
Pertarungan antara Siangkoan Hong dengan Ye Xuan sudah berjalan hampir 50 gerakan, dari saat Siangkoan Hong mulai balas menyerang, Ye Xuan telah sangat terdesak dan hanya bisa bertahan. Dengan menggigit bibirnya Ye Xuan memaksakan diri, dia memacu hawa pedang dan semangat tempurnya, dengan begini Ye Xuan bisa terus bertahan, namun tetap belum mampu untuk balas menyerang.
Udara menderu-deru, Hawa pedang dengan liar menyambar kemana-mana membuat perih kulit penonton yang berada di dekat mereka berdua. Siangkoan Hong terlihat belum serius sama sekali, setiap gerakan pedang hanya asal menebas. Tapi deru angin dan hawa pedang yang keluar menekan Ye Xuan dengan sangat berat.
Pada satu kesempatan pedang dari Siangkoan Hong hampir saja menusuk Ye Xuan tepat di jantungnya, namun seperti dia menahan gerakan dan mempermainkan lawan dengan gerakan tipuan itu. Wajah Ye Xuan sudah sangat pucat oleh gerakan yang dilakukan Siangkoan Hong tadi.
"Hahaha...! Apa keringat dingin mulai memenuhi telapak tanganmu, kuyakin kau dapat merasakan sensasinya, Bukankah begitu? Bagaimana rasanya ketika nyawamu terasa mau terbang karena ujung pedang lawan hampir menusukmu tepat di dada?" Ejek Siangkoan Hong
"Apa kau ingin merasakan sensasinya sekali lagi? Bersiaplah akan kukabulkan... Hahaha, kali ini sensasi dan nyawamu yang melayang akan kau rasakan secara bersamaan." Lanjut Siangkoan Hong dengan memperlihatkan seringai kejam.
Begitu ucapan tadi berakhir dari mulut pemuda itu, intensitas serangan yang dilancarkan pada Ye Xuan juga meningkat, entah berapa banyak tusukan dan goresan pedang yang diterima Ye Xuan dalam waktu yang sangat singkat ini.
Saat itu bekas luka tebasan pedang telah memenuhi seluruh tubuh Ye Xuan. Siangkoan Hong ini benar-benar berlaku sangat kejam. Bau amis darah yang memenuhi udara, memberi rasa mual bagi yang tidak tahan dengan pertempuran itu.
Dia menyiksa Ye Xuan dalam ilmu silat dan tekanan batin, He Fei yang sudah tidak tahan dengan tindakan Siangkoan Hong, lantas mengabaikan tata krama dunia persilatan yang tidak suka bertarung dengan mengeroyok. Dia dengan sigap ikut terjun ke pertarungan.
"Saudara..! Tindakan kejam yang kau pertontonkan tidak pantas dimiliki oleh murid-murid Sekte lurus golongan putih seperti kita, apalagi yang kau aniaya masih sesama murid sekte, maaf akan kuselamatkan kawanku."
__ADS_1
Begitu terjun He Fei tetap tidak lupa untuk memberi peringatan. Dia tidak berlaku setengah-setengah dengan menahan tenaga dalam. He Fei langsung menggunakan tenaga dalam sampai 80 persen dari jumlah tenaga yang dia miliki. Angin tajam segera berkesiuran mengikuti gerakan pukulan He Fei dalam Jurus Tangan Pasir Besi.
Dengan masuknya He Fei ke kancah pertarungan, Siangkoan Hong terpaksa membagi fokusnya tebasan pedang yang sebelumnya ganas selalu mengarah kepada Ye Xuan menjadi tertahan ketika hampir sampai pada orang yang dituju. Itu adalah hasil dari perbuatan He Fei yang menggagalkan serangan Siangkoan Hong.
Siangkoan Hong mengeram marah, "Kau juga harus ikut dengan temanmu menghadap penguasa neraka." Ujarnya.
lalu jurus-jurus ilmu pedangnya ditingkatkan, dia memainkan setiap jurus ilmu pedang dengan sangat serius. Setiap tebasan jitu dan sangat akurat.
Namun demikian, baik He Fei maupun Ye Xuan bukanlah kayu mati sarana latihan yang mandah saja ketika ditebas, mereka jelas pesilat tangguh yang siap mengalahkan Siangkoan Hong. Bagi Ye Xuan yang sudah penuh dengan luka-luka dengan masuknya He Fei ke kancah pertempuran ini, dia seperti Harimau terluka yang tiba-tiba tumbuh sayap.
Semangat bertarung dan mentalnya telah kembali, gerakan-gerakan Jurus Ilmu Pedang Pengejar Roh segera dapat mengimbangi tebas-tebasan cepat dari pedang Siangkoan Hong.
Kombinasi serangan dan bertahan yang dimainkan mereka berdua saling melengkapi dalam meredam serangan dan tebasan pedang Siangkoan Hong.
Pertarungan yang tadinya berat sebelah sekarang menjadi lebih berimbang, Siangkoan Hong menjadi sangat marah dan gusar, dia meraung keras dan berusaha menekan kedua lawannya dengan teriakan itu. Suara raungan keras yang mengiringi sengitnya pertarungan di tempat ini terdengar jauh.
Para petarung sibuk bertarung, para penonton juga terlalu asik menonton pertarungan itu. Bukan karena tidak menyadari, namun mereka terlalu menikmati pertarungan yang sengit itu, padahal saat ini hampir semua peserta yang bertahan telah sampai kedepan pintu keluar Portal Pagoda.
__ADS_1
Tidak kurang dari 45 orang telah sampai ke tempat ini, hanya bersisa beberapa orang lagi yang belum menuju kesitu. Sementara itu pertarungan yang telah berlangsung lama itu telah dihentikan oleh orang lain yang hadir disitu.
Yang menjadi pusat perhatian bukanlah orangnya tapi cara dia menghentikan pertempuran tersebut, boleh dikatakan 80% dari murid-murid yang hadir disini tidak mengenal pemuda yang menghentikan pertempuran itu, baru kali ini mereka melihat murid yang tidak memiliki nama dan latar belakang dari keluarga terpandang bisa mencapai ranah kekuatan seperti itu.
Diawali dengan teriakan yang mengelegar bagaikan suara petir halilintar yang merobek langit dan menggetarkan hati para murid di tempat itu.
"Hentikan Pertarungan....! Berani kalian mempermainkan mereka lagi, akan kupastikan pra kompetisi berakhir hari ini, dan tidak ada lagi turnamen eleminasi, hanya kami berlima yang akan jadi juara."
Begitu teriakan itu berakhir, siluet bayangan berwarna emas menangkis dan menghentikan pertarungan yang sudah terjadi sejak tadi. Disana dalam kancah pertempuran berdiri seorang pemuda tampan dan gagah dengan memegang tongkat emas.
Tongkat emas inilah yang menangkis dan menekan hawa pedang dan berhasil memisahkan para petarung. He Fei dan Ye Xuan serentak menyapa, "Adik Long..!". Begitu juga dengan Hua Mei dan Murong Qiu, "Long Gege..! Akhirnya kau datang juga."
"Selamat bertemu lagi para saudara dan saudari..'' Ucap Gou Long balas menyapa.
Lalu Gou Long menatap Siangkoan Hong, dalam keheranannya Gou Long menegas "Kenapa saudara sangat telanggas, kawanku sampai menderita luka-luka yang sangat parah dan hampir kehilangan nyawa, bukankan ini sudah keterlaluan?"
"Apalagi pra kompetisi akan segera berakhir, sedangkan jumlah peserta yang tersisa sudah sesuai target yang dibutuhkan sekte yaitu tak lebih dari 50 orang, apa saudara tidak percaya aku bisa mengeliminasi kalian semua hari ini?" Gou Long mengakhiri ucapannya.
__ADS_1
"Hahaha.. bicaramu terlalu besar, kau sudah 2 kali kabur dariku, hutang piutang antara kita belum tuntas sekarang sudah berani omong besar di depan orang lain."
Yang menjawab ucapan Gou Long adalah sosok lain yang telah hadir pula disitu, ini adalah Oey Gang, orang yang pernah ditipu Gou Long bukan hanya sekali.