
Berikut siluet bayangan lain melesat ke atas platform dan berdiri di samping Gou Long, “Bok Tong Wa! Aku tahu kau terus memata-matai Sekteku dalam beberapa hari ini, lalu sekarang kau kembali berniat mengacau di Asosiasi Alkemis, apa kau pikir hanya kau sendiri orang kuat di Daratan Tengah ini?”
Perkataan itu diucapkan dengan keras oleh Kui Ong Cinjin, dialah yang melesat dan berdiri di sisi Gou Long.
“Ha ha ha!” Kui Ong Cinjin tertawa keras, “Saat di Lembah Gunung Berkabut kau terlihat sangat congkak dengan cara datangmu, sudah lama tulang-tulang tua ini tidak digerakkan sebagaimana mestinya, apa kau berani mengadu beberapa jurus pedang denganku?” lanjut Kui Ong Cinjin.
Tingkah Kui Ong Cinjin dan Kakek Zhou seperti orang telah bersepakat, dan memilih lawan masing-masing, padahal jelas mereka berdua tidak pernah bersepakat, kedua orang ini sama-sama egois dan unik, yang satu raja setan yang satunya lagi si sadis tua.
Namun, saat ini keduanya sama serempak bergerak memilih lawan masing-masing sehingga memudahkan Gou Long.
“Kalian berdua kalau ingin berkelahi jangan di sini, carilah tempat lain!” ujar Patriak Shi, dia ikut naik melesat ke atas platform utama, bersamanya juga ikut It Hong Taysu.
“Sanchai... Sanchai... Lolap akan berdiri sebagai penengah jika proses penobatan ini masih terus terjadi kekacauan!” tegas dan berwibawa ucapan dari It Hong Taysu.
Begitu It Hong Taysu berkata, Bok Tong Wa sadar, orang-orang ini semua memihak Gou Long, akhirnya dia hanya bisa mundur teratur, melesat turun tidak kembali ke tempatnya semula.
Dia langsung meninggalkan halaman Asosiasi Alkemis, tanpa permisi dan tanpa sopan santun, “Tinggalkan tempat ini!” perintahnya kasar pada murid-murid Sekte Phoenix Suci.
Patuh murid-murid Sekte Phoenix Suci segera mengikuti tindakan Patriak mereka tanpa kata-kata.
“Anjing selalu besar mulut, lalu kalah gertak!” teriak Kui Ong Cinjin, mengejek orang-orang Sekte Phoenix Suci yang pergi begitu saja.
Di atas platform, yang berniat mengacau hanya bersisa Tong Kak San seorang, dia masih terlihat sangat tenang seperti orang yang tidak bermusuhan, bahkan setelah menikmati semua drama yang telah terjadi, “Penatua Gou! Apa kau setuju menjadikanku sebagai penguji dari Ilmu Bela Dirimu?” ujarnya tanpa takut dan malu-malu.
Orang-orang yang berdiri di sisi Gou Long tahu dan sadar akan niat tersembunyi dari Tong Kak San, namun karena alasan yang dia kemukakan sangat tepat, mereka tidak bisa menghalanginya, dan hanya bisa menyerahkan semua keputusan akhir pada Gou Long.
Lagi pula apa yang diinginkan tamu-tamu dan para hadirin lain di bawah sana juga ini, pertandingan Ilmu Silat. Mereka jelas sangat ingin melihat kualitas Ilmu Silat dari orang yang berhasil menerobos ke Ranah Surgawi pada usia yang masih sangat muda.
Gou Long juga tahu niat Tong kak San, dia tidak akan mengelak, “Patriak Tong sangat tinggi memandang Junior ini, namun karena Junior ini yakin Patriak Tong akan memberikan keringanan pada Junior ini, Junior bersedia memenuhi keinginan Patriak Tong...”
__ADS_1
Semua yang ada di atas platform tahu ucapan Gou Long ini hanya basa-basi, akan tetapi kedua orang ini jelas tidak akan ada yang mau mengalah.
Berbeda dengan hadirin di bawah yang menganggap Patriak Tong memang berniat hanya sekedar menguji.
“Penatua Gou juga terlalu merendahkan diri, siapa yang tidak tahu Penatua Gou telah berhasil menerobos ke Ranah Surgawi di usia muda? Mengingat itu saja, maka Tong tua yang ini merasa tidak perlu untuk berlaku sungkan pada Penatua Gou.” Balas Tong Kak San.
Kedua orang itu sangat pandai memainkan perannya masing-masing sehingga semua tamu hadirin mengira mereka sama-sama saling menghormati, dan hanya para Patriak atau Matriak Sekte saja yang tahu kenyataan dibalik drama mereka berdua.
“Baiklah! Kalau itu keputusan Patriak Tong, maka bersiaplah! Junior ini akan menyerang duluan,” Gou Long berpaling pada orang lain yang masih ada di atas platform, “Mohon para senior untuk bisa turun sementara waktu!” pinta Gou Long.
Menuruti keinginan Gou Long, mereka semua melesat turun.
Sekarang di atas platform hanya bersisa Gou Long dan Tong Kak San.
“Patriak Tong! Aku akan menyerang, lihat pukulan!” teriak Gou Long, tidak ragu-ragu sedikit pun Gou Long langsung menyerang dengan pukulan Telapak Arhat sebagai pembukaan, tenaga dalam yang dia gunakan sebanyak tujuh puluh persen.
“Whoossh!”
Tamu dan hadirin yang belum pernah melihat Gou Long bertarung kembali keheranan, saat Gou Long meracik pil tadi mereka dengan jelas melihat pemuda itu merupakan pengguna tenaga dalam elemen petir panas, namun sekarang dia juga mengeluarkan elemen es.
Bagaimana mungkin semua keberuntungan jatuh pada satu orang, langit terlalu pilih kasih.
Tong Kak San sangat terkejut, dia tidak pernah membayangkan sebuah pukulan telapak yang berhawa sangat dingin akan dilepaskan pemuda itu, tak ada waktu untuk berpikir dan heran.
Tong Kak San menyambuti dan membuyarkan pukulan telapak Gou Long dengan indah, tanpa berpindah dari tempat ia berdiri, jari-jari tangannya digerakkan di udara dan menggambar beberapa coretan.
Dari coretan itu keluarlah bayangan besar seperti sosok iblis yang membawa hawa sangat panas, dan menyongsong pukulan Telapak Arhat Gou Long.
“Cess!”
__ADS_1
“Boomm!”
Adu pukulan pertama menimbulkan ledakan, platform berderit dan bergetar hebat, mereka berdua sama-sama tersurut mundur satu langkah. Tapi jika diperhatikan lebih seksama, Gou Long tersurut mundur lebih jauh beberapa inci.
Tenaga dalam mereka berdua hanya berselisih sedikit saja.
“Sanchai... Sanchai... Sanchai... Perkembangan Ilmu Silat Penatua Gou ini sangat mengerikan! Dia bahkan sampai memaksa Patriak Tong mengeluarkan Pukulan Api Iblis Ilusinya.” Gumam It Hong Taysu setelah melihat adu pukulan pertama kedua orang di atas platform.
“Aku sudah sangat lama tidak melihat Tong Cebol itu mengeluarkan ilmu tersebut.” Kui Ong Cinjin ikut menimpali.
“Kalian berdua seperti telah sangat mengenal Penatua Gou! Bagaimana awal mula kalian mengenalnya?” Li Lan San ikut bergabung dengan pembicaraan dua orang itu, Matriak Sekte Teratai Biru menjadi sangat penasaran dengan Gou Long. Apalagi karena bocah itu juga orang yang di penujui oleh muridnya.
“Ha ha ha! Matriak Li harus bersiap untuk makan sayur dan nasi putih juga tanpa arak untuk seharian, kalau ingin mendengar seluruh cerita tentang Penatua Gou. Karena aku juga sama butanya dengan Matriak Li, yang lebih lama kenal dengan Penatua Gou, Biksu Tua inilah orangnya.” Kui Ong Cinjin menjelaskan.
Ketiga orang itu terus bercakap-cakap sambil melihat pertarungan yang terjadi di atas platform.
Tersurut satu langkah, Gou Long meningkatkan intensitas serangan, dia meningkatkan penggunaan tenaga dalamnya menjadi delapan puluh persen.
Kali ini suara mencicit dari elemen petir terdengar, dengan menggabungkan Teknik Memindah Jasad dengan pukulan-pukulan cepat tangan kosong dia bergerak dan berpindah-pindah tiada henti mencoba menyerang tiap celah dari Tong Kak San.
Tidak percuma Tong Kak San menjadi Patriak dari orang-orang kate Sekte Awan Berkabut, dia sangat pandai memanfaatkan tubuh kecil serta telapak kakinya yang besar.
Gerakannya cepat dan gesit, melenting-lenting seperti karet, semua pukulan telapak Gou Long dapat dielakkannya dengan mudah. Refleks tangan, kaki dan tubuhnya sangat luar biasa. Tong Kak San seperti memiliki jurus pelunak tulang, dia membalas setiap pukulan Gou Long dengan pukulan dan tendangan, anehnya! Baik tangan ataupun kakinya seperti memanjang.
Sehingga setiap pukulan dan tendangannya bisa menjangkau tubuh Gou Long dengan mudah.
“Buk! Buk! Buk!”
Suara pukulan dan tendang yang masuk dan mengenai tubuh Gou Long dengan telak. Namun itu masih belum bisa merusak tebalnya lapisan tenaga dalam yang mengelilingi tubuh Gou Long.
__ADS_1
“Apa ini? Kenapa pukulannya aneh begini?” pikir Gou Long, pengalaman bertarungnya selama ini belum pernah menjumpai keanehan yang seperti ini.