Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
80. Deklarasi Gou Long


__ADS_3

Gou Long berbalik lalu menghadap ke arah Oey Gang dan kawan-kawannya, dia menghela nafas sejenak kemudian berujar “Aku kabur bukan berarti aku kalah, aku hanya mencari kesempatan yang tepat untuk mengalahkanmu,”


“Hahaha... Kau pasti tidak percaya, baik kita boleh mencobanya lagi. Tapi, tunggu sebentar! Akan kubereskan perkara yang menyangkut sahabat-sahabatku terlebih dahulu.” Gou Long yang mengakhiri perkataan itu kembali menghadap ke arah Siangkoan Hong dengan sorotan mata menuntut penjelasan.


“Hoo!... Kau menuntut penjelasan dariku?” tanya Siangkoan Hong, kemudian dia melanjutkan ucapannya


“Kau belum pantas untuk bertanya padaku, kalian hanya sekumpulan sampah. Aku paling benci sampah-sampah yang bermulut besar seperti kalian, sebaiknya kubunuh saja kalian bertiga di sini.” Perkataan yang diucapkan oleh Siangkoan Hong terdengar sangat arogan.


“ckckckcck... Sangat disayangkan,” ujar Gou Long sambil menggelengkan kepalanya.


“Apa kalian yang hadir di sini akan berdiri di sisiku atau di sisi mereka berdua, akan kuhitung sampai tiga, kalau tidak ada jawaban berarti ‘pra kompetisi’ ku nyatakan berakhir hari ini dan kami berlima yang lolos ke turnament eliminasi,”


Gou Long mulai menghitung “Satu... Dua... Tiga...”


“Hemmm,...  Bocah, itu sudah didesak sedemikian rupa oleh murid-murid paling hebat dari Sekte, masih berani omong besar. Sungguh bocah yang tidak tau tingginya gunung naga.” Semua murid-murid yang ada ditempat itu berpikiran sama, sehingga tidak ada yang berani memihak Gou Long.


“Ahh... Rupanya hal ini memang harus terjadi, Hahaha. Kuharap kalian semua mulai bersiap-siap, termasuk kalian yang merasa diri sebagai murid-murid hebat dan elite sekte...” Gou Long mengakhiri ucapannya.


Dengan sikap dan gerak-gerik yang terlihat seperti orang tua bijak, Gou Long tidak lupa menghela nafas. Kemudian di tempat itu terdengar 8 kali suara “Blip dan Crussshh”. Tidak ada yang melihat kapan Gou Long bergerak, “Blip” itu adalah suara kedipan gerak tubuh Gou Long dan “Crussshh” adalah suara hancurnya token teleportasi di pinggang mereka yang diremas Gou Long.


Semua yang hadir disitu dapat mendengar 8 kali bunyi itu, yang kemudian diiringi dengan suara tawa yang menggunakan tenaga dalam, “Hahaha... Sudah kuberi kalian peringatan, namun tak ada yang percaya. Sekarang! Menyesalpun sia-sia.”


Itu adalah suara tawa yang dipancarkan oleh Gou Long setelah dia mengirim 4 orang dari pengikut Oey Gang dan 4 orang pengikut Siangkoan Hong keluar paksa dari pra kompetisi, baik Oey Gang maupun Siangkoan Hong yang menyadari pengikut mereka telah di eliminasi Gou Long menjadi sangat murka.


Mereka berdua sama-sama berteriak “Keparat! Apa yang telah kau lakukan?” terlihat jelas wajah keduanya hitam membesi karena amarah yang meluap.


Padahal mereka sudah mencoba untuk menghentikan tindakan Gou Long, namun baik dari kecepatan maupun gerakan berkedip yang diperlihatkan Gou Long sangat cepat, yang terlihat hanya bayangan kilatan petir kecil lalu menghilang.

__ADS_1


Dengan santai Gou Long menjawab “Aku hanya mempersingkat turnament sekte, Hahaha...”


“Sekarang giliran kalian...” lanjut Gou Long sambil mengarahkan tangannya ke arah semua murid yang hadir di tempat tersebut.


“Kalian berdua berhentilah mengejarku... Kecepatan kalian kalah jauh.”


Kemudian bunyi “Blip dan Crussshh” kembali terdengar berulang kali, sebagian dari murid-murid itu ada yang mencoba mengamankan token teleportasi dengan memegangnya di tangan. Namun, begitulah sebuah usaha yang sia-sia “Niat hati memeluk gunung, apalah daya tangan tak sampai”.


Gou Long dengan cepat bergerak dan berkedip, yang memegang token tersebut dengan tangan. Maka, tangan itu dibekukannya.


Hanya butuh waktu seperempat jam keramaian di gerbang portal Lantai Ke-3 Pagoda Dimensi Lain telah menghilang. Di tempat itu sekarang hanya bersisa 7 orang, Siangkoan Hong, Oey Gang, Gou Long, He Fei, Hua Mei, dan Ye Xuan yang sedang dalam perawatan Murong Qiu.


Setelah membersihkan keramaian ini, Gou Long menghadap ke arah Oey Gang dan Siangkoan Hong.


“Sekarang sudah tidak ada yang mengganggu, apa kau masih menginginkan buah dari Rumput Mahkota Dewa? Ambillah kalau kau bisa...” ujar Gou Long, dia melanjutkan ucapannya “Dan kau tuan muda tertampan yang telanggas, Sebaiknya kalian berdua maju sekaligus, ini akan lebih menghemat waktu.”


Oey Gang yang sudah sangat marah menjadi tambah marah mendengar ucapan Gou Long, dalam hati dia berkata.


“Keparat ini sangat licik, tidak hanya dia terus menerus menipuku, sekarang dia malah memberitahukan perihal manifestasi langit dan bumi pada rubah yang sok tampan itu, Keparat kurang ajar!”


“Hahaha...!” Oey Gang tertawa mengakak dan juga menggetarkan tempat itu.


“Keparat! Harus kuakui tenaga dalam dan kecepatanmu meningkat pesat. Karena kau sendiri yang meminta kami maju berdua, aku akan sangat senang memanfaatkan ini. Saudara Siangkoan maukah kau bertarung di sisiku dan kita bereskan kurcaci sombong ini.”


Perkataan itu diucapkan Oey Gang tanpa malu-malu, setelah melihat cara Gou Long mengeliminasi murid-murid Sekte Naga Langit tadi. Oey gang seperti melihat orang yang berbeda, dia tidak yakin bisa mengalahkan Gou Long lagi seperti sebelumnya.


Siangkoan Hong yang melihat situasi sudah tidak seperti yang diharapkanya berpikir keras, dia marah dan kesal karena perbuatan Gou Long. Namun, karena Gou Long menyimpan buah dari manisfestasi langit dan bumi ini juga satu kebaikan.

__ADS_1


“Bocah bodoh, setelah kau mengeliminasi semua petarung di sini, kau malah mengekspos buah mujarab itu padaku. Tidak ada salahnya aku bergabung dengan si Elite sekte itu. Nanti buah mujarab tersebut bisa kami bagi berdua.” Pikir Siangkoan Hong.


“Baik, aku akan bergabung denganmu saudara Oey! Kita tidak perlu merasa bersalah kalau nanti dia kalah, dia sendiri yang meminta. Kita juga bisa menutup mulut mereka yang masih tersisa di sana nanti, hahaha...” ujar Siangkoan Hong.


Lalu dia melanjutkan perkataannya “Aku juga ingin memiliki setengah dari buah Rumput Mahkota Dewa, bagaimana saudara Oey akan mengatur ini?”


“Baik, sekarang mari kita bereskan keparat ini terlebih dahulu, baru nanti kita akan berbagi buah mujarab tersebut.” Jawab Oey Gang.


Baik Oey Gang maupun Siangkoan Hong sudah memasang kuda-kuda tempur serta mengeluarkan pedang masing-masing. Mereka berdua memfokuskan mata pada tiap gerak-gerik Gou Long, kecepatan yang diperlihatkan Gou Long tadi di luar nalar mereka berdua.


Pada kenyataannya gerakan yang diperlihatkan Gou Long tadi hanyalah Teknik Memindah Jasad yang mengunakan puncak tenaga dalam elemen petir. Gou Long dengan sengaja bergerak seperti itu karena dia juga sedang menguji tingkatan tenaga dalamnya sendiri.


Gou Long tidak sanggup membayangkan bagaimana kelak dia akan menerima baptisan langit dan bumi ketika naik tingkatan atau saat akan menerobos ranah lagi, mengingat tenaga dalam yang sangat luar biasa seperti tadi dipakainya.


“Hahaha... Kalian berdua terlihat sangat tegang, tenang saja, akan kumulai secara bertahap, lagipula aku juga ingin mencoba sesuatu yang baru pada kalian berdua.” Ujar Gou Long.


“Keparat! Cepat atau lambat kau akan segera menyesali apa yang telah terjadi di sini. Bersiaplah aku akan bergerak menyerang.” Ucap Siangkoan Hong.


Begitu perkataannya berakhir, dia langsung bergerak menyerang Gou Long dengan Jurus Tebasan Pedang Kilat. Jurus tebasan ini sangat cepat dan akurat, tidak ada gerakan tipuan tidak ada putaran pedang.


Gerakan cepat itu terus berkesinambungan, setiap kali bergerak dia menebas dalam jumlah 12 tebasan. Gerakan itu persis seperti jurus-jurus kendo masyarakat timur.


Tidak lama setelah Siangkoan Hong mulai menyerang, Oey Gang juga tidak mau kalah dia bergerak dengan jurus pedang aneh yang membentuk lingkaran-lingkaran serta menghisap dan membelokan senjata lawan.


Perpaduan serangan kedua orang ini merupakan kombinasi yang sangat luar biasa, ini hal belum pernah dilihat oleh orang lain. Kedua orang itu masing-masing memiliki ambisi dan arogansi tersendiri, sehingga akan aneh kalau sampai kedua orang ini bekerja sama.


Gou Long yang mendapatkan serangan gabungan kedua orang itu segera bergerak dengan Jurus Walet Menunggang Angin, sedangkan tangannya memainkan tongkat emas dengan Jurus Tongkat Pengguncang Langit.

__ADS_1


__ADS_2