Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 132. Ikan Mengejar Kotoran


__ADS_3

Begitulah ketika rasa tamak akan harta milik orang lain memenuhi hati dan pikiran, sehingga akal yang sehat hilang, namun akan menyesal kalau sudah di ujung jalan.


Bergerak cepat dengan ilmu meringankan tubuh masing-masing, menjelang subuh mereka sudah sampai di Lembah Gunung Berkabut.


“Taysu! Rasa-rasanya mereka yang terus mengikuti kita harus segera kubereskan, Taysu tak usah membantu, akan kuurus sendiri mereka.” Ujar Gou Long.


“Terserah Sicu! Usahakan untuk tidak membunuh.” Pesan It Hong Taysu.


“Hemmm!” jawab Gou Long samar, entah itu iya atau apa, tidak jelas.


Gou Long berkelabat dan menyongsong para pengejar, Mereka semua Ranah Surgawi tahap awal yang berjumlah 6 orang.


“Huffftt! Mentang-mentang ranah surgawi bisanya hanya menindas yang lemah.” Ejek Gou Long dengan berteriak keras.


“Bocah, kau serahkan saja pil itu padaku! Akan kubantu kau membereskan yang lain.” Salah seorang dari 6 pengejar berkata.


“Aku tidak bodoh, kalau kau berniat membantu, sudah sejak awal kau berusaha menghalangi mereka mengejarku... He he he! Mungkin tindakanmu malah sebaliknya,”


“Kau bersekongkol dengan mereka semua, karena takut It Hong Taysu akan turun tangan membantuku.”


“Omong kosong! Sampai ajal pun aku tidak akan sudi bersekongkol dengan mereka.” Ini adalah orang dari sudut lain yang berkata.


“Keparat bermarga Bun! Dunia persilatan telah mengenal julukanmu si Kucing Malam, kau jenis pencuri licik! Tidak ada yang mau berserikat denganmu.” Orang dari sudut jauh lain kembali memaki orang yang pertama sekali berbicara dengan Gou Long.


“Ha ha ha! Sebentar! Sebentar!” ujar Gou Long memotong perdebatan mereka.


Saat ini posisi Gou Long memang di depan keenam orang tersebut, “Menarik! Ini sangat menarik!” lanjutnya.


“Kalian berenam saling tidak bekerja sama dan saling bermusuhan,”


Gou Long berjalan mondar-mandir di depan mereka semua, seperti orang berpikir keras, mereka ingin turun tangan tapi takut It Hong Taysu akan membantu Gou Long. Tindakan bocah ini berkesan mempermainkan mereka.


“Hemmm! Apa kalian sangat ingin memiliki pil ini?” tanya Gou Long, memancing mereka.

__ADS_1


“Serahkan padaku!” keenam orang ini berkata serentak.


“Tapi bagaimana? Aku hanya punya 1 pil, sedangkan kalian berenam, bagaimana aku akan membagi pil ini?" Ujar Gou Long.


Mendapatkan pertanyaan dan permasalahan seperti itu keenam orang tersebut terdiam.


“Baiklah! Karena aku sudah terlanjur berpesan pada It Hong Taysu untuk tidak turut campur, maka pil ini akan kuserahkan pada salah satu di antara kalian,”


“Aku juga masih sayang pada nyawaku yang masih seumur jagung ini, jadi siapa di antara kalian yang paling mahir ilmu meringankan tubuh?” setelah berputar lidah ke mana-mana, Gou Long malah bertanya hal lain.


Secara spontanitas orang-orang tersebut tidak menjawab, tapi tangan mereka menunjuk si Kucing Malam.


Tangan Gou Long terlihat bergerak cepat melempar sesuatu ke arah depan si Kucing Malam, mulutnya juga bekerja, “Ini Pil racikanku tadi, kau bawa larilah!” teriaknya.


Daya luncur lemparan Gou Long sangat jitu dan akurat, apa yang dilemparnya tepat masuk ke dalam telapak tangan si Kucing Malam, orang ini tidak menyia-nyiakan kesempatan, dia mengembangkan ilmu meringankan tubuhnya, melesat pesat membawa kabur pil yang dilemparkan Gou Long.


Mereka ikut mengejar si Kucing Malam, salah satu yang berangasan tidak segera melesat mengejar, dia terlebih dahulu memaki Gou Long serta memberikan sebuah pukulan telapak dari hawa murni.


“Bocah keparat! Mampuslah!”


Biksu ini melihat senyuman Gou Long, dia ikut tersenyum. Hatinya dapat menebak, bahwa Gou Long sedang bermain ikan berebut kotoran.


“Pil apa yang Sicu berikan pada orang yang paling mahir ilmu meringankan tubuh tadi?” tanya It Hong Taysu penasaran.


“Itu bukan Pil taysu, ha ha ha... Itu adalah upil dan daki, sedikit junior campur dengan tanah liat.” Jawab Gou Long, kembali dia tertawa mengingat perbuatannya.


It Hong Taysu yang sangat jarang tertawa kali ini juga ikut tertawa, namun kemudian dia berkata, “Beberapa saat lagi 2 atau 3 orang dari mereka akan menyadarinya, tapi ini sudah lebih dari cukup. Mari kita bersembunyi!”


Gou Long menuruti ajakan dari It Hong Taysu, mengingat dia perlu menjaga stamina sebelum masuk ke Tanah Suci Para Pendekar yang akan dibuka hanya dalam beberapa jam lagi.


“Sebentar Taysu! Taysu boleh menunggu dalam jarak 3 tombak.” Ujar Gou Long, kemudian dia menaburi bubuk  di tempat itu, baru melesat ke sisi It Hong Taysu.


“Permainan apa lagi yang sicu mainkan?” tanya It Hong Taysu.

__ADS_1


“Taysu tak perlu khawatir, karena berjalan dengan Taysu junior juga akan menghormati Taysu dan tidak akan sembarangan membunuh,”


“Itu hanya bubuk racun yang menyumbat seluruh meridian untuk sementara waktu dan hanya bertahan di alam terbuka selama 1 jam,”


“Orang yang terkena racun itu, mereka akan seperti orang yang tidak berlatih silat. Setelah 8 jam baru efek racun itu akan menghilang dengan sendirinya.” Gou Long menjelaskan.


Kemudian It Hong Taysu masuk ke dalam semak belukar yang ditutupi ranting dan daun pohon lebat sebagai tempat persembunyian, itu berjarak 10 tombak dari tempat tadi, tindakan itu juga diikuti Gou Long.


“Kenapa Taysu memilih tempat ini sebagai persembunyian?” tanya Gou Long, heran.


“Sicu kuat dan cerdik, tapi pengalaman Sicu masih cetek. Kalau kita melesat pergi menjauh, mereka pasti akan mengejar dan tidak masuk ke dalam perangkap yang Sicu atur,”


“Tapi.. tempat yang paling berbahaya adalah tempat yang paling aman. Mereka pasti akan berpikir seperti Lolap pikir, dan secara tidak langsung mereka akan memulai pelacakan dari posisi kita tadi. Lihat! 2 orang telah kembali.” Bisik It Hong Taysu.


Benar seperti yang It Hong Taysu jelaskan, 2 orang segera menyadari permainan Gou Long. Dan mereka adalah orang terakhir mengejar tadi, salah satunya laki-laki berangasan.


Gou Long dan It Hong Taysu dapat melihat kedua orang itu mondar-mandir di tempat tersebut, mereka mencium dan melihat jejak telapak kaki di sana.


Senyum Gou Long melebar, kedua orang itu jelas telah menghirup racunnya, salah satu dari mereka yang mengetahui meridian mulai macet, mengupat dan mengutuk dengan keras.


“Bocah keparat! Licik! Hina! Anak Setan! Tadi menipu, sekarang meracuni.” Terlalu geram, dia menginjak-injak tanah dengan salah satu kakinya. Tidak berdaya dengan keadaan, mereka berdua menjeplok lemas duduk di atas tanah.


Tak lama kemudian 2 orang lagi juga kembali, namun melihat dua orang duduk lemas di atas tanah, mereka mengira dua orang ini terluka dalam, “Ha ha ha! Saingan kita sudah berkurang dua orang.” Kedua orang ini tertawa bahagia.


Dasar orang-orang yang sama licik, karena mereka sendiri terjebak racun, sudah barang tentu akan menjebak orang lain lagi agar ikut terkena racun.


Dua orang pendatang baru ini, tidak akan bertanya arah mana kepergian target mereka, karena mereka paham kedua manusia yang terluka itu pasti tidak akan buka mulut, sehingga mereka melacak sendiri.


Hanya dalam waktu sekejap mata, kembali 2 orang lemas tak berdaya. Baru sekarang mereka menyadari racun itu.


_____________


Tanda koma (,) sebelum tanda petik (“) pada percakapan, itu tandanya orang yang berbicara akan menyambung pembicaraannya.

__ADS_1


Tanda titik (.) sebelum tanda petik (“) pada percakapan, itu tandanya orang yang berbicara tidak menyambung pembicaraannya. Dan percakapan akan disambung oleh orang yang berbeda.


__ADS_2