Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 232. Terperangkap


__ADS_3

“Tuan Muda ingin berbisnis secara tertutup dengan kami, mari kita bicarakan di ruang dalam!” Manager yang dikenali Gou Long dengan Iblis Hitam membawa Gou Long ke ruang pribadi.


Gou Long mengikuti pelan dari belakang, ia juga memainkan drama, tetap berpura-pura tidak kenal dengan Iblis ini, hati Gou Long semakin yakin, “Toko ini memainkan perannya dengan sangat baik, termasuk menjadikan Iblis Hitam ini sebagai Manager, yang di Kota ini atau yang ada di Kota Qing Mu kah pusatnya?” batin Gou Long bertanya-tanya.


Ramah Iblis Hitam mempersilahkan Gou Long duduk, “Silahkan duduk Tuan Muda! Agar lebih mudah, Manager Tua ini harus menyebut Tuan Muda bagaimana?” 


Gou Long tidak langsung duduk, ia memberi penghormatan, “Aku Duan Ye Xiao! Manager boleh menyapa dengan Tuan Muda Duan… Lalu bagaimana Junior ini menyapa Tuan Manager?” 


Tidak menunggu jawaban Iblis Hitam, Gou Long langsung duduk, ia melihat si Iblis Hitam telah duduk sejak tadi.


“Tuan Muda dapat menyapaku dengan Manager Kuan.” tersenyum ramah, Iblis Hitam menjawab.


Gou Long tahu, sudah tentu itu nama samaran, sama seperti halnya dia sendiri yang memakai nama samaran.


Pelayang yang tadi melayani Gou Long datang membawakan teh, dia juga menuangkan teh ke dalam cangkir yang sudah diletak di atas meja.


“Silahkan menikmati tehnya terlebih dahulu Tuan Muda Duan!” Iblis Hitam mempersilahkan Gou Long, ia sendiri juga langsung menyeruput teh itu, “Teh yang sangat nikmat…” ujarnya.


Tidak menolak, Gou Long mengambil cangkir di atas meja, dalam sekejap teh itu telah masuk ke dalam mulutnya, “Iya! Teh yang sangat nikmat.” Ia tidak dapat membohongi rasa di lidah, mulutnya mengakui betapa nikmat teh tersebut.


“Baiklah Tuan Muda Duan! Barang bagus jenis apa yang ingin Tuan jual pada kami, Manager ini akan sangat senang melihat atau sekedar menaksir harganya saja.” Iblis Hitam membuka percakapan bisnis.


Hanya sekedar untuk menarik minat dari Iblis Hitam, Gou Long berakting dengan benar-benar layaknya pebisnis, Tongkat Emas yang melingkar di jarinya ditarik keluar, lalu tongkat tersebut berubah menjadi bentuk tongkat yang sebenarnya.


“Aku bukanlah pengguna tongkat, namun saat aku bertarung dengan salah satu siluman, harta ini aku peroleh dari siluman itu. Bagaimana Manager akan memberi harga terhadap tongkat ini?” tanya Gou Long.

__ADS_1


Mata Iblis Hitam berbinar, ia melihat tongkat itu sangat lah unik, bisa mengecil, membesar dan melingkar di jari layaknya cincin, meneliti tongkat Gou Long sesaat, “Ini merupakan Artefak Ranah Surgawi yang sangat unik dan jarang ada, seniman bela diri pengguna tongkat akan sangat senang membeli dengan harga mahal. Bagaimana kalau kami menawar empat ratus keping emas?”


Gou Long mengambil kembali tongkatnya, ia membuat gerak tubuh layaknya orang yang sedang berpikir, “Bukankah barang yang unik dan langka harusnya bisa terjual dengan harga yang lebih mahal?...”


“He he he…” si Iblis Hitam terkekeh.


“Kalau kami mengikuti kehendak harga yang Tuan Muda ajukan, maka toko kami akan lebih cepat gulung tikar dalam beberapa bulan saja.” Lanjutnya.


“Kalau begitu, Tuan Muda ini juga tidak jadi menjual barang yang kumiliki ini!” Gou Long langsung bangkit dari tempat duduknya, berpura-pura mengancam.


“Tuan Muda! Tunggu sebentar!...” Iblis hitam menghentikan gerakan Gou Long, “Bagaimana kalau kami memberikan penawaran yang lebih baik pada Tuan Muda?”


Tersenyum Gou Long kembali duduk, “Penawaran yang bagaimanakah menurut Tuan Manager lebih bagi Junior ini?”


“Bhegkk!” bunyi keras pukulan Gou Long, dia memukul lantai yang tertutup itu, namun lantai tersebut tidak bergeming sama sekali, itu adalah lempeng besi yang sangat alot. Gou Long pasrah, meluncur jatuh ke dalam lubang.


Dalam sekejap tadi, Iblis hitam telah menginjak alat rahasia yang membuka lubang jebakan dari ruangan tersebut, dan membuat Gou Long jatuh ke dalam lubang.


Dalamnya lubang itu berkisar empat puluh tombak, namun suara makian Gou Long dari dalam terdengar keluar, Gou Long masih berpura-pura, dia ingin tahu alasan kenapa Iblis Hitam mengurung dan menjebaknya, Gou Long yakin topeng yang ia pakai telah menyempurnakan penyamaran.


“Keparat! Kenapa kau menjebakku?” teriak Gou Long.


Hebat! Iblis Hitam mengirim suara ke dalam lubang jebakan tersebut sehingga suara bergema dan lama, “Sejak awal kami memang tidak berniat berbisnis dengan kau anak muda…”


Iblis Hitam terkekeh, “He he he…”

__ADS_1


“Kau menjadi ancaman bagi kami! Salahkan dirimu sendiri yang menjadi sok cerdas…”


“Keparat di mana aku yang berlaku sok cerdas?” rasa ingin tahu Gou Long meningkat sehingga ia memotong gema suara Iblis Hitam.


“Baik! Agar kau tidak mati penasaran anak muda, akan kujelaskan semuanya! Jangan kau potong ucapanku, kalau kau berani! Maka kau mampuslah dengan rasa penasaran.” Ancam Iblis Hitam.


“...” tidak ada suara dari dalam lubang.


“He he he…” Iblis Hitam senang karena Gou Long patuh pada ancamannya, “Bagus! Dengarkan sebaik mungkin agar kau tidak mati penasaran anak muda…”


“Kesalahanmu yang paling fatal adalah rasa ingin tahumu yang besar, di saat orang-orang yang berkunjung ke toko kami tidak mempermasalahkan cat pamflet yang memudar, kau malah bertanya setelah melihat hal itu…”


“Apa kau tidak bisa berpikir jernih? Kadang orang yang cerdas salah menjawab soal yang paling mudah hanya karena ia terlalu banyak berpikir. Hufft!...” Iblis Hitam mengejek sejenak.


“Coba kau pikir! Apa hanya karena pamflet yang memudar lantas orang akan berpikir toko kami ini telah lama buka di sini? Hanya kau yang berpikir seperti itu, karena kau orang yang numpang lewat di Kota ini…”


“Sedangkan penduduk Kota ini mereka tidak buta, mereka jelas tahu toko kami baru sebulan beroperasi di sini. Walaupun toko kami terhalang dua toko besar lain…”


“Kau masuk celingak-celinguk, mata jelalatan dan mencari barang-barang yang menurutmu baik itu hal biasa, namun salahkan dirimu sendiri yang punya mulut asal bertanya dan punya pikiran yang terlalu banyak berpikir… kedua hal itu jelas akan sedikit membahayakan gerakan kami…”


“Apa kau sudah puas! Maka mampuslah dengan tidak memiliki rasa penasaran… Ha ha ha…” Iblis Hitam mengakhiri penjelasannya, ia tertawa terbahak-bahak.


Sekarang Gou Long mengetahui kekeliruannya, pamflet yang sengaja di cat seperti itu memang bertujuan untuk menyamarkan sekaligus untuk memancing orang-orang yang dirasa membahayakan bagi mereka. Alasan ia dijebloskan ke dalam lubang ini pun bukan karena Iblis Hitam mengenalinya.


Menyesal pun percuma, benar apa yang dikatakan Iblis Hitam, orang cerdas seringkali terjebak dalam hal yang simple karena terlalu banyak berpikir.

__ADS_1


__ADS_2