
Di bawah todongan banyaknya ujung pedang, tombak, dan artefak lain serta tekanan tenaga dalam dari ratusan lebih seniman bela diri, Gou Long berdiri tenang di atas tanah bersalju.
Melihat ke atas langit yang terus menjatuhkan bunga-bunga salju kecil. Gou Long seperti orang yang menyesalkan setiap pilihan manusia yang tidak pernah sadar dan masih tetap tamak pada harta benda milik orang lain.
“Hemm! Siapa yang tidak ingin mati, silahkan keluar dari barisan pengepungan! Nyawa kalian tidak akan berakhir di sini.” Ucap Gou Long, memberikan sedikit keringanan pada prajurit Mansion Kota.
Sekian lama menunggu, tidak ada tanggapan dari para prajurit maupun seniman bela diri lainnya.
Mereka lebih takut pada Sang Penguasa Kota dibandingkan Gou Long, “Memangnya siapa kamu? Kenapa kami harus patuh pada orang yang tidak kami ketahui? Sedangkan Tuan Penguasa Kota sudah jelas akan berlaku kejam pada kami jika kami tidak patuh padanya.” Pikir mereka semua.
“Aihh! Sekali lagi salju putih bersih ini akan digenangi darah merah dari orang-orang tidak pernah sadar diri.” Gumam Gou Long.
Menanggapi gumaman dan ucapan Gou long, Gu Chuisan mencibir, “Yang pasti darahmulah pertama kali akan mengenangi salju ini!...” menjeda kata sesaat, “Ckckck! Sudah mau mampus masih sok mempertahankan pil tersebut, Penatua Gou jangan terlalu yakin dengan kepandaian sendiri yang masih cetek.” Diiringi decak lidah, Gu Chuisan merendahkan kemampuan Gou Long.
Orang ini benarlah tidak tahu kemampuan Gou Long yang sebenarnya, saat terakhir bertarung dengan Gou Long, dia belum sempat melihat Teknik Transformasi Roh.
Lalu saat penobatan Gou Long, kekalahan yang diterima Tong Kak San dalam pikiran mereka seniman bela diri kawakan, itu hanyalah kecerobohan Tong Kak San, bahkan Tong Kak San belum sempat mengeluarkan jurus-jurus terbaiknya.
Siapa yang tidak tahu? Tong Kak San adalah Maha Guru Teknik Ilusi di Daratan Tengah ini, wajar saja Gu Chuisan menganggap kekalahan Tong Kak San karena adanya unsur kecerobohan.
Gou Long mengabaikan ucapan Gu Chuisan, “Transformasi Roh!” terdengar lirih suara ucapan jurus yang keluar dari mulut Gou Long, hampir tidak ada yang mendengar, hanya dua orang prajurit di sisinya yang mendengar ucapan itu.
Seniman bela diri dan prajurit-prajurit lain merasakan perubah cuaca yang terjadi mendadak, dingin salju tergantikan dengan panas yang membakar kulit, wujud Gou Long berubah, wajah yang mulus saat ini telah penuh dengan jambang bauk tebal serta telinga yang meruncing, ini adalah Transformasi Roh Serigala Bulan.
__ADS_1
Seiring dengan Transformasi Roh, petir hitam mengelilingi dan terus berputar membentuk armor tenaga dalam tebal dan pekat di sekujur tubuh Gou Long.
“Apa yang terjadi dengan keparat ini? Kenapa rambutnya tidak memutih kali ini, tapi ini lebih mirip seperti hewan buas!” Pikir Gu Chuisan, sedikit terkejut dengan perubahan yang terjadi pada Gou Long.
Tidak mau terbuai dengan pola pikir, Gu Chuisan melepaskan pukulan khas miliknya, “Huft! Buat apa kalian terpukau dengan keparat itu, serang dia! Keparat rasakan dulu Pukulan Telapak Hantu!” Dia memimpin bawahannya yang lain menyerang Gou Long.
“Whosshh!”
“Whosshh!”
Selain pukulan yang dilepaskan Gu Chuisan, dua belas pukulan lain juga ikut menyambar ke arah empat orang yang ada ditengah-tengah kepungan.
Ding Jia Li, memasang kuda-kuda tempur yang kuat menyambuti pukulan-pukulan yang menghampiri mereka, niatnya untuk mengurangi tekanan tenaga dalam yang akan menghantam mereka.
Usaha Ding Jia Li terasa sia-sia saja, gerakan tangan Gou Long lebih cepat membentuk segel unik, “Segel Suci! Domain Petir Hitam!” jurus kuat ini dikeluarkan dan tercetaklah Array bulat besar di langit dengan radius tiga puluh tombak.
Selesai membuat Domain Kuat, Gou Long bergerak cepat berkedip-kedip dua belas kali, kecepatan kilat memanglah kecepatan tercepat, tidak dapat diikuti mata kepala, dua belas pukulan itu telah dibuyarkan Gou Long.
Kembali ke tempat semula berdiri, melepaskan tonjokan tangan kosong dengan menggunakan salah satu dari Jurus Tiga Belas Pukulan Penghancur Tulang, Gou Long menyambuti Pukulan Telapak Hantu yang dilepaskan Gu Chuisan.
“Dhhuuarr!” ledakan keras menggetarkan tanah dan rumah-rumah penduduk di sekitarnya salju berhamburan jatuh dari atap-atap rumah penduduk mengikuti getaran yang terjadi karena ledakan tersebut. Semua pukulan yang di arahkan pada mereka berempat telah buyar seutuhnya.
Apa yang dilakukan Gou Long ini sangat lah cepat, seniman bela diri dan para prajurit Mansion Kota yang ada di area Domain Gou Long hanya melihat bayangan tubuh Gou Long berpindah-pindah cepat dan membuyarkan setiap pukulan.
__ADS_1
Sebagian dari prajurit takjub untuk sesaat, “Apa yang kalian lamunkan! Serang dia!” kembali teriakan dari Tuan Penguasa Kota Membuyarkan perasaan takjub yang sempat muncul dihati mereka.
“Huft! Kalian tidak memilik kesempatan.” Ucapan Gou Long terdengar. Orangnya telah menghilang dari pandangan mata, dia menyerang secara acak, memilih contoh awal yang akan dijadikan sebagai pemukul mental para prajurit dan seniman bela diri lainnya.
“Trangg! Brukk!” dua suara ini terus terdengar sebanyak tiga puluh kali. Dari sela-sela lubang jendela, para penduduk Kota Tian Yu melihat pembantaian sepihak, mereka tidak melihat siapa yang membantai. Hanya selama lima tarikan nafas, tiga puluh orang prajurit mansion kota, terus berjatuhan dengan kepala hancur berhamburan, helm prajurit yang mereka pakai gepeng tidak berbentuk.
Lima tarikan nafas selanjutnya, tiga Pukulan Telapak Arhat panas berwarna hitam serta menggelegar keras, susul menyusul menyambar cepat ke arah dua puluh lima orang seniman bela diri Puncak Ranah Langit.
“Whosshh!”
“Whosshh!”
“Whosshh!”
Ketiga Pukulan telapak itu dengan telak menyapu semua seniman bela diri, mereka tidak punya kesempatan untuk mengelak, karena Gou Long melepaskan pukulan itu dalam jarak yang sangat dekat dengan mereka.
Beramai-ramai mereka menyambuti pukulan dari Gou Long, “Tuan Penguasa Kota! Bantu kami, pukulan ini terlalu berat!” teriak salah satu dari dua puluh lima seniman bela diri itu, meminta bantuan dari Gu Chuisan.
Gou Long sendiri telah kembali berdiri di tempat semula sambil menyunggingkan senyuman kesadisan, seakan-akan menikmati apa yang telah diperbuatnya hanya dalam sepuluh tarikan nafas tadi.
Wajah prajurit yang tidak menjadi korban Gou Long pucat pias. Rasa takut mulai menghampiri hati mereka.
Dua orang prajurit yang masih tertotok dan menjeplok di atas tanah di sisi Ding Jia Li sudah sejak tadi merasakan ketar-ketir di hati, bau pesing tercium dari bawah celana mereka berdua. Tanpa sadar mereka telah ngompol di tempat.
__ADS_1
Di saat bersamaan, “Dhuarrr!” ledakan keras kembali terjadi akibat adu pukulan yang terjadi antara dua puluh lima orang seniman bela diri yang dibantu Gu Chuisan menyambuti pukulan yang dilepaskan Gou Long.
Sepuluh orang yang berdiri paling depan tumbang, dengan darah meleleh dari lubang telinga, mata, hidung dan mulut mereka. Nyawa mereka telah melayang seiring tumbangnya tubuh ke atas tanah, sedangkan lima belas orang bersisa lainnya, terlempar sepuluh langkah ke belakang, dengan wajah memucat serta lelehan darah terlihat di sela-sela bibir.