
Cara pengelolaan pelelangan yang diperlihatkan Leng Kun sangat menarik, ketiga item luar biasa yang mereka lelang dijadikan sebagai penarik minat setiap peserta lelang dengan menempatkan ketiga item tersebut pada babak yang berbeda.
Babak pertama, Pil Peningkat Tenaga Dalam yang menjadi bahan puncaknya, dan pada babak kedua Pedang Api Meteor, begitu juga pada puncak babak ketiga Array Pertahanan yang menjadi item lelang terbaik.
Walau sempat terjadi persaingan yang ketat, Ye Xuan berhasil memperoleh Pedang yang dia inginkan. Boleh dikatakan pelelangan ini berjalan sangat mulus, sampai akhirnya bahkan seperti tidak ada keributan dan halangan sama sekali.
Namun, itu tidak sepenuhnya tepat, orang-orang Daratan Tengah bukanlah orang-orang bodoh yang tidak dapat memahami hal-hal aneh yang terjadi di sekitar mereka.
Paviliun Gunung Teratai memang hebat dan kuat, tapi pemimpin terkuat mereka yang tidak diketahui tempatnya, jelas semua orang telah mengetahuinya, walau saat awal-awal sempat mereka rahasiakan.
Dan beberapa kali mereka mengadakan pelelangan, si pemimpin terkuat tidak pernah terlihat.
Ini adalah tiga kubu yang pernah dipermalukan oleh Paviliun Gunung Teratai sebelumnya, orang-orang dari Klan Ouyang, Sekte Awan Berkabut dan Sekte Phoenix Suci.
Mereka masih menyimpan dendam pada Gou Long. Dan telah lama berniat mencari perkara kembali dengan anak muda itu, beberapa kali mereka mengirim mata-mata hanya sekedar ingin mengetahui pergerakan dari pemuda tersebut.
Pada pelelangan kali ini, niat tersebut dijalankan secara sempurna oleh mereka. Hanya sedikit memberi teror pada orang-orang Paviliun Gunung Teratai yang telah lama merasakan ketenangan rasanya juga sedikit menyenangkan hati ketiga kubu itu.
Hal itu terjadi tepat ketika, Leng Kun akan menutup pelelangan saat sesi terakhir telah benar-benar berakhir.
“Tiga tahun telah berlalu, Paviliun Gunung Teratai ini semakin mengokohkan diri dan berani merangsek naik di antara kekuatan Tujuh Klan Besar dan Enam Sekte Utama, tapi selama tiga tahun ini, tidak sekalipun kami melihat kemunculan Master Paviliun Gou Long! Apa orangnya sudah sangat pengecut?” teriakkan keras diperdengarkan, menggetarkan Gunung Teratai dan platform utama tempat Leng Kun berdiri.
__ADS_1
Begitu teriakan itu berakhir, Leng Kun dengan santainya menjawab, ia tidak terlihat terbebani sama sekali, “Urusan Paviliun Gunung Teratai tidak ada hubungannya dengan orang luar, Master Gou kami tidak terlihat, karena ia sedang menjalani latihan tertutup, saudara mempertanyakan kekuatan kami secara tidak langsung? Kenapa tidak mencobanya sendiri?” menantang orang yang berani berteriak tapi tidak berani menunjukkan diri.
“Percuma bertingkah sok gagah, kalau hanya bisa lempar batu sembunyi tangan! Kami orang-orang Paviliun Gunung Teratai sudah tentu sangat kuat, baik dari Master Paviliun sendiri juga orang-orang yang ada disini. Kalau memang Saudara ingin mengadu pukulan dengan kami, seperti yang saudara inginkan, aku akan melayanimu.” Leng Kun melanjutkan, mengejek orang tersebut.
“Ha ha ha…”
“Baik orang tua ini sangat ingin mencoba kekuatan baru yang merangsek naik sangat cepat ini, biasanya yang cepat-cepat pasti tidak memiliki fondasi yang kuat.” Empat siluet bayangan manusia melesat dan berdiri di depan platform tempat Leng Kun memimpin pelelangan.
Orang-orang yang ingin pergi dari Paviliun Gunung Teratai karena pelelangan telah berakhir tidak jadi pergi, sekarang ada keramaian lain di sana, yaitu adu pukulan.
Keempat orang tersebut belum pernah sekalipun dilihat oleh seniman bela diri di Daratan Tengah, boleh dikatakan mereka ini pendatang baru.
Dari luar tampaknya Sekte Phoenix Suci, Klan Ouyang dan Sekte Awan Berkabut masih bersaing seperti biasa, namun dibalik layar mereka telah bekerja sama dan saling menguatkan, bahkan ini tidak diketahui oleh Sekte dan Klan besar lainnya.
Keempat orang tua yang diutus ini, bukanlah orang-orang dari tiga kubu tersebut, namun lebih seperti orang-orang bayaran. Mereka ini kenalan dari Klan Ouyang, orang-orang dari organisasi pembunuh.
Leng Kun menatap mereka satu persatu, tersenyum mengejek, “Aku tahu, kalian ini sengaja mencari perkara dengan kami, aku juga yakin kalian ini tidak lebih dari orang-orang yang pernah kami permalukan, nah sekarang aku tidak akan bertanya panjang lebar atau berbicara panjang lebar dengan kalian, siapa yang ingin maju lebih dahulu?”
“Otot-ototku juga rasanya sangat kaku, walaupun begitu, pemuda yang terlihat lemah ini tidak menjamin akan keselamatan kalian dalam pertarungan nantinya.” Leng Kun melanjutkan, memang pembawaan darinya terlihat lemah dan berbeda dengan seniman bela diri lain.
“He he he…” terkekeh, meremehkan, “Kalian sangat besar kepala dan terlalu yakin dengan kekuatan sendiri, padahal orang terkuat dari kalian tidak ada disini. Kalau aku membunuhmu hari ini, bukankah Paviliun yang sedang naik daun ini akan jatuh ke tingkat terendah lagi!” salah satu dari empat orang tersebut menyahut.
__ADS_1
Sementara itu, di sisi lain platform, Ye Xuan dan He Fei saling pandang sejenak, apa yang mereka dengar saat teriakan tadi tidak mungkin salah.
“He Twako! Bukankah yang mereka teriakan tadi Master Gou Long? Apa mungkin itu saudara muda kita?” Ye Xuan, tidak dapat menahan diri berbisik lirih pada He Fei.
Dengan gayanya yang kaku dan dingin seperti biasa, He Fei mengangguk pelan, “Aku tahu yang kau pikirkan Junior Ye. Bagaimana kalau kita bertanya langsung pada orang bermarga Leng itu?”
“Mari He Twako! Jangan menunggu lebih lama.” Ye Xuan bergerak cepat, melesat naik ke atas platform, He Fei juga mengikuti gerakan dari Ye Xuan.
Kehadiran dua siluet tubuh manusia lain di atas platform ini, sedikit mengejutkan Leng Kun.
Empat orang tua, dan dua orang muda lain kini juga ikut ke dalam konflik kecil ini, orang-orang Paviliun Gunung Teratai lain jelas tidak tinggal diam, Yu Yihua, Duan Hong Ya dan Feng Yueyin langsung melesat berdiri di sisi Leng Kun.
“Tahan!” He Fei, berjalan sedikit ke depan Leng Kun, nada ucapannya lembut, “Saudara Leng! Kami berdua tidak sekelompok dengan mereka berempat,” He Fei menunjuk ke arah empat orang tua tersebut, “Kami berdua juga tidak memiliki niat jahat, apalagi bermusuhan.”
Ye Xuan sangat sigap, di saat He Fei membuka percakapan dengan Leng Kun, ia sendiri berjalan ke sisi lain, dan bersikap menghadang empat orang tua yang akan memulai pertarungan. Sehingga setiap orang terpaksa menghentikan pertarungan yang hampir saja terjadi.
“Anak muda! Ini tidak ada hubungannya dengan kalian! Jangan menghalangi kami, Tuan rumah juga dengan senang hati melayani tantangan kami!” memelototi Ye Xuan, orang tua yang memimpin keempat yang lain, terlihat berang.
Sikap yang mengejek dan merendahkan orang lain seperti sudah mendarah daging dalam diri Ye Xuan, dia ini benar-benar seperti pribadi Leng Kun, yang berbeda, Leng Kun lebih banyak menggunakan otaknya ketika mengambil sikap mengejek orang lain, sehingga ia bisa dengan mudah lepas dari lubang jarum.
Sambil mencongkel upilnya, Ye Xuan mengayunkan tangannya, “Ini belum tentu! Tunggu He Twako berbicara sebentar dengan Saudara Leng, ada hal yang ingin kami perjelas, sebelum itu jelas, aku akan sangat senang melayani kalian satu persatu.”
__ADS_1