Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Bab. 38. Dia, Murid Sekte Kami


__ADS_3

Dari kejauhan siluet bayangan mendekat lalu melesat Ke sisi Gou Long.


“Bocah! Tahan amarahmu,” setelah terkekeh kecil, orang tersebut melanjutkan, “Selamat kau berhasil keluar dari Hutan Seribu Ilusi. Tidak mengherankan tenaga dalammu meningkat drastis bahkan berhasil menerobos Ranah Langit.”


Pendatang itu dengan ramah dan tersenyum senang terus saja berbicara dengan Gou Long, seperti orang yang sudah mengenal Gou Long bertahun-tahun lamanya. Karena kelakuan orang ini, para pesilat yang hadir di tempat itu menjadi heboh dan saling berbisik-bisik.


Gou Long menghiraukan si pendatang ini.


Dengan pancaran tenaga dalam yang menekan semua suara kehebohan di tempat tersebut, anak muda itu berteriak keras. “Dasar kalian semua dungu, begitu mudahnya percaya omong kosong berita yang tidak jelas kebenarannya. Saudara sekalian tidak ada kitab apa-apa di tempat ini.”


Gou Long berhenti sejenak lalu melanjutkan, “Coba kalian pikirkan, andai di sini benar ada Kitab Ilmu Silat yang luar biasa, pesilat-pesilat tangguh Ranah Surgawi pasti akan ramai hadir di sini, dasar dungu!”


Sambil berteriak keras Gou Long mengupat mereka semua, rasa kesal masih memenuhi hati Gou Long.


“Saudara sekalian benar apa yang dikatakan bocah ini, tidak ada kitab apa-apa di sini, jangan buang nyawa kalian secara percuma di tempat ini!” si pendatang yang ramah tadi, menguatkan penjelasan Gou Long.


Tidak mau percaya begitu saja, salah satu pesilat dengan liciknya memancarkan suara bantahan. Nada suara yang bersifat provokasi. “Saudara sekalian jangan percaya, Pengurus Bai pasti bersekongkol dengannya dan mereka akan mengantongi, kitab itu berdua saja nanti.”


Si pendatang baru ini memang Pengurus Bai adanya, salah satu pengurus Biro Penegak Hukum di Sekte Naga Langit, dia yang dulu menjatuhkan hukuman pengasingan bagi Gou Long.


Sambil tersenyum senang Pengurus Bai berkata, “Sebagian benar apa yang saudara katakan, bocah ini memang murid sekte kami, tapi urusan kitab berbeda ceritanya. Aku dapat menjamin bahwa tidak ada kitab sama sekali di tempat ini.”


“He he he ... Pengurus Bai, jangan berbicara omong kosong di depanku, sejak kapan kalian memiliki murid yang begitu perkasa dengan kekuatan tempur setara dengan Ranah Langit Tahap Puncak?” tertawa mengejek kembali suara itu menyahuti Pengurus Bai.


Seakan-akan sudah menjadi ciri khasnya, Pengurus Bai selalu tersenyum dan tampak tenang, tapi perkataannya tegas dan menjatuhkan lawan bicara dengan kejam. “Dia memang murid sekte kami. Murid sekte kami banyak yang lebih hebat, kau hanya cacing kecil mana tau bagaimana hebatnya sekte kami.”

__ADS_1


Samar-samar, Gou Long merasa familiar dan kenal dengan suara yang sejak tadi berbantahan dengan Pengurus Bai, lantas dia berbisik pada Eira yang meringkuk tenang di balik jubah Gou Long. “Eira, coba kau perhatikan pesilat yang tadi berbicara dari jauh, serta sebut ciri-cirinya secara detail.”


Setelah beberapa tarikan nafas, Eira lantas berkata pada Gou Long, “Di sana ada tiga orang yang saling berbisik-bisik, yang selalu menyahuti Pengurus Sekte mu itu, seorang dengan usia sekitar empat puluh tiga-empat puluh lima tahun, bermata picak, di sampingnya seorang yang botak dengan usia yang hampir sama–”


Belum sempat Eira menjelaskan secara menyeluruh, Gou Long sudah memotongnya, “Rupanya mereka.”


Dengan rasa penasaran, Eira bertanya, “Siapa mereka? Apakah engkau mengenal mereka?”


“Iya, aku mengenal mereka, lima tahun lalu mereka yang menyebabkan kematian ayah dan ibuku di sini, alasannya perkara yang sama, Kitab Lima Yang.” Gou Long menjelaskan pada Eira, tetap sambil berbisik.


Sementara itu Pengurus Bai yang masih tetap berbantah-bantahan dengan pemilik suara di kegelapan, terkejut oleh gerakan Gou Long secara mendadak. Gou Long bergerak melesat dengan cepat ke arah asal suara.


Semua yang hadir disitu mendengar Gou Long berujar.


“Hauri, keluarlah! Bunuh si Picak. Eira, kau urus si botak. Kerjakan dengan cepat!”


Ya! Mereka bertiga memang Tiga Iblis dari Selatan adanya, yaitu Iblis Mata Picak, Iblis Kepala Baja dan Iblis Lengan Hitam.


Ketika Gou Long meringkus Iblis Lengan Hitam, kedua iblis lainnya sudah mati terkapar di situ, tidak ada seorangpun yang melihat bagaimana mereka berdua mati, padahal ketiga Iblis ini berada di Ranah Langit Tahap Menengah, hal ini kembali membuat para pesilat yang hadir di situ gemetaran dan rasa takut tak terhingga.


Kemudian terdengar suara Iblis Lengan Hitam dalam keadaan gemetaran dan linglung. “Ilmu Iblis ... ilmu iblis ...” Bahkan, dia yang berada di tempat tersebut tidak dapat melihat, atau mengetahui bagaimana Gou Long membunuh kedua temannya.


Padahal jelas-jelas mereka yang memiliki julukan Iblis tapi melihat kejadian itu, dia malah menganggap Gou Long yang memiliki ilmu iblis. Sungguh lucu dan ironis, hanya Gou Long yang benar-benar tahu bagaimana dua iblis itu mati.


Pekerjaan Eira dan Hauri sungguh cepat dan rapi. Setelah membunuh mereka langsung kembali ke tempat semula.

__ADS_1


Setelah menotok dan melumpuhkan Si Iblis Lengan Hitam, sambil menjinjing iblis itu Gou Long kembali melesat ke tempat semula.


“Bruuuk!” Gou Long melempar Iblis Lengan Hitam tepat di depan kaki Pengurus Bai, kemudian dia berkata, “Aku dengar Pengurus Bai sangat ahli dalam interogasi dan penyiksaan, bangsat ini ku serahkan pada Pengurus Bai bagaimana cara menyelesaikannya.”


“Hei! Bukankah ini salah satu dari Tiga Iblis dari Selatan? Rupanya mereka yang sejak tadi terus bermain kata-kata ... bocah! ... Ada dendam apa antara kau dengan mereka?”


“Dendam! Ha ha ha ... mari kita dengar penjelasan dari dia secara langsung. Aku yang bertanya, dan Pengurus Bai boleh menyiksanya.” Sambil meraung penuh duka lalu tertawa, raut sendu tergambar di wajah Gou Long.


Lalu dia melanjutkan, “Yang Maha Esa sungguh sangat maha adil, Tiga Iblis ini dicari tidak dapat dijumpai, malah datang ke sini menghantar nyawa ... ha ha ha ....”


“Baiklah! Ceritakan segalanya, dari permulaan lima tahun yang lalu,” bentak Gou Long.


“Huh! Bocah kau pikir mudah, mau bunuh lekas bunuh, mau siksa lekas siksa. Jangan harap mulutku akan terbuka, ha ha ha.” Keberanian dan semangat iblis ini telah kembali, dia sudah tidak linglung dan gemetaran lagi.


Sedangkan para pesilat yang melihat kejadian baru ini, mulai berpikir bahwa segala kejadian di daerah Selatan ini ada rahasia lain yang tidak mereka ketahui, sedikit banyak apa yang di katakan Gou Long dan Pengurus Bai mungkin ada benarnya.


Keragu-raguan telah merasuki hati setiap pesilat yang hadir di situ. Pada akhirnya mereka memutuskan untuk terus menonton dengan harapan rahasia di balik semua ini terpecahkan sudah.


“Pengurus Bai, kau boleh memulainya!” Gou Long menunjuk si Iblis dan mempersilahkan Pengurus Bai memulai interogasi.


Pengurus Bai lantas tersenyum riang, dia kemudian mengeluarkan botol giok dari cincin penyimpanannya. Isi botol giok itu sejenis serangga yang sangat kecil.


Dia mengapit serangga itu di antara ibu jari dan jari telunjuknya, kemudian diperlihatkannya pada Iblis Lengan Hitam.


“Ha ha ha, Iblis Lengan Hitam! Apa kau tahu binatang apa ini? Kalau binatang ini masuk ke dalam tubuhmu, akan terjadi tontonan yang sangat menarik di sini.” Pengurus Bai tertawa senang, mengancam Iblis Lengan Hitam.

__ADS_1


Ini kali kedua Gou Long melihat cara Pengurus Bai menunjukan sifat kejamnya, dia benar-benar seorang psikopat yang menikmati hukuman yang diberikannya pada orang lain.


__ADS_2