
Gou Ing-ing dan Gou Chen, berjalan ke dua sisi pembaringan, pelan dan hati-hati mereka berdua menegakkan posisi duduk dari Kakek Gou Wenzhi.
Lalu Gou Long menyingkap seluruh pakaian atas beliau, dalam gerakan yang tidak dapat diikuti mata tiga orang lainnya. Gerakan tangan Gou Long sangat cepat menotok titik tertentu dari di punggung orang tersebut.
“Sangat berbahaya, ini adalah racun pengikis hati, ini sangat berbeda dengan racun umum yang menyerang sedikit demi sedikit kemudian baru merasuki jantung. Racun ini begitu terkena, dalam satu tarikan nafas akan hinggap dan menjadi parasit di hati,” batin Gou Long.
Tangannya terus bekerja, anak muda tersebut melanjutkan dengan penyaluran hawa murni.
Hawa panas meluap di dalam ruangan tersebut, beberapa tarikan nafas selanjutnya, Gou Long dan Kakek Gou Wenzhi melayang sambil bersila di udara.
“Ah! ini kontrol tenaga yang sangat sempurna,” batin tiga orang lainnya.
Sekarang Gou Ing-ing dan Gou Chen telah menjauh dari sisi ranjang, mereka sadar sedikit saja gangguan saat pengobatan dengan menggunakan tenaga dalam, tidak hanya orang yang diobati akan celaka, bahkan orang yang mengobati juga bernasib sama.
Mata mereka membeliak besar, penuh dengan kekaguman, pemandangan di depan mata ketiganya sangat luar biasa, tubuh Kakek Gou Wenzhi yang hitam perlahan menjadi abu-abu, dari sekujur tubuhnya keluar tetesan keringat hitam yang berbau busuk dan memualkan.
Namun kemudian keringat hitam tersebut menghilang karena paparan dan percikan hawa panas menyengat elemen petir berwarna perak.
Setelah dua jam proses itu, “Ambil bejana, Kakek akan memuntahkan racun!” perintah Gou Long tiba-tiba.
Keduanya sudah tidak dalam posisi melayang, saat Gou Ing-ing membawa bejana ke depan mulut Kakek Gou Wenzhi, Gou Long menambah daya dorong dari tenaga dalamnya di punggung si Kakek.
“Khuukkk!”
Darah hitam kental sekepal tangan keluar mulut orang tua itu.
__ADS_1
Gou Ing-ing, Gou Fei dan Gou Chen melirik sekilas ke dalam bejana, darah hitam itu lebih seperti lintah hitam besar, menggeliat kecil.
Dingin! Tengkuk ketiga terasa sangat dingin.
Gou Long turun dari ranjang, menidurkan kembali si Kakek, “Paman! Kedua sepupu! Proses seperti tadi harus dilakukan selama tujuh hari lagi. Saat ini aku akan beristirahat di kamarku, tolong paman pesankan pada pelayan untuk membawakan pena dan secarik kertas saat mereka mengantar makanan nantinya. Akan kutulis beberapa bahan yang diperlukan untuk penyulingan obat Kakek.”
“...” mendapatkan anggukan ringan dari ketiganya, Gou Long segera berlalu dari hadapan mereka.
***
Selama tujuh hari selanjutnya, proses seperti tadi terus dilakukan Gou Long dalam jangka waktu tiga jam di kamar Sang Kakek, di waktu yang lain anak muda itu mengurung diri di dalam kamar, beristirahat dan menyuling pil.
Dia juga meminta satu bundel kertas kosong. Hal yang sedikit mendatangkan rasa penasaran di hati Gou Fei.
Selama Gou Long mengurung diri, tidak ada yang berani bertanya atau mengganggu, semua anggota Klan Gou juga mengerti proses rumitnya dalam meracik pil.
Bukan suatu rahasia, bahwa anak muda itu pernah memunculkan Nada Alkimia Legendaris. Orang yang memunculkan Nada tersebut sudah pasti kualitas dan tingkatan Alkimia berada pada puncak tertinggi yang dapat dikembangkan oleh manusia.
Hal lain yang dilakukan Gou Long selama ia mengurung diri di dalam kamar adalah menyalin beberapa jurus-jurus hebat, dan Teknik Kultivasi tertentu yang pernah ia lihat ke dalam bundelan kertas kosong yang ia minta, Gou Long juga menulis pengalaman-pengalaman kultivasinya selama ini.
Tidak lupa pula ia menulis beberapa teknik Alkimia, yang sedikit berbeda dengan jalur kultivasi dia sendiri.
Di hari kedelapan, Kakek Gou Wenzhi telah sadar, tubuhnya yang menghitam kembali putih seperti sediakala, racun telah terangkat seutuhnya dari tubuh beliau.
Saat beliau sadar yang ada di ruang itu hanya Kakek Man dan Gou Long. Kakek Man segera meminta bawahannya pengurus rumah tangga yang lain untuk menyampaikan kabar tersebut pada Gou Fei dan seluruh anggota Klan Gou.
__ADS_1
Begitu kabar itu menyebar, tangis kegembiraan pecah di seluruh Klan Gou.
Hampir di setiap sudut area Klan terdengar suara lirih, “Patriark besar telah sembuh, langit memberkati Klan Gou!”
Sementara di ruang istirahat Kakek Gou Wenzhi, telah tiba empat orang Penatua Klan, beserta istri mereka, Gou Fei, Gou Ing-ing dan Gou Chen. Linangan air mata kegembiraan tidak dapat disembunyikan dari wajah mereka semua, satu persatu orang-orang ini mengungkapkan rasa syukur dan mendoakan agar Kakek Gou Wenzhi panjang umur.
Sejak awal beliau sadar sampai kedatangan semua anak cucunya ke ruangan tersebut, Kakek Gou Wenzhi belum melihat dan memperhatikan secara menyeluruh, hal ini tidak lain karena saat beliau sadar Gou Long meminta beliau untuk berkultivasi dan menghimpun hawa murni, walau itu hanya untuk sesaat.
Kakek Gou Wenzhi membuka matanya dan melihat satu persatu anak cucunya, walau racun telah diangkat seluruhnya dari tubuh tua itu, namun penyesalan dan kerinduan dalam hati tetap tidak bisa diangkat.
Ingin ia memaki dan mengutuk seluruh anak cucu, “Kenapa kalian menyembuhkan ku? Kenapa kalian tidak membiarkan aku mati saja? Kenapa?” ujar batin Kakek Gou Wenzhi yang putus asa.
Tapi, saat tatapan matanya berhenti di wajah Gou Long, penyesalan dan kerinduan itu runtuh seketika, “Han ‘er!... Han ‘er!...” Kakek Gou Wenzhi hampir saja bangkit ranjang.
Gou Long sigap, mendatangi lebih dekat dan bersimpuh di depan Kakek Gou Wenzhi, ia membiarkan saja Sang Kakek mengelus lembut kepalanya, untuk sementara waktu semua orang setuju dengan tindakan itu.
Bukanlah rahasia, bahwa wajah dan gerak tubuh Gou Long sangat mirip dengan ayahnya Gou Han, bahkan para Penatua saat pertemuan tujuh hari yang lalu juga mengakuinya.
“Han ‘er… akhir engkau kembali… Mana Lan ‘er? Ayah akan merestui kalian…” Gou Wenzhi melihat ke setiap sudut kamar istirahatnya mencari-cari sosok Su Lan.
Gou Fei menghela nafas panjang, sekarang sudah saatnya menjelaskan kenyataan yang sebenarnya, “Ayah! Tenangkan hati dan pikiranmu!” ia melihat Gou Long, Keponakan itu juga melihat ke arahnya serta mengangguk kecil. Gou Fei melanjutkan, “Ayah! Perhatikan pemuda di depan Ayah, usia dan wajahnya bahkan lebih muda dariku… dia bukan Han Twako, tapi dia putra dari Han Twako.”
Agar tidak menambah kebingungan dari Gou Wenzhi, Gou Long berkata menimpali, “Long ‘er menghadap Kakek!”
Kesedihan kembali terlihat di wajah Kakek Gou Wenzhi, ia menutup matanya sejenak, coba menenangkan hati dan kembali pada kenyataan.
__ADS_1
Ia mengingat kembali setiap kilas-kilasan kecil yang telah dilalui selama bertahun-tahun ini, sampai saat ia keracunan dan terbaring di kamar.
Kakek Gou Wenzhi membuka matanya kembali dan menatap Gou Long, tangannya kembali digerakkan mengelus lembut kepala pemuda itu.