Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Bab. 58. Maniak Ilmu Silat


__ADS_3

Dengan Pedang Peri Ilusi di tangan, Gou Long melesat cepat, Jurus Ilmu Pedang Angin dan Petir dikembangkan, bagi maniak ilmu silat macam Gou Long, dia tidak akan terikat dengan aturan umum para pesilat saat menggunakan jurus.


Para pesilat, pada umumnya akan menggunakan jurus secara beraturan menurut urutan masing-masing dari jurus ke satu sampai habis, kemudian mengulang lagi dari awal. Namun, berbeda dengan Gou Long, dia ini maniak sejati.


Jenius yang hanya muncul satu dalam seribu tahun, setiap ilmu silat yang di pelajari pasti akan di dikembangkan sendiri, dan tidak terikat dengan penjelasan dari kitab. Jurus Ilmu Pedang Angin dan Petir yang dimainkan Gou Long sudah sangat hebat, kali ini, dia memulai dari jurus ketiga dan langsung menyambungnya dengan jurus kesatu.


Jurus Pedang Naga Petir, dan Jurus Pedang Petir Membelah Langit, ketika digabungkan seperti itu memberi efek hebat, dari arah depan seekor Naga petir kecil hasil pemadatan tenaga dalam meluncur, dari atas gelombang pedang seperti kilatan cahaya petir menebas tanpa henti ke arah kepala siluman kingkong tersebut.


Dengan ketajaman Pedang Peri Ilusi, serta kehebatan dari dua jurus gabungan, dapat dipastikan siluman kingkong itu akan mati terbelah. Namun, yang ditebas Gou Long bukanlah benda mati, itu adalah siluman yang hidup dalam Mode Abyssal Berserkers.


Mode Berserkers memang sangat luar biasa, ini benar-benar berbeda dari sebelumnya. Lincah dan gesit dia menangkis dan menahan jurus-jurus Gou Long, tongkat emas yang kuat dan alot menyempurnakan pergerakan dengan tenaga hebat dari siluman kingkong tersebut.


“Trang!”


“Tringg!”


“Tranng!”


“Tranng!”


Bunyi kedua senjata yang beradu saat saling menangkis, serta percikan bunga api yang tidak pernah padam semakin menambah kehebohan dari perkelahian itu.

__ADS_1


Pada satu kesempatan, keduanya saling tonjok lalu beradu dua tinju yang membuat mereka terdorong melayang di udara sampai sepuluh langkah, sama-sama bersalto indah beberapa kali, sebelum meluncur turun seperti daun yang tertiup angin tanpa ada suara sedikitpun.


Baik Gou Long, maupun siluman kingkong memperhatikan senjata sejenak, takut senjata akan rusak setelah berkali-kali beradu. Yang paling takut sudah tentu Gou Long, ada jiwa Hauri yang belum dipisahkannya dari dalam pedang.


Namun, kekhawatiran itu sangat tidak beralasan. Senjata mereka benar-benar artefak Ranah Surgawi yang sangat kuat, dan tidak mudah rusak. Setelah sama-sama mengambil nafas Gou Long kembali melancarkan serangan.


Dalam pembukaan ini, Gou Long memulai dengan jurus yang baru sekali dilatih, ini adalah Jurus Pedang Tarian Peri. Kapasitas seorang maniak ilmu silat memang berbeda dengan orang lain pada umumnya.


Dengan kultivasi yang sudah diperbaiki serta kestabilan hawa murni, jurus yang sebelumnya sangat menguras energi dan tenaga bisa dimainkan dengan sangat mudah.


Hanya butuh waktu sekejap saja, tarian pedang dimainkan. Jurus pertama, satu bayangan Gou Long muncul lengkap dengan pedang mulai menyerang siluman kingkong tersebut.


Jurus-jurus Gou Long terus berlanjut sampai dua puluh jurus, kemudian di medan pertempuran saat itu muncul dua puluh bentuk tubuh Gou Long lengkap dengan pedang di tangan, menyerang siluman kingkong itu dari berbagai arah.


Eira yang sadar akan bahaya lalu berkata. “Gawat Bocah itu memainkan jurus gaib, tutup mata dan pendengaran, lalu duduk berkultivasi lah di atas dahan ini,” perintahnya pada Hua Mei, gadis itu patuh, tanpa bertanya, ia langsung duduk bersila.


Para murid-murid Sekte Naga Langit yang menatap perkelahian itu ikut terbuai dengan tarian pedang peri dari jurus Gou Long, mereka sudah mulai mengeluarkan senjata dan bergerak sesuai ritme tarian.


Berbeda dengan siluman kingkong yang sedang dalam Mode Abyssal Berserkers, dia awalnya sempat terbuai lalu dia bisa menahan hasrat tersebut, walaupun hal itu sangat menekan serta mempercepat pengaruh berserkers berakhir.


Melawan Jurus Pedang Tarian Peri, secara langsung memang berbeda dengan yang menonton, tekanan yang diberikan jurus tersebut segera dirasakan oleh siluman kingkong itu, dia sadar ini adalah akhir dari perkelahian sekaligus akhir dari hayatnya.

__ADS_1


Mode Berserkers semakin diperkuat, sehingga kembali dia hampir bisa bersaing dengan Gou Long. Namun, dua puluh bayangan yang menekan dari segala arah sangatlah merepotkan. Guratan api berserkers yang mulai padam, dapat dilihat oleh Eira dari kejauhan.


Eira lantas mengirimkan suara dengan tenaga dalam pada Gou Long.


“Bocah, sebaiknya segera kau akhiri pertarungan ini, kalau tidak! Jurus ini tidak hanya merenggut nyawa si Kingkong bau itu, tapi juga akan menghabisi murid-murid Sekte Naga Langit yang tadi kau selamatkan. Lihatlah, mereka sudah bertarung dengan sesamanya, karena terhipnotis jurus yang kau keluarkan.”


Mendapatkan bisikan tersebut, lantas Gou Long melihat suasana murid-murid Sekte Naga Langit yang menonton pertarungan mereka sejak awal. Saat itu, kesepuluh murid sudah saling serang dengan berbagai senjata yang mereka miliki, ada sebagian yang terluka.


Darah berceceran di mana-mana, bahkan ada yang sudah terpotong sebelah tangan. Melihat itu semua, Gou Long tidak memperlambat lagi gerakannya, dengan memanfaatkan mode berserkers siluman yang sudah melemah, Gou long menyerang lebih sengit dan ganas.


Kali ini, kembali Gou Long menggabungkan dua jurus dalam bersamaan, Jurus Pedang Tarian Peri dipadukannya dengan Jurus Delapan Belas Telapak Penakluk Naga. Dengan tangan kiri yang tidak memegang pedang Gou Long melancarkan Jurus ketiga, Naga Bertempur Di Keliaran.


Dua puluh bayangan Gou Long menyerang dengan pedang, dan telapak ketiga dari Jurus Delapan Belas Telapak Penakluk Naga. Siluman kingkong tersebut meraung keras, bunyi beradu pedang dan pukulan terdengar nyaring. Gou Long berhasil merebut tongkat emas milik siluman itu.


Tak sampai disitu saja, dalam sekejap, Gou Long menyimpan pedang dan mengubah jurus-jurusnya menjadi, Jurus Tiga Belas Pukulan Penghancur Tulang. Tidak tanggung-tanggung, sasarannya seluruh tulang serta meridian juga tengkorak dari siluman tersebut.


Siluman Kingkong itu hanya bisa membalas sebisanya, anak muda yang diremehkan di awal terlalu perkasa, tenaga dalam anak muda itu juga terasa tidak pernah habis. Meraung keras dan melepaskan seberkas pukulan dari sisa tenaga yang terakhir, dia mengadu jotos dengan anak muda itu.


Namun, Gou Long yang menjadi sasaran dari tonjokan siluman kingkong tersebut menerima dengan tonjokan juga. Tiga Belas Pukulan Penghancur Tulang, sangat hebat. Tidak hanya menghancurkan kepalan dan jari-jari, bahkan seluruh lengan siluman itu ikut terkulai hancur.


Tidak berhenti, Gou Long meneruskan pukulan ke dada, rusuk, kaki dan yang terakhir kepala. Tiga Belas Pukulan Penghancur Tulang, menunjukan kelas, begitu juga dengan si maniak ilmu silat yang menunjukan kapasitasnya.

__ADS_1


Siluman itu mati dengan otot dan tulang yang hancur, hanya meninggalkan kulit yang tak bisa menopang bentuk tubuh dari siluman itu.


__ADS_2