Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 167. Menolak Undangan


__ADS_3

Berbasa-basi sebentar dengan kedua rombongan, Gou Long merasa tidak ada perkara yang mengharuskan dia untuk terus berada di Lembah Gunung berkabut, berpamitan dengan keduanya, Gou Long melesat pergi dari sana.


Dia tidak menyembunyikan teknik terbangnya kali ini, pergi dengan cara mencolok seperti itu kadang diperlukan untuk memperlihatkan pada orang lain bahwa berhasil menembus Ranah Surgawi di usia muda bukan karena faktor keberuntungan, tapi karena memiliki isi yang nyata.


Setelah kepergian Gou Long, Kui On Cinjin dan rombongan Sekte Pedang Suci juga berpamitan pada It Hong Taysu, lalu pergi dari sana. Saat itu rombong yang sudah keluar semuanya dari Tanah Suci Para Pendekar hanyalah murid-murid Sekte Pedang Suci, kedua belas murid mereka yang masuk keluar dalam keadaan selamat.


Gou Long terus terbang di awal gerakan, kemudian setelah jarak tempuh 1 mil, dia melesat turun dan bergerak dengan Teknik Memindah Jasad, tujuannya kembali ke Gunung Teratai. Ini membutuhkan waktu sehari semalam perjalanan, baru kemudian tiba di Gunung Teratai.


Terus bergerak dengan cepat selama 1 jam perjalanan, Gou Long berhenti dan berbalik, “Apa para Senior tidak lelah terus bersembunyi dan mengikutiku sejak dari Lembah Gunung berkabut?...”


Tiga sosok bayangan manusia muncul di hadapan Gou Long, cara muncul mereka sangat luar biasa seperti hantu saja, yang tiba-tiba muncul di kegelapan. Mereka adalah tiga orang tua dengan tingkat kultivasi Ranah Surgawi tahap menengah.


Tidak ada yang istimewa dari ketiga orang tua itu, namun Gou Long dapat merasakan tingkat tenaga dalam yang sangat tinggi terpancar dari aura mereka.


“Saudara muda! Patriak Sekte Phoenix Suci mengutus kami untuk mengundangmu dan mengawalmu menuju Sekte Phoenix Suci.” Orang tua yang berdiri di tengah-tengah menanggapi pertanyaan Gou Long.


“Ada urusan apa Patriak Sekte Phoenix Suci merepotkan diri dan mengutus Senior bertiga hanya untuk mengawal Junior yang tak bernama ini?” tanya Gou Long


Gou Long menyadari orang-orang ini mencarinya pasti karena kejadian di Tanah Suci Para Pendekar, tapi siapa yang melaporkan kejadian itu pada Patriak Sekte Phoenix Suci? Ataukah ini karena Kehebohan Pil Super Semesta satu bulan yang lalu? Untuk memastikan hal inilah dia tetap bertanya, dan berpura-pura tidak tahu.


“Kami tidak pernah mempertanyakan kebijakan dan perintah dari Patriak Sekte, Saudara muda jangan mempersulit diri sendiri, sebaiknya ikuti saja apa yang kami minta.”


Gou Long berdiri tenang, terlihat seperti orang sedang berpikir, “Kalau Junior menolak permintaan para Senior?...” bahkan ucapannya belum habis keluar dari mulut. Orang tua lain sudah memotongnya, “Tidak peduli apa pun alasanmu anak muda, kau harus tetap ikut dengan kami!” Suaranya penuh dengan penekanan, kebiasaan orang tua itu yang tidak sabaran telah keluar.


“Ha ha ha! Bukankah ini undangan? Seharusnya undangan itu tidak boleh ada unsur pemaksaan!” Gou Long tertawa, kemudian berkata dengan ekspresi masih seperti orang yang sedang berpikir.


“Tidak peduli bagaimana! Kami akan membawamu ke Sekte Phoenix Suci, kalau tidak bisa dengan ajakan maka akan kami lakukan dengan pemaksaan.”

__ADS_1


“Patriark tidak mengharuskan kita untuk membawanya dalam keadaan bernyawa atau jasadnya saja. Tugas kita membawa dia ke Sekte! terserah itu bangkai atau orang hidup” orang tua ketiga yang sejak tadi diam, akhirnya buka suara.


“Tepat sekali ucapan adik ketiga.” Orang kedua kembali menimpali.


“Saudara muda telah mendengar sendiri apa yang diucapkan kedua saudaraku, apa saudara muda masih bersikeras dan menolak ajakan kami?” Orang tua yang memulai percakapan masih berusaha membujuk Gou Long.


“Maaf! Junior ini tidak dapat memenuhi undangan dari Patriak kalian, karena memandang usia para Senior, Junior ini akan melupakan tindakan para Senior menguntit Junior, nah! Sampai jumpa.” Ujar Gou Long berbalik dan berniat melanjutkan perjalanan.


“Ingin kabur! Tidak akan mudah, kau harus ikut kami!”


“Jalan menuju Surga terbuka lebar kau malah menempuh jalan sulit ke Neraka!”


Swooooshh!


Domain tenaga dalam Ranah Surgawi menekan Gou Long dengan keras, kemudian menyusul angin tenaga dalam menyerang meridian lupuhnya. Itu adalah Jurus Totok jarak jauh dengan menggunakan energi murni.


“Aku bukanlah batang kayu yang bisa kalian potong dan arak sesuka hati.” Ujar Gou Long, tubuhnya bergerak cepat dan menghindari energi Jurus Totok dengan tepat, lalu posisi tubuhnya kembali menghadap ke arah tiga orang tua tersebut.


Tangan Gou Long terlihat digerakkan sedikit, kemudian Siluman Kalajengking Kelas Ke-1 muncul di sampingnya dengan postur besar sempurna.


Tidak hanya itu, mulut Gou Long berkata lirih, “Hauri! Keluarlah...” Seorang Peri cantik juga ikut muncul di sisi Gou Long.


Dengan menatap tajam tiga orang tua di depannya dia berkata pada Hauri, “Kau berhutang banyak penjelasan padaku terkait Tanah Suci Para Pendekar! Tapi saat ini bantu aku melenyapkan tiga setan tua tidak tahu diri ini,” Ekspresi kejam kembali diperlihatkan Gou Long.


Dia sadar, bertarung setelah melakukan penerobosan ranah akan sangat merugikannya karena fondasi tenaga dalam yang belum terlalu stabil, oleh karena itu dia memanggil Hauri dan Siluman Kalajengking bersamaan dan menyuruh mereka bertarung untuknya kali ini.


“Kau juga! Bukankan ranah kultivasimu meningkat pesat karena aku telah melangkah ke Ranah Surgawi,” lanjut Gou Long, perkataan yang ditujukan pada Siluman Kalajengking, “Bunuh saja ketiga tua bangka tidak tahu diri itu!” perintah Gou Long.

__ADS_1


“Ha ha ha! Kalau itu maumu, maka aku akan bersenang-senang.” Jawab Hauri.


“He he he! Aku juga akan bersenang-senang.” Siluman Kalajengking terkekeh, menimpali ucapan Hauri dengan suaranya yang serak.


Kemunculan dua makhluk lain di sana, membuat tiga orang tua tersebut terperanjat, apalagi setelah mengetahui tingkat kultivasi dua makhluk itu juga setara dengan Ranah Surgawi, terlebih si gadis peri itu, tidak jelas tingkatan kultivasinya.


“Pantas saja bocah ini berani menolak, dia memiliki beberapa peliharaan yang unik!” pikir ketiganya


Raut antusias muncul di wajah tiga orang tua tersebut, semangat bertarung mereka terbangkit, sangat ingin menjajal kekuatan makhluk-makhluk unik yang jarang ditemui ini.


Mereka telah mendengar setiap percakapan Gou Long dengan kedua makhluk itu, orang tua yang memimpin berkata, “Ha ha ha! Rasanya juga belum terlambat menangkapmu setelah membunuh dua pe...”


Swooooosshhh!


“Omong kosong! Rasakan telapak panasku! Ha ha ha...” ejek Gou Long, suaranya terdengar beriringan dengan pukulan telapak yang dilepaskan secara tiba-tiba.


Sebuah pukulan telapak panas menyengat dengan bunyi mencicit keras menghentikan ucapan dari orang tua tersebut. Dia terpaksa membalas dengan pukulan telapak juga.


Swooooosshhh!


“Boooomm!”


Memanfaatkan momentum ledakan, tubuh Gou Long berpindah 5 tombak ke belakang.


“Kalian berdua! Berpesta dan bersenang-senanglah!” lanjut Gou Long memerintahkan Hauri dan Siluman Kalajengking.


Keduanya segera bergerak menyerang, Hauri dengan jurus-jurus telapaknya, sedangkan Siluman Kalajengking dengan semburan-semburan racun serta tusukan-tusukan tajam dari ekornya, jarum di ekor itu kadang kala meluncur seperti serangan senjata rahasia, yang meluncur tiba-tiba.

__ADS_1


__ADS_2