
“Emas, Tanah, Es, Api, dan Angin.” Itulah elemen kelima toya yang dipegang murid-murid Biksu ini, kelima toya ini jelas hasil tempaan Master Artefak Jenius yang berpikir akan ada orang yang membuat barisan dari lima toya ini.
Atau mungkin saja, hasil ide dari Tetua Kuil terdahulu yang berpikir jauh untuk kemajuan kuil suatu saat nanti.
Pertahanan dengan lima unsur seperti itu jelas luar biasa, daya penyerangannya juga tidak kalah hebat.
Unsur Emas, Tanah, dan Es digunakan sebagai pertahanan, sementara dua yang lainnya sebagai elemen penyerangan.
Permainan toya para biksu ini sangat hebat, mereka kadang kala memainkan toya seperti tombak, dengan jurus tusukan. Kadang kala juga seperti gerakan pedang terlihat seperti bacokan. Dan itu tidak dilakukan oleh satu orang, tapi kelima Biksu tersebut bergerak secara bergantian.
Gou Long terus berpindah-pindah, setiap kali mata berkedip saat itu juga tubuh Gou Long telah berpindah tempat. Dia terus mencari ruang kosong dari pertahanan mereka.
Selama itu, tidak sedikit juga serangan yang diterima Gou Long, namun berhasil di elakkan dengan kecepatan gerak tubuhnya yang unik.
Sementara Bun Hong Taysu yang memimpin pergerakan barisan itu, terlihat terus-menerus mengerakkan tangan serta kadang-kadang ujung jarinya menunjuk-nunjuk arah tertentu dengan pola.
Tapi sekian lama melihat sambil bertahan Gou Long tetap tidak dapat memahami pola itu.
Hebatnya! Sambil memimpin dan merangkai pola, Bahkan Bun Hong Taysu sesekali ikut menyerang Gou Long, yang membuat Gou Long menjadi sangat kerepotan.
“Dhhaaaaaaarr!”
“Dhhaaaaaaarr!”
“Dhhaaaaaaarr!”
Bunyi benturan tenaga dalam sudah tak terhitung terdengar.
Begitu juga bunyi benturan pukulan dengan toya.
Dapat dibayangkan 5 orang dengan Ranah Langit tahap puncak dibantu oleh seorang Ranah Surgawi tahap menegah dengan fondasi kultivasi yang luas, menyerang Gou Long dengan sebat.
Apalagi mereka semua adalah kultivator Daratan Tengah, kualitas mereka jelas berbeda dengan Daerah Selatan, baik dari segi kultivasi mereka yang tidak pernah kekurangan aura langit dan bumi.
__ADS_1
Artefak yang lebih bagus, ataupun sumber daya untuk berkultivasi yang lebih melimpah.
Gou Long memang hebat dengan fondasi kultivasi yang luas, tapi mendapatkan serangan dari mereka, dia harus lebih hati-hati, tidak mau terus-menerus tertekan, sambil bergerak dan mengelak Gou Long membentuk segel tangan.
“Transformasi Roh!”
Pada transformasi kali ini yang digunakan Gou Long adalah Roh dari Siluman Serigala Bulan.
Sosok wujud Gou Long mengalami perubahan, tubuhnya terlihat lebih berotot, wajahnya dalam sekejap dipenuhi jambang, telinga sedikit meruncing, serta di dahi tergambar tato bulan sabit kecil, yang mengeluarkan cahaya perak kehitam-hitaman.
Begitu juga dengan kilatan-kilatan kecil yang muncul di sekitar tubuhnya, itu berwarna hitam.
“Sanchai... Itu elemen petir hitam!” tidak hanya It Hong Taysu yang berkata-kata, namun di beberapa sudut juga terdengar ucapan seperti itu.
Banyak dari para biksu yang terkejut melihat elemen petir yang diperlihatkan Gou Long. Dengan bertransformasi Roh, tenaga dalam Gou Long mengalami peningkatan yang signifikan.
Gerakan berpindah-pindahnya juga jadi lebih cepat, daya hancur dari setiap pukulan Gou Long juga lebih besar.
Pertarungan itu sekarang menjadi lebih sengit dan heboh dari sebelumnya, setiap kali terjadi adu kekuatan, getaran yang dihasilkan menggoyangkan bangunan di sekelilingnya.
Sebelum bertransformasi Roh tubuh Gou Long hanya mengeluarkan suara mencicit kecil, saat ini suara yang keluar adalah gelegar keras petir.
Gou Long yang bertambah hebat juga tidak bisa membuka celah ruang kosong dari barisan itu, Bun Hong Taysu sangat hebat memimpin barisannya, dia dapat menyamaratakan tenaga dalam yang keluar dari kelima orang biksu lainnya.
Dan dapat menutupi kekurangan satu dan yang lainnya.
Sementara di luar arena latihan, It Hong Taysu yang melihat setiap gerakan Gou Long yang mengeluarkan suara petir menggelegar, berkata pada Biksu lain yang satu generasi dengannya.
“Lihatlah anak muda itu!...” dia menghela nafas, “Suatu ketika, Guru yang mulia pernah berkata pada lolap,” Biksu yang mendengar ucapannya segera memalingkan wajah dan menatap It Hong Taysu.
“Ketika seorang Kultivator puncak Ranah Surgawi saling bertarung, mereka bahkan dapat merobek ruang hampa hanya dengan satu serangan!”
“Anak muda itu, bahkan belum mencapai Ranah Surgawi, setiap gerak serangannya membawa hawa yang begitu ganas seperti akan merobek ruang hampa, baru hari ini mata lolap terbuka, dan akan mengingat selalu kebenaran dari perkataan Guru yang mulia.”
__ADS_1
Setelah berkata seperti itu It Hong Taysu kembali menonton jalannya pertarungan, mulutnya tiada henti berkomat-kamit, tiada yang tahu apa yang dipikirkan Ciangbunjin itu saat ini.
Biksu lain yang mendengar apa yang dikatakan It Hong Taysu juga mulai berpikir keras menyelam dalam ingatan akan diri mereka sendiri, betapa kerdilnya pemahaman mereka terhadap Ranah Kultivasi.
Pertarungan Gou Long dengan Barisan Toya Lima Unsur sudah berjalan 100 jurus lebih.
Kedua sisi semakin bertarung semakin gagah, namun Gou Long tidak mau terus menguras energi yang akan membuat ia harus beristirahat sampai seminggu lebih.
Lantas Gou Long mengambil inisiatif untuk segera mengakhiri pertarungan ini.
Sambil mengelak dan sesekali membalas serangan Gou Long berteriak keras, “Junior harap Taysu mengingat peringatan yang junior sampaikan sebelumnya!”
“Jurus Pedang Tarian Peri!” teriak Gou Long, karena jurus ini sangat menguras tenaga dalam, dia tidak bisa menggunakan pedang dari pemadatan energi murni, “Pedang Peri Ilusi!” Lirihnya.
Dengan Pedang Peri Ilusi ditangan, pembawaan Jurus Pedang Tarian Peri menjadi sangat hebat, jurus pertama, kedua, ketiga, keempat. Dalam empat jurus itu Gou Long sengaja bergerak ke arah 4 sudut.
Saat ini di empat sudut berbeda telah tercetak bayangan dari Gou Long lengkap dengan pedang di tangan.
Keempat Gou Long bergerak bersamaan menyerang dengan gesit, lincah dan tidak dapat dibedakan, efek magis dari jurus ini segera memainkan perannya. Jantung setiap biksu di sana mulai memacu dengan cepat.
Baik itu yang sedang dalam barisan atau yang sedang menonton, biksu yang menonton karena terlebih dahulu diingatkan oleh It Hong Taysu, segera dapat membentengi diri.
Sementara di gelanggang pertempuran, dengan 4 jurus mereka masih bisa bertahan dengan baik, Gou Long melanjutkan dan memainkan sampai dengan jurus ke 8, dan dengan begitu 8 bayangan Gou Long tercetak menyerang dalam tarian-tarian pedang yang memabukkan.
Barisan yang awalnya tidak dapat dipecahkan, saat ini kocar-kacir saling bergerak sendiri, seandainya ini terus dilanjutkan mereka akan saling bertarung sesama dengan sesamanya.
Gou Long tidak perlu repot-repot untuk memecahnya, para biksu ini bahkan tidak mendengar lagi instruksi dari Bun Hong Taysu.
“Sanchai.... Sanchai.... Sicu muda sudah cukup, Sicu sudah menang!” terdengar bisikan kecil di telinga Gou Long yang dipancarkan oleh It Hong Taysu.
“Tenangkan hati! Tenangkan batin! Agar tak terbuai rasa duniawi!”
Suara lembut dan bergelombang menyadarkan semua biksu yang terbuai dalam jurus Gou Long terdengar bergema dan menekan semua sisa efek magis jurus Gou Long.
__ADS_1
Saat lima Biksu yang memegang toya ini tersadar, mereka ingin menyerang Gou Long lagi, namun siluet bayangan Gou Long sudah tidak ada di depan mereka.