
Gou Long muncul di belakang prajurit yang membantu dia mencarikan platform VIP. “Maaf Paman, kita berjumpa kembali dalam situasi yang kurang nyaman.”
“Blassh!” prajurit tersebut belum sempat menjawab, malah merasakan sedikit pusing lalu ia telah muncul di platform VIP yang disewa Gou Long. Eira dan Bing Feng tidak keluar dari balik jubah Gou Long. Keduanya sangat tahu, itu masih percuma saja untuk keluar sekarang.
Prajurit yang ditangkap Gou Long menjadi heran dan tidak habis mengerti bagaimana tiba-tiba ia telah berpindah tempat.
Gou Long terlihat datar, dan tidak bermusuhan. Dia berjalan pelan, tidak membiarkan prajurit baik hati itu berkata-kata, dengan cepat Gou Long menotok urat besar dari sang prajurit. Sehingga prajurit itu menjadi gagu dan tidak bisa berkata-kata.
“Untuk sementara waktu paman berdiam di sini saja. Sekarang, buka kesadaran spiritual–jangan melawan tuntun saja. Aku tidak berniat jahat, yang aku butuhkan hanya letak Pohon Peri Abadi.”
Mata prajurit itu membeliat, isyarat akan penolakan. Gou Long menyadari penolakan itu dan berkata, “Paman bisa saja menolak, tapi ini hanya akan menyakiti paman. Mungkin saja akan membawa kematian bagi paman.”
Si pemuda kembali membeberkan fakta lainnya. “Sekarang coba paman pikir, dengan kepandaianku dalam berpindah ruang. Bukankah akan sangat mudah bagiku menculik banyak prajurit? Selama aku tidak mendapatkan informasi yang aku butuhkan, berapa prajurit kah yang harus mati karena penolakan?”
Si prajurit memperlihatkan sorot mata penuh kebencian pada Gou Long, tapi dia dapat mencerna fakta dan kebenaran dari perkataan si pemuda. Oleh karena hal itu, si prajurit mengangguk ringan tak berdaya. Dia tidak ingin ada banyak prajurit yang menjadi korban.
“Baik sekali.” Setelah melemparkan senyum lembut Gou Long mengedarkan kesadaran spiritual ke dalam kesadaran spritual sang prajurit. Seperti keinginan Gou Long prajurit itu menuntunnya, dan memperlihatkan gambaran serta tata letak dari tempat Pohon Peri Abadi. Itu adalah di puncak tertinggi dari area istana kekaisaran peri.
Mendapatkan apa yang ia butuhkan, Gou Long menarik kembali kesadaran spritual miliknya.
“Maaf!” Anak muda itu menambahkan beberapa totokan di tubuh sang prajurit, serta meninggalkan dia di platform tersebut.
__ADS_1
Dengan menggunakan pemahaman akan tata letak yang diberikan oleh si prajurit, lagi-lagi Gou Long masuk ke dalam ruang hampa, berpindah-pindah beberapa kali dengan Teknik Memindah Jasad.
Setelah setengah dupa terlewatkan, dia benar-benar telah tiba di Taman Peri Suci. Pohon Peri Abadi tumbuh di tengah-tengah taman. Pada saat Gou Long keluar dari ruang hampa, dia berdiri tepat di depan Pohon Peri Abadi.
Eira dan Bing Feng keluar dari balik jubah Gou Long, keduanya mengambil bentuk wujud manusia.
Apa yang dilakukan Gou Long ini benar-benar saat momen paling tepat. Ketika semua makhluk sedang sibuk dan terfokus pada Kompetisi Empat Keterampilan. Dalam perkiraan Gou Long, ini adalah saat teraman dan tidak akan ada yang tahu apa yang akan ia lakukan.
Tapi, si pemuda benar-benar telah menyepelekan kecerdasan dari Eleanor. Putri Agung ini, meskipun tidak tahu akan kehadiran Gou Long di Kompetisi. Dia sudah mendapatkan informasi kegagalan dalam penangkapan Gou Long oleh para Puncak Ranah Kaisar Agung sebelumnya, tentu saja gadis itu telah mempersiapkan antisipasi lain terhadap kehadiran Gou Long.
Di salah satu sudut Istana Kekaisaran Peri, Eleanor tahu, ada orang yang memaksa masuk ke dalam taman tempat Pohon Peri Abadi tumbuh.
“Bahaya, besar kemungkinan orang yang membawa jiwa kakak telah masuk ke dalam taman istana.”
Pada saat ini, Wu Mofan sudah mengganti seluruh hawa murni di dalam tubuh, ia juga telah melangkah ke Ranah Kaisar Tahap Awal.
Gou Long tidak tahu menahu hal-hal yang terjadi saat ia masuk ke taman istana. Sesaat dia takjub dengan keadaan dari Pohon Peri Abadi. Tapi, kemudian anak muda itu telah tersadar dan kembali kepada kenyataan. Jiwa Hauri dalam botol giok di cincin semesta dengan cepat dikeluarkan si pemuda.
Dia memang tidak paham bagaimana cara kerja dari Pohon Peri Abadi. Tapi, Gou Long mengambil inisiatif sendiri. Dengan berjalan perlahan bola kecil berisi jiwa Hauri didekatkan ke pohon itu.
Langit menggila, kilatan-kilatan petir emas di langit bersenandung indah saling mendukung dengan cahaya keemasan terang yang muncul dari Pohon. Jiwa Hauri di tangan Gou Long tiba-tiba bergerak melayang secara perlahan-lahan dan terus masuk ke dalam Pohon Peri Abadi.
__ADS_1
Gou Long, Eira dan Bing Feng berdiri terpaku. Ketiganya terus memperhatikan keajaiban yang terjadi di Pohon Peri Abadi.
Di sana, Pohon Peri Abadi mulai berbunga lebat, itu seperti serbuk sari yang mencari putik. Tidak terlalu lama–kelopak bunga besar juga ikut muncul, tapi itu bukan hanya sekedar kelopak biasa. Seperti bunga besar yang berkatup.
Energi kehidupan memancarkan kuat dari katup tersebut. Energi itu perlahan-lahan juga menghisap energi Kaisar Qi, aura langit dan bumi serta daya vitalitas tinggi dari berbagai tanaman dan makhluk hidup lain yang ada di sekitar Pohon Peri Abadi–ada nafas kehidupan di dalam kelopak bunga yang berkatup itu.
Gou Long mengambil inisiatif lainnya, dia mengeluarkan beberapa kristal kaisar kelas tinggi dan memecah kristal itu agar Kaisar Qi di taman itu semakin tebal.
Ini adalah suatu peristiwa besar, kelahiran kembali salah satu peri yang merupakan keturunan langsung dari Kaisar Peri. Tentu saja Kaisar dan Permaisuri mengetahui hal ini. Meskipun mereka lebih terlambat jika dibandingkan kedatangan Eleanor. Namun, keduanya dengan cepat meninggalkan arena kompetisi dan bergegas ke taman istana.
Pada saat Gou Long, Eira dan Bing Feng terus memperhatikan proses kelahiran Hauri. Bentakan keras terdengar.
“Manusia keparat! Engkau sangat berani menerobos masuk ke dalam taman istana. Bahkan mencoba untuk menghidupkan kembali salah satu peri buangan.” Seiring dengan suara keras itu, siluet bayangan wanita muncul. Berdiri dalam jarak empat tombak dari Gou Long, Eira dan Bing Feng.
Lalu, ratusan prajurit kerajaan Kaisar Peri ikut berjejer rapi lengkap dengan senjata dan baju perang tebal di badan. Tingkatan kultivasi mereka beragam, tidak ada yang lemah dari jajaran prajurit ini. Mereka adalah prajurit khusus, yang terlatih hanya untuk berperang.
Yang datang ini tentu saja Eleanor–Putri Agung itu tidak menunggu perkataan dari Gou Long, dia dengan cepat menurunkan perintah lain. “Jendral Legolas, potong kelopak besar dengan nafas kehidupan itu! Jangan biarkan makhluk di balik kelopak itu hidup!”
“Baik Tuan Putri!”
Bayangan laki-laki gagah melesat cepat, tombak panjang membawa hawa dingin di tangannya. Armor berat dari logam khusus yang dilapisi emas di badan jenderal tersebut memancarkan cahaya terang seiring dengan gerakan cepat dari sang jenderal.
__ADS_1
“Swooossh!”
Serangan tombak pembelah lautan dilepaskan. Hawa pemadatan Kaisar Qi meluncur deras dan kuat melaju ke arah kelopak bunga tempat Hauri yang masih dalam proses kelahiran kembali.