Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 118. Rasa Penasaran


__ADS_3

Sementara itu Gou Long Yang melesat meninggalkan Feng Yueyin dan Leng Kun, bergerak cepat menuju pusat Kota Tian Yu. Dalam perkiraan Gou Long dengan kecepatannya dia akan sampai di pusat kota hanya dalam 3 jam perjalanan, dan bisa sampai kembali di Gunung Teratai tepat tengah malam nantinya.


Gou Long yang bergerak cepat dengan Teknik Memindah Jasad, tepat sampai di Kota Tian Yu seperti yang dia perkirakan, dia berjalan mendekati seorang penjual roti bakpau dengan tujuan bertanya, namun untuk sekedar basa-basi Gou Long membeli dua potong roti bakpau.


“Paman! Tolong tunjukkan arah menuju Paviliun Harta Karun Kota ini!” tanya Gou Long seraya membayar dengan sekeping perak untuk dua potong roti bakpau yang dia beli.


“Tuan Muda jalan saja lurus ke depan kemudian belok kiri ke arah barat di sana akan terlihat gedung paling megah, itulah Paviliun Harta!” jawab si Penjual roti sambil menyerahkan kembaliannya.


“Simpan saja untuk Paman!” ucap Gou Long, siluet bayangannya telah hilang dari sana dan hanya meninggalkan suara lirih yang terdengar di telinga penjual roti.


Gou Long bergerak cepat menuju Paviliun Harta, dia mengeluarkan Token Platinum yang sebelumnya didapatkan dari Paviliun Harta cabang pusat, dan memperlihatkannya pada penjaga gerbang.


Tidak ada dari mereka yang menghalangi jalan masuk Gou Long, begitu juga ketika sudah berada di dalam gedung tersebut, Token Platinum tidak hanya berlaku sebagai tanda anggota VIP, namun juga akan mendapatkan pemotongan harga 5 persen dari setiap barang yang akan dibelanjakan.


Dengan tergesa-gesa, Gou Long memperlihatkan Token Platinum pada pelayan Paviliun Harta, “Sediakan semua barang yang tertulis di kertas ini, harga bukan masalah!” perintahnya.


Dalam kertas itu barang-barang yang tertulis, semuanya berupa batu dan logam yang sangat sukar dicari, batu magnet, batu inti bumi, batu meteor merah dan lain-lainnya, juga termasuk kertas mantra kosong yang terbuat dari kulit siluman kelas ke-1.

__ADS_1


Itu semua adalah barang-barang yang diminta oleh Leng Kun, walau hampir sebagian besar barang-barang tersebut baru kali ini dibaca Gou Long, tapi ia juga mengerti kegunaan barang-barang tertentu lainnya, seperti kertas mantra kosong dengan kualitas yang sangat tinggi, itu biasanya memang dipakai pada pemasangan Array yang akan bertahan untuk jangka waktu yang sangat lama.


Setelah menunggu sekian lama, akhirnya pelayan itu kembali serta menyerahkan cincin berisi pesanan Gou Long, “Semua pesanan Tuan Muda berharga 1000 keping emas, itu sudah termasuk pemotongan persen dari Token Platinum milik Tuan Muda,” pelayan tersebut menjelaskan.


Dengan sedikit keheranan terhadap barang belanjaan Gou Long dari jenis barang-barang langka, dia bertanya penasaran, “Apakah Tuan Muda melakukan persiapan untuk masuk ke portal Tanah Suci Para Pendekar yang akan dibuka sebulan lagi?”


Gou Long yang awalnya tergesa dan ingin segera menyelesaikan transaksinya terpaku di tempat, dia terlalu asyik memikirkan Gunung Teratai sehingga tidak mengetahui berita yang sedang menyebar di pusat Kota Tian Yu. Gou Long menerima cincin penyimpanan belanjaannya.


“Apa maksudmu dengan Tanah Suci Para Pendekar?” tanya Gou Long, penasaran.


“Hamba juga tidak tahu secara jelas Tuan! Hamba hanya sering mendengar desas-desus tentang Tanah Suci Para Pendekar terus menerus menyebar selama 5 hari ini, menurut yang hamba dengar ini adalah tanah bekas pertempuran dahsyat para pendekar 3000 tahun yang lalu, berita lengkapnya kurang jelas.”


Setelah keluar dari sana batin Gou Long tiada hentinya bertanya-tanya bagaimana itu Tanah Suci Para pendekar, berpikir dengan keras dan hanya kemandekan yang dia dapatkan, Gou Long memutuskan untuk masuk ke warung makan, apalagi saat itu hari memang sudah masuk waktu makan malam.


Warung yang di masuki Gou Long ini bukanlah warung besar, pemilik warung tidak memperkerjakan pelayan dan pekerja lain di warung ini, dia mengelolanya sendiri dibantu oleh istri dan dua orang anaknya yang sudah berusia 24 dan 20 tahun.


Walaupun warung ini tidak besar, namun sangat ramai para pendekar dan pelancong yang makan di warung ini, terlebih dari jenis kelamin laki-laki, hal ini tidak lain karena kedua orang anak dari pemilik warung ini cantik-cantik dan sikap mereka yang menggoda. Apalagi pemilik warung juga membiarkan saja sikap anak-anaknya yang centil sebagai daya tarik tersendiri dari warung makannya.

__ADS_1


Gou Long bahkan dapat melihat dengan sangat jelas gaya berjalan kedua putri pemilik warung tersebut, mereka dengan sengaja berjalan lenggak-lenggok menggoyangkan pinggul mereka yang besar dan bulat, serta pakaian mereka yang ketat membungkus dada dan terlihat hampir setengahnya setiap kali mereka mengantar pesanan pelanggan.


Gou Long segera memilih posisi duduk yang paling disukainya, sudut kiri dan dekat dengan jendala sehingga bisa melihat orang yang berlalu lalang di jalanan.


“Paman! Bawakan saja makanan dan arak terbaik yang kalian miliki!” teriak Gou Long.


Tidak lama menunggu putri bungsu dari pemilik warung makan datang mengantar makanan, sehingga tercipta pemandangan yang membuat darah muda melayang menerawang dan menembus awan di depan mata Gou Long.


Di atas meja yang Gou Long tempati segera tersusun rapi, berbagai jenis makanan terbaik dari warung ini, Kari Daging Kambing, Gulai Ayam, Udang Tusuk, dan lain-lain sebagainya, juga sepoci arak terbaik dari Kota Tian Yu.


“Ini pesanan Tuan Muda! Semuanya makanan terbaik dari warung kami.” Ujar Nona Bungsu pemilik warung, suaranya terdengar sangat renyah dan indah, seperti suara para penyanyi yang akan membuat orang mabuk tanpa harus meneguk arak terlebih dahulu.


Beruntungnya Gou Long sudah pernah mendengar suara yang lebih renyah dari suara gadis ini, sehingga nada suaranya terdengar biasa saja bagi Gou Long.(Ch 41. Suara pelempar amgi)


“Tolong isikan arak terbaik ke dalam kendi ini!” pinta Gou Long tepat sebelum gadis tersebut beranjak pergi. Kendi yang diserahkan Gou Long ini adalah kendi Artefak Ranah Surgawi, Gou Long penasaran dengannya, apakah kendi ini yang mengubah arak menjadi sangat harum dan dapat meningkatkan tenaga dalam.


“Baik Tuan Muda! Nikmati hidangannya.” Jawab gadis tersebut lalu beranjak pergi dan melayani pelanggan yang lain.

__ADS_1


Tidak rugi memang ketika Gou Long memutuskan untuk makan di warung ini, hal ini karena keramaian itu sendiri. Sambil menikmati makanannya, samar-samar Gou Long mendengarkan percakapan yang membuat pikirannya mandek sejak tadi.


Dia segera saja memfokuskan pendengarannya, itu adalah percakapan 3 orang yang duduk di meja sudut kanan warung tersebut. Ketiganya tidak menahan percakapan mereka, namun karena banyaknya pelanggan dan hampir semua pelanggan berbicara, suara mereka menjadi samar di telinga Gou Long.


__ADS_2