Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 256. Kemelut Pedang Teratai Salju V


__ADS_3

“Ini berkat pengalaman Junior, Junior ini pernah beberapa kali dikejar-kejar oleh orang lain, dengan alasan tamak pada harta yang kumiliki, Junior menjadi sangat kesal dan sebal pada orang-orang dengan sifat yang sama seperti itu.” Gou Long menanggapi pujian itu sekenanya.


Ia kemudian menunjuk pada si Pengkhianat dari Klan Qiau, “Kalau dia!...” Gou Long tersenyum kecil, “Tanpa dia jelas apa yang ingin kita tanyakan tidak akan berhasil, kita harus bertanya pada mereka saat bersamaan, andai jawaban mereka berdua berbeda maka salah satu dari mereka telah berbohong.”


Kedua orang yang tertotok itu jelas mendengar ucapan Gou Long, sementara pemuda itu sekarang melanjutkan ucapannya sambil menatap mereka berdua, “Kalian berpikir untuk bunuh diri sebelum interogasi dariku berakhir?”


“Ha ha ha… Sebaiknya buang jauh-jauh pikiran itu dari kepala kalian berdua,” Gou Long berjongkok sedikit, ia menyentil keduanya tepat di dahi, “Aku terlalu sering mendapatkan lawan yang bunuh diri saat aku sedang minta keterangan yang aku butuhkan dari mereka, aku punya seribu cara agar kalian tidak bunuh diri.” 


Mengancam seperti itu, ia memperlihatkan wajah kejam, sadis dan mengerikan pada keduanya, senyum yang mengidikkan selalu mengiringi setiap ucapan Gou Long.


Wajah kedua orang yang ditotok Gou Long pucat pias, rencana yang telah mereka susun selama berbulan-bulan gagal total, parahnya lagi, hidup mereka sendiri tidak jelas setelah terjatuh ke tangan pemuda ini.


Gou Long bangkit berdiri, ia berjalan santai lalu menyandarkan punggungnya di salah satu batang pohong peek besar yang ada di hutan tersebut.


Dengan kelopak mata yang sengaja di merem-melekkan, “Patriark Pan! Bukankah sudah lebih dari cukup bagi Patriark terus bersembunyi di sana, kejadian di sini juga sudah Patriark lihat secara menyeluruh, apa Patriark masih belum berniat untuk menyurutkan niat?” teriak Gou Long keras.


Teriakan yang mendatangkan rasa penasaran bagi orang lain. Karena sikapnya yang terlihat santai sambil berteriak seperti itu.


“Patriark Pan, dari pada kembali ke Sekte Lembah Es Utara, bagaimana kalau Patriark ikut berbuat kebaikan dan berkenalan dengan beberapa sahabat dari Daratan Tengah!” Gou Long melanjutkan, minta Patriark Pan keluar saja dari persembunyiannya.


“Ssstt!” 


Siluet bayangan laki-laki paruh baya dengan kulit sebening giok muncul di sana.

__ADS_1


Ia tersenyum kecil, “Pendekar Gou sangat mengagumkan, padahal Patriark ini telah menahan aura dan jejak nafas dengan sangat hati-hati, namun itu tetap tidak mengelabui Pendekar Gou.” Patriark Pan memuji tulus.


Ia juga meyakini kebenaran dari perkataan Gou Long. Sebaiknya niat untuk mengusut lebih jauh perkara menghilangnya Phoenix Es diurungkan saja, pertarungan yang berlangsung hampir dua jam tadi telah ia melihat secara menyeluruh.


Terus-menerus mencari perkara dengan pemuda ini hanya membawa malapetaka pada Sekte atau dirinya sendiri, Patriark Pan tidak menutup mata begitu saja terhadap kemungkinan ini.


Coba mencari-cari alasan, ia tertawa kecil, “Patriark ini kebetulan sedang lewat dan mendengar sedikit keributan berupa dentingan senjata serta suara pukulan, lantas melesat ke sini hanya sekedar ingin mengetahui apa yang telah terjadi.”


Gou Long juga tidak mempermasalahkan hal itu lebih jauh, apa yang terjadi antara ia dan Sekte Lembah Es Utara, cukup ia dan Patriark Pan saja yang mengetahui, tidak harus menyeret orang lain lagi ke dalam sana. 


Gou Long pun cukup menyadari, dengan keberanian Patriark Pan keluar dari tempat persembunyiannya, menandakan ia telah mengurungkan niat memperpanjang masalah dengan Gou Long.


Menunjuk dua orang yang terkapar di atas tanah, “Bagaimana menurut Patriark Pan? Kalau sekiranya Patriark Pan turut andil dalam kehebohan yang akan terjadi di daerah Utara?” Gou Long bertanya.


Ia tersenyum kecil teringat pada setiap tempat yang didatangi atau dimana kemunculannya selalu mendatangkan kegemparan.


“Apa yang Pendekar Gou maksudkan?” samar-samar Patriark Pan tahu apa yang menjadi pangkal dari permasalahan itu, namun secara keseluruhan ia belum terlalu tahu.


“Kita akan mendengarkan penjelasan dari mereka berdua, serta pangkal masalahnya dari orang-orang Klan Qiau ini,” jawab Gou Long singkat.


Gou Long kemudian memperkenalkan Patriark Pan pada orang-orang Klan Qiau. 


Baru kemudian ia menuntut penjelasan lebih lengkap pangkal dari permasalahan ini, sementara kedua orang yang ditotok Gou Long telah ia lepaskan totokan penyiksaan. Dan hanya di totok urat besar, serta mulut yang disumpal agar mereka berdua tidak menggigit putus lidah masing-masing.

__ADS_1


Bagi Qiau Lien menjelaskan segalanya secara jelas bukanlah suatu masalah, namun ia tetap meminta persetujuan dari ketiga Penatua pelindungnya.


Mendapatkan persetujuan berupa anggukan kepala dari mereka bertiga, Qiau Lien mulai bercerita. 


“Hal ini juga baru Junior ketahui baru-baru ini,” Qiau Lien membahasakan diri dengan Junior karena Patriark Pan juga ikut mendengar, dia mengeluarkan Pedang Teratai Salju.


“Whoosshh!” hawa dingin merebak semakin keras, hawa ini sama halnya seperti saat Gou Long dalam mode Transformasi Roh Iblis Salju.


Raut wajah Patriark Pan kagum melihat pedang tersebut, “Pedang yang sangat bagus, melihat sekilas saja, semua seniman bela diri daerah Utara akan berniat memiliki pedang itu, bagi Patriark ini bahkan pedang itu sama berharganya dengan Phoenix Es Suci.” Tanpa sadar ia bergumam.


Semua mata sekejap memandang Patriark Pan, yang dengan segera membuat ia tersadar, “Ah! Maaf! Patriark ini tidak tamak dan berniat memiliki harta orang lain,” ucapnya, sekilas ia melirik ke arah Gou Long, masih ingin mencari tahu apakah benar-benar pemuda itu tidak tahu tentang Phoenix Es Suci.


Gou Long terlihat biasa saja, dengan tampang masa bodohnya, yang membuat usaha Patriark Pan sia-sia saja.


Sambil memegang Pedang Teratai Salju, Qiau Lien melanjutkan, “Sebenarnya saat Patriark Klan Qiau menyerahkan pedang ini pada salah satu putri atau putranya, maka orang itulah yang telah ditunjuk menjadi Patriark atau Matriark generasi selanjutnya dari Klan Qiau…”


“Dan tiga bulan yang lalu tepatnya, Pedang ini mulai bertingkah, ia tidak mau tunduk pada kontrol tenaga dalam Junior, hal ini kemudian Junior ceritakan pada Patriark Klan Qiau…”


Qiau Lien menarik nafas sejenak, “Mari kita duduk saja di atas tanah bersalju, Junior kurang nyaman bercerita sambil terus berdiri seperti ini.” Gadis itu tersenyum kecil setelah mengatakan suatu hal yang terasa konyol bagi seniman bela diri.


Bagusnya orang-orang ini tidak ada yang peduli, Gou Long bahkan Langsung duduk menjeplok begitu saja, Patriark Pan dan yang lainnya ikut menyusul tindakan itu.


Qiau Lien duduk paling akhir, kemudian ia melanjutkan perkataannya, “Menurut Patriark Klan Qiau bukan pedang yang bertingkah, tapi tenaga dalam yang Junior miliki sudah tidak bisa menyaingi tuntutan dari pedang ini, tuntutan pedang ini selalu menyesuaikan dengan Ranah Kultivasi dari si pemegang…”

__ADS_1


“Lantas Patriark Klan Qiau menyuruh Junior untuk kembali berlatih di daerah Utara ini berdasarkan saran dari Paman Pengkhianat itu. Juga karena Junior merupakan calon kuat Matriark generasi selanjutnya dari Klan Qiau…”


“Itulah alasan kenapa Junior ini menempuh bahaya sampai ke daerah Utara. Sementara status dari pedang ini, Patriark Pan sendiri tadi sudah memberikan penilaian bagaimana berharga pedang ini. Apalagi kalau digunakan oleh orang-orang kuat daerah Utara, ini akan menjadi senjata sakral bagi Patriark atau Matriark dari Sekte-sekte kuat.” Qiau Lien mengakhiri ceritanya.


__ADS_2