
Permainan pedang dan hawa dingin itu semakin meningkat saja, rumput-rumput di dan tumbuhan di halaman berlatih ikut membeku, tanpa sadar Han Zhong bergumam, “Permainan pedang Nona Feng meningkat dengan pesat semenjak memakai pedang itu, baik pedang dan orangnya saling mengikat, entah jenis tubuh spesial apa yang dimiliki Nona Feng.”
Gou Long dapat mendengar gumaman lirih itu, Gou Long hanya tersenyum di muka, dalam hati berkata “Dia tidak memiliki tubuh yang spesial, kalian tidak akan pernah tahu kalau dia memiliki darah Phoenix sejati.”
“Ilmu pedang yang bagus! Tapi sayang yang memainkannya masih di Ranah Bumi tahap akhir, rupanya Guild Alkemis daerah selatan hanya begitu saja, baik Ilmu Alkimia dan Ilmu Silat biasa saja, sungguh memalukan! Bisanya merepotkan orang lain saja.. Huuufft!”
Terlalu asyik melihat dan menikmati permainan pedang dari Feng Yueyin mereka semua tidak sadar dengan kehadiran orang lain di sana.
Suara cemoohan dan ejekan itu diperdengarkan oleh seorang pemuda yang sedang duduk di atas gerbang pintu masuk area kamar tamu Asosiasi Alkemis sambil mengayun-ayunkan kaki, di samping pemuda itu juga duduk manis seorang gadis yang terlihat lebih muda dari pemuda itu.
Mendengar ejekan itu Feng Yueyin menghentikan gerakan latihan pedangnya, saat itu semua orang yang sedang menonton permainan pedang Feng Yueyin juga ikut melihat ke arah datangnya suara.
Dengan sekilas pandang saja Gou Long dapat mengetahui mereka berdua di Ranah Kultivasi Ranah Langit tahap puncak. Baik si Pemuda ataupun si Gadis terlihat sebaya dengan Gou Long.
“Gege salah! Ilmu pedangnya biasa saja, pedang yang digunakannya termasuk pedang dengan kualitas Ranah Surgawi,” bantah gadis di samping si pemuda.
“Aku tidak mau berbicara lagi dengan Gege, kalau Gege tidak punya sopan santun pada tamu!” gadis tersebut merajuk, kemudian melanjutkan ucapannya, “Tapi kuingin juga memegang pedang yang indah itu.”
Begitu perkataannya berakhir, siluet bayangan gadis itu menghilang dari atas gerbang pintu, lalu terlihat dua kali gerakan tangannya di tempat Feng Yueyin berdiri, pedang di tangan Feng Yueyin telah berpindah ke tangan si gadis.
“Maaf saudari aku juga ingin memainkan beberapa jurus dengan pedang ini.” Ujar gadis itu.
__ADS_1
Feng Yueyin ingin merebut kembali pedang tersebut, namun dia sadar gadis di hadapannya dengan sangat mudah merebut pedang di tangannya, kemudian perkataan dari gadis itu yang hanya ingin mencoba bermain jurus pedang dengan pedangnya juga menahan gerakan Feng Yueyin. Lagi pula, Gou Long yang merupakan pemilik pedang saja tidak bergerak dan membiarkannya begitu saja.
Gou Long memang sengaja tidak bergerak karena ingin membuktikan kebenaran ucapan dari Manager Gong bahwa pedang itu terlalu memilih-milih pemegang yang cocok, sampai hari ini pun Gou Long sendiri belum pernah menguji pedang itu sendiri, hanya Feng Yueyin lah yang baru saja mencoba pedang tersebut.
Gadis itu mulai mengalirkan tenaga dalamnya ke dalam pedang, dan mulai bersiap-siap memainkan jurus pedang yang dia pelajari, namun tiba-tiba saja ada getaran keras dapat dirasakannya di lengan yang memegang pedang.
“Aneh! Ada apa dengan pedang ini? Kenapa terjadi penolakan seperti ini?” batin gadis tersebut berkata.
Namun, dia tetap memaksakan kehendaknya dan menambahkan aliran tenaga dalam ke dalam pedang. Seperti tidak mau mengalah, pedang tersebut memberontak semakin keras. Hawa dingin yang lebih keras dari tadi memancar dari dalam pedang, tangan gadis tersebut yang memegang pedang mulai ikut membeku dan mengeras terus naik ke siku.
Si pemuda yang duduk di atas gerbang melesat ke arah gadis, niatnya ingin menyelamatkan si gadis dari pembekuan cepat. Namun dia kalah cepat dengan orang lain di sana.
Itu adalah Gou Long yang bergerak cepat, menotok lengan gadis tersebut dan menghentikan aliran tenaga dalam gadis itu. Dia juga melelehkan kembali lengan yang membeku dengan sedikit aliran tenaga dalam panas petir miliknya.
Feng Yueyin dengan patuh mengambil kembali pedangnya, sementara Gou Long juga sudah bergerak menjauh dari si gadis, “Kau bisa mengurus sendiri sisa pembekuan di lenganmu.” Ujar Gou Long sambil melesat ke tempat semula.
“Sungguh berbahaya! Telat sedikit saja aku akan mati membeku seluruh tubuh!” ujar gadis itu dengan raut wajah pusat pasi, tangan kirinya terlihat sedang mengurut-urut lengan kanan yang tadi membeku.
Kemudian dia berbalik dan menghadap Gou Long, “Aku Yu Yihua, Terima kasih banyak, Senior sangat sigap bergerak dan menolong di saat-saat genting.” Gadis tersebut langsung membahasakan dengan senior pada Gou Long yang telah menyelamatkannya, dia juga memperkenalkan namanya.
“Perkenalkan Aku Gou Long, hanya hal kecil, saudari Yu tidak perlu berterima kasih dan tidak perlu membahasakan senior atau junior.” Jawab Gou Long singkat.
__ADS_1
Gadis itu kemudian berbalik menghadap Feng Yueyin, “Yu Yihua memohon maaf pada saudari karena kekasaranku yang merebut pedangmu secara mendadak!” dia meminta maaf dengan tulus pada Feng Yueyin.
Si Pemuda yang sudah berdiri di samping si gadis juga ikut berkata-kata, “Aku Yu Jiang, maafkan sikapku yang kurang ajar, aku sangat menyesal dengan kata-kata yang kuucapkan sebelumnya.” Permintaan maaf dari si pemuda terlihat tulus, ini tertera dari sorot matanya yang penuh dengan penyesalan.
Tindakan dari Yu Jiang yang meminta maaf bukanlah tanpa alasan yang logis, dia merupakan pemuda yang cerdas, dalam sekali lihat ketika adiknya Yu Yihua yang mencoba memainkan pedang tadi, Yu Jiang dapat melihat penolakan dari pedang itu, kemudian hawa dingin yang dipancarkan pedang membuat lengan adiknya membeku.
Yu Jiang berpikir, “Pedang yang sangat hebat! Yu Yihua yang di Ranah Langit tahap puncak tidak bisa mengontrol pedang itu, sedangkan gadis yang sebelumnya memainkan pedang dengan jurus yang biasa-biasa saja, dapat mengontrol dan tidak mendapatkan penolakan dari pedang,”
“Yang lebih hebat tentu pemuda yang memperkenalkan diri dengan nama Gou Long tadi, gerakan berpindah dan totokan titik akupuntur yang diperlihatkannya sangat jitu, padahal ranah kultivasinya setingkat di bawahku, rombongan ini jelas bukan orang-orang biasa.”
Karena berpikir seperti itu, Yu Jiang dapat mengubah sikapnya dalam sekejap, sifat arogan yang sebelumnya diperlihatkannya menghilang begitu saja.
“Tidak masalah karena sebelumnya tidak mengenal, merupakan hal yang wajar untuk saling bersikap sombong dan angkuh, memang begitulah adanya dunia kultivator yang kuat akan selalu menginjak yang lemah, Perkenalkan aku Suma Xiulan, mohon saudara Yu untuk tidak memasukkan ke dalam hati.” Suma Xiulan yang langsung menjawab dengan sindiran halus, karena dia tahu Feng Yueyin pasti tidak tahu cara untuk balas menyindir.
Dan benar saja, Feng Yueyin menyambung ucapan dari Suma Xiulan dengan polosnya, “Lupakan saja saudara Yu! Memang ranah kultivasiku yang masih rendah, Junior Feng Yueyin akan sangat berterima kasih kalau saudara Yu Juga memberi nasehat ilmu pedang pada junior.”
Karena orang yang mereka singgung berhati besar, kedua kakak beradik itu akhirnya ikut bergabung dan menonton latihan pedang Feng Yueyin, mereka juga ikut berkenalan dengan Chung bersaudara dan Han Zhong.
Ketika hari sudah mulai gelap, kedua kakak beradik itu malah memanggil pelayan ke sana lalu mengatur meja makan dan minum di halaman tersebut, perkenalan karena ejekan kemudian berakhir dengan persahabatan dan pesta kecil-kecilan di taman berlatih tersebut.
Kedua kakak beradik itu merupakan murid dari Wakil Ketua Asosiasi Alkemis, mereka pada awalnya ditugaskan oleh guru mereka untuk menyambut rombongan Suma Xiulan, namun kedatangan mereka terlambat.
__ADS_1
Si kakak yang tidak mau ribet, menggerutu ketika diajak adiknya untuk berkeliling dan mencari area peristirahatan rombongan Alkemis dari selatan, ketika mereka mendengar hawa pedang yang mengaum, kemudian meloncat ke atas gerbang lalu melihat permainan pedang yang biasa saja. Si kakak menjadi tidak tahan, lantas dia melepaskan kekesalan hatinya dengan ucapan menghina tersebut.
Begitulah awal kehadiran mereka di tempat itu.