
Itu memang saat kelima kultivator itu menerima batunya. Menanggapi ejekan tersebut, tidak satupun dari sisi Gou Long yang terlihat marah. Bahkan Hua Mei memperlihatkan ketenangan yang sangat sempurna.
Gou Long mengabaikan sikap congkak orang-orang tersebut. “Eira, bagaimana kalau engkau memperlihatkan kehebatan dari ranah kultivasi yang pernah engkau bayangkan sebelumnya, tapi pernah engkau cita-citakan?!”
“Baik, manusia-manusia yang tidak pernah bercermin ini serahkan saja padaku. Akan kuberikan kematian cepat pada mereka semua.” Eira memperlihatkan kepercayaan diri yang sangat tinggi.
“Iya, lakukan saja sesuka hatimu. Tidak perlu menahan diri,” jawab Gou Long santai, dia berjalan dan menggandeng tangan Hua Mei, melonjak ke belakang dalam jarak sepuluh tombak.
Para kultivator liar itu jelas mendengar pembicaraan gadis yang disapa si pemuda dengan sebutan Eira. Tapi, mereka meremehkan Gou Long dan Eira hanya karena ranah kultivasi keduanya tidak dapat mereka deteksi.
Terlebih si cantik Eira, nafasnya saja tidak terasa tekanan sama sekali. Jadi, apa yang harus dikhawatirkan?
“Ha ha ha! …” Kelima orang itu kembali tertawa lantang.
Saat satu tarikan nafas selanjutnya tawa lantang mereka terhentikan begitu saja. Siluet bayangan sosok putih kebiruan, bagaikan setan gentayangan telah tiba di depan hidung kelima orang itu membagi-bagi pukulan dengan tangan kiri.
“Swosshh!”
“Pomp!”
Cahaya merah menyeruak di antara siluet bayangan putih kebiruan pakaian Eira. Itu adalah hawa pukulan panas yang dilepaskan siluman rubah itu dengan menggunakan enam puluh persen Hawa Siluman ranah kultivasi Raja Siluman.
Sesaat nafas kelima orang kultivator itu terasa berhenti. Namun, tidak percuma pengalaman bertarung selama bertahun-tahun yang dimiliki orang-orang itu. Setelah keterkejutan sempat melanda hati, mereka dengan mudah bisa segera menguasai diri.
“Rupanya lawan kita kali ini memiliki sedikit kepandaian kawan-kawan. Ayok keroyok saja, tidak dapat tubuh yang cantik, dapat harta peninggalan juga akan sangat berharga.” Orang yang sejak awal memiliki suara paling besar di sana memotivasi kawan-kawan yang lain agar melakukan serangan secara habis-habisan.
__ADS_1
Eira, menyunggingkan senyum ejekan dengan meruncingkan sudut bibir. Pedang Hati Suci telah dikeluarkan dan dipegang dengan tangan kanan.
“Aku berharap kalian bisa sedikit memberikan kenyamanan bagi tubuh ku ini. Aku sudah lama tidak merasakan pertarungan.” Begitu perkataan itu jatuh, gerakan serangan Eira menjadi liar, dan tanpa jurus serangan sama sekali.
Hawa tekanan yang dikeluarkan Eira terasa menyesakkan nafas kelimanya. “Tidak baik, tekanan ini hanya dimiliki oleh orang-orang Ranah Kaisar Agung.”
Kultivasi kelima orang itu mungkin saja baru pada tingkatan Ranah Kaisar Surgawi Tahap Awal, Menengah atau Puncak. Tapi, daya loncatan katak Gou Long juga mempengaruhi Eira.
Wajah kelima kultivator itu sekarang menjadi pucat pasi. Ini benar-benar tidak mereka sangka sama sekali. Ada orang-orang kuat baru muncul, padahal baik si pemuda ataupun kedua wanita itu tidak terlihat seperti orang-orang yang telah berkultivasi selama ratusan tahun. Bagaimana mungkin orang-orang muda itu bisa mencapai ranah kultivasi Kaisar Agung?!
Kesempatan untuk berpikir lebih jauh tidak dimiliki sama sekali, cahaya yang keluar dari Tubuh Eira sangat berbeda dengan cahaya dari tubuh mereka. Itu sangat merah, terang dan panas. Sedangkan cahaya kelima orang itu, emas terang kuning khas aura dari Kaisar Qi.
Kelima orang itu bergantian saling bahu membahu dan bantu menutupi setiap celah dari kelompok mereka. Namun, gerakan Eira benar-benar sangat cepat. Pedang Hati Suci di tangan kanannya juga terus menerus menebas dengan ganas dan kejam.
Setelah pertarungan yang terjadi terlihat semakin bertele-tele seperti elang yang mempermainkan anak ayam. Eira menghentikan gerakannya sejenak. “Baik, sekarang aku akan lebih serius,” ujar siluman rubah itu, seraya mengeluarkan suara yang tidak dikenali oleh kelima kultivator tersebut.
Tekanan di area pertarungan semakin menyesakkan saja. Padahal kelima orang tersebut semuanya merupakan pengguna pedang. Bisa bertahan sekian lama pun karena kebersamaan mereka telah terjalin sangat lama, sehingga kelima kultivator itu telah mengenal gaya dan teknik masing-masing rekannya.
Tapi itu tetap tidak dapat menahan gerakan ganas Eira.
Alur pertarungan kembali berubah pada saat orang yang paling besar omongannya sejak awal tertawa lantang. Untuk sesaat Eira menghentikan serangan, siluman ini menjadi sedikit heran, bukankah dia akan kalah, kenapa pula tertawa?
Eira ingin mengetahui kelanjutan dari tawa itu dia berhenti menyerang dan hanya menepis saja setiap serangan yang menyambetnya.
“Kawan-kawan, maafkan sikap egoisku,” ujar orang itu setelah tertawa lantang. Dia membuat segel cepat dengan tangan kiri, menepuk lembut bahu empat orang lainnya, itu sangat ringan dan tidak menyakitkan.
__ADS_1
“Apa yang akan kau lakukan?! Orang yang memiliki omongan besar selalu saja lebih cepat merasa putus asa dan berjiwa pengecut.” Sambil terus menangkis dengan Pedang Hati Suci, Eira mencibir sikap dari orang itu
Tapi kemudian apa yang terjadi di sana tidak hanya membuat Eira semakin terkejut, Gou Long dan Hua Mei ikut memicingkan mata. Itu belum pernah dilihat oleh ketiganya. Sekalipun begitu, perasaan was-was segera muncul di hati Gou Long dan Eira.
Di Gelanggang pertempuran, sinar kehidupan dari empat orang lain perlahan meredup.
Mereka telah menghentikan serangan pada Eira dan berpaling menatap pada orang yang sejak awal banyak berbicara dengan tidak percaya. “A-apa y-yang telah engkau lakukan?—”
“K-kenapa e-engkau mengkhianati kami.”
Empat orang lainnya, terbata-bata berkata-kata saling menyahut dan mempertanyakan tindakan yang dilakukan oleh rekan mereka.
“Ha ha ha! Aku tidak pernah mengkhianati kalian, tapi ini merupakan bentuk kontribusi kalian agar cita-cita kita tercapai.” Tenaga dari orang dengan omongan besar itu melonjak cepat.
Sementara empat orang lainnya kian kesusahan, nyawa mereka telah semakin berada di ujung tanduk.
Cahaya emas dari empat orang lain terlihat jelas merembes keluar dari tubuh mereka dan masuk ke dalam tubuh si omongan besar. Semakin mereka coba menghentikan, semakin cepat itu masuk ke dalam tubuhnya.
Gou Long terus memperhatikan apa yang telah terjadi, dia yakin itu sejenis ilmu sangat sesat. Mengorbankan esensi kehidupan dari sesama rekan hanya untuk memperkuat diri. “Eira, mundur lah! Sekarang, orang itu sudah tidak pantas menjadi lawan darimu.”
Gou Long telah berada di sisi Eira, menarik siluman rubah itu ke belakang punggungnya. Di depan sana, empat kultivator liar telah mati dalam keadaan yang sangat mengenaskan. Sementara yang masih hidup terlihat penuh dengan kekuatan dan sangat menindas.
Nafas yang keluar dari hidung orang itu saja terasa seperti banteng yang sedang marah.
Dengan tatapan tajam Gou Long berkata, “Sekarang aku yang akan bertarung dengan mu, tapi sebelum itu … aku ingin tahu, apa yang telah engkau lakukan pada rekan-rekan mu?!”
__ADS_1