Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Bab. 70. Insiden Tak Terduga


__ADS_3

Dua bayangan manusia terlihat keluar dari Hutan Hujan Salju dengan berjalan santai. Kedua bayangan itu tampak lusuh, terlebih yang berjenis kelamin laki-laki. Raut kelelahan tergambar nyata di wajahnya.


Iklim ekstrim serta tenaga dalam yang terkuras pasca penggunaan Jurus Segel Pengunci Jiwa Tingkat Lanjut membuat sang laki-laki terlihat lebih layu. Padahal semalam dia sudah berkultivasi guna mengisi kembali tenaga yang terkuras.


Tapi faktor cuaca ekstrim di hutan itu, kultivasi terasa sia-sia. Awalnya, dia berniat menyusuri hutan itu lebih lama. Namun, setelah perkelahian panjang kemarin, juga roh untuk melengkapi Kultivasi Tranformasi Roh sudah didapatkan, lantas mereka memutuskan untuk keluar saja dari hutan itu pagi tadi.


Sepertinya pertarungan tidak pernah mau menjauh dari pemuda tersebut. Baru beberapa langkah mereka berjalan, sudah ada bayangan yang berkelebat dan kemudian langsung mengepung mereka berdua.


Kedua orang yang terkepung itu adalah Gou Long dan Hauri, sementara yang mengepung terdiri dari sekelompok murid-murid Sekte Naga Langit yang tak dikenal Gou Long. Mungkin mereka jenis murid kuda hitam, tidak diperhitungkan lalu berhasil bertahan sampai hari ini di pra kompetisi Sekte Naga Langit.


“Saudara! Kami tau kalian baru saja keluar dari Hutan Hujan Salju, dan rasanya kalian pasti memperoleh sesuatu yang berharga, ha ha ha! ... dengan kondisi fisik kalian berdua sudah seperti pohon tua yang akan segera mati.”


“Apa tidak sebaiknya cincin penyimpanan kalian berdua, kalian serahkan pada kami sebagai jaminan keselamatan kalian berdua ke depan? ... Ha ha ha,” ucap salah seorang di antara mereka.


Tingkah laku murid-murid ini tidak jauh berbeda dengan perampok yang menindas masyarakat lemah. Begitulah efek buruk dari pra kompetisi yang bersifat battle royal. Sifat-sifat asli para murid akan terlihat jelas, dengan alasan jaminan keamanan mereka malah memeras murid, yang dalam pandangan mereka terlihat lemah.


Gou Long dalam kondisi kelelahan seperti itu rasa humornya berkurang banyak, dia langsung saja menjawab dengan nada datar. “Menjauh lah atau kalian akan menyesalinya. Aku tidak akan menahan diri untuk membunuh kalian semua saat ini, kalian pikir aku bodoh. Setelah mendapatkan cincin penyimpanan kami, sudah tentu kalian akan menghancurkan token teleportasi kami juga.”


Mereka bukannya mendengarkan nasehat Gou Long, malah mereka kembali mengolok-olok dan memperlihatkan sikap yang arogan.


“Nah, kau mengerti, kalau mengerti seperti itu bukankah lebih baik kalian segera menyerahkan cincin penyimpanan kalian padaku? Lalu kalian hancurkan sendiri token teleportasi. Jangan sampai kalian membuat baju kami kotor secara percuma, ha ha ha.”

__ADS_1


“Baiklah! Menyesal pun telah terlambat, salahkan kesombongan kalian yang harus mati muda di sini. Kalian sudah kuberi peringatan sebelumnya,” jawab Gou Long tegas.


“Kalian ingin aku yang menyerang atau kalian yang membuka serangan? Sekali lagi aku ingatkan. Ketika aku telah bergerak, maka dapat aku pastikan satu di antara kalian berlima akan mati. Bagaimana?” lanjut Gou Long dengan ancaman dan sorot mata yang dingin.


“Ha ha ha! ... Sudah mau mampus saja masih berani mengancam. Mau serang! Ya serang saja, kau pikir kami hanya batang kayu mati.” Kembali salah seorang di antara mereka mengejek Gou Long.


“Baik, kalian sendiri yang meminta. Lihat pukulan!” teriak Gou Long, member peringatan.


Memang nasib mereka yang harus mati di tempat tersebut hari ini, mereka salah target. Seekor singa yang kelelahan tetaplah singa, tidak mungkin singa berubah menjadi kucing. Begitulah Gou Long, walaupun dia kelelahan bukan berarti dia tidak dapat mengalahkan mereka semua.


Mereka salah target dan salah waktu, saat ini Gou Long yang sangat kelelahan tidak mau berlama-lama dengan mereka, begitu turun tangan dia kejam dan tidak kenal ampun.


Tenaga dalam elemen petir, dan hawa panas segera menyapu tempat itu. Seakan tidak ingin berlama-lama, Gou Long mengembangkan Teknik Memindah Jasad, yang dituju orang sejak tadi paling banyak berbicara di antara mereka.


“Cesss!”


Tubuh orang itu berlubang besar, dia tidak sadar kapan Gou Long bergerak ke arahnya, bahkan dia tidak sadar dada telah berlubang besar. Orang itu mati dengan tidak sadar sama sekali apa yang menyebabkan dia mati.


“Satu telah tewas, ha ha ha ... yang lain bersiap-siaplah!” Gou Long berkata tegas, disertai suara tertawa yang sangat dingin.


Penampilan Gou Long saat ini seperti iblis itu sendiri, rambut acak-acakan, pakaian yang lusuh serta tangan berdarah, bekas mayat yang tadi dibunuhnya.

__ADS_1


Gou Long kembali bergerak lincah, suara tawa yang tidak pernah berhenti sangat mengganggu konsentrasi, dan melemahkan mental murid-murid yang masih tersisa.


Seperti yang diucapkan, dua kali lagi suara. “Cess! Cess” terdengar, dua kepala jatuh bergedebruk di atas tanah, keduanya mati dengan kepala yang terpotong. Di tangan kanan Gou Long, terlihat sangat kecil bentuk pemadatan hawa murni. Membentuk pisau kecil, dengan pedang hawa murni inilah tadi dia menebas kepala dua orang lain.


Sisa-sisa darah masih menetes di pedang kecil itu, Gou Long benar-benar terlihat menyeramkan. Dia seperti iblis yang sangat haus darah dan tanpa pandang bulu.


Setelah berhasil membunuh tiga dari lima orang itu, Gou Long memperdengarkan suara tawa. Membuat bulu roma orang yang mendengar akan berdiri karena rasa takut. “Sekarang sudah cukup bermain-main, ha ha ha! ... Kami berdua kalian juga berdua. Mari kita lanjutkan pertandingan ini, sampai kalian berdua atau kami berdua yang akan mampus.”


Orang-orang yang tadinya terus mengejek Gou Long saat ini terlihat lebih marah daripada Gou Long sendiri. Mereka tidak pernah menyangka, kalau Gou Long akan sangat hebat, padahal penampilannya sudah seperti orang yang mau mati saja.


Kemudian dia mengeluarkan senjata yang berupa kipas dari besi, tak mau ketinggalan temannya juga mengeluarkan pedang. Mereka berdua saling melengkapi menyerang Gou Long dengan hebat.


Gou Long kalap, tidak meminta bantuan dari Hauri sedikit pun, dia sangat yakin dengan kehebatan perpindahan dari Teknik Memindah Jasad. Cepat, rapi, bersih dan kejam, begitulah perumpamaan yang cocok terhadap cara bertarung Gou Long saat ini.


Gerak kaki dengan Teknik Memindah Jasad, gerak tangan dengan Jurus Pedang Angin dan Petir, Pedang pendek yang terbentuk dari hawa murni mengaum keras, bagaikan Naga petir yang membelah langit.


Kedua orang yang menjadi lawan Gou Long terus bertahan dari desakan Gou Long. Tak lama kemudian, hanya setelah bertahan lebih dari lima puluh gerakan, mereka berdua tewas dengan cara yang sama, kepala terpotong.


“Ha ha ha! ....”


Suara tawa Gou Long terdengar menggema, dan menyeramkan setelah membunuh mereka semua.

__ADS_1


Dia mengambil cincin penyimpanan, serta tidak lupa menguburkan mayat-mayat mereka semua.


Tak jauh dari tempat pertarungan itu, beberapa pasang mata melihat semua kejadian tersebut dari awal sampai akhir dengan wajah penuh senyum kelicikan. Beberapa pasang mata ini berhasil menutup hawa keberadaan dengan sangat baik yang membuktikan tenaga dalam mereka di atas rata-rata.


__ADS_2