
“Prasasti kematian? Itu tidak perlu, aku ini seorang penjahat kecil yang tidak bernama, orang jahat sudah pasti berumur panjang, seperti kau yang sudah berusia sangat tua, sekarang sudah saatnya kematian menjemputmu, di Dunia ini kalau penjahatnya kebanyakan, maka orang-orang baik tidak akan memiliki waktu untuk beristirahat…”
Perkataan itu hanya ucapan datar biasa, namun terasa sangat menusuk.
Gou Long tertawa terbahak, “Ha ha ha!... Dan sekarang posisi penjahat besar dari dirimu harus digantikan oleh ku.”
Raut wajah dari Patriark Klan Lau dan para Penatua menghitam kelam, mata mereka memelototi Gou Long tajam. Tidak disangka, si Kerempeng ini, bukan saja tangannya yang kejam, mulutnya juga sangat tajam.
“Keparat! Kau cari mampus!” Patriark Klan Lau berteriak marah, lalu perintahnya pada delapan orang tetua Klan Lau, “Cincang dia sampai tidak bersisa!”
Begitu perintah turun, hamparan hawa murni dan Domain Ranah Surgawi menekan keras area seluas dua puluh tombak. Bayangan telapak dan hawa pukulan memenuhi udara, semua serangan ditujukan pada titik Gou Long berdiri.
Delapan orang tetua Klan Lau yang menyerang Gou Long, semua menggunakan pukulan dan telapak, tidak ada dari mereka yang menggunakan senjata, akan sangat memalukan, generasi tua seperti mereka mengeroyok dan menggunakan senjata, sementara lawan muda terlihat tidak menggunakan senjata sama sekali.
Anggota Klan Lau dan Klan Gou yang berdiri, karena menyadari pertarungan itu bukan ranah mereka, sudah tidak bisa bernafas secara normal, kali ini bukan sekedar perasaan, namun fakta yang sebenarnya. Tekanan hawa murni yang besar dan berat sangat menyesakkan mereka, secara tidak langsung mereka menjauhi arena pertarungan.
Gou Long masih terlihat sangat tenang, hawa murni elemen petir dikeluarkan sampai delapan puluh persen. Dengan langkah-langkah ajaib Jurus Walet Menunggang Angin, semua serangan pukulan dan telapak sangat mudah dielakkan Gou Long.
Dia terus bergerak dengan langkah-langkah ajaib tersebut, seakan-akan mentasbihkan diri sebagai anggota keluarga Klan Gou pada setiap tetua yang bisa mengikuti gerakan Gou Long. Ia juga memperlihatkan beberapa kekurangan yang telah ia sempurnakan secara lebih detail.
Pertarungan antara ahli memang sangat berbeda, beberapa gerakan Jurus Walet Menunggang Angin yang saat sebelumnya belum terlihat, sekarang terlihat secara menyeluruh, memberikan pemahaman baru pada setiap tetua Klan Gou.
“Apa para tetua sudah melihat segala kekurangan sebelumnya?” suara Gou Long terdengar di antara deru angin pukulan yang menyambar-nyambar keras.
Ia tidak menunggu jawaban dari tetua Klan Gou, “He he he…” terkekeh, Gou Long sudah tidak mau terus-menerus mengelak dan menghindar, “Apa kalian sudah puas menyerang?! Sekarang giliranku.”
__ADS_1
Hawa panas menyengat terasa semakin tebal, itu menusuk-nusuk dan membakar kulit, baik Klan Gou maupun Klan Lau, terlihat memerah, mereka tidak terbiasa dengan hawa panas yang sangat menyengat seperti itu.
Beberapa kali berpindah tempat dengan gerakan cepatnya, Gou Long membagi-bagi pukulan tangan kosong pada setiap tetua Klan Lau. Adu jotosan terdengar beriringan.
“Dukk!”
Setiap tetua yang mengadu pukulan dengan Gou Long tersurut mundur satu tombat, tangan memerah kepanasan, bau daging terbakar memenuhi udara.
“Keparat ini sangat kuat!” batin mereka semua.
Lalu mereka terlihat menotok tangan yang melepuh. Dan meminum pil penyembuh, delapan tetua Klan Lau tidak memikirkan rasa malu lagi. Masing-masing mengeluarkan pedang, “Bentuk barisan pedang!” salah satu dari mereka memberi aba-aba.
“Bagus!” semangat bertarung Gou Long juga ikut tergugah, “Setidaknya kalian harus sedikit memberikan perlawanan…”
Gou Long juga mengeluarkan golok berat papan besi. Memainkannya layak toya, diputar-putar sedemikian rupa, sehingga mengeluarkan deru angin yang mengaum-aum. Dia juga menyalurkan hawa murninya ke dalam golok, percikan-percikan keperakan muncul mengelilingi seluruh badan dan golok.
Gou Long, tidak mau menganggap remeh barisan pedang ini, ia sadar betul dengan bahaya besar dari permainan barisan pedang kumpulan delapan orang Ranah Surgawi Tahap Menengah.
Lantas ia sedikit melebarkan hawa yang keluar dari golok yang diputar. Tidak sempat meneliti lebih jauh barisan pedang tersebut, karena serangan dari mereka telah datang tidak terputus, bagaikan gelombang air bah yang membobol bendungan.
“Traankkkk!” bunyi golok dan pedang yang beradu terdengar beberapa kali. Tangan Gou Long terasa bergetar keras, “Celaka! Hawa murni biasa tidak cukup untuk bertahan dari barisan pedang ini. Aku telah salah memperkirakan tenaga yang besar dari gabungan mereka,” batin Gou Long.
Percuma saja terlalu banyak berpikir, tidak mau tertekan lebih lama, “Transformasi Roh!” teriak Gou Long. Perwujudan energi petir telah berubah berwarna hitam, dengan wujud Gou Long juga berubah, penuh dengan cambang bauk serta telinga yang meruncing.
Tekanan pada golok yang sedang diadu dengan banyaknya serangan pedang berubah. Gou Long bahkan dengan paksa memapak semua mata pedang dengan mata golok.
__ADS_1
“Trankkk!”
“Craakkk!”
Tiga mata pedang dari tetua Klan Lau yang menyerang paling depan terlihat patah. Sementara yang lainnya berhasil menahan laju dari gerakan pedang, sesaat serangan barisan pedang pada Gou Long juga terhenti sementara waktu.
“Kenapa berhenti?” pemuda itu mengejek, setelah menarik nafas dalam dan panjang, “Maaf! Aku tidak bisa menunggu kalian mengatur ulang barisan penyerangan.”
Sekali lagi bayangan Gou Long menghilang dari pandangan mata mereka semua.
“Hati-hati! Golok di tangannya terlihat tumpul, faktanya itu sangatlah tajam.” Salah satu dari tetua yang pedangnya telah patah memberi peringatan.
Walau penyerangan barisan pedang telah terhenti, namun begitu pertahanan dari barisan itu tetaplah sangat kuat, beberapa kali Gou Long bergerak lincah dan berpindah-pindah, menebas, menusuk, dan memukul, coba mencari kelemahan dari barisan pedang tersebut.
Tapi, sekian lama melakukan hal itu, usaha Gou Long belum membuahkan hasil, kedelapan penatua Klan Lau bisa saling menutupi dengan sangat sempurna.
“He he he…” tawa mengejek terdengar dari mulut Patriark Klan Lau, ia sejak tadi belum turun tangan, “Kerempeng sombong! Kesempatan masih terbuka bagimu untuk meninggalkan nama…”
“Kesombonganmu itu sungguh tidak berdasar, bahkan untuk keluar dari barisan pedang Klan-ku saja kau sudah kesusahan.” Patriark Klan Lau sungguh tidak tahan untuk tidak mengejek, ia sangat senang setelah sekian lama Gou Long belum bisa membongkar barisan pedang mereka.
Mendengar ucapan tersebut, Gou Long berhenti dari gerakan berpindah-pindah tempat dan serangan cepat. Dia berdiri tepat di tengah-tengah barisan pedang yang terus bergerak lincah.
Setiap gerakan pedang dan serangan yang mengarah padanya ditangkis asal dengan golok berat. Cara dia menangkis seperti orang yang putus asa, dan pasrah kepada kematian di bawah serangan barisan pedang.
Namun bagi tetua yang bergerak dalam barisan, mereka tidak menemukan kelemahan dari cara Gou Long menangkis.
__ADS_1
Dari tempatnya berdiri, melihat Patriark Klan Lau yang berbicara sombong, Gou Long memperlihatkan seringai kejam. Lalu ia berkata, “Aku hanya bermain-main dengan mereka sebentar saja, karena aku coba menikmati pertarungan ini, namun kau lebih senang melihat kematian cepat para tetua Klan-mu…”
“Jangan menyesal dengan ejekan yang telah kau ludahi!” Gou Long menjawab, sekaligus mengancam kembali Patriark Klan Lau.