Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 253. Kemelut Pedang Teratai Salju II


__ADS_3

Gou Long melangkah satu langkah ke sisi salah satu dari tiga orang pelindung Qiau Lien, “Paman! Mereka berdua terlihat sangat aneh, ada apa dengan kedua orang tersebut,” bertanya, ada rasa penasaran yang tak dapat ditahan sama sekali.


“Mereka berdua manusia yang layaknya boneka hidup, tenaga dalam kedua manusia boneka itu lebih kuat dari orang bermarga Sun ataupun pengkhianat dari Klan Qiau-ku.” Dia menjelaskan apa yang diketahuinya pada Gou Long, seraya menunjuk kedua boneka hidup tersebut.


“Ha ha ha...” Orang bermarga Sun tertawa senang, “Mata Senior dari Klan Qiau memang tajam, namun apa yang Senior katakan, hanya sedikit sekali kebenarannya,” menjelaskan, kemudian menatap Gou Long, “Apa adik kecil penasaran dengan mainan hebatku? Orang daerah Utara semuanya baik hati, dan tidak suka membiarkan lawan-lawannya mati penasaran.”


Mereka semua sekarang menatap orang bermarga Sun, termasuk Qiau Peng Bu, rasa penasaran dan ingin tahu juga terbesit di hatinya, sejak awal yang ia takuti dari orang bermarga Sun ini adalah kedua orang yang menjadi mainannya.


“Kedua orang ini juga manusia biasa layaknya kalian semua,” orang bermarga Sun membentangkan kedua lengannya, kemudian ia melanjutkan, “Di Sekte Racun Utara-ku, ada sejenis ilmu yang hanya bisa dipelajari, oleh orang-orang yang sudah mencapai Puncak Ranah Surgawi, Racun Inti Es Pengontrol Jiwa.”


Baru menjelaskan sedikit orang bermarga Sun tertawa terbahak, ”Ha ha ha…” Dia menunjuk dua orang seniman bela diri yang sangat patuh padanya, “Mereka berdua adalah lawanku, aku berhasil meracuni keduanya, dan saat ini keduanya telah menjadi budakku.”


Sontak penjelasan itu mendatangkan rasa takut di hati orang-orang di sana. Namun, raut wajah biasa saja diperlihatkan Gou Long.


“Jadi…” Gou Long tersenyum mengejek, “Kau ingin menggertak aku dengan racun?” tanya Gou Long, ekspresi yang ditunjukkannya mengundang rasa penasaran di hati orang bermarga Sun.


“Karena kau telah berbaik hati, maka aku juga akan berbaik hati padamu, mungkin orang-orang di Daratan Tengah, hanya tahu aku terlalu banyak membuat kegemparan, namun sangat sedikit dari mereka yang mengetahui bahwa aku juga seorang ahli racun.” Gou Long tersenyum semakin lebar, dia melanjutkan, “Bagiku bermain racun bukan hal yang hanya bisa digunakan oleh orang-orang golongan hitam, orang-orang golongan putih juga berhak memakai racun.”


Aneh, bukannya kesal atau marah pada Gou Long, orang bermarga Sun malah menunjukkan ekspresi senang dengan mata berbinar-binar terang, “Menarik! Sangat menarik,” ujarnya, kembali ia menepuk bahu Qiau Peng Bu, “Kenapa kau tidak pernah menceritakan bahwa di Daratan Tengah sana ada seorang pemuda yang semenarik ini?”


“...” Qiau Peng Bu malah berdiri bengong di tempat, dia sendiri tidak mengenal Gou Long, bagaimana mungkin dia mengetahui kisah dari anak muda itu.


“Orang bermarga Sun! Sudah cukup basa-basi yang terjadi diantara kita, bertarung ya bertarung saja. Akan kuperlihatkan padamu aku bukanlah lawan yang mudah kau taklukan,” Gou Long maju selangkah lebih ke depan, menoleh ke belakang, “Lien Cici dan para paman beristirahatlah, pulihkan kondisi kalian! Tidak perlu khawatir, mereka tidak akan bisa menyentuh para Paman dan Lien Cici walau hanya seujung rambut.”


“...” Qiau Lien menganggukkan kepalanya, “Berhati-hatilah! Kalau terjadi sesuatu padamu, Cici tidak tahu harus berkata apa pada Mei ‘er.” Qiau Lien berpesan mengingatkan Gou Long.


Kembali menatap orang-orang yang akan menjadi lawannya, Gou Long tertawa kecil, “Lien Cici tenang saja! Aku juga ingin mencoba beberapa jurus pukulan baru pada mereka…”

__ADS_1


Tanpa aba-aba sama sekali, Gou Long langsung menyerang. Dia menggunakan golok berat, mengayunkan golok tersebut pada orang bermarga Sun.


“Whusshh!”


“Whusshh!”


Angin kuat menerpa mengiringi ayunan dari golok berat Gou Long.


“He he he…” terkekeh senang, “Jiwa golongan hitam lebih mendominasi pada dirimu anak muda!” ujar Orang bermarga Sun, mengelak setiap ayunan golok yang diarahkan padanya oleh Gou Long.


“Kalian berdua! Serang dia!” perintah orang tersebut, dia sendiri mencari kesempatan untuk menyerang orang-orang Klan Qiau yang dijamin keselamatannya oleh Gou Long.


Gerakan Gou Long sangat cepat, ia terus berpindah-pindah tempat, menyerang dan melindungi, kehebatannya terlihat dengan jelas sehingga mendatangkan perasaan jerih pada orang bermarga Sun dan si penghianat dari Klan Qiau. 


“Trankkk!”


Bunyi benturan golok dengan pedang, membuat jarak Gou Long dan dua lawan terpisah.


“Terus seperti ini tidak akan baik, dia berusaha memecah konsentrasiku dengan menyerang orang-orang yang ku jamin perlindungannya,” batin Gou Long.


Pemuda itu menancapkan golok besar di sisi ia berdiri.


“Transformasi Roh!”


Gou Long menggunakan Roh Iblis Salju. Hawa dingin terasa semakin merebak, perawakan Gou Long mendatangkan rasa takut pada semua orang kecuali Qiau Lien.


“Lien Cici! Ketiga Paman! Sementara ini, dengan berat hati kalian Junior kurung sementara waktu, agar fokus Junior bertarung tidak terganggu.” Gou Long mengirim pesan suara yang hanya bisa didengar oleh keempat orang itu.

__ADS_1


Keempatnya terlihat kebingungan.


Dalam beberapa tarikan nafas, Gou Long telah membentuk segel tangan unik. 


“Segel Suci! Domain Es!”


“Segel Suci! Penjara Es!”


Sebentuk penjara es gaib, tebal dan bening layaknya giok kristal es, tidak bisa ditembus pukulan maupun serangan senjata tajam.


Domain dan Penjara Es yang dikeluarkan Gou Long khusus mengurung empat orang yang dia lindungi, ini adalah perkembangan baru dalam Jurus Segel Suci. 


Sebelumnya, Gou Long hanya menggunakannya dalam bentuk penyerangan, selama tiga tahun berkultivasi di dalam ruang kehampaan, banyak pemahaman-pemahaman baru yang ia peroleh dari jurus-jurus yang telah ia kuasai. Termasuk itu memahami Jurus Segel Suci, yang tidak hanya bisa digunakan untuk menyerang, namun juga bisa digunakan untuk melindungi.


Selesai dengan membuat perlindungan kuat kepada orang-orang tersebut, “Nah! Sekarang pertarungan akan menjadi lebih adil, Orang bermarga Sun! Buang jauh-jauh akal licikmu itu.” Gou Long menebak dengan tepat apa yang akan dilakukan lawannya.


“Ha ha ha…” coba menutupi keterkejutan, orang bermarga Sun kembali tertawa keras, ia memuji Gou Long, “Pendekar muda! Cara berpikirmu persis seperti orang golongan hitam, bahkan kau bisa menebak dengan itu apa yang aku rencanakan.”


Mengambil kembali golok berat, Gou Long berkedip cepat, berpindah tempat menyerang salah satu dari dua boneka hidup tersebut.


Tenaga dalam keduanya memang hebat, tepat seperti penjelasan orang bermarga Sun, kedua boneka hidup ini bahkan lebih hebat dari tenaga dalam orang bermarga Sun itu sendiri.


Itu dapat dirasakan Gou Long, dari aura yang keluar dari tubuh dua boneka hidup tersebut.


“Orang bermarga Sun!” Sambil bertarung dengan boneka hidup, Gou Long berkata-kata, “Mereka memang hebat! Lalu bagaimana kalau aku mengirim keduanya ke Dunia antah berantah?” bertanya dan tersenyum licik kala bertarung. 


Mendatangkan perasaan penasaran lainnya dalam diri orang bermarga Sun dan si Penghianat Klan Qiau.

__ADS_1


__ADS_2