
Melintasi padang pasir luas, Gou Long juga menjelaskan trik cara melayang terbang pada mereka berdua, dengan landasan kultivasi 140 tahun rasanya ini tidak akan terlalu menguras energi kedua gadis tersebut untuk melayang terbang.
Hal ini sudah dirasakan sendiri oleh Gou Long tingkatan ranah kultivasi kadang hanya jadi acuan kecil, sedangkan yang terpenting adalah fondasi dari kultivasi seorang kultivator.
Sambil belajar serta praktik langsung seperti ini, sensasi dan pengalaman yang dirasakan akan lebih baik bagi mereka berdua, namun sampai akhirnya mereka tiba di lembah kebun herbal tersebut tetap saja mereka belum bisa terbang.
Ya! Teknik itu memang sangat susah, Gou Long saja yang maniak ilmu silat butuh seharian baru bisa menguasai cara terbang, dan itu juga harus diperhalus kembali.
Lembah kebun herbal ini sangat berbeda dengan semua tempat yang sudah mereka jelajahi di Tanah Suci Para Pendekar ini, lembah ini diapit oleh dua bukit indah, serta sebuah air terjun kecil.
Suara gemercik air yang jatuh dari air terjun tersebut sudah terdengar dari kejauhan.
“Hati-hati! Samarkan aura kalian, ada beberapa kelompok yang sudah terlebih dahulu tiba di sini.” Lirih Gou Long yang hanya bisa didengar oleh Murong Qiu dan Hua Mei.
Sejak awal tiba di kebun herbal, Gou Long telah menyebarkan kesadaran spiritualnya sebagai bentuk kehati-hatian. Di antara mereka bertiga dia yang memiliki fondasi tenaga dalam paling tinggi, dan dia juga yang lebih berpengalaman.
Tak ada jawaban dari kedua gadis tersebut, tapi Gou Long dapat merasakan jejak nafas dan aura keduanya menghilang tiba-tiba, wajah Gou Long tersenyum, dia tahu manfaat dari latihan terbang telah memberi perkembangan yang signifikan bagi keduanya.
Hua Mei dan Murong Qiu saat ini bisa menghilangkan jejak nafas sampai pada tingkatan yang sangat tinggi, Gou Long yang ada di samping mereka tidak dapat merasakan jejak nafas mereka.
“Bagus! Kalian berdua telah berhasil melangkah ke tingkatan lain dalam ilmu bela diri, hanya perlu beberapa kali latihan lagi, kalian akan bisa melakukan teknik terbang dengan baik.” Ucap Gou Long, suara lirih yang dikirim dan diredam dengan tenaga dalam.
“Ini berkat petunjuk dan sumber daya yang Long Gege berikan, kami berdua sudah pasti hanya bisa bermimpi untuk memiliki sumber daya yang melimpah seperti itu.” Sindir Murong Qiu, gadis ini hampir di setiap kesempatan menggoda Hua Mei dan Gou Long. Dia berkata dengan nada suara yang sangat lirih.
Hua Mei tersenyum mendengar sindiran dari Murong Qiu, senyuman yang tidak lepas dari sudut penglihatan Murong Qiu, “Aihh!... Sungguh cinta yang hanya bersumber pada sumber daya yang melimpah, seandainya Long Gege semiskin Senior Fei, kuyakin tidak akan ada cinta di sini. Hi hi hi...” sekarang Hua Mei lah yang terkena godaan dari Murong Qiu.
__ADS_1
“Cici! Kalau kau terlalu sering menggoda, posisi kita akan ketahuan, percuma saja kita menyembunyikan aura sejak tadi.” Lirih Hua Mei, mengingatkan.
“Iya! Iya! Cici hanya bercanda, lihat! Wajah Mei ‘er, baru sedikit Cici goda sudah merah begitu. Hi hi hi...”
Gou Long terus mengulum senyum menikmati candaan kedua gadis itu, “Sudah cukup! Mari kita terus mendekat, tidak ada aura kekejaman dari mereka. Gege yakin ini adalah kelompok para Alkemis bau pil ini dapat kucium dengan jelas,” ujarnya.
“Dan yang lainnya dari Klan besar, ini adalah aura dari orang-orang Klan Ouyang, dan ini adalah aura dari murid It Hong Taysu, Huan Tay Seng adanya...” lanjut Gou Long, ekspresinya terlihat seperti orang yang sedang mengingat dengan keras.
“Mari kita bergerak dan melihatnya langsung! Mei ‘er penasaran apakah Gege sudah sehebat ini, bisa mengingat aura dan bau pil dengan jitu!” ujar Hua Mei, menarik kembali aura yang ditekan sejak tadi, dan terus melesat ke depan.
Murong Qiu mengikuti tindakan Hua Mei dan meninggalkan Gou Long yang sedang berpikir keras di belakang, tidak tampak ketergesa-gesaan dari setiap gerak ilmu meringankan tubuh Gou Long.
Hua Mei dan Murong Qiu yang melesat cepat beriringan lantas dapat melihat di kebun herbal tersebut, sudah ada 3 kelompok dan 1 seniman bela diri yang tidak berkelompok, setiap orang itu terpisah 10 tombak dengan orang lain.
“Hati-hati!”
Suara teriakan Gou Long terdengar. Hua Mei dan Murong Qiu menghentikan gerakan mereka, berpaling pada Gou Long dengan tatapan mata penuh keheranan.
“Lihat! Mereka tidak bergerak, seperti menunggu sesuatu, sebelum benar-benar bisa bergerak. ini seperti ada interval waktu yang mereka tunggu.” Siluet bayangan Gou Long sudah datang menyusul dan menjelaskan situasi yang terjadi di kebun herbal tersebut.
Kebun ini sangat luas, itu seluas satu mil, dengan herbal yang tumbuh berbagai corak dan tingkat pertumbuhan yang sangat tinggi, sorot mata Gou Long memancarkan cahaya kegembiraan, beberapa herbal yang berusia ribuan tahun dan itu dikenalinya terlihat di kejauhan sana dengan warna mencolok.
Tapi ia tidak bergerak, tetap berdiri di sisi Hua Mei dan Murong Qiu, mencoba memahami situasi yang terjadi di tempat ini.
Mendengar peringatan Gou Long, Hua Mei dan Murong Qiu saling pandang sesaat, mereka patuh, tidak melangkah lebih jauh dan mengedarkan kesadaran spiritual, ingin mengetahui keanehan dan rahasia dari kebun herbal ini.
__ADS_1
Perilaku yang berbeda diperlihatkan Gou Long, walaupun dia masih tetap berada pada posisi semula, namun ia terlihat berperilaku aneh dalam penglihatan Hua Mei dan Murong Qiu.
Tanpa berkata-kata, Gou Long berjongkok kemudian dia menempelkan telinganya ke tanah, jeda sesaat kemudian dia malah mencium-cium bau tanah tersebut.
“Apa yang Gege lakukan?” Hua Mei bertanya, rasa penasaran akan tingkah Gou Long tidak dapat di tahannya.
“Pertumbuhan herbal di sini sangat tidak wajar, padahal pola Array pada kebun ini sangat biasa dan tidak ada istimewanya sama sekali, namun tingkat pertumbuhan herbal bisa mencapai ribuan tahun hanya dalam beberapa tahun saja.” Jawab Gou Long menjelaskan.
“Benarkah demikian?” Murong Qiu ikut menimpali penasaran.
“...” Gou Long tidak menjawab, namun ia memotong salah satu dahan herbal yang tumbuh di sisi mereka, kemudian menanam dahan itu sembarangan saja, dalam 10 menit, dahan itu langsung berakar dan mulai tumbuh daun-daun kecil.
“Ini lihatlah! He he he...” jawab Gou Long.
Saat itu fokus mereka kembali teralihkan karena kelompok orang-orang yang sedang berdiam beberapa saat tadi telah bergerak.
“Mari kita mendekat dan bergabung dengan Saudara Huan!” ajak Gou Long. Dia langsung bergerak cepat ingin memperoleh informasi dari Huan Tay Seng tentang tempat ini.
Murong Qiu dan Hua Mei ikut menyusul cepat di belakang Gou Long.
Kedatangan mereka bertiga sejak awal juga tidak lepas dari penglihatan orang-orang yang sudah berada di sana terlebih dahulu.
Huan Tay Seng bahkan dengan sengaja menunggu kedatangan Gou Long dan tidak beranjak dari tempatnya begitu ia melihat Gou Long dari kejauhan.
Tindakan seperti itu juga dilakukan oleh anggota Klan Ouyang, itu karena Ouyang Shilin mengetahui serta mengenal Hua Mei dan Murong Qiu yang sebelumnya pernah dia lihat di rombongan Klan Hua.
__ADS_1