
Si gadis yang sejak tadi diam saja ikut berbicara ketika melihat rubah putih yang dikeluarkan Gou Long dari balik jubah lusuhnya, “Peliharaan yang sangat imut, bolehkah aku menggendongnya.” Ujar gadis tersebut.
Gou Long menyerahkan Eira pada gadis yang belum diketahui namanya itu, kemudian dia bertanya, “Aku Gou Long, Saudari sendiri? Dan Senior yang itu, bagaimana aku harus menyebutnya?”
Sambil menerima rubah imut yang diserahkan Gou Long, Gadis itu menjawab, “Aku putri dari Suma Kian, namaku Suma Xiulan. Dan beliau adalah Paman Han Zhong, beliau guru yang telah mengajariku ilmu bela diri sejak kecil.” Xiulan juga memperkenalkan sang kusir pada Gou Long.
Gou Long berbalik dan memberi salam pada sang kusir, “Salam kenal senior Han!”
Sementara Suma Xiulan yang sedang asyik mengelus-elus bulu lembut Eira, kembali berkata, “Bolehkan aku meminta pertolongan dari Saudara Gou? Setelah kupikir berkali-kali, boleh dikatakan ini bukanlah permintaan. Tapi lebih seperti saling melengkapi satu sama lainnya,” Dia melirik sang Kusir dan kedua bersaudara Chung yang terlihat menganggukkan kepala.
Suma Xiulan seperti berusaha memastikan apa yang diperkirakannya, “Saudara Gou berpenampilan seperti ini... Menurut perkiraanku saudara pasti sedang menyamar, orang yang sedang menyamar hanya ada dua kemungkinan, pertama sedang menyelidiki sesuatu dan yang kedua sedang dalam pelarian dan menghindar dari sesuatu. Bukankan begitu!” tegasnya.
Keraguan muncul di hati Gou Long, tapi dia tetap menanggapinya, “Tidak salah, Nona Suma boleh melanjutkan...”
“Sejujurnya, tujuan kami adalah Daratan Tengah. Kami sangat yakin, Organisasi Ordo Setan Hitam akan terus mengejar sisa-sisa dari Guild Alkemis yang melarikan diri. Pengorbanan ayah dan senior-senior lain, agar kami bisa melarikan dari Guild Alkemis, tidak boleh sia-sia. Setidaknya kami harus bisa sampai ke Daratan Tengah dengan selamat,”
“Dan saudara Gou sendiri, aku sangat yakin! Saudara saat ini ada pada posisi kedua dari orang sedang menyamar...” Suma Xiulan mengambil jeda.
Dia mendekati Gou Long, dengan lirih melanjutkan perkataannya, “Benarkan! Saudara Gou sedang dalam pelarian, dan juga menghindar dari kejaran orang-orang tertentu! Bagaimana kalau saudara, untuk sementara ini berpura-pura menjadi pengawal kami sampai ke Daratan Tengah...”
__ADS_1
“Semua ini harus ada timbal baliknya, permohonan yang saudari ajukan bisa kuterima. Tapi keuntungan apa yang aku dapatkan dari kerja sama ini? Tanya Gou Long yang memotong ucapan dari Suma Xiulan.
Han Zhong terlihat ingin menjawab, namun gerak tangan dari Suma Xiulan menghentikannya. Chung Munna dan Chung Bau Im juga menyerahkan negosiasi ini sepenuhnya kepada Nona Suma.
“Kalau kami bisa tiba di Daratan Tengah dengan selamat, Asosiasi Alkemis Pusat di daratan tengah pasti akan sangat menghargai saudara, ini tidak hanya dalam bentuk emas dan perak, termasuk sumber daya. Lagi pula coba saudara pikirkan? Mungkinkah mereka akan terus mengejar kami, kalau hanya untuk mencabut nyawa kami yang tidak berharga...”
Tidak salah ketika dia mengambil posisi sebagai orang yang bernegosiasi dengan Gou Long. Tidak hanya dia berhasil menebak kondisi Gou Long secara umum, dia juga menguasai keadaan dengan cepat. Bahkan dia menjelaskan secara detail, hal yang belum Gou Long pikirkan.
Mau tidak mau, Gou Long memikirkan juga terhadap apa yang dikatakan Nona Suma.
“Benar apa yang diucapkannya, Organisasi Ordo Setan Hitam tidak akan mengejar rombongan ini tanpa alasan yang tepat, kalau untuk kerahasiaan, hal ini tidaklah mungkin, tindakan melenyapkan Guild Alkemis secara berterang saja sudah pasti membuat mereka menjadi buah bibir di Selatan ini. Lantas apakah itu?...”
“Nona Suma bisa menjelaskan kenapa mereka tetap mengejar rombongan Nona!” Gou Long menjadi penasaran dengan pangkal masalah ini sehingga dia memperlihatkan ekspresi itu ketika berbicara.
“Resep hasil latihan pembuatan pil yang dimiliki ayahku selama bertahun-tahun juga diserahkannya padaku. Aku tidak tahu dari mana Organisasi Ordo Setan Hitam mengetahui pil-pil yang berhasil diracik ayahku secara rahasia ini, namun saat ini tujuan beliau adalah agar segera pil dan resep tersebut bisa diamankan dan dipelajari oleh Asosiasi Alkemis Pusat.” Suma Xiulan menjelaskan semuanya secara jujur.
Chung Munna dan Chung Bau Im terlihat mengepalkan tangan, mereka khawatir dengan kejujuran Suma Xiulan, hal yang sama juga diperlihatkan Han Zhong. Namun, mereka sudah sepenuhnya percaya pada pilihan Suma Xiulan.
Sudah menjadi hal yang sewajarnya, ketika mereka memperlihatkan kekhawatiran yang besar. Semua orang juga akan berpikir sama seperti mereka, pil yang diceritakan oleh Suma Xiulan ini boleh disebut dengan pil super. Pesilat yang baru mendengar namanya saja akan tergiur, apalagi kalau pesilat mengetahui manfaat dari pil itu.
__ADS_1
“Pil yang menyerap hawa langit dan bumi.” Memiliki satu saja pil ini, kemudian menyimpannya selama bertahun-tahun, bukankah ini sama dengan dua orang yang berkultivasi kemudian hasil dari kultivasi itu diberikan kepada satu orang! Begitulah perumpamaan yang cocok untuk menjelaskan pil itu.
Pesilat mana yang tidak akan tergiur dengan manfaat yang diperoleh dari pil tersebut, maka ketika Organisasi Ordo Setan Hitam mengejar mereka, pasti pil inilah alasan utamanya.
Ekspresi khawatir yang diperlihatkan ketiganya tidak lepas dari penglihatan Gou Long.
“Kalian! Boleh saja tidak percaya padaku. Bagiku pil itu tidak ada harganya, kristal esensi siluman yang kumiliki lebih dari cukup untuk menambah pondasi tenaga dalamku.”
“Penawaran Nona belum memberi manfaat yang berarti bagiku, baik emas dan perak ataupun sumber daya aku tidak membutuhkannya.” Jawab Gou Long.
“Bagaimana kalau aku memberikan 1 pil tersebut untuk saudara Gou.” Tawar Suma Xiulan.
“Hemmm! Kelihatannya menarik, akan tetapi aku juga tidak butuh pil tersebut,” Jawab Gou Long cepat, lalu dia sendiri yang menawar, “Bagaimana kalau Nona Suma mengizinkan aku baca beberapa resap pil karya ayahmu?”
“Wow! Apakah saudara Gou Juga seorang Alkemis?” tanya Suma Xiulan, heran.
“Iya, boleh dikatakan begitu, aku hanya coba-coba meracik beberapa pil di waktu-waktu senggang.” Ujar Gou Long sambil tersenyum.
“Baik! Kalau itu yang saudara Gou inginkan, itu bukanlah hal yang sulit. Saudara boleh membaca semua resep yang saudara inginkan, dengan begini kerja sama kita ini mulai berlaku untuk sementara.” Suma Xiulan mengakhiri percakapan serta menyerahkan rubah kecil imut yang sejak tadi masih di pangkuannya kembali pada Gou Long.
__ADS_1
Eira yang di ambil Gou Long segera naik ke pundaknya, dengan suara lirik melalui tenaga dalam dia berkata pada Gou Long dalam nada mengejek, “Kau sangat pandai! Setiap kali berjumpa gadis cantik, selalu saja menggunakanku sebagai umpan. Hanya karena aku binatang yang imut dalam penglihatan mereka.”
Ejekan itu ditanggapi Gou Long dengan senyuman polos tanpa dosa.