Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 385. Jurus Kecil Penghisap Bintang


__ADS_3

Tertawa lantang, menyombongkan diri seakan-akan tidak ada kultivator sanggup bertarung dengan dirinya saat dalam kondisi seperti itu.


Angin berhembus dingin, seperti hembusan nafas mayat keempat orang yang mati mengenaskan dan tidak rela dikhianati oleh rekan sendiri. Menusuk relung-relung kulit dan mendirikan bulu-bulu roma.


Puas dengan tawa yang sengaja digaungkan. “Anak muda, engkau penasaran dengan teknik ini?! Sebelum kematian dan nyawa kalian aku cabut, tidak masalah bagimu untuk mengetahuinya—”


“Kau tidak mau menjelaskan, itu urusanmu. Terkait perkara kematian, hal tersebut masih belum jelas. Apakah aku terlihat gentar dengan teknik pengorbanan yang kau keluarkan?! Kalau engkau berpikir aku takut, maka engkau akan segera menyesalinya.” Gou Long tidak kalah gertak. Bahkan dengan berani dia balas mengancam.


Tatapan mata Gou Long menjadi bening, dalam dan seluas lautan, seperti kegelapan yang tidak berujung. Menyurut mundur lawannya dua langkah secara tidak sadar.


Merasakan nyali yang sedikit menciut hanya kalah gertak, lawan dari Gou Long berteriak lantang. “Tidak perlu aku menjelaskannya teknik ini padamu. Bagaimana kalau engkau mencobanya secara langsung.”


“Sstt!” Bergerak cepat, melesat dan menerjang Gou Long dengan pola segel penghisap masih tergambar di telapak tangannya, Bandit itu coba menyerang Gou Long berkali-kali. Dia berusaha keras agar salah satu pukulan telapak itu mengenai si pemuda.


Eira telah bergabung dengan Hua Mei sejak percakapan Gou Long dengan lawan berlangsung tadi, walau hanya sesaat. “Teknik bandit itu sangat mengerikan. Apakah Cici tahu teknik macam apa itu?!” Hua Mei menyambut kedatangan Eira dengan pertanyaan, memang Nyonya Gou itu sangat ingin tahu rahasia dari teknik tersebut.


Bagi Hua Mei, teknik itu kalau bisa dipergunakan untuk menghisap energi musuh rasanya sangat luar biasa bila dilakukan saat terdesak. Teknik itu tidak terlihat sadis dalam penglihatan Hua Mei, bergantung pada penggunanya. Andai yang menggunakan berbuat jahat dan mengkhianati teman-teman sendiri, bukanlah teknik yang sesat, tapi si pengguna lah orang yang tidak benar.


“Besar kemungkinan itu adalah jurus segel biasa, bukan cara kultivasi atau teknik meditasi. Lihatlah, orang yang menggunakan jurus segel tersebut tidak membutuhkan waktu untuk memurnikan Kaisar Qi dari empat kawannya yang lain. tapi secara otomatis bisa meningkatkan kekuatannya sendiri.” Eira menunjuk ke arah gelanggang pertempuran, setiap gerakan dari orang yang sedang bertarung dengan Gou Long diikuti dengan ujung jarinya.

__ADS_1


Hua Mei ikut melihat arah telunjuk Eira. “Jadi itu benar-benar semacam jurus. Semoga saja, Gege tidak membunuh lawannya. Mungkin nanti kita bisa mengetahui teknik yang dipergunakan orang tersebut.”


“Iya, benar! Aku melihat banyak hal yang bisa dilakukan dengan kesadaran spiritual di Dunia Kaisar Peri. Seperti memasang penghalang kedap suara, memvisualkan ingatan ...” Eira menyunggingkan senyum kegembiraan tersendiri, ada hal yang tidak pernah terpikirkan oleh semua kultivator di Dunia Kaisar Peri tiba-tiba muncul dalam otak rubah itu.


“Benarkah?! Ada hal lain kah yang bisa kita lakukan dengan kesadaran spiritual, Cici?!” Hua Mei menjadi tidak kalah antusias. Dari perkataan Eira yang masih samar, gadis itu langsung dapat menebak arah pola pikir dari si rubah.


Eira mengangguk ringan, tapi di mulut perkataan yang tidak sama dengan gerakan kepala keluar. “Entah, hal ini belum pasti. Semua bergantung pada suamimu, apakah dia bisa melakukannya nanti. Jangan berbicara terlalu jauh, hal yang terpenting, apakah dia bisa mengalahkan lawannya?!”


Sementara Hua Mei dan Eira yang bercakap-cakap. Semua percakapan keduanya terdengar jelas di telinga Gou Long dan si bandit.


Sejak tadi, Gou Long belum membalas serangan sama sekali. Pemuda itu terus mengelak dari serang ganas yang dilepaskan kultivator liar tersebut.


Namun, lawan Gou Long juga bukan kesemek lembut. Orang itu telah menyerap esensi kehidupan dan tenaga dalam empat kawannya yang lain. Pada Saat ini Gou Long belum melakukan Teknik Transformasi Roh ataupun mengeluarkan tekanan Naga. Dia masih sepenuhnya mengandalkan Tekanan Kaisar Qi Puncak Ranah Kaisar Surgawi dan Teknik Memindah Jasad.


Hal tersebut lah yang membantu Gou Long terus bisa mengelak dari pukulan telapak sang lawan.


Akan tetapi, karena Gou Long telah mendengar percakapan Hua Mei dan Eira. Sekarang, timbul niatnya untuk coba melemahkan lawan. Minimal menangkapnya hidup-hidup.


“Transformasi Roh!” teriak Gou Long. Roh ketiga Naga Hitam digunakan. Menggunakan roh ketiga, Gou Long bisa membuat dua tekanan secara bersamaan, tekanan Naga dan tekanan Kaisar Qi.

__ADS_1


Lonjakan tenaga dalam yang meluap-luap di gelanggang pertempuran semakin kuat saja. Meskipun begitu, si penjahat malah menyunggingkan senyum serta tidak merasakan tekanan sama sekali. “Menarik, rupanya engkau memiliki beberapa keterampilan yang engkau sembunyikan anak muda.”


Keinginan untuk dapat menyerap tenaga dalam Gou Long semakin besar terlihat dalam sorot mata orang tersebut. Itu sangat nyata dengan warna merah berkilat yang muncul dari pupil matanya. Kemudian dia melanjutkan perkataan, “Baiklah anak muda, karena engkau menggugah seleraku dengan keterampilan yang engkau tunjukkan, akan aku beritahukan padamu nama dari teknik ini.”


Sedikit banyak, karena itu dua tekanan sekaligus tidak berefek sama sekali pada orang tersebut Gou Long menjadi terkejut. Namun, dia tidak menanggapi ocehan dari lawan. Dalam hati Gou Long bermonolog, “Jadi, kali ini aku harus mengalahkan dia murni dengan jurus, semakin banyak perbendaharaan jurus yang aku kuasai maka ini akan lebih baik.”


Keduanya sama-sama dengan motivasi masing-masing, Gou Long mulai dengan Jurus Tongkat Penggetar Langit. Tongkat emas telah di pegang Gou Long, dengan penggunaan senjata panjang seperti tongkat akan lebih memudahkan untuk menjaga jarak dari serangan telapak penghisap energi milik lawan.


Gou Long mulai coba menggebuk lawan dengan tongkatnya, tapi dia kecele. Orang itu bahkan tidak coba menghindar, dia malah menerima begitu saja serangan tongkat yang terlapisi tenaga dalam Gou Long.


Menyunggingkan seringai ejekan pada si pemuda, penjahat tersebut malah menangkap tongkat Gou Long dengan jurus cengkeraman. “Teknik ini bernama; Jurus Kecil Penghisap Bintang. Nah, selamat merasakan.”


Ini benar-benar telah kasip bagi si pemuda, setelah tongkat emas tertangkap. Dia mulai merasakan tenaga dalam terhisap oleh lawan. “Bagaimana ini mungkin, bahkan tongkat emas milikku bisa dijadikan sarana untuk menghisap Kaisar Qi dan tenaga dalam ku.”


Pada saat itu, Gou Long sendiri sudah coba menghentikan arus perputaran Kaisar Qi dalam tubuhnya. Tapi, benar-benar tidak berguna sama sekali, semakin Gou Long coba menghentikan, semakin banyak tenaga dalam yang tersedot.


Coba melepaskan tongkat juga tidak berguna, bahkan tongkat emas itu terus melekat di tangan Gou Long.


Hua Mei dan Eira di luar gelanggang pertempuran menyadari gelagat yang tidak baik, mereka sekarang telah pucat pasi. “Apa yang harus dilakukan? Bagaimana mungkin ada teknik begitu luar biasa? Jurus Kecil Penghisap Bintang ....”

__ADS_1


__ADS_2