
Gou Long melayang turun dan mengutip semua cincin penyimpanan mayat-mayat di atas tanah, termasuk cincin penyimpanan dari Penatua Mu Yuan, dia juga menggali lubang besar dan melemparkan semua mayat itu ke dalam lubang besar.
Dia mendekati Han Zhong dan yang lainnya yang sedang berkultivasi karena melihat mayat orang yang dia totok, setelah mengembat cincin penyimpanan, mayat itu ditendangnya ke dalam lubang besar tadi.
“Mari kita lanjutkan perjalanan, suasana di sini sudah tidak kondusif untuk ditinggali dan berkultivasi.” Ucap Gou Long, yang dengan segera membuat orang-orang yang sedang berkultivasi membuka mata mereka dan mengiyakan perkataan Gou Long.
Eira tidak kembali ke dalam cincin budak, dia memilih hinggap ke atas bahu Gou Long selama sisa perjalanan malam itu.
Perjalanan mereka untuk mencapai batas daerah Daratan Tengah menurut perkiraan Han Zhong hanya butuh 2 minggu lagi.
***
Daratan Tengah merupakan daerah terluas di antara 5 daerah utama di Benua Hijau, juga merupakan tempat berkumpulnya banyak para pesilat tangguh, serta klan dan sekte paling berpengaruh di Benua Hijau.
Di sini, untuk sekte yang di anggap kelas ke kedua saja, mereka memiliki 15 orang lebih pesilat yang berhasil mencapai Ranah Surgawi. Ini sangat berbeda jauh dengan sekte kuat daerah lain yang hanya memiliki 5-7 orang pesilat Ranah Surgawi.
Dan untuk sekte kelas satu memiliki lebih dari 30 orang pesilat Ranah Surgawi, begitu juga dengan status klan besar di sana yang memiliki jumlah pesilat Ranah Surgawi sampai puluhan orang.
Namun, kehebatan seorang pesilat bukan terletak pada sekte, atau posisi klan yang hebat. Sebagai contoh, Kakek Awan Putih yang semasa jayanya dianggap sebagai seorang yang tanpa tanding, begitu juga Kakek Zhou yang mendapat julukan Pendekar Sadis, mereka bisa membuat nama bukan karena sekte atau klan tapi karena bakat mereka yang di atas rata-rata.
__ADS_1
Walaupun demikian, pamor sebuah sekte tetap berpengaruh pada pesilat yang bernaung di dalamnya, begitu juga sebaliknya, pamor dari pesilat tidak lepas dari pamor sekte itu sendiri. Karena memang sangat jarang ada pesilat tangguh yang berhasil membuat nama besar secara independen.
Klan dan sekte ini sebagian besar mendiami wilayah-wilayah tersendiri dan tidak saling memulai perseteruan, walaupun kemudian perseteruan juga sering terjadi dan tidak dapat dihindarkan karena perebutan barang-barang gaib, cinta, latih tanding, kompetisi dan egoisme setiap pesilat itu sendiri.
Untuk Daratan Tengah itu sendiri ada 7 klan dan 6 sekte utama yang mendominasi dan sangat terkenal, baik dari segi jumlah anggota, kekuatan dan pamor mereka sendiri. Termasuk ke dalam 7 klan yaitu; Klan Hua, Klan Ying, Klan Qiau, Klan Tang, Klan Wang, Klan Ouyang, dan Klan Wu.
Sedangkan untuk 6 sekte yang mendominasi sebagai berikut; Kuil Budha Emas, Sekte Pedang Suci, Asosiasi Alkemis, Sekte Teratai Biru, Sekte Phoenix Suci, dan Sekte Awan Berkabut.
Semua Sekte dan klan ini juga masing-masing mengikat kerja sama dengan sekte-sekte kelas kedua yang banyak tersebar di Daratan Tengah.
Di samping Sekte dan Klan ada juga beberapa Penguasa Kota dan keluarganya yang berhasil memupuk kekuasaan di daerah-daerah tertentu yang membuat pamor kota itu juga tidak kalah hebat dibandingkan dengan Sekte ataupun Klan Besar.
Di sisi lain ada juga para pesilat golongan hitam yang berdiri secara independen, dan berhasil membuat nama besar tersendiri di Daratan Tengah yang bahkan kadang kala mereka bisa menjadi hal yang sangat merepotkan bagi para pesilat golongan putih.
Begitulah bayangan sekilas tentang kekuatan besar yang menguasai dan mempertahankan nama besar mereka selama bertahun-tahun di Daratan Tengah, seakan-akan keseimbangan Daratan Tengah akan berantakan jika salah satu dari mereka jatuh.
***
Kakek Zhou, Hua Mei dan Murong Qiu yang belakangan berangkat menuju Daratan tengah mengambil jalur yang berbeda dengan jalur yang digunakan oleh Gou Long dan para Alkemis, mereka mengambil jalur yang biasa dipakai orang-orang yang bepergian atau jalanan umum.
__ADS_1
Sehingga dalam perjalanan ini, walaupun melalui hutan yang sama, namun dia tidak menjumpai gundukan tanah kuburan pesilat yang dibunuh Gou Long ataupun sisa bekas pertempuran.
Perjalanan Kakek Zhou dan yang lainnya juga memberikan pengalaman yang baik untuk Hua Mei dan Murong Qiu akan sifat-sifat manusia di dalam dunia persilatan dan menjadi pengetahuan baru bagi mereka kelak jikalau ingin bepergian sendirian di dunia persilatan.
Hampir di setiap pemberhentian mereka selalu mendapatkan gangguan dari penjahat kelas teri ataupun pesilat tangguh golongan hitam yang tidak dapat melihat adanya keindahan di depan mata, para penjahat ini hampir semuanya berada di antara hidup dan mati atau mati seutuhnya di tangan kedua gadis ini.
Kakek Zhou sendiri memang tidak mau turun tangan dan membiarkan kedua gadis itu yang menyelesaikan perkara mereka. Sehingga dalam rentang waktu perjalanan singkat ini kedua gadis itu juga telah membuat nama besar di dunia persilatan, yang satu Dewi Merah Pedang Embun dan yang satu lagi Dewi Ungu Telapak Emas.
Julukan mereka berdua memang tidak lekang dari warna pakaian yang mereka gunakan. Tiga minggu perjalanan, Kakek Zhou mendapatkan pesan dari Patriak Song Ki yang dikirim melalui merpati pos.
Dalam suratnya Patriak Song Ki menceritakan tentang kematian dari Penatua Mu Yuan dan statusnya sebagai mata-mata dari golongan hitam, Patriak Song Ki juga meminta saran penganti yang sepadan untuk menjadi Penatua Kepala Biro Penegak Hukum yang baru.
Mengingat kebutuhan sekte, apalagi Sekte Naga Langit merupakan sekte terbesar Daerah Selatan dengan jatuhnya Guild Alkemis, maka Penatua yang baru harus segera dilantik.
Tidak heran Patriak Song Ki, dengan cepat mengetahui status Penatua Mu Yuan sebagai mata-mata, apalagi setelah kompetisi sekte yang berakhir dengan kekacauan, dia mendapatkan informasi jatuhnya Guild Alkemis.
Patriak Song Ki langsung meminta tim inteligen khusus yang dilatihnya, atau boleh dikatakan murid-murid yang khusus dilatih oleh Patriak sendiri, mengikuti pergerakan Gou Long, dan pergerakan murid-murid yang dikirim oleh Penatua Mu Yuan.
Berkat kerja keras murid-murid ini, berita yang diperoleh Patriak Song Ki sangat lengkap, bahkan termasuk 3 pendatang baru yang di anggap bisa mencapai puncak kelak, yaitu si Pengendara Petir, Dewi Merah Pedang Embun dan Dewi Ungu Telapak Emas.
__ADS_1
Termasuk juga berita kematian salah satu legenda golongan hitam dunia persilatan yaitu Pendeta Sesat Pembawa Petaka. Namun demikian informasi ini tidak lengkap sepenuhnya, terlebih mengenai orang yang membunuh si Pendeta Sesat tetap tidak ada yang tahu, karena memang tidak ada yang melihat siapa yang membunuh.
Setelah memahami keseluruhan isi surat, Kakek Zhou hanya mengirim balasan singkat, dan menulis nama Pengurus Aneh Bei Pengzhi sebagai penganti yang cocok untuk posisi Penatua baru yang mengepalai Biro Penegak Hukum.