Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 340. Rasa Putus Asa


__ADS_3

Gou Long, dalam keadaan terluka baik karena luka tusukannya sendiri juga karena luka pertarungan berat dengan manusia raksasa. Setelah berhasil masuk kembali ke dalam void crack. Ia duduk bersila, menelan satu pil penyembuh dan pil anti racun. 


Walau regenerasi sel dan dagingnya tergolong cepat, Gou Long tetap menabur bubuk pengering pada luka tusukan pedang beracun di paha. Menurut ingatan si pemuda, berdasarkan ucapan dari Huo Twako sebelumnya, jarak tempuh untuk mencapai tempat di mana tumbuhnya Rumput Naga Bumi adalah seharian perjalanan.


Sedangkan tadi, saat ia bertarung bahkan itu belum menjelang siang hari. Menurut perhitungan Gou Long sekarang Huo Twako dan yang lainnya pasti masih di tengah perjalanan menuju ke tempat ini. 


“Aku harus menemui mereka sekarang juga, dengan jarak tempuh melalui ruang hampa yang menjadi lebih cepat, ini masih tersisa enam dupa sebelum nanti Huo Twako dan yang lain benar-benar tiba di tempat tadi.” Gou Long menjadi ngeri saat membayangkan tenaga besar dari para raksasa itu.


Dia sekarang telah membuang jauh-jauh niat untuk melakukan kontrak jiwa dengan para raksasa.


Masih dalam keadaan terluka seperti itu, si pemuda tidak mengasihani diri sendiri, dia mengerahkan kesadaran spiritual secara gila-gilaan. Ini sangat lah rumit, selain mencari-cari celah penghubung di kejauhan, dia juga harus bisa merasakan aura dari orang lain melalui celah-celah kecil penghubung tersebut.


Namun, dari sinilah keuletan si pemuda teruji, selama satu dupa terus bergerak dengan Teknik Memindah Jasad, serta kesadaran spiritual yang tidak pernah dikendurkan. Akhirnya, Gou Long bisa merasakan aura dari Huo Cin Lam dan rekannya yang lain.


Gou Long membuka paksa ruang hampa, dan langsung keluar dari sana. “Huo T-twako, s– tunggu sebentar!”


Saat Huo Cin Lam dan tujuh rekan bawahannya berpaling, mereka segera menghentikan perjalanan cepat. Raut wajah penuh dengan ketidakpercayaan tergambar jelas di wajah mereka semua, ketika mereka mendapatkan sosok Gou Long dalam keadaan sangat kacau.


“Gou Laote! Apa yang terjadi?!” tanya salah satu dari bawahan Huo Cin Lam.


Saat itu Gou Long berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, pakaian di tubuhnya hancur dan robek parah, wajah pucat pasi, paha berdarah, sudut bibir juga terlihat darah yang sudah mengering.

__ADS_1


“Tidak apa-apa, aku hanya perlu beristirahat sebentar, sebaiknya kalian jangan bergerak dahulu. Kita harus mengatur strategi kembali.” Gou Long yang sedang duduk bersila menjawab, ketika keluar dari void crack dan menyapa mereka semua dia memang langsung duduk bersila.


Pemuda itu kemudian memecah tiga ribu kristal kaisar kelas rendah, menelan tiga jenis pil secara bersamaan, Pil Pemulihan Jiwa, Pil Anti Racun dan Pil Penyembuhan biasa. Walaupun dua pil yang disebut belakangan telah ia telan sekali, tapi agar tidak terlalu membuang waktu, Gou Long sekali lagi menelan kedua jenis pil tersebut.


Kristal kaisar yang dipecahkan Gou Long tadi bukan digunakan untuk memurnikannya, melainkan untuk mempercepat pengisian kembali tenaga dalam yang terkuras. Satu dupa terlewatkan … tidak ada dari delapan orang lain yang berbicara, mereka hanya saling menatap satu dengan yang lain.


Sesekali helaan nafas terdengar dari mereka semua. Itu benar-benar lah satu dupa yang penuh dengan keheningan di siang hari tersebut, suasana tidaklah mencekam. Namun, penuh dengan kekhawatiran.


Gou Long membuka mata, ia tersenyum. “Terima kasih, kalian semua mau mendengarkan ku.” 


Saat itu wajah Gou Long telah kembali berwarna, ia tampak sudah lebih segar, tenaga dalam yang juga telah terisi kembali. 


Gou Long menjelaskan pada mereka semua bahwa ia telah bertemu dengan tiga orang manusia raksasa, dah bahkan sempat bertarung sengit dengan salah satu dari mereka bertiga.


Hal paling menekan mereka semua adalah saat Gou Long berkata, “Menurut apa yang aku ketahui dari cara mereka yang terus berada di sisi Rumput Naga Bumi, besar kemungkinan mereka memiliki maksud yang sama dengan kita.”


Semua orang menghela nafas dalam dan panjang, saat semua orang berpikir misi khusus ini akan gagal. “Gou Laote, bagaimana engkau menilai kekuatan ketiga raksasa itu jika kita harus mengeroyok?” tanya Hou Cin Lam, dia masih bertekad ingin melanjutkan misi ini.


“Aku tidak bisa memberikan penilaian. Namun, kalau harus berkata jujur–” Gou Long menghentikan perkataan dan memperlihatkan luka tusukan pedang di paha. “Sebenarnya ini hal yang sangat memalukan untuk diceritakan ….”


Gou Long menarik nafas dalam. “Ini adalah aku sendiri yang menusuk–” lagi-lagi ia menghentikan perkataan, karena itu membuat Huo Cin Lam dan yang lainnya merinding. “Tatapan mata tiga orang raksasa itu, membuat aku tidak bisa bergerak bahkan badan dan otak tidak mau ikut perintah.”

__ADS_1


“Agar aku bisa kembali bergerak, bibir kugigit dengan keras, dan kutusuk paha sendiri, melalui proses ini akhirnya bisa melarikan diri.”


“Benar-benar tekad bertahan hidup yang sangat kuat, mungkin orang lain akan pasrah menerima kematian.” Semua orang di sana berpikir sama, sepuluh titik kekaguman pada Gou Long terpancarkan dalam sorot mata mereka.


Gou Long melanjutkan perkataannya, sehingga memecah kekaguman mereka semua. “Jadi, bagaimana penilaian Huo Twako terhadap kekuatan dari ketiga manusia raksasa itu, setelah Huo Twako mendengar ceritaku ini?”


Huo Cin Lam terdiam lama ….


Hingga akhirnya, ia menghela nafas panjang dan menyesalkan kelemahan sendiri. “Andai aku telah menembus Ranah Kaisar Tahap Menengah … andai kalian semua berhasil meningkatkan fondasi kultivasi dan bisa merasakan gerbang Ranah Kaisar Tahap Menengah,” gumam Huo Cin Lam.


“Sudahlah, mari kita kembali saja, misi ini benar-benar telah gagal.” Huo Cin Lam menekan keinginan hati dengan keras dan berusaha tetap tegar.


Gou Long dapat merasakan kesedihan yang berusaha ditutupi oleh Huo Cin Lam.


Saat semua orang terlihat putus asa, dan beranjak pulang. Secercah harapan diberikan Gou Long.


“Tunggu, Twako dan kawan-kawan lainnya.” Gou Long tidak langsung berkata secara menyeluruh. Ini adalah keputusan berat yang harus dia ambil. Setelah berpikir keras dan bahkan kulit dahinya ikut berkerut. Pemuda itu berkata, “Bagaimana kalau aku bisa membuat itu semua menjadi kenyataan?”


Sekarang, Huo Cin Lam dan yang lainnya menatap Gou Long heran. “Apa dia telah menjadi gila! Seberat inikah rasa putus asa dalam diri Gou Laote?” Mereka semua bermonolog dalam hati.


Apa yang diucapkan Gou Long benar-benar hal yang tidak mungkin terjadi. Bagaimana mungkin Huo Cin Lam bisa segera menembus Ranah Kaisar Tahap Menengah dan yang lainnya bisa mengendus gerbang Ranah Kaisar Tahap Menengah? Ini hal terkonyol yang mereka dengar dari mulut Gou Long.

__ADS_1


__ADS_2