
Setelah teriakan tersebut terdengar, rombongan Alkemis segera saja berdiri saling membelakangi satu dengan yang lain, mereka membentuk lingkaran sehingga punggung setiap orang akan terlindungi dari serangan gelap.
Feng Yueyin yang memiliki ranah kultivasi terendah pun ikut dalam lingkaran tersebut, dia sudah mendapatkan pedang dengan kualitas bumi pemberian Han Zhong.
Mereka semua terlihat gagah dan siap menerima setiap serangan lawan.
“Heran! Padahal hanya lima orang dan tidak ada Ranah Surgawi, tapi kalian bisa menyelamatkan diri berkali-kali,” Ujar si pemimpin tim dari Organisasi Ordo Setan Hitam.
Kelompok mereka membawa 15 orang penyergap dengan rata-rata ranah kultivasi Ranah Langit tahap awal. Saat ini mereka yang mengepung juga membentuk lingkaran.
Pemimpin penyergapan maju ke depan satu langkah, dia melanjutkan ucapannya, “Kamu, kamu, kamu, kamu dan kamu. Majulah dan berikan padaku tontonan yang menarik.” Dia menunjuk lima orang dari anak buahnya untuk menyerang dan mempermainkan rombongan Alkemis.
Han Zhong yang melihat semua lawan yang akan maju berada di Ranah Langit tahap awal sedikit bernafas lega. “Tahan mereka sekuat tenaga kalian, tunggu sampai saudara Gou kembali,” Bisiknya lirih.
“Chung bersaudara usahakan untuk membuat serangan yang diterima saudari Feng seringan mungkin, saudari Feng titik terlemah di kelompok kita.” Lanjut Han Zhong.
Mereka semua sudah bersiap dalam kuda-kuda tempur, ketika suara berdesing terdengar lalu menghentikan gerakan mereka. Dan 10 orang dari anggota penyergapan tumbang di atas tanah, darah meluncur deras dari leher mereka yang putus, di tengah-tengah tulang tenggorokan mereka terlihat daun yang menancap dalam.
Kesepuluh orang tersebut menggelepar sesaat di atas tanah sambil memegangi leher yang hampir putus secara menyeluruh, bau amis darah di kegelapan malam menambah suasana seram di hutan belantara ini.
Sambil menahan geram, petinggi dari Organisasi Ordo Setan Hitam menyorotkan matanya ke arah asal serangan daun tadi. Seakan sorotan matanya menembus kegelapan malam.
“Sungguh berani mati! Mengganggu orang-orang yang berada di bawah perlindunganku.” Suara ini di perdengarkan oleh orang yang melempar daun. Saat itulah terlihat sosok pemuda dengan jubah Alkemis berjalan santai ke tengah tempat para Alkemis berdiri sambil meletakan jari telunjuk di bibirnya.
Maksudnya jelas agar para Alkemis ini, jangan sampai kehilangan konsentrasi dan menyapanya.
Petinggi dari Organisasi Ordo Setan Hitam yang mendengar suara dari pemuda ini seperti mengenal nada suaranya, namun wajah dari pemuda berbeda jauh dengan orang yang dia kenal. Wajahnya seperti orang yang sudah berusia 24 tahun serta kumis tipis terlihat rapi di atas bibirnya.
Ranah kultivasi juga berbeda, namun dia tetap menjawab sambil menahan geram. “Ranah Langit tahap menegah berani membunuh bawahanku, kau sudah tak sayang nyawa?”
__ADS_1
Gou Long juga seperti mengenal nada suara ini, dalam per sekian detik pikirannya memikirkan banyak hal. Lantas ia mencoba untuk memastikannya, “Ini belum tentu... Baik! Kalau kau hebat coba selamatkan lima orang sisa bawahanmu itu.” Ucapnya, Gou Long sengaja membuat nada suaranya samar seperti tertiup angin, dan hanya bisa di dengar oleh si Petinggi.
Sambil berkata begitu Gou Long menyentil daun-daun yang ada dalam genggamannya, kembali suara berdesing terdengar. Cara kerja Gou Long ini kalau dilihat oleh pesilat golongan putih pasti mereka akan mengutuknya habis-habisan. Dia menyerang lawan tanpa aba-aba serangan, sehingga orang yang diserang tidak siap.
Petinggi dari Organisasi Ordo Setan Hitam berteriak marah, “Bocah keparat! Kau berani cari mati!” dia juga bergerak lincah, gesit dan indah. Dua dari lima daun yang disentil Gou Long berhasil ditangkapnya, sementara tiga yang lainnya tepat kena di leher anak buahnya, mereka tidak dapat mengelak karena jarak yang terlalu dekat.
Gou Long dapat melihat dengan jelas cara bergerak, melayang dan menangkap yang diperlihatkan si Petinggi itu adalah jurus-jurus meringankan tubuh dan Cengkeraman Rajawali milik Penatua Mu Yuan dari Sekte Naga Langit. Hatinya sudah bisa menebak dengan pasti, namun sedikit keheranan tetap terbesit.
“Ha ha ha!... Kenapa tidak berani! Penatua Mu Yuan dari Sekte Naga Langit sendiri juga sangat berani bergabung dengan setan-setan ini, apa tidak takut diburu pesilat golongan putih.” Jawab Gou Long sambil menunjuk mayat-mayat di atas tanah, Gou Long coba memancing reaksi dari petinggi itu.
Suma Xiulan dan yang lainnya melihat ke arah Gou Long, Han Zhong yang tidak tahan berkata, “Benarkah yang saudara muda katakan? Dia itu Penatua Mu Yuan dari Sekte Naga Langit?” Han Zhong bertanya sambil menunjuk petinggi yang memakai topeng seperti paruh burung elang.
“Sudah pasti benar, kau buka saja topengmu!” ujar Gou Long yang tidak pernah memalingkan wajahnya dari si petinggi dan sisa dua orang anggotanya.
Mendengar tanya jawab Gou Long dengan Han Zhong, sorot mata si petinggi sesaat terlihat menajam.
“Ha ha ha!... Baiklah! Lagi pula kalian semua akan mati di tempat ini... tidak salah tebakanmu, setidaknya tidak akan kubiarkan kalian mati tanpa mengenal siapa yang membunuh kalian.” Jawab Mu Yuan, membuka topeng tanda pengenal dari organisasi.
Dia juga melepaskan topeng tipis yang mengganti rupa wajahnya selama ini, sambil melanjutkan perkataannya, “Agar Penatua Mu Yuan tidak mati penasaran, tidak salah kalau penatua mengetahui siapa diriku. Kali ini dapat kupastikan tidak akan sama dengan pertarungan terakhir kita.”
“Rupanya kau bocah keparat! Ha ha ha!... Keberuntungan orang tua ini sangat besar, tidak hanya Guild Alkemis, bahkan manusia yang sudah di uber-uber beberapa hari ini bisa ditemukan di sini,” Jawab Penatua Mu Yuan, tertawa keras yang menunjukkan betapa senang hatinya.
“Ini yang dinamakan sekali tepuk dapat dua lalat... Ha ha ha!” lanjutnya.
Suma Xiulan dan Feng Yueyin yang baru sekarang melihat wajah asli Gou Long, secara tidak sadar tercetus kata-kata dari mulut keduanya. “Rupanya wajah asli dia sangat tampan!.” Ketika tersadar keduanya segera menutup mulut dengan tangan, juga menyembunyikan rasa malu.
“Hasil akhir belum terlihat kau sudah senang!” ujar Gou Long lirih, “Biarlah aku yang muda mulai menyerang, Berhati-hatilah!” Lanjutnya, tidak lupa memberi peringatan sebagai bentuk tata krama dalam pertarungan. Gou Long langsung bergerak lincah memindahkan jasad.
Yang dia serang pada pembukaan ini bukanlah Penatua Mu Yuan, akan tetapi dua orang sisa dari anak buahnya, yang satu di totok Gou Long, dan yang satu lagi tewas dengan lubang besar di dadanya, walau dia sempat mengelak dan menangkis, namun kecepatan gerak Gou Long seperti bayangan yang terus mengikuti, bahkan lebih cepat dari bayangannya sendiri.
__ADS_1
Penatua Mu Yuan ingin menyelamatkan anak buahnya tapi tidak sempat berbuat banyak, kecepatan gerak tubuh Gou Long sudah sangat berbeda dari saat terakhir pertarungan mereka.
“Kecepatan bocah ini sangat berbeda dengan terakhir kali, ini yang membuat kepercayaan dirinya sangat tinggi... Entah sejauh mana peningkatannya dalam beberapa hari ini.” Pikir Penatua Mu Yuan keheranan.
Sambil terus bergerak, Penatua Mu Yuan dapat melihat Gou Long yang sudah membunuh anak buahnya berbalik dan tiba-tiba meninjunya, tepat ke arah tulang rusuk. Di wajah Gou Long terlihat senyuman mengejek yang menambah kegeraman bagi Penatua Mu Yuan, itu persis seperti api yang disiram dengan minyak tanah.
Perasaan marah Penatua Mu Yuan meningkat beberapa kali, dia menahan perasaan itu sampai gigi bergemelutuk. Tak tanggung-tanggung, tenaga dalam di keluarkan sampai 80 persen lebih, “Bocah Keparat! Kau mati saja... Semakin cepat semakin baik.” Penatua Mu Yuan berkata seperti itu sambil menyambuti tinju Gou Long.
Tinju mereka berdua beradu dengan keras, yang beradu jelas bukanlah tinju tapi lapisan tenaga dalam masing-masing setebal 1 inci yang terlihat membungkus tinju mereka berdua.
“Boomm!”
“Dhuaarr!”
Bunyi beradu tinju mereka berdua menggetarkan bumi, mereka berdua sama-sama terdorong lima langkah ke belakang.
Han Zhong yang memahami ini adalah pertarungan tingkat tinggi, dia juga mengerti maksud Gou Long menotok salah satu anak buah Penatua Mu Yuan bergerak, mengamankan orang yang tertotok.
Dia lalu mengajak rombongan mereka menjauh dari area pertempuran, pancaran tenaga dalam Gou Long dan Penatua Mu Yuan sangat menekan mereka semua, Han Zhong dapat melihat Feng Yueyin saat itu sangat pucat, dan hampir memuntahkan darah, namun Feng Yueyin berusaha menahannya.
“Tidak hanya kecepatan gerak tubuh, bahkan tenaga dalammu juga meningkat drastis, pantas kau bersikap sombong dan sangat percaya diri... He he he!...” Penatua Mu Yuan berkata dan tertawa samar, seakan setelah beradu pukulan tadi dia telah berhasil mendinginkan kepala.
Penatua Mu Yuan saat ini terlihat sangat tenang, senyum seringai iblis di sunggingkannya, “Kau orang pertama yang pantas melihat ilmu rahasiaku... Bersiaplah untuk mampus! He he he!” ancam Penatua Mu Yuan, lalu dia terlihat memfokuskan tenaga dalam ke kedua lengannya.
Kedua lengan Penatua Mu Yuan menghitam sampai ke siku, dari kedua lengan itu keluar aura kematian yang sangat pekat serta berbau busuk. Itu adalah tenaga dalam yang menggunakan racun yang sangat mematikan.
Ini adalah pukulan yang dilatih dengan merendam tangan dalam racun-racun yang sangat mematikan, kemudian mengumpulkan binatang-binatang yang sangat berbisa dan mengurungnya dalam satu wadah lalu memasukkan kedua lengan ke dalam wadah tersebut agar digigit oleh binatang-binatang berbisa.
Racun yang diperoleh dari gigitan binatang ini di manfaatkan dan di alirkan sejalan dengan tenaga dalam.
__ADS_1
Kesalahan dalam berlatih akan menyerang diri sendiri, kurang sempurna dalam berlatih akan terlihat dari raut wajah yang hijau dan menghitam, ketika ilmu itu dilatih dengan sempurna maka tidak terlihat tanda-tanda yang mencolok dari tubuhnya.
Dan melihat dari kebiasaan dan gerak-gerik Penatua Mu Yuan yang tidak terlihat keanehan, maka dapat diartikan dia telah melatih ilmu itu dengan sempurna.