
“Tepat! Aku pun akan mempertanyakan kebijakan tersebut, walaupun dia telah melangkah ke Ranah Surgawi, namun seorang Tetua haruslah teruji ilmu silatnya!” suara ini terdengar sangat renyah, seperti suara seorang wanita yang sudah memasuki usia paruh baya, namun nada genit mengikuti pembawaan suara tersebut.
Akan tetapi, suara yang terdengar ini lebih enak didengar, jika dibandingkan dengan suara-suara yang terlebih dahulu muncul, karena tidak ada nada ejekan dan mencemooh dari suara ini, dia benar-benar berniat menguji bukan mengacaukan.
“Kapabilitas seorang tetua untuk Asosiasi Alkemis harus teruji Ilmu Silat dan Ilmu Alkimia, wanita cantik ini akan sangat senang hati menguji Ilmu Silatnya.” Begitu suara berakhir, siluet bayangan muncul dari balik awan.
Orang ini tidak termasuk dari anggota Tujuh Klan Besar dan Enam Sekte Utama, cara munculnya sangat mencolok dan di luar akal pikiran dari semua praktisi bela diri yang hadir di sana, ini bahkan lebih mencolok dari cara muncul para Patriak saat pembukaan Tanah Suci Para Pendekar tempo hari.
Diawali dengan munculnya pusaran angin kencang di langit, lalu mengikutinya sambaran-sambaran guntur dahsyat, kedua hal ini anehnya tidak meluas hanya muncul di langit dengan jarak radius lima tombak, kemudian berakhir dengan pusaran dahsyat yang membentuk retakan ruang hampa.
Dari dalam ruang hampa tersebut, seorang wanita bak bidadari dari kahyangan turun dengan perlahan, seperti orang yang menuruni tangga, akan tetapi tidak tampak riak udara di setiap pijakan kakinya.
Dengan cara muncul yang unik seperti itu, semua praktisi bela diri baik di Ranah Bumi, Langit, dan Ranah Surgawi terpukau pada sosok tersebut.
Wanita yang muncul ini sangat menggoda dan dewasa. Dari segi penampilannya, baik lekuk tubuh, wajah, serta cara berpakaiannya akan menantang gairah dari lelaki. Terlebih lagi pakaian yang dia pakai berwarna merah merona, sangat kontras dengan warna putih salju yang memenuhi tempat tersebut.
Yang membuat orang lain terpesona adalah wajahnya yang sangat cantik, melebihi kecantikan semua wanita yang hadir di sana, bahkan wanita-wanita cantik yang hadir di sana merasa kecantikan mereka hanya sepuluh persen dari kecantikan wanita tersebut.
Kedatangan wanita ini terasa sangat mendominasi, tidak ada yang menyahut, juga tidak ada yang membantah ucapan yang dikeluarkannya tadi.
“Hi hi hi!...” dia tertawa mengikik dan renyah, “Kalian ini sangat lucu, tadi aku mendengar banyak suara garang dan sangar, lalu kenapa sekarang semua malah terdiam?” tanya wanita tersebut, sorot mata menajam ketika melihat ke arah-arah tertentu.
__ADS_1
“Aihh! Sudahlah! Tak perlu kalian menjawabnya, aku tidak akan mencampuri urusan kalian.” Sangat aneh, dia yang bertanya, dia sendiri yang menjawabnya.
Memang saat itu tidak ada seorang pun bisa menjawab setiap perkataan wanita tersebut, aura dan pembawaannya yang sangat mendominasi menekan semua seniman bela diri.
Gou Long dan Patriak Shi yang berada di platform kedua, terlihat berdiri dengan lutut yang goyah, mereka berdua berusaha melawan tekanan dan dominasi dari pembawaan wanita tersebut.
Sebenarnya bukan hanya kedua orang ini yang berdiri dengan lutut goyah dan terus berusaha melawan tekanan yang dibawa wanita tersebut, itu termasuk semua Patriak dan Matriak dari Tujuh Klan Besar dan Enam Sekte Utama Lainnya yang duduk, mereka yakin kalau berdiri akan goyah juga lutut, ini terlihat dari bulir keringat yang mulai muncul di dahi masing-masing.
Melihat Gou Long dan Patriak Shi yang berusaha sekuat tenaga melawan tekanan itu, wanita tersebut sadar tekanan yang muncul dari dirinya sangat mendominasi, dia menarik aura tekanan yang dibawanya.
Dengan santainya berjalan ke hadapan Gou Long, lalu menekan bahu Gou Long dengan gerakan yang sangat ringan.
Gou Long seperti memangku gunung yang sangat besar dan berat di pundaknya, inilah ujian tenaga dalam yang ingin diuji oleh wanita itu pada Gou Long, dia bertindak tanpa berkata-kata.
Riak benturan dari tenaga dalam wanita yang menekan dan Gou Long yang bertahan, terlihat dengan mata kepala, riak tersebut muncul berkali-kali di udara yang dingin tersebut.
Keringat sebesar jagung mulai muncul di sekujur tubuh Gou Long dan membasahi baju serta jubah Alkemisnya, dia tidak bisa berkata-kata, tekanan ini sangat berat dan kuat, dengan raut wajah yang pucat pias Gou Long terus berusaha bertahan, mencoba sebisa mungkin untuk tidak bertekuk lutut.
Di bawah sana, Hua Mei yang turut hadir bersama dengan anggota Klan Hua, terlihat khawatir dan ingin melompat ke platform atas, dia ingin ikut merasakan tekanan tenaga dalam yang dirasakan Gou Long, ingin mendukungnya bersama.
Begitu juga dengan sosok Ding Jia Li yang hadir dan selalu duduk berdekatan dengan Gurunya. Namun niat hati kedua gadis ini sudah tentu tidak sejalan dengan fakta dan kenyataan yang ada, jangankan untuk melesat ke atas, untuk bangkit berdiri dari kursi tempat mereka duduk saja, mereka tidak sanggup.
__ADS_1
Tekanan tenaga dalam yang dirasakan Gou Long, di luar pemahaman mereka semua.
Adu tenaga dalam itu berjalan selama lima belas menit, wajah wanita tersebut terlihat menyunggingkan senyuman indah, “Sangat tidak mengecewakan! Juga sangat kuat, padahal usia masih seumur jagung! Bocah itu benar-benar tidak salah pilih.” Gumam wanita tersebut.
Seiring dengan perkataan tersebut, Gou Long dapat merasakan tekanan tenaga dalam yang menekannya berangsur-angsur menghilang, andai tekanan itu sedikit lebih lama lagi, bisa saja dia pingsan dan muntah darah.
Tanpa memedulikan orang lain di sana Gou Long langsung duduk bersila dan menstabilkan kembali fondasi tenaga dalamnya yang kacau balau di bawah tekanan dari wanita misterius tersebut.
“Ha ha ha!...” sambil berjalan mundur dan tidak memedulikan siapa pun di sana, wanita tersebut tertawa renyah, “Bocah! Kau jangan pernah menyia-siakan harapan dan apa yang telah dia korbankan untukmu, kalau kau berani melakukannya...” wanita misterius itu sengaja tidak melanjutkan ucapannya.
“Ha ha ha!...” kembali dia tertawa dan berjalan naik melayang di udara, dia kembali ke tempat semula kemunculannya, “Kau akan menyesali kehidupan fanamu ini! Sampai jumpa lagi...” ancam wanita tersebut, lalu dia menghilang dibalik retakan ruang hampa yang dibuatnya saat pertama kali muncul tadi.
Suasana hening mencekam dan menyesakkan nafas semua praktisi bela diri di sana terangkat sudah dengan kepergian wanita tersebut. Tapi di saat itu, baik di platform utama dan area lainnya masih tidak ada yang berani membuka suara.
Semua seniman bela diri belum bisa menghilangkan secara menyeluruh efek tekanan serta dominasi dari wanita tersebut.
“Huftt! Baru sedikit memperoleh ancaman dari wanita tidak jelas, nyali kalian sudah menciut! He he he...” suara cemoohan yang di akhiri dengan tawa mengekeh, “Padahal wanita itu sendiri yang berkata tidak akan mencampuri urusan kita. Seorang Penatua Luar Asosiasi Alkemis tidak boleh orang yang biasa-biasa saja,” lanjutnya, terdengar keras dan provokatif, seakan mengajak khalayak ramai untuk bersama-sama menguji kelayakan Gou Long.
“Penatua Luar Asosiasi Alkemis haruslah orang yang luar biasa dalam Teknik Alkimia!” suara itu mengakhiri teriakan provokatifnya.
______
__ADS_1
Tolong bagi reader yang peka ditandai paragraf yang ada typonya.