
Hal ini tidak dapat menyalahkan Gou Long atau orang-orang yang melihat pertarungan itu. Pada pertarungan kali ini, Gou Long terlampau menahan diri, dia tidak mau serangan-serangan kerasnya akan merusak herbal.
Lagi pula dia sangat yakin dengan kemampuannya sendiri, itu terbukti sambil menyerang Gou Long juga tiada henti mengejek mereka bertiga, padahal pertarungan sudah berjalan lama, namun keringat juga belum terlihat keluar dari tubuhnya.
Seniman bela diri yang menonton pertarungan itu semakin takjub saja dibuatnya.
Kelompok ketiga yang sebelumnya memperlihatkan rasa tidak senang pada Gou Long, bertindak cerdas dengan tetap diam dan tidak membantu siapa pun, lalu diam-diam mereka pergi dari Kebun Herbal tersebut, saat ini pilihan terbaik ya seperti tindakan mereka inilah.
Membantu Gou Long, sama dengan melawan salah satu dari klan besar, menjadi musuh Klan besar bagi mereka sama dengan menggali kubur sendiri di Daratan Tengah.
Memilih membantu Ouyang Shilin sama dengan mengantar nyawa sendiri ke Raja Neraka lebih cepat.
Kehebatan Gou Long telah mereka lihat dan dengan pasti dapat mereka yakini lebih hebat dari yang diperlihatkan saat ini. Apalagi dengan pertimbangan mereka ini hanya seniman bela diri independen yang terdiri dari 5 orang, kemudian membentuk kelompok dan menjelajah ke sini.
Terjunnya Ouyang Shilin ke dalam kancah pertempuran, sedikit banyak juga memberikan keringanan terhadap serangan yang mereka terima. Namun begitu, jurus telapak Gou Long yang cepat dan kuat, masih sangat menyulitkan mereka.
“Ha ha ha!... Tuan Muda Ouyang! Apa ada permintaan terakhir yang ingin kau sampaikan?” ejek Gou Long, sambil melepaskan pukulan telapak besar lainnya pada mereka bertiga.
“Boooomm!”
“Sreeeeetttt!”
Ledakan pukulan dan benturan hawa pedang kembali menggetarkan Kebun Herbal tersebut. Bayangan telapak berhawa dingin yang dilepaskan Gou Long terbelah dua.
Ouyang Shilin terlihat mengeluarkan pedang, pembawaannya tiba-tiba berubah drastis, dia seperti harimau yang tumbuh sayap. Dengan pedang tersebut tadi dia membelah pukulan telapak yang dilepaskan Gou Long.
Mendapatkan lawan yang berpedang, permainan telapak Gou Long sedikit mengendur.
Memanfaatkan keuntungan yang hanya sesaat ini, Ouyang Shilin menarik mundur kedua orang pengawal pribadinya yang sudah bermandikan keringat, serta tarikan nafas yang satu-satu.
“Permintaan terakhir? Kau bahkan belum merasakan tebasan pedangku, kedua pengawalku boleh kewalahan dengan pukulan telapakmu, namun...” Ouyang Shilin tidak melanjutkan ucapannya, seperti dengan sengaja membuat Gou Long dan seniman bela diri lain penasaran.
__ADS_1
Orang-orang yang melihat pertarungan ini, merasakan sensasi yang berbeda dari permainan dan juga hawa pedang Ouyang Shilin.
“Ahhh.. Itu adalah Niat Pedang!”
Sekarang semua mata teralihkan pada Huan Tay Seng yang berteriak.
Kemudian kembali mengalihkan pada Ouyang Shilin yang menggunakan pedang ditangannya.
Mereka semua terlihat menggeleng-gelengkan kepala, sungguh bakat yang sangat jarang ada, usia yang sangat muda, namun berhasil memahami niat pedang, tapi sayang itu semua dia sia siakan.
Ouyang Shilin mengantung kata-katanya memang bertujuan seperti itu, menggertak Gou Long, padahal saat ini, dia sangat menyesali ucapannya yang terlalu impulsif, dia menyesal telah berpisah dari rombongan Klan Ouyang kemudian malah memilih untuk menjelajahi Tanah Suci Para Pendekar hanya bertiga dengan pengawal pribadinya.
Gou Long juga dapat mendengar teriakan keterkejutan dari Huan Tay Seng, lantas ia berkata pada Ouyang Shilin, “Memangnya kenapa dengan tebasan pedangmu? Memangnya kenapa dengan niat pedang? Memangnya kenapa dengan Klan besar? Ha ha ha...”
“Saat orang bermarga Gou ini berkata, ‘bunuh’ maka orang itu pasti akan kubunuh!”
Gou Long tidak menunda terlalu lama, semakin lama menunda, semakin merusak herbal yang tumbuh di sana. Sambil berkata tangannya dengan cepat membentuk pola segel.
“Segel Suci! Domain Es!”
“Segel Suci! Penjara Es!”
Tiga jurus tingkat tinggi kembali dikeluarkan Gou Long, semua terjadi sangat cepat, dimulai dari pembawaan orang tua berambut putih, kemudian muncul pola Array besar di atas tanah, yang terus membesar serta mengunci posisi Gou Long dan juga tiga lawannya.
Itu adalah pola Array berwarna putih pucat.
Udara dingin di lembah tersebut menjadi lebih dingin. Mereka memang seniman bela diri, namun ketika hawa dingin yang disebabkan oleh menurunnya suhu udara terjadi secara mendadak, membuat badan bergetar dan gigi bergemeletuk.
“Kraak! Kraak! Kraak! Kraak!”
Tanah, tumbuhan dan area yang dilalui oleh Pola Array ini terlihat mengeras karena efek pembekuan.
__ADS_1
Pembekuan itu terus bergerak dengan cepat, dimulai dari ujung pedang Ouyang Shilin kemudian terus membeku sampai ke ujung rambutnya. Lalu berlanjut membeku ke kedua pembantu utamanya.
Ouyang Shilin ingin melawan efek pembekuan ini dengan menyalurkan tenaga dalam, dan melawan dengan tenaga dalam panas. Akan tetapi dia kecele, menyalurkan energi panas sudah pasti membutuhkan hawa murni.
Sedangkan saat itu, hawa murni di dalam Pola Array telah sepenuhnya dikunci Gou Long dengan Jurus Segel Suci Domain Es. Domain hanya bisa dilawan dengan domain, seniman bela diri Ranah Langit belum terlalu memahami prinsip domain.
Lawan-lawan yang pernah dibunuh Gou Long dengan prinsip domain mayoritas orang-orang di Ranah Surgawi, mereka saja sangat kesusahan bergerak karena efek pembekuan area dari domain. Apalagi Ouyang Shilin dan kedua pembantunya.
Efek pembekuan mereka ini menjadi lebih cepat karena Gou Long menambahkan jurus ketiga, Penjara Es.
Gou Long dengan rambut putih dan pembawaan orang tua berjalan pelan mendekati Ouyang Shilin dan juga kedua pengawalnya yang sudah membeku sepenuhnya.
“Bukankah aku sudah meminta kalian untuk menyampaikan permintaan terakhir? Saat aku berkata seperti itu, kalian seharusnya mengetahui, itulah saat ajal kalian yang tidak bisa kalian tunda...”
“Aku selalu memberikan kesempatan bagi orang yang sadar serta tidak mencari perkara denganku, namun kesempatan itu hanya sekali, tidak lebih...” ujar Gou Long lirih dan dingin, di tengah dinginnya udara lembah tersebut.
Kata-kata dingin dan tanpa perasaan itu ditujukan pada tiga sosok tubuh yang sudah membeku, namun terdengar mengerikan bagi sosok lain yang ada di sana, baik itu Huan Tay Seng ataupun orang-orang dari Asosiasi Alkimia.
Bagi mereka itu seperti peringatan sekaligus ancaman, bahwa orang yang bernama Gou Long itu, pasti akan mewujudkan apa yang sudah diucapkannya.
Setelah berkata seperti itu, di tangan Gou Long terlihat golok yang berat seperti papan besi, dia kembali memperlihatkan kekejaman yang merindingkan bulu semua seniman bela diri yang ada di sana, bahkan termasuk Hua Mei dan Murong Qiu ikut merinding.
Padahal kedua gadis ini pernah melihat Gou Long meremas tengkuk murid tertampan Sekte Naga Langit, tapi kali ini lebih merinding.
Dengan golok berat yang sedikit dialirkan tenaga dalam elemen petir, Gou Long mengepruk tiga sosok tubuh beku itu dari atas kepala, ketiganya hancur, hanya menyisakan butir-butir es kecil cacahan tubuh dan organ yang masih membeku.
Gou Long melihat ke sekelilingnya dengan memperlihatkan senyuman, namun bagi orang lain senyuman Gou Long terlihat seperti senyuman dewa kematian, yang membuat mereka tambah gemetaran serta ketakutan. Terlebih orang-orang dari Asosiasi Alkemia yang tidak mengenal Gou Long.
Perlahan, pembawaannya kembali berubah seperti biasa, hawa dingin berangsur-angsur menurun seiring dengan pelepasan tenaga dalam Gou Long yang telah ditarik kembali dan juga perwujudannya yang kembali terlihat tampan.
Dia menjulurkan tangannya ke arah butiran-butiran es bekas pecahan mayat tersebut, menarik cincin penyimpan di sana dengan menggunakan tenaga hisap, serta melemparkan cincin itu ke pada Hua Mei.
__ADS_1