
Rumah makan orang-orang elite itu bergetar keras pasca adu pukulan tersebut. Dari bentrokan itu saja terlihat betapa kontrol tenaga ketiga orang yang bertarung sudah mencapai ahlinya atau puncak dari kontrol tenaga dalam.
Ketiganya terlihat sangat matang dengan tenaga dalam masing-masing. Pada saat adu pukulan itu, hawa pukulan mereka begitu terfokus pada titik serangan yang dituju. Tidak menyebar luas atau pun memporak-porandakan segala macam perkakas yang ada di lantai satu warung makan elite tersebut.
Tepat ketika tinju dan telapak tangan orang-orang itu hampir beradu ….
Namun, semua orang telah melihat muncul sosok lain di antara tiga orang tersebut. Orang keempat ini berperawakan gagah, meskipun rambutnya sudah memutih seluruhnya.
Penampilannya sangat jelas mendatangkan rasa heran di benak semua pengunjung warung elite sekaligus Gou Long dan juga dua orang yang memulai pertarungan dengannya.
“Ha ha ha …” Tertawa lantang, lelaki paruh baya itu mencemooh. “Huft, apa kalian merasa hanya kalian saja yang memiliki kemampuan?”
Berkata seperti itu, salah satu lengan orang tersebut memegang lengan Gou Long erat seperti jepitan kepiting. Sementara dua pukulan telapak yang dilepaskan oleh lawan Gou Long ditahan dengan punggung.
Untuk sesaat, dua telapak itu terlihat seperti mengenai dengan telak padanya. Padahal, itu seperti batu yang dilemparkan ke dalam lautan.
Gou Long sendiri merasa terkejut, setelah dahulu pernah bertemu dengan orang yang menggunakan ilmu pukulan tenaga lembut, kemudian tidak pernah berjumpa lagi. Tapi, di Kota Yuan Long ini, di warung makan elite dia kembali bertemu dengan pengguna jenis tenaga dalam yang sama.
“Kalian benar-benar tidak memberi muka padaku sebagai pemilik warung ini. Dasar para bocah latah.” Setelah perkataan itu berakhir, dengan sangat mudah lelaki paruh baya tersebut menghempaskan Gou Long dan dua orang lawannya dengan gerakan ringan.
Semua orang di lantai satu warung elite tersebut menjadi sangat kagum pada lelaki paruh baya itu.
__ADS_1
Level tenaga dalamnya bahkan tidak bisa diukur oleh Gou Long.
Gou Long menyadari, bahwa di warung ini, pemilik warung bukanlah orang yang tidak bisa diprovokasi sama sekali. Beruntung orang tersebut hanya menghempaskan mereka sedikit dengan kontrol tenaga dalam tinggi dan tidak sampai membuat mereka terluka.
Gou Long mengepalkan tangan di depan dada. Tekanan Kaisar Qi dan Naga ditarik oleh si pemuda. “Maafkan ketidaksopanan Junior. Junior hanya merasa tidak nyaman sejak awal karena ada beberapa orang tamak terhadap apa yang Junior miliki, padahal mereka bisa saja memiliki harta yang lebih melimpah jika dibandingkan Junior.”
Pada saat itu, seraya mengepalkan tangan, Gou Long telah melihat secara lebih teliti, sosok lelaki paruh baya dengan rambut yang memutih semua tersebut memang sangat lah unik.
Dunia Kaisar Peri, di mana orang-orang dan Kultivator pada umumnya dapat menjaga usia dan perawakan serta struktur tubuh tetap awet muda seiring dengan semakin tingginya ranah kultivasi.
Tapi, lelaki paruh baya ini jelas sekali memiliki landasan kultivasi yang sangat tinggi, bisa saja ia berada pada Puncak Ranah Kaisar Agung atau Ranah Kaisar Agung Tahap Menengah. Namun, kenapa ia terlihat telah senja?!
Setelah tiga tarikan nafas menunggu tidak ada tanggapan dari laki-laki paruh baya tersebut, yang didapatkan Gou Long hanya tatapan mata tajam dan menusuk. Akhirnya, ia menyadari ada yang keliru. “Ah, Junior Gou Long, peserta Kompetisi Empat Keterampilan dari Kota Enghiong. Mohon Senior memaafkan kekeliruan Junior dengan memandang Master Tian Long dari Guild Pemburu.”
“Junior juga tidak akan memperpanjang masalah ini dan cukup sampai di sini saja.” Ucapan itu bukan karena Gou Long takut pada laki-laki paruh baya tersebut atau pada siapapun di sana. Dia benar-benar tidak ingin memperpanjang masalah, apalagi tujuan utama Gou Long yaitu menggertak orang-orang yang terus memandang mereka dengan tajam tadi sudah tercapai.
Kemudian, alasan ia menggertak itu juga karena orang-orang terlalu meremehkan Kota Enghiong. Gou Long hanya berniat memberikan sedikit rasa teror akan penindasan kekuatan dari orang-orang Kota Enghiong. Akan tetapi, siapa yang menduga malah orang lain memulai dengan serangan keras.
Meskipun begitu, kehadiran pemilik rumah makan elite itu juga memberikan ruang lain sehingga tujuan Gou Long dengan mudah tercapai. Dengan sedikit perkenalan tadi, para kultivator jelas akan mencari tahu karakteristik peserta lain dari Kota Enghiong.
Melihat performa Gou Long yang kuat, padahal usianya masih sangat muda. Semua orang pasti akan mengulang kaji jenis-jenis kekuatan tersembunyi dari Kota Enghiong.
__ADS_1
Lelaki paruh baya tersebut masih menatap Gou Long tajam. Dia mendapatkan ketulusan dari permintaan maaf si pemuda. “Sudahlah, lupakan saja ...” Lelaki paruh baya itu menjawab Gou Long dengan nada ketus. Sikap mendominasi sangat kental dari kepribadiannya.
Dia berpaling pada dua orang yang menjadi lawan Gou Long. “Bagaimana dengan kalian berdua?!”
Kedua pria itu segera mengepalkan tangan di depan dada. “Kami juga tidak akan memperpanjang masalah ini, kami harap Senior memaafkan sikap lancang kami sebelumnya.”
Lelaki paruh baya pemilik rumah makan elite tersebut, mengangguk ringan. Dia jelas melihat dua orang itu memucat seperti kertas putih, dengan kaki yang berdiri gemetar. Sikap itu jelas sangat berbeda dengan sikap yang di perlihatkan Gou Long. “Apa kedua orang ini mengetahui identitas ku yang sebenarnya?” batin lelaki paruh baya itu.
“Sudahlah, mungkin mereka juga terkejut karena tenaga dalam lunak tadi, ketika mereka menemukan pukulan yang telah dilepaskan seperti masuk ke dalam lautan.” Lelaki paruh baya tersebut melanjutkan bermonolog di dalam hati.
Sebenarnya, bukan hanya Gou Long dan keduanya lawannya saja yang terkejut. Semua orang juga tidak mengerti dan dapat menebak, bahwa pemilik rumah makan elite itu. Kultivator Kuat yang menyembunyikan diri, terlebih lagi karena rambutnya yang sudah memutih semua menandakan itu benar-benar orang yang sudah berusia ratusan tahun.
Tapi, kenapa ia membuka rumah makan elite di Kota Yuan Long ini? Apakah dia memiliki tujuan tertentu? Berpikir seperti itu saja, banyak orang yang merasa degup jantung berdetak kencang dengan sendirinya.
Lalu, sikap yang diperlihatkan telah mengubah persepsi semua orang. Si pemilik rumah makan elite tersebut dengan acuh tak acuh, berlalu dari sana sambil berkata, “Aku bisa melupakan kejadian ini, tapi jika hal tersebut kembali terulang, kalian akan ku tendang dari sini.”
Meskipun gaya yang diperlihatkan acuh tak acuh, itu telah benar-benar berhasil merubah persepsi banyak orang pada dirinya. “Ah, dia kultivator yang baik hati, walaupun sikap yang ia tunjukkan ketus dan tidak peduli.”
Sesaat, suasana di sana menjadi hening ...
“Ku harap kedua kawan jangan bersikap seperti perampok di kemudian hari.” Gou Long memecah keheningan dengan mengepalkan tangan di depan dada. Tanpa menunggu jawaban dari dua orang bekas lawannya, ia langsung melesat ke lantai dua tempat kamar yang telah disewa.
__ADS_1