Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 323. Rencana Pembalik Keadaan


__ADS_3

Gou Long melesat ke arah Xiao Ziyan dan tujuh orang bawahan Huo Cin Lam. “Selamat pagi para Enghiong semua! Selamat pagi Nona Xiao! Selamat bertemu kembali semua saudara!” ujar Gou Long seraya mengepalkan tangan di depan dada.


Anak muda itu kemudian melanjutkan perkataannya, “Kapan pertandingan ini akan dimulai?”


Saat itu Gou Long telah melihat sangat ramai penduduk Kota Enghiong yang datang berduyun-duyun ke tempat tersebut. Arena pertarungan hidup dan mati tidak jauh berbeda dengan arena tempat berlatih silat biasa.


Yang membedakan antara keduanya, hanyalah karena arena hidup dan mati ini lebih seperti arena Colosseum. Tempat para budak di zaman kuno bertarung melawan binatang buas sebagai sarana tontonan menarik bagi para kaum pembesar.


Tempat duduk sudah mulai dipenuhi oleh seluruh penduduk Kota Enghiong. Kiat Cu Pat telah hadir di sana. Orang ini terlihat sangat yakin akan kemampuannya sendiri. Dia merasa kemenangan telah ia genggam, sehingga tidak khawatir sama sekali.


Orang ini bahkan terus melempar senyum ejekan ke kelompok Huo Cin Lam. Kata-kata mengejek juga tidak luput keluar dari mulutnya. “Apakah kakak tertua kalian menjadi sangat pengecut? Bahkan saat-saat pertandingan hampir dimulai dia belum juga datang.”


“Ha ha ha! ...” Tertawa keras, Kiat Cu Pat melanjutkan, “Ingat pada pertarungan hidup dan mati tidak ada kata lari, bahkan andai ia tidak berani hadir maka kematian yang mengenaskan pasti akan diperoleh kakak tertua kalian.”


Sayang, ucapan yang mengejek dari Kiat Cu Pat tidak digubris sama sekali oleh anggota kelompok Huo Cin Lam. Hal ini membuat Kiat Cu Pat semakin kesal saja.


Sementara itu, penyelenggara taruhan telah mengumumkan seluruh daftar taruhan. Itu berjumlah ratusan juta kristal kaisar kelas menengah, dan sebagian besar dari mereka mendukung Kiat Cu Pat. Karena menganggap orang tersebut akan menjadi orang yang berdiri sampai akhir.


Para penyelenggara taruhan masih membuka taruhan sampai saat ini. Gou Long yang melihat gunungan kristal kaisar, air liurnya hampir saja mengalir dari mulut.

__ADS_1


Dia kembali menganalisa kekuatan dari Huo Cin Lam. Orang itu berkata sendiri bahwa bisa mengimbangi Kiat Cu Pat, andai pertarungan terjadi secara berlarut-larut dan dalam jangka waktu yang lama.


Setelah berpikir pulang pergi, senyum jahat terlihat di mulut Gou Long. Dia berbisik pada Xiao Ziyan, “Apa pertarungan hidup dan mati bisa ditunda selama beberapa jam, misalnya selama satu atau dua jam?”


“Apa maksud dari perkataan Pemburu Gou?!” Xiao Ziyan menatap Gou Long tajam ia sangat keheranan terhadap apa yang sedang direncanakan Gou Long.


“Kalau memang bisa, kita juga akan ikut bertaruh dan biarkan semua orang di sini mendapatkan kerugian yang besar.” Gou Long tidak menjelaskan perkataan yang masih samar, dan tidak bisa dijangkau pikiran Xiao Ziyan.


“Maksud Pem–” Saat Xiao Ziyan ingin menegaskan apa yang akan dilakukan Gou Long. Si pemuda menghentikan ucapan Xiao Ziyan secara cepat, bisikan itu terasa sangat dekat dengan telinga Xiao Ziyan. Hal yang membuat wajah si gadis memerah jengah. Bahkan hembusan lembut nafas Gou Long terasa di telinga si gadis. “Sudah, tidak perlu bertanya lagi pasang saja taruhan satu banding lima, kita akan berdiri untuk kemenangan Huo Twako.”


Hal yang tidak mungkin terjadi ini, benar-benar mengagetkan Xiao Ziyan. Namun, saat selanjutnya Gou Long berkata-kata Xiao Ziyan telah memahami apa yang akan dilakukan Gou Long. “Dari tanggapan Nona Xiao, aku menjadi sangat paham bahwa pertarungan ini bisa ditunda selama satu atau dua jam. Pada kesempatan itu aku akan memberikan satu trik kepada Huo Twako, trik ini sudah pasti akan bisa mengalahkan si sombong di sudut sana.”


Xiao Ziyan mengikuti apa yang diarahkan golong dan ia memasang taruhan satu berbanding lima untuk kemenangan Huo Cin Lam.


Saat itu Huo Cin Lam sudah tiba dan beranjak melesat ke arah arena pertarungan hidup dan mati. Namun Gou Long menahannya, “Huo Twako! Tunggu sebentar tunda dulu pertarungan ini selama satu-dua jam ada sesuatu yang ingin aku sampaikan.”


Huo Cin Lam berpaling karena mendengar panggilan Gou Long, ia lantas menghentikan gerakan dan melesat ke arah Gou Long.


“Bocah pemula, apa kau mencari kematian dan ingin disambar petir kaisar? Kau dan keparat itu mati saat bersamaan rasanya juga bukan hal yang buruk.” Kiat Cu Pat sudah tidak bisa bersabar lagi dan ingin segera mengalahkan Huo Cin Lam, sehingga saat Gou Long menahan gerakan Huo Cin Lam, ia menjadi marah dan mencibir Gou Long.

__ADS_1


Gou Long menoleh ke arah Kiat Cu Pat, ingin rasanya ia membungkam mulut kotor orang tersebut untuk selama-lamanya. Sedikit meladeni ejekan tersebut, Gou Long berkata, “Kematian mu sudah tertulis hari ini, menunda satu atau dua jam juga tidak masalah.”


Berkata seperti itu si pemuda tidak mempedulikan Kiat Cu Pat sama sekali, ia menoleh ke arah Huo Cin Lam dan berbisik. “Huo Twako, menurut perkataan mu, kau bisa mengimbangi si besar kepala itu dalam jangka waktu yang lama. Sejujurnya, aku memiliki suatu solusi yang bisa membuatmu menang. Bagaimana, apa kau ingin mencobanya?”


“Coba Gou Siauwte jelaskan rencana itu!” Huo Cin Lam terlihat antusias pada rencana Gou Long.


Gou Long mengernyitkan kening, ia coba mengingat kembali saat bahu-membahu menangkap herbal tempo hari. Ini memang sedikit kurang enak untuk dikatakan.


“Tempo hari Junior telah melihat bagaimana cara Huo Twako bertarung dan terbang. Sejujurnya, kekuatan tenaga dalam Huo Twako memang hebat–” Gou Long menjeda perkataannya, setelah menarik nafas dalam. “Tolong Huo Twako pasang area percakapan kedap suara, terlalu lelah berbisik seperti ini.”


Gou Long tersenyum simpul setelah berkata seperti itu. Huo Cin Lam segera memasang Kaisar Qi kedap suara di sekitar ia sendiri dan si pemuda. “Silahkan Gou Laote melanjutkan penjelasan!”


“Huo Twako, bagaimana menurutmu teknik berpindah-pindah tubuh yang aku gunakan saat kita menangkap herbal tempo hari?” Si pemuda bertanya, ia ingin tahu bagaimana penilaian orang di depannya terhadap teknik memindah jasad. Apakah itu sama seperti yang ia pikirkan?


“Hemm!” Huo Cin Lam mengingat kembali teknik yang digunakan Gou Long, tanpa sadar ia bergumam, “Andai aku bisa menguasai teknik tersebut, aku sangat yakin bisa mengalahkan si besar kepala itu.”


“Jadi menurut Huo Twako, teknik itu sangat hebat bukan?!” Ucapan Gou Long menyadarkan Huo Cin Lam.


“Ah, iya!” Huo Cin Lam terkejut dan menjawab tergesa.

__ADS_1


“Bagaimana kalau aku memberitahukan rahasia teknik itu pada Huo Twako?” Selama dua jam ini ... berapa persen keyakinan Huo Twako bisa menguasainya?” Gou Long telah mengambil keputusan pasti untuk mengajarkan Huo Cin Lam.


__ADS_2