Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 282. Semua Karena Cinta


__ADS_3

“Long ‘er!... Bagaimana kabar ayahmu saat ini? Kau sangat mirip dengannya saat ia masih muda.” ujar Gou Wenzhi lirih, raut wajahnya sedih dan penuh harap.


Gou Long tidak langsung menjawab, ia berkata lembut, “Kakek istirahatlah terlebih dahulu sehari ini, urusan ayah dan bunda besok kita bicarakan kembali… Saat ini Kakek harus berkultivasi dan memadatkan kembali hawa murni yang banyak terkikis selama bertahun-tahun ini.”


Anak muda itu bahkan tidak memberi kesempatan pada Kakek Gou Wenzhi menuntut lebih jauh, Gou Long bangkit dari posisi bersimpuh, naik ke atas ranjang dan duduk di belakang Kakek Gou, “Sekarang cucumu akan membuka beberapa meridian yang tersumbat, dengan ini proses penyerapan hawa murni pasti akan lebih cepat.”


Cepat Gou Long menotok urat-urat penting di pungung Kakek Gou.


Gou Wenzhi patuh dan mulai berkultivasi, Gou Long juga turun dari pembaringan, lalu Kakek Gou mendengar Gou Fei berkata, “Anak dan cucu undur diri, Ayah berkultivasi dengan tenang.”


Satu persatu langkah kaki keluar dari ruangan itu terdengar pelan menjauh dan hilang, meninggalkan Gou Wenzhi yang berkultivasi sendirian.


Sementara itu, Gou Long menyapa Paman Gou Fei di luar, “Paman! Ada hal penting yang ingin keponakan beritahukan pada Paman! Mari kita bercakap-cakap di kamar ku saja,” sopan, Gou Long mengajak.


“Silahkan Long ‘er pimpin jalan.” Gou Fei mengikuti keponakannya ke kamar.


Di dalam kamar, Gou Long mempersilahkan Gou Fei duduk di kursi depan meja tempat ia menulis berbagai catatan selama seminggu ini.


Setelah menuangkan teh dan mempersilahkan Sang Paman minum, Gou Long mengeluarkan bundelan catatan yang ia tulis beserta pil penyembuh dan peningkatan tenaga dalam dari cincin semesta.


“Pil ini paman berikan pada Kakek, mintalah ia meminumnya satu hari cukup satu pil saja,” Gou Long menyerahkan botol giok berisi pil pada Gou Fei. Lalu Gou Long melanjutkan ucapannya, “Dan ini adalah latihan kultivasi serta penyempurnaan Teknik Walet Menunggang Angin milik Klan kita, bahkan saat latihan mencapai puncak, yakinlah anggota Klan Gou bisa melayang di udara…”


Perkataan Gou Long belum berhenti, “Di dalam bundelan ini juga terdapat berbagai teknik pukulan, serta senjata lainnya, juga cara-cara penyulingan berbagai macam pil.” Gou Long menyerahkan bundelan kertas yang telah ia tulis selama tujuh hari ini.

__ADS_1


Gou Fei menyeruput tehnya, ia dapat merasakan aroma dan nuansa perpisahan dari setiap perkataan dan barang-barang baik yang diberikan Gou Long padanya.


“Apakah Long ‘er tidak akan menetap di Klan Gou dan segera akan pergi dari sini?” tanya Gou Fei.


“Iyaa… ada terlalu banyak janji yang belum keponakan tunaikan, dan rasa-rasanya akhir-akhir ini, janji-janji tersebut semakin mendesak saja.” Sorot mata Gou Long memperlihatkan kerinduan yang tidak dapat diukirkan saat ia menjawab dalam samar.


Gou Fei merasa jawaban yang diberikan sang Keponakan sedikit misterius, namun ia tidak menuntut lebih jauh. Kalau memang sang Keponakan berniat menjelaskan pasti akan dijelaskan. Dalam dunia ini semua orang sudah pasti punya rahasia sendiri yang tidak mau ia jelaskan pada orang lain.


Suasana menjadi sedikit hening.


Gou Fei kembali menyeruput teh, andai saat itu ada arak, ia sangat ingin mengganti teh dengan arak saja.


“Baiklah!... Kalau itu sudah Long ‘er putuskan, jadi kapan Long ‘er akan pergi? Paman harap Long ‘er tidak langsung pergi, namun berilah sedikit waktu dan kesempatan pada Kakekmu untuk mengenal dan bercakap-cakap banyak denganmu.” Gou Fei tidak memaksa Gou Long untuk menetap di Klan. 


“Beginilah kita para laki-laki, semakin dikekang semakin memberontak.” Gou Fei berkata dalam hati, oleh karena ini dia tidak akan mengekang Gou Long.


“Iya Paman! Keponakan akan menyediakan waktu seminggu lagi di sini.” Gou Long menarik nafas dalam, lanjutnya, “Keponakan tahu ada banyak musuh yang masih mengincar Klan Gou kita, termasuk orang yang meracuni Kakek masih belum jelas… Namun Keponakan sengaja meninggalkan beberapa Teknik agar Klan Gou kita tetap mandiri, lalu urusan yang belum terselesaikan bisa para Paman selesaikan tanpa campur tangan keponakan…”


“Kemudian, Paman! Ada berapa anggota keluarga yang pernah belajar Alkimia? Selama dua hari kedepan semua anggota Klan yang menekuni bidang Alkimia diwajibkan berkumpul di ruang berlatih, Keponakan akan memberi pengajaran khusus pada mereka semua.” Gou Long mengakhiri ucapannya.


Gou Fei berpikir sejenak, jelas sekali ia sedang menghitung orang-orang yang pernah menjadi murid Alkimia dari Klan Gou, “Tidak terlalu banyak, mereka berkisar sembilan puluh orang.”


“Baik sekali! Jumlah ini sudah lebih dari cukup untuk membuat Klan Gou kaya raya dalam dua tahun hanya dengan menjual pil-pil kualitas tinggi hasil dari penyulingan mereka.” Gou Long berjingkrak gembira, sesaat kemudian dia kembali terlihat sedih, “Paman! Sekarang paman harus menceritakan kenapa Ayah pergi dari Klan, Paman sudah menjanjikannya…”

__ADS_1


Gou Fei, bangkit dari tempat duduk, berjalan ke jendela kamar Gou Long, melihat keluar sepasang burung yang sedang kejar-kejaran di antara pohon-pohon pek yang diselimuti salju.


Menghela nafas panjang, Gou Fei mulai bercerita, “SaudaraTua dahulu merupakan Patriark Muda Klan kita, dia juga pemuda pilih tanding serta orang tercakap di Kota Air Spiritual ini…”


“Sudah pasti banyak gadis-gadis yang terpikat padanya. Namun Han Twako persis seperti sepotong balok es yang dingin, tidak tergoda dengan gadis manapun…”


“Sementara di sisi lain, Daerah Utara ini juga ada segerombolan Perompak yang sangat berkuasa, Ayah dan Tuan Penguasa Kota Saat Itu sangat akur, dan mereka bekerjasama dalam hal menumpas para Perompak…”


“Han Twako dan beberapa orang pesilat tangguh dari kediaman Penguasa Kota dikirim sebagai pencari informasi agar memuluskan rencana tersebut…”


Gou Fei berhenti sebentar, matanya menerawang jauh, ia lagi-lagi menghela nafas panjang, “Mungkin inilah yang dinamakan cinta tidak mengenal usia, rupa atau harta maupun etnis manusia…”


“Tidak ada yang mengira bahwa Pemimpin Perompak itu seorang gadis cantik, tidak ada yang tahu bagaimana proses perkenalan Han Twako dengan gadis itu… Ya! Gadis itu Su Lan Cici…”


Mendengar cerita sampai pada perkataan tersebut, Gou Long termangu-mangu. Ia sendiri sangat mengenal kepribadian Ibunda, andai ia tidak mendengar cerita ini, dia pasti tidak akan berpikir opsi Sang Ibunda dahulu seorang perampok kejam, menurut Gou Long! Ibundanya orang yang paling lembut sedunia.


Namun, kemudian seberkas pikiran unik terlintas di benaknya, Gou Long memikirkan sepak terjangnya selama ini, “Apa mungkin sikap kejam, sadis dan menikmati pembunuhan yang muncul saat aku bertarung dengan musuh-musuhku, ini turunan dari ibu?”


Keringat dingin muncul di tengkuk Gou Long karena pikiran tersebut.


Suara Paman Gou Fei yang melanjutkan ceritanya, memecahkan lamunan Gou Long, “Saat Ayah mengetahui hubungan keduanya, Ayah sangat murka…”


Baik Gou Long dan Paman Gou Fei yang bercerita juga mengetahui alasan dibalik rasa murka Sang Patriark Besar saat itu.

__ADS_1


“Paman rasa, Long ‘er pasti sudah mengerti sebagian besar dari cerita ini…” Lemah, Gou Fei berjalan dan duduk di kursi kembali, menceritakan hal-hal yang mendatangkan kesedihan seperti ini, terasa lebih menguras tenaga jika dibandingkan harus bertarung dengan musuh seharian penuh.


__ADS_2