Pendekar Pengendara Petir

Pendekar Pengendara Petir
Chapter. 269. Domain Dunia Array


__ADS_3

Berlagak seperti seorang pemimpin, sambil membelakangi, Ye Xuan berkata, “He Twako! Silakan lanjutkan apa yang ingin He Twako bicarakan dengan saudara Leng!” gaya yang ditunjukkan oleh Ye Xuan ini benar-benar meremehkan keempat orang tua itu.


Keempat orang tua tersebut sangat marah dengan tingkah Ye Xuan, tapi tujuan utama mereka memang mencari perkara dengan Paviliun Gunung Teratai, sehingga mereka dengan berat hati menunda apa yang mereka ingin kerjakan.


“Saudara Leng! Kami pendatang baru di Daratan Tengah ini, tadi kami berdua mendengar bahwa Master Paviliun kalian ini bernama Long dengan Marga Gou, bisakah Saudara menjelaskan secara spesifik Master Gou ini orang yang bagaimanakah?” He Fei bertanya, setelah terlebih dahulu mengepalkan tangannya di depan dada.


Leng Kun melihat ke arah He Fei dan Ye Xuan secara bergantian, “Sikap yang ditunjukkan keduanya jelas tidak bermusuhan, bahkan keduanya terlihat sangat ramah. Mungkinkah keduanya kenalan lama Saudara Gou? Atau mereka bersikap baik dan menyembunyikan maksud jahatnya,” batin Leng Kun, “Baiklah! Aku ikuti saja dulu.” 


“Master Paviliun ini seorang pemuda yang sangat hebat, bahkan ia merupakan generasi muda pertama yang menembus Ranah Surgawi dalam usia belasan tahun,” jawab Leng Kun, singkat. Dia menoleh ke arah Feng Yueyin, “Segala sesuatu tentang Master Paviliun, Nona Feng lebih jelas mengetahuinya, kalian bisa bertanya langsung pada Nona Feng.”


He Fei memegang dagunya, “Itu bisa kita lanjutkan nanti,” ia berbalik menghadap ke arah Ye Xuan, berjalan dan berdiri disisinya, “Hanya karena Saudara Leng berkata bahwa Master Paviliun kalian adalah seorang pemuda, aku sudah bisa menerkanya, kemungkinan besar Master Paviliun kalian itu dulunya adik perguruan kami di daerah Selatan…”


“Jadi… kali ini kami akan menjadi pintu pertama bagi Paviliun kalian, bertarung dengan mereka.” He Fei mengakhiri ucapannya, sekaligus menetapkan pilihan akan membantu Paviliun Gunung Teratai.


Masih dengan sikapnya yang tengil, Ye Xuan mengacungkan jempol pada He Fei, “He Twako benar-benar batang kayu yang sangat kaku, bahkan dalam mengambil keputusan seperti ini saja, masih tidak bisa memperlihatkan ekspresi yang menyenangkan bagi orang-orang yang He Twako putuskan akan bantu.”


Sementara itu Leng Kun dan orang-orang Paviliun Gunung Teratai yang lainnya saling menatap sejenak, mereka tidak mengira bahwa kedua pemuda yang tiba-tiba terjun dalam konflik kecil mereka ini bahkan bersedia berdiri di sisi Paviliun Gunung Teratai.


Leng Kun, berjalan santai dan menepuk pundak He Fei, “Bagaimana aku harus menyapa kedua saudara muda ini?” tanyanya akrab. Lalu ia menunjuk empat orang tua yang menantang mereka tadi, “Empat orang ini, biar aku saja yang melayaninya, aku bisa menjamin mereka tidak akan bisa berbuat apa-apa.” Leng Kun melanjutkan ucapannya, tersenyum misterius.


Semua orang juga dapat melihat, pembawaan dari Leng Kun, benar adanya ia seorang kultivator Ranah Surgawi Tahap Menengah. Namun, tidak terlihat tanda-tanda dari Leng Kun seorang ahli bela diri.

__ADS_1


Orang-orang Paviliun Gunung Teratai juga tidak pernah melihat Leng Kun berlatih ilmu pukulan atau ilmu senjata, keseharian dari anak muda itu selalu dihabiskan di ruang permuniar Artefak dan Array. 


Dan semua orang-orang Paviliun Gunung Teratai jelas mengakui Leng Kun Master Array dan Artefak, tapi dia bukan ahli bela diri.


“Darimana munculnya kepercayaan diri tinggi pada Leng Twako, sehingga berani berkata sanggup melayani mereka berempat?” semua orang penghuni Paviliun Gunung Teratai pasti akan berpikir seperti itu. Masing-masing bertanya dalam hati.


He Fei menoleh ke arah Leng Kun yang memegang bahunya, lalu berkata, “Aku He Fei, dan ini adik perguruanku, Ye Xuan.” He Fei memperkenalkan Ye Xuan, seraya menepuk ringan bahu pemuda yang berdiri di sisinya.


“Owh! Saudara He dan Saudara Ye, terima kasih atas bantuan dari kalian berdua,” balas Leng Kun ringan.


Di depan mereka keempat orang tua itu terlihat semakin berang, salah satu dari mereka berkata, “Apa sudah selesai basa-basi kalian? Kalau sudah minggir sana, dan nikmati saja pertarungan kami orang-orang Daratan Tengah, kalian penduduk Selatan masih belum pantas mencoba kekuatan kami.” Cibirnya, ucapan tersebut secara tidak langsung juga meremehkan kualitas dari ilmu bela diri penduduk Selatan yang sedikit lebih rendah jika dibandingkan dengan Daratan Tengah.


Ia melangkah satu langkah lebih kedepan, “Kulihat kalian sudah sangat tidak sabar ingin bertarung, baik majulah!” tantangnya, Leng Kun juga melanjutkan, “Sebaiknya agar ini cepat berakhir, kalian menyerangnya secara bersamaan.”


“Bocah sombong! Seperti yang kau inginkan! Kawan-kawan keroyok dia!” Perintah orang tua yang sejak tadi berlagak layaknya pemimpin dari tiga orang lainnya.


“Sstt!”


Empat siluet bayangan bergerak cepat menyerang Leng Kun, sikutan, tonjokan dan tendangan juga bayangan pukulan telapak.


Hamparan hawa murni ganas menerpa satu titik tempat Leng Kun berdiri.

__ADS_1


Si Pemuda masih terlihat berdiri santai, seakan-akan tidak tahu bahwa bahaya ganas mendatanginya dari segala arah yang bisa merenggut nyawanya saat itu juga.


Ia tersenyum kecil, alat rahasia yang tidak pernah dilihat semua orang terpegang di tangan Leng Kun. Sedikit menghindari serangan yang menghampirinya, alat rahasia tersebut diaktifkan Leng Kun dengan segel unik.


Leng Kun dan empat orang tua yang menyerang, telah hilang dari pandangan semua orang.


“Kemana mereka?” tanpa sadar Yu Yihua bertanya, melirik ke arah Feng Yueyin.


Ya! Itu bukanlah rahasia, di Paviliun Gunung Teratai, semua orang tahu kedekatan Feng Yueyin dan Leng Kun. Kegiatan apa saja yang mereka lalukan selalu berduaan. Sehingga menjadi wajar, Yu Yihua bertanya pada Feng Yueyin, terhadap kejadian yang tidak diketahuinya ini.


“Hal ini tidak jelas mereka kemana, namun yang tadi digunakan Leng Twako adalah salah satu dari koleksi Array pertarungan milik Leng Twako sendiri. Ia sangat sadar tidak ahli dalam hal bela diri, sehingga telah mempersiapkan Artefak paling cocok untuk dirinya sendiri dalam pertarungan,” jawab Feng Yueyin, menjelaskan apa yang ia tahu.


“Tenang saja, sebentar lagi Leng Twako pasti akan kembali,” lanjutnya.


Leng Kun, begitu ia telah mengaktifkan Array penyerangan miliknya sendiri, itu seperti jalur teleportasi khusus yang membawa mereka ke dunia lain. Dan memang benar seperti itu adanya.


Ini adalah dunia Array, yang hanya bisa diaktifkan Leng Kun. Orang ini benar-benar seorang Master Array, dia berhasil memasukkan Domain Ranah Surgawi ke dalam pola Array miliknya sehingga dengan keahliannya ini, Domain Dunia Array tercipta.


Domain Dunia Array ini hampir sama dengan Dunia Ilusi ciptaan Hauri.


Keempat orang tua yang menyerang Leng Kun tiba-tiba kehilangan lawan yang mereka serang, pemandangan mereka juga seperti tertutup kabut misterius, merasakan gelagat tidak baik, “Ada apa ini? Kemana semua orang dan kemana keparat sombong itu?”

__ADS_1


__ADS_2