
Pertarungan dua makhluk unik tersebut dengan ketiga orang tetua dari Sekte Phoenix Suci pun terjadi dengan sengit di sana, Hauri benar-benar terlihat mencolok di dalam gelanggang pertempuran.
Dia berhasil memanfaatkan setiap celah serangan yang diciptakan oleh Siluman Kalajengking, perpaduan keduanya membentuk kombinasi sempurna yang satu bertugas sebagai pendukung, dan yang satu lagi sebagai penyerang utama.
Kemudian, saat intensitas pertarungan semakin meningkat, Hauri mengeluarkan energi murni yang dipadatkan dan berbentuk akar merambat, dengan metode ini kombinasi serangan juga diganti, Hauri yang menjadi pendukung sedangkan Siluman Kalajengking yang menjadi penyerang utama.
Terlebih lagi, akar-akar yang merambat kadang kala muncul dari dalam tanah, itu adalah penyaluran energi yang dilepaskan secara tersembunyi melalui telapak kakinya.
Tiga orang tua yang jadi lawan mereka juga sangat hebat, mereka bertiga sangat baik dalam memobilisasi tenaga dalam dan mengontrol tenaga dalam dengan tepat, status mereka sebagai tetua dari klan besar diperlihatkan dalam pertarungan ini.
Setiap serangan kuat yang dilepaskan Hauri dan Siluman Kalajengking dapat dielakkan dan dibalas dengan sama hebatnya, ketiga orang tua tersebut seperti suatu kesatuan, kerja sama mereka sangat terstruktur membongkar serangan dan pertahanan Hauri ataupun Siluman Kalajengking.
Ketiganya juga memiliki keunikan tersendiri, yang satu pengguna telapak, yang satu pengguna gada besar, dan yang terakhir pengguna pedang pendek.
Serangan-serangan akar rambatan Hauri selalu dapat dipotong oleh si pengguna pedang pendek, sedangkan serangan-serangan yang dilepaskan Siluman Kalajengking juga menemui kebuntuan karena permainan hebat gada yang mengetuk dan mengepruknya tiada henti.
“He he he! Bukankah pesta kalian mandek begitu saja? He he he... Baik serangan akar dari gadis itu ataupun serangan-serangan dari binatang kecil itu tidak bisa menyerang kami!” ejek salah satu dari orang tua itu sambil terkekeh.
Sangat pantas ketiga orang tua itu mengejek dan menyombongkan diri, tapi itu tidak lama. Aura dan momentum tenaga dalam Hauri meningkat, “Sekarang, mari kita lihat apa kalian masih bisa menyombongkan diri!” balas Hauri, sorot mata yang diperlihatkannya menajam.
Berkata seperti itu, permainan jurus telapak dan akar rambatan Hauri berubah, energi murni yang dipadatkannya pun diganti menjadi bentuk pedang. Permainan pedang Hauri yang agak mirip-mirip dengan Jurus Pedang Tarian Peri membuat lawan yang menggunakan pedang pendek kelabakan.
Jurus ini memang mirip, tapi tak sama. Ini adalah Jurus Pedang Peri Suci, “Siluman bau! Kau mundurlah! Hanya mengganggu saja, aku bisa membereskan mereka bertiga sekaligus.” Teriak Hauri, dia merasa tidak bisa mengembangkan jurus pedangnya ketika bertarung dengan pasangan di sampingnya.
Mendapatkan teriakan bernada dampratan seperti itu, Siluman Kalajengking sejenak melihat ke arah Gou Long.
“...” tidak ada jawaban dari Gou Long, yang dia lihat dari anak muda tersebut hanya anggukan kecil.
“Saudari tua merasa sangat kuat, aku patuh pada perintahmu. He he he...” jawab Siluman Kalajengking, terkekeh serak.
Dia meloncat mundur, keluar dari pertempuran dan meninggalkan Hauri yang sedang mengembangkan jurus-jurus pedangnya dengan hebat dan dahsyat.
Mendengar kata ‘tua’ Hauri terlihat semakin panas, amarahnya naik. Dia melampiaskannya pada tiga lawan tua tersebut.
Permainan pedangnya semakin ganas, energi murninya ditingkatkan sebanyak sembilan puluh persen, di antara permainan pedang cepat, dia juga melepaskan sebuah pukulan telapak keras, “Anak manusia yang baru seumur jagung! Coba kalian sambut telapakku!” teriak Hauri, melampiaskan amarahnya.
Swoooosshhh!
__ADS_1
Pukulan telapak yang dilepaskan Hauri terlihat sangat besar dan ganas.
Si pengguna gada bergerak cepat menyongsong pukulan besar Hauri dengan Artefak gadanya.
“Booooomm!”
Bunyi ledakan keras akibat beradu gada dengan pukulan telapak, tanah bergetar debu mengepul tinggi dan menutupi pandangan mata dalam jarak tertentu.
Di luar gelanggang pertempuran.
Gou Long melesat mendekati Siluman Kalajengking lalu mengetuk keras kepala Siluman itu, “Siauw Xiezi! Jangan kau sebut-sebut kata ‘tua’ atau sejenisnya kepada gadis itu, aku tidak bisa menjamin keselamatan jiwamu dari amukannya.”
“Siauw Xiezi/Kala Kecil? Jadi, dia mengamuk karena hal itu?”
Sekali lagi Gou Long mengetuk kepalanya, “Iya! Kaulah yang kusebut dengan Siauw Xiezi. Kau tidak pernah bergaul dengan Siluman Betina? Asal kau tahu saja, mereka itu... Jenis betina, baik dari Ras Manusia, Siluman atau Peri sangat sensitif dengan penyebutan tua dan sejenisnya.” Ujar Gou Long lirih, dia berharap suaranya tidak terdengar di telinga Hauri yang sedang bertarung.
Kepulan debu yang mulai surut memperlihatkan kembali arena pertarungan setelah tadi tertutup debu tebal, Hauri sangat perkasa dan digdaya dengan jurus pedangnya, namun tiga orang tua yang dilawannya juga sangat hebat.
Semua serangan Hauri dapat ditangkis dan dielakkan dengan mudah, mereka juga balas menyerang Hauri dengan serangan campuran dari mereka bertiga.
Berpikir seperti itu, Gou Long turun tangan sendiri.
“Transformasi Roh!”
“Akan kutekan pergerakan mereka dengan Domain Petir! Kau berfokus pada penyerangan yang mematikan.” Ujar Gou Long.
“Jangan menunda! Segera lakukan saja.” Balas Hauri, tangannya terus membagi-bagi tiga kali tebasan cepat disertai hawa pedang pada tiga lawannya.
Ketiga kakek itu mengelak tebasan Hauri dengan mudah, si pengguna pedang pendek dengan sombong berkata, “Aku sangat ingin mencoba Domain Energi milik orang yang baru saja melangkah ke Ranah Surgawi...”
“Mari kita lihat, apakah Domainnya akan bekerja pada kita?” orang tua lainnya memotong ucapan kawannya begitu saja.
“Orang tua celaka! Kalian terlalu banyak omong kosong,” kesal Gou Long.
“Segel Suci! Domain Petir!” dengan munculnya Array besar di atas kepala mereka semua, gelegar guntur hitam segera saja menekan area tersebut. Domain Gou Long sangat berbeda dengan Domain yang dimiliki oleh seniman bela diri Ranah Surgawi lainnya.
“Maaf saja, aku berubah pikiran, kalian boleh mencoba kabur dari binatang jadi-jadian ini,” lanjut Gou Long, menyunggingkan senyum jahat.
__ADS_1
“Segel Suci! Tiga Naga Mini Petir Hitam!” lirihnya, mengakhiri dengan varian baru dari Jurus Segel Suci.
Mengeluarkan jurus tersebut, di bawah Array Besar Domain Petir Hitam yang terus menyambar tiada henti, terbentuk tiga Naga Mini dari petir hitam.
Dengan menggerakkan tangan sedikit, tiga Naga Kecil jadi-jadian itu melesat cepat ke arah ketiga orang Tetua Sekte Phoenix Suci, sangat malang nasib ketiga orang tersebut.
Di bawah tekanan Domain, dikejar-kejar perwujudan Naga dari petir hitam, dan kejaran akar rambatan tenaga dalam Hauri, serta hawa pedang ganas yang tiada henti dilepaskannya.
Seperti ingin berebut pahala saja, Siauw Xiezi juga tidak mau ketinggalan, dia menyemprotkan racunnya ke dalam Array Domain Gou Long, kemudian juga ditambahkan dengan serangan-serangan rahasia dengan jarum dari ekornya.
Lengkap sudah perpaduan serangan yang diterima ketiga Tetua dari Sekte Phoenix Suci. Naga Mini yang dilepaskan Gou Long memiliki prinsip yang sama dengan Jurus Naga Petir Kirin. Binatang itu tidak akan menghilang sebelum mengenai sasarannya.
Terus-menerus menghindar dari serangan gabungan, mereka tidak dapat menghindar serangan Naga Mini, dan serangan rahasia jarum milik Siauw Xiezi.
“Boooomm!”
“Aarrrrgghh” tiga teriakan erangan menahan sakit terdengar, lalu dilanjutkan dengan batuk-batuk kecil.
“Khuk! Khuk! Khuk!”
Bau daging yang terbakar memenuhi udara, dan dapat menggugah selera perut yang sedang lapar. Namun tidak ada seorang pun di sana yang sedang lapar, ini hanya mereka yang sedang bertarung.
Terkena racun, terkena sambaran petir, meridian dan organ dalam ketiga bergolak tak menentu.
Setelah ledakan terjadi, Gou Long dan Hauri tidak tinggal diam, saat sisa ledakan masih memekakkan telinga, kaki ketiga tetua tersebut terikat erat dengan akar rambatan milik Hauri.
Cesss!
Pruuukk!
Pruuukk!
Suara tebasan Hauri memutuskan kepala salah satu dari tetua tersebut, sedangkan dua kepala lainnya, hancur berhamburan dikepruk Gou Long.
Dia segera mengembat cincin penyimpanan ketiga mayat itu, dan meminta Siauw Xiezi untuk kembali ke dalam lengan bajunya. Hauri juga telah kembali ke dalam bentuk tato pedang.
Setelah mengubur ketiganya, Gou Long melesat cepat dan melanjutkan kembali perjalanan yang tertunda.
__ADS_1