang dibawa oleh ketiga kubu itu. Itu adalah Array Kuno yang hanya dimiliki Leng Kun.
Sekarang, mata mereka baru terbuka saat ajal datang kian dekat, Orang-orang Gunung Teratai benar-benar orang pilihan yang tidak bisa diprovokasi secara serampangan, mau keluar dari kurungan Array ini saja sangat susah, kabut ilusi memainkan peran penting kedua.
Ini benarlah pembantaian sepihak. Seiring waktu yang terus berjalan, jumlah korban dari pihak penyerang Gunung Teratai juga kian berkurang, saat ini mereka hanya bersisa tujuh orang saja, termasuk Bok Tong Wa yang terus berusaha memulihkan diri dari racun.
Kabut tebal yang menyelimuti Gunung Teratai juga semakin menipis, ini tidak lain karena tenaga dalam Hauri yang semakin terkuras, terus-menerus melepaskan kabut ilusi yang menyelimuti seluruh Gunung sudah pasti sangat menguras tenaga dalam.
Sekarang jarak pandang menjadi lebih luas, Bok Tong Wa yang berada paling jauh dari sisi luar Array melihat jelas apa yang terjadi di sana, “Bocah bermarga Gou sangat sadis, dia benar bertindak seperti ancaman yang ia keluarkan.” batinnya.
Lubang-lubang besar muncul dari dalam tanah, itu seperti lubang galian dari tikus raksasa, kepala dari para Penatua ketiga sekte terlihat berjatuhan, semuanya berjumlah sepuluh kepala.
Kepala Ciu Leiho, kepala Beng Jiu, dan kepala Hou Siong terlihat di antara sepuluh kepala tersebut, sisanya dari Sekte Awan Berkabut dan Klan Ouyang, sedangkan tiga belas jeritan kematian lain, tidak terlihat baik kepala maupun badan, besar kemungkinan diseret ke dalam lubang-lubang itu.
Sementara yang masih hidup, yaitu; Dia sendiri, Tong Kak San, Ouyang Sikuan, Hek Cu, Ouyang Fan, Ouyang Bohu, dan Nyoo Jie Siok.
__ADS_1
_______
Karena Leng Kun bukan MC, kisah perjalanan dia memperoleh Array kuno tidak di ceritakan. 😂😂